Anda di halaman 1dari 45

PELAYANAN INFORMASI OBAT

(PIO), PROMOSI DAN EDUKASI

Nur Fahma Laili, M.Farm., Apt


Email : nurfahmalaili@unik-kediri.ac.id
UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI FARMASI
INFORMASI OBAT
► Informasi tentang obat dapat diperoleh dari
berbagai sumber lewat berbagai media media.
► Penyampaian informasi obat oleh tenaga yang
kompeten (Farmasis komunitas) untuk berbagai
keperluan dan peruntukan dapat dilakukan dengan
berbagai cara:
 Pelayanan Informasi Obat
 Konseling Farmasi
 Penyuluhan
PENGGUNAAN OBAT

► KEPATUHAN PASIEN DALAM MENJALANI PENGOBATAN


DAN PENGGUNAAN OBATNYA SECARA BENAR
MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN TERAPI.
► PEMBERIAN KONSELING FARMASI / INFORMASI OBAT
MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN MENGURANGI
KEMUNGKINAN KESALAHAN PENGGUNAAN OBAT,
MINIMALISIR ESO DAN INTERAKSI OBAT, MINIMALISIR
KOMPLIN DAN DRP
► PEMBERIAN PENYULUHAN MENINGKATKAN
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT SECARA
UMUM, SEHINGGA PAHAM BAGAIMANA SEHARUSNYA
MEREKA NENGGUNAKAN DAN MEMPERLAKUKAN OBAT
MEREKA
PELAYANAN INFORMASI OBAT
► PIO mrpk unit layanan yg dibentuk oleh institusi yg
kompeten di bidang obat (pendidikan, kesehatan) untuk
menjawab dan menginformasikan berbagai pertanyaan,
permasalahan dan informasi tentang obat.
► Pertanyaan yg ditujukan ke PIO umumnya berasal dari
tenaga kesehatan dan calon nakes, tetapi tdk menutup
kemungkinan berasal dari pasien / masyrk
► Informasi Obat yg diterbitkan oleh PIO bisa berupa
jawaban atas pertanyaan atau info yg dianggap penting
oleh msyrk dengan menggnk media cetak terbatas
maupun tempel.
PERTANYAAN PIO
► Segala sesuatu berkaitan dg karakteristik
obat
- intangible
- tangible
KIE OBAT
► Bahasa Lugas, mudah dimengerti oleh
pasien
► Hindari kontradiksi informasi dengan dokter,
tanyakan terlebih dulu informasi apa yang
telah diberikan oleh dokter
► Gunakan metode ‘Show and Tell’ untuk
kemudahan pasien mengingat
► Akhiri dengan kepastian bahwa pasiennya
telah mengerti semua informasi yang
diberikan
INFORMASI OBAT MINIMAL
YANG PERLU DISAMPAIKAN KE PASIEN
SAAT PENYERAHAN OBAT

► IDENTITAS OBAT ( NAMA & DOSIS )


► INDIKASI OBAT
► CARA PENGGUNAAN YANG TEPAT
► FREKUENSI DAN WAKTU PENGGUNAAN
► EFEK SAMPING OBAT
► CARA PENYIMPANAN
EVALUASI KEAMANAN
► PENGOBATAN JANGKA PANJANG
► RENTANG TERAPI SEMPIT
► INDUKSI & INHIBISI SISTEM ENZIM
► INTERAKSI OBAT
► KERUSAKAN ORGAN METABOLISME & EKSKRESI
AKUMULASI
TOKSISITAS
ESO/ADR
RASIONAL PENGGUNAAN

PENUHI KRITERIA ‘4 TEPAT 1 WASPADA’


- TEPAT OBAT EARMU
- TEPAT INDIKASI  SESUAI DIAGNOSA
- TEPAT PASIEN SESUAI KONDISI PX
- TEPAT REGIMEN DOSIS PEMBERIAN 
TAKARAN, RUTE, SAAT, INTERVAL, LAMA TX
- WASPADA ESO & INTERAKSI OBAT
TEPAT OBAT
► EFEKTIF: TELAH UJI KLINIK ‘DOUBLE BLIND
RANDOMIZED CONTROL TRIAL’
► AMAN: ESO RINGAN/ BISA DIMENEJEMEN
► TERSEDIA: ADA DIPASARAN LOKAL
► MURAH: INDUSTRI BONAFID – CPOB
► MURAH: PRIORITAS YG MURAH BILA
EFEKTIFITASNYA SAMA
TEPAT INDIKASI

PEMILIHAN OBAT
YANG SESUAI DENGAN DIAGNOSA
YANG SEBELUMNYA TELAH DITEGAKKAN

PEMBERIAN OBAT DILAKUKAN BILA ADA


ADA INDIKASINYA
PEMBERIAN OBAT TIDAK DILAKUKAN BILA
TIDAK ADA INDIKASINYA
TEPAT PENDERITA

PEMBERIAN OBAT YANG SESUAI DENGAN KONDISI PENDERITA

NEONATUS GAGAL GINJAL


HAMIL GAGAL HEPAR
MENYUSUI USIA LANJUT
ALERGI STATUS
PERAWATAN
TEPAT DOSIS REGIMEN

TEPAT TAKARANNYA
TEPAT ROUTENYA
TEPAT SAAT PEMBERIANNYA

TEPAT INTERVAL PEMBERIANNYA


TEPAT FREKUENSI PEMBERIANNYA
TEPAT LAMA PEMBERIANNYA
WASPADA TERHADAP ESO
SEMUA OBAT POTENSIAL MENIMBULKAN ESO
► 41 % PASIEN ALAMI
► BISA BERAT MEMBAHAYAKAN JIWA
► TIMBUL SEGERA ATAU TERTUNDA / ‘DELAYED
KEWASPADAAN PERLU, SEBAB :
 ESO YANG BERAT BISA MEMBAHAYAKAN JIWA
 ESO BISA MENYAKITKAN
 SETIDAK-TIDAKNYA : MENGGANGGU
ADR / ESO
► TIPE A : ► TIPE B :

► DAPAT DIRAMALKAN ► TDK DAPAT DIRAMALKAN


► TERGANTUNG DOSIS ► JRG TERGANTUNG DOSIS
► MORBIDITAS TINGGI ► MORBIDITAS RENDAH
► MORTALITAS RENDAH ► MORTALITAS TINGGI
► DITANGANI DG ► DITANGANI DG
PENURUNAN DOSIS PENGHENTIAN OBAT

BRADIKARDI O/ BETA SYOK ANAFILAKSIS O/


BLOCKER ANTIBIOTIKA
PIO
► Tujuan umum : meningkatkan pengetahuan
tentang obat
► Cakupan user lebih luas
► Interaksi dg user Langsung : penyuluhan,
► Interaksi dg user tidak langsung :
penerbitan brosur, leaflet booklet
Konseling Farmasi (Obat)
Suatu proses yang memberikan
kesempatan kepada pasien untuk
mengeksplorasikan diri yang dapat
mengarah pada peningkatan
pengetahuan, pemahaman dan
kesadaran tentang penggunaan
perbekalan farmasi (obat) yang benar.
Konsep Dasar Konseling
Dari kata “counsel” = Nasehat/Saran
1. Konsultasi =
Pemberian motivasi dan mendorong
perubahan prilaku.
2. Edukasi =
Meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman.
Tujuan Konseling Farmasi

►Membina hubungan / komunikasi farmasis


dengan pasien.
►Memberikan informasi obat sesuai kondisi dan
masalah pasien.
►Membantu pasien menggunakan obat sesuai
tujuan terapi dengan memberikan cara / metode
yang memudahkan pasien menggunakan obat
dengan benar.
Manfaat Konseling Farmasi
Bagi Pasien : Bagi Farmasis :

► Kepatuhan pasien
► Legalitas
► Memperoleh informasi
tambahan ► Profesionalitas
► Self Medication ► Kepuasan kerja &
► Kebutuhan emosional mengurangi stres
► Ekonomi
(jasa konsultasi)
Tempat
Konseling Farmasi
► Tempat nyaman
dan terjamin
kerahasiaannya
► Mudah diakses
► Tidak terlalu jauh dari
poliklinik
Adherence
►Pasien : Kepatuhan berobat
 Tepat dosis
 Tepat waktu
 Tepat cara minum
►Pemberi Layanan :
 Tempat
 NaKes (Apoteker)
 Ketersediaan obat
Faktor Yang Mempengaruhi
Kepatuhan

1. Karakteristik penyakit.
2. Karakteristik terapi.
3. Karakteristik pasien.
4. Hubungan relasi Nakes-pasien
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
KETIDAKPATUHAN PASIEN
► POLIFARMASI
► FREKUENSI DAN LAMA TERAPI
► ESO
► KETIDAKNYAMANAN (RASA, SAKIT)
► BIAYA PENGOBATAN
► FAKTOR PENDIDIKAN
► INTERAKSI PASIEN DAN TENAGA KESEHATAN
► PENYAKIT KRONIS, KETIDAKSTABILAN PSIKIS
(SCHIZOPHRENIA) KEGELISAHAN (ANXIETY)
► LAIN-LAIN: RAS, USIA, DLL
1.Karakteristik Penyakit

► Lamanya infeksi diobati.


► Keparahan dan stadium penyakit (pasien
merasa tak perlu minum obat karena
kondisi membaik)
2.Karakteristik Terapi
► Kesulitanfisik (menelan tablet)
► Efek samping (mual, konstipasi, hilang
nafsu makan /cita rasa).
► Pantangan kegiatan rutin dan makanan.
► Durasi terapi.
2.Karakteristik Terapi
► Kompleksitasjadual dosis (makin tinggi
dosis per-hari, kepatuhan makin menurun).
► Kompleksitasrejimen (jumlah dan macam
tablet yang berbeda).
► Gejalahilang, sehingga pasien merasa tak
perlu terus minum obat.
3.Karakteristik Pasien
► Kepribadian/ perilaku.
► Motivasi.

► Psikologik.

► Isu stigma & diskriminasi : ARV


4.Relasi Nakes vs Pasien

► Hubungan baik.
► Durasi masa konsultasi.
► Kualitas informasi yang
tersedia.
► Keterampilan bahasa dan
komunikasi.
► Gaya mendengar aktif
4.Relasi Nakes vs Pasien

► Carabertukar informasi
(Dokter/perawat/farmasis dengan
pasien/ keluarga).
► SikapNakes kadang dapat membuat
pasien merasa rendah diri/merasa
dikendalikan.
Penyebab Non-adherence
►Banyaknya obat
►Kompleksitas regimen
►Penyimpanan khusus
►Mempengaruhi gaya hidup pasien :
►Waktu makan
►Waktu untuk menyiapkan
►Harus disembunyikan dari orang lain
►Komunikasi yang buruk dengan pemberi
layanan kesehatan
Penyebab Non-adherence

► Depresi
► Pesimisme
► Tingkatstres psikologis yang tinggi
► Ketaatan semakin memburuk seiring
dengan waktu
Alasan Non-Adherence

► Lupa
► Perubahan rutinitas harian
► Terlalu sibuk
► Bepergian/jauh dari rumah
► Ketiduran
► Baru saja makan
► Tidak ada makanan (untuk dikonsumsi bersama
obat
Alasan Non-Adherence

► Tak ada obat (kehabisan)


► Biaya
► Ukuran tablet
► Pertimbangan privasi
► Rasa
► Menghindari efek samping
► Obat dirasa tidak membantu
Konseling Farmasi
► Tujuan : untuk mengetahui sejauh mana
pengetahuan dan kemampuan pasien dalam
menjalani pengobatannya, serta untuk
memantau perkembangan dan hasil terapi
yang dijalani oleh pasien
Konseling efektip dan efisien
‘Three Prime Question’:
► Apa yang telah dokter katakan tentang
obatnya?
► Apa yang dokter harapkan setelah minum
obanya?
► Bagaimana penjelasan dokter tentang cara
pakai obatnya?
Tujuan Three Prime Question
► Informasi efisien, tidak tumpang tindih
► Informasi tidak bertentangan, indikasi / cara
pakai berlainan shg pasien meragukan
kompetensi dokter/ apoteker
► Menggali informasi seluas-luasnya (open
ended question)
Pertanyaan pengembangan
► Apa yang dikatakan dokter tentang
peruntukan / kegunaan pengobatan anda?
► Persoalan apa yang harus dibantu
► Apa yang harus dilakukan
► Persoalan apa yang menyebabkan anda ke
dokter
Pertanyaan pengembangan
► Apa yg dikatakan dokter tentang cara penggunaan
obat anda?
► Berapa kali menurut dokter anda harus
menggunakan obat
► Berapa banyak anda harus menggunakannya
► Berapa lama anda harus menggunakannya
► Apa yang dikatakan dokter bila anda terlewat satu
dosis
► Bagaimana anda harus menyimpan obat
► Apa arti ‘tiga kali sehari’ bagi anda
Pertanyaan pengembangan
► Apa yang dikatakan dokter tentang pengobatan
anda
► Pengaruh apa yang tampak
► Bagaimana anda tahu bahwa obatnya bekerja
► Pengaruh buruk apa yang perlu diwaspadai akibat
obat
► Perhatian apa yang harus anda berikan selama
dalam pengobatan ini
► Apa yang dikatakan oleh dokter apabila anda
merasa semakin parah
► Bagaimana anda tahu bahwa obatnya tidak bkerja
Penutup Konseling
► Untuk mmastikan bahwa materi konseling
dipahami oleh pasien terutama dalam hal
penggunaan obatnya dilakukan verifikasi akhir
► Pernyataan yang bisa disampaikan adalah: ‘Untuk
memastikan tidak ada lagi yang saya lupakan,
sekali lagi diulangi bagaimana anda menggunakan
obatnya’
► Cara penyampaian pemahaman pasien pada
verifikasi dapat dilakukan dengan metode ‘Show
and Tell’
Konseling lanjutan
► Salah satu ciri khas konseling adalah lebih dari
satu kali pertemuan
► Konseling lanjutan dapat dimanfaatkan farmasis
untuk memonitor kondisi pasien dan
perkembangan hasil terapi obat
► Pemantauan juga dapat dilakukan saat pasien
mengambil obat, komunikasi atau lewat telepon &
internet.
► Farmasis harus memotivasi dan mendorong pasien
untuk melaporkan kluhan atau ganngguan yang
dirasakan sesegera mungkin.
PENYULUHAN
► Penyuluhan adalah pemberian informasi obat secara
massal, dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan
dan kesadaran masyarakat tentang obat dan
penggunaannya untuk menjaga kesehatan.
► Dapat dilakukan secara langsung: tatap muka perorangan
satu persatu atau kelompok, maupun tidak langsung:
penyampaian pesan-pesan penting tentang obat berupa
brosur, leaflet, atau tulisan dan gambar dalam media
tempel, cetak maupun elektronik.
► Materi penyuluhan dipilih yang sesuai dan menjadi
kebutuhan masyarakat.
PIO KONSE PENYU
LING LUHAN
Materi Umum Khusus Umum
Bahasan Khusus

User Pasien Pasien Masyrk


Tng Keseht

Media Tulisan Wawancara Pertemuan,


Cetak- terbatas Cetak,
Radio, TV, Internet
Tatap Muka Tidak lgs Langsung Tdk lgs
Langsung

Pendekatan Pasif Pasif Aktif


Aktif
REFERENSI
► ANONIM, DOEN 2002, DITJEN YANFAR, DEPKES RI,
JAKARTA 2002
► ANONIM, INFORMASI TENTANG OBAT-OBAT YANG
MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS, DIRJEN BINA
KEFARMASIAN DAN ALKES, DEPKES RI, JAKARTA,
2009
► ANIEF M, ILMU MERACIK OBAT, GADJAHMADA
UNIVERSIY PRESS, YOGYAKARTA, 2004
► TPGM DE VRIES ET ALL, GUIDE TO GOOD
PRESCRIBING, WHO, GENEWA, SWTZERLAND, 1994
► ANONIM, PEDOMAN PELAYANAN FARMASI
RUMAH SAKIT, ISFI, JAKARTA, 2001
► E HASAN JR, HOSPITAL PHARMACY, ED 5, LEA &
FEBIGER, PHILADELPHIA, 1986
► M ASLAM ET ALL, FARMASI KLINIS, UNIVERSITAS
SURABAYA, GRAMEDIA, JAKARTA, 2003