Anda di halaman 1dari 38

ADMINISTRASI PELAYANAN

KEFARMASIAN DI
PUSKESMAS

Dosen Pengampu : Nur Fahma Laili, M.Farm.,


Apt
Email. nurfahmalaili@unik-kediri.ac.id
Pokok Bahasan
1. Pendahuluan
2. Peran setiap tingkatan
3. Pengelolaan obat
4. Pencatatan & pelaporan
PENDAHULUAN
PUSKESMAS
 Permenkes No. 43 Tahun 2019
 UPT DinKes Kab/Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
 Konsep : kewilayahan
 Unit pelaksana kesehatan tingkat pertama
 Mengutamakan upaya promotif dan preventif
 Membantu mewujudkan mandiri dalam hidup sehat melalui
penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan & masyarakat
Pelayanan yang diberikan bersifat pokok (basic health
services) yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat

Pelayanan Kefarmasian
PENDAHULUAN
< th 2001 : Pengelolaan obat scr terpusat
Th 2001 : Otonomi daerah
(desentralisasi)
Fungsi pemerintah pusat :
Penyusunan DOEN, Penetapan harga obat yandas & obat
program, modul pelatihan & pedoman
PENDAHULUAN
Tujuan Pengelolaan Obat
Menjamin ketersediaan & keterjangkauan pelayanan obat
yang efisien, efektif & rasional
PERAN SETIAP TINGKATAN
PENGELOLAAN OBAT DI
PUSKESMAS
PENGELOLAAN OBAT
PENGELOLAAN OBAT
PERENCANAAN
Tujuan :
1. Perkiraan jenis & jumlah obat, perbekkes mendekati
kebutuhan
2. Meningkatkan penggunaan obat secara rasional
3. Meningkatkan efisiensi penggunaan obat
PERENCANAAN
PERMINTAAN
Tujuan :
Memenuhi kebutuhan obat di masing-masing unit
pelayanan
kesehatan sesuai dg konsumsi & pola penyakit di
wilayah kerja

Diajukan ke DinKes Kab/Kota


Penyedia obat (DinKes Kab/Kota)
PERMINTAAN

Khusus :
•Kebutuhan meningkat
•Menghindari kekosongan
•Penanganan KLB, obat rusak & ED
Kegunaan LPLPO
1. Bukti pengeluaran obat di Unit Pengelola obat
publik dan perbekalan kesehatan (UPOPPK)
2. sebagai bukti penerimaan obat di puskesmas
3. sebagai surat pesanan/permintaan obat dari
puskesmas ke dinas kesehatan
4. sebagai bukti penggunan obat di puskesmas
PERMINTAAN
Penentuan Perhitungan :
jumlah
permintaan :
Konsumsi & SO = SK + WK + WT + SP
epidemiologi
Kebutuhan = SO – SS
Data pendukung :
•Pemakaian obat
sblmnya SO = Stok optimum
•Kunjungan resep SK = Stok kerja (stok pada periode
•Data penyakit berjalan)
•Frekuensi WK = Waktu kekosongan obat
distribusi WT = Waktu tunggu (Lead Time)
SP = Stok penyangga (Buffer Stock)
SS = Sisa stok
PERMINTAAN
 Stok kerja
Pemakaian rata-rata per periode distribusi
 Waktu kekosongan obat
Lama kekosongan obat (hari)
 Waktu tunggu
Dihitung mulai permintaan sampai penerimaan obat
 Stok penyangga
Persediaan obat utk mengantisipasi peningkatan
kunjungan, keterlambatan kedatangan obat, pemakaian.
Besarnya sesuai kesepakatan Puskesmas & IFK
 Sisa stok
Sisa obat yg masih ada di Puskesmas pd akhir periode distribusi
PERMINTAAN (Contoh Soal)
Tanggal Maret 2019 Puskesmas A sisa persediaan
Parasetamol 500 mg sebanyak 500 tablet. Penerimaan
selanjutnya diperkirakan akan diperoleh bulan April 2019.
Pemakaian Parasetamol 500 mg perbulan 50 kotak @ 100
tablet. Berapa rencana permintaan untuk bulan April 2019
yang diajukan Puskesmas A ke IFK pada akhir Maret
2019? Diasumsikan tidak terjadi kekosongan obat, 1 bulan
25 hari kerja. Waktu tunggu penyiapan obat dr IFK 5 hari.
Stok penyangga 10 %
Hasil
 Sisa stok = 500 tablet

 Pemakaian obat perbulan = 50 kotak @ 100 tablet

 Pemakaian rata-rata obat perhari = (50 x 100) tablet / 25 hari


= 200 tablet/hari
 Waktu kekosongan obat =0

 Kebutuhan obat selama waktu tunggu = 5 hari x 200 tablet/hari


= 1000 tablet
 Stok penyangga = 10 % x 5000 tablet
= 500 tablet
 Permintaan = pemakaian obat per bln + wkt tunggu +
wkt kekosongan obat + stok penyangga
– sisa stok
= 5000 + 1000 + 0 + 500 – 500
= 6000
PENERIMAAN
Tujuan :
Obat yang diterima sesuai dengan permintaan obat Puskesmas

Obat & perbekkes yg diterima dicek :


1. Item obat
2. Jumlah obat
3. ED

Dokumen :
1. LPLPO
2. Faktur / Dokumen mutasi barang
Faktur
PENERIMAAN (dokumentasi)
PENYIMPANAN
Tujuan :
Agar obat yang tersedia di unit pelayanan kesehatan
terjamin mutunya dapat dipertahankan
PENYIMPANAN
Syarat gudang : Pengaturan penyimpanan :
• Cukup luas minimal 3 x 4m² • Disusun scr alfabetis
• Ruangan kering tdk lembab • Dirotasi dg sistem FIFO &
• Ada ventilasi, tdk panas FEFO
• Cahaya cukup, jendela • Disimpan di rak
berpelindung, teralis • Obat disimpan dilantai diatas
• Lantai tegel/semen. Ada palet palet
• Dinding licin • Tumpukan dus sesuai
• Hindari sudut dinding tajam petunjuk
• Cairan dipisahkan dr padatan
• Gudang khusus utk
penyimpanan obat • Sera, vaksin, suppo disimpan
• Lemari khusus narkotik & di lemari pendingin
psikotropik selalu terkunci
• Ada pengukur suhu ruangan
PENYIMPANAN
Kondisi penyimpanan Pengamatan mutu
Kelembaban Mutu fisik & kimia
Sinar matahari
Temperatur / panas
Kerusakan fisik
Kontaminasi bakteri
Pengotoran
PENYIMPANAN (Dokumentasi)
DISTRIBUSI
Tujuan :
Memenuhi kebutuhan obat sub unit pelayanan kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas dg jenis, mutu, jumlah & tepat
waktu

Sub Unit :
1. Sub Unit pelayanan kesehatan di lingkungan puskesmas
induk (kamar obat, UGD, Lab)
2. Puskesmas Pembantu (PUSTU)
3. Puskesmas Keliling
4. Posyandu
5. Polindes
DISTRIBUSI
Kegiatan :
1. Menentukan frekuensi distribusi (jarak & biaya)
2. Menentukan jumlah & jenis obat yang diberikan
(pemakaian rata-rata, sisa stok, pola penyakit, jumlah
kunjungandi sub unit)
3. Melaksanakan penyerahan obat (LPLPO sub unit)
DISTRIBUSI (Tipe)
PENGENDALIAN
PENCATATAN & PELAPORAN
Tujuan :
1. Bukti bahwa kegiatan sudah dilakukan
2. Sumber data utk melakukan pengaturan & pengendalian
3. Sumber data utk pembuatan laporan

Alur pelaporan :
Dari Pusk ke Dinkes Kab/Kota

Periode :
RKO tiap tahun
LPLPO tiap bln
POR tiap bln
Pemantauan penggunaan obat generik tiap 3 bln
PENCATATAN
Terima
kasih