Anda di halaman 1dari 14

Asalamualaikum

LAYLI NURWAHIDA
NPM. 1130015074
LAYLI NURWAHIDA

ASUHAN KEPERAWATAN WANITA MASA REPRODUKSI


(PENYAKIT RADANG PANGGUL)
1 Definisi
Penyakit radang panggul adalah infeksi saluran reproduksi bagian
atas. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi endometrium (selaput
dalam rahim), saluran tuba,indung telur,miometrium (otot rahim),
parametrium dan rongga panggul. Penyakit radang panggul
merupakan komplikasi umum dari Penyakit Menular Seksual (PMS).
Etiologi
Penyakit radang panggul terjadi apabila terdapat infeksi pada
saluran genital bagian bawah, yang menyebar ke atas melalui leher
rahim.butuh waktu dalam hitungan hari atau minggu untuk seorang
wanita menderita penyakit radang panggul. Bakteri penyebab
tersering adalah N. Gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis yang
menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan sehingga
menyebabkan berbagai bakteri dari leher rahim maupun vagina
menginfeksi daerah tersebut. Kedua bakteri ini adalah kuman
penyebab PMS
Faktor risiko lainnya adalah: Riwayat penyakit radang panggul
sebelumnya Pasangan seksual berganti-ganti, atau lebih dari 2
pasangan dalam waktu 30 hari Wanita dengan infeksi oleh kuman
penyebab PMS .Menggunakan douche (cairan pembersih vagina)
beberapa kali dalam sebulan Penggunaan IUD (spiral) meningkatkan
risiko penyakit radang panggul. Risiko tertinggi adalah saat
pemasangan spiral dan 3 minggu setelah pemasangan terutama
apabila sudah terdapat infeksi dalam saluran reproduksi
sebelumnya.
Tanda dan gejala
Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul.
Nyeri ini umumnya nyeri tumpul dan terus-menerus, terjadi beberapa
hari setelah menstruasi terakhir, dan diperparah dengan gerakan,
aktivitas, atau sanggama. Nyeri karena radang panggul biasanya
kurang dari 7 hari.
Keluhan lain adalah mual, nyeri berkemih, perdarahan atau bercak
pada vagina, demam, nyeri saat sanggama, menggigil, demam
tinggi, sakit kepala, malaise, nafsu makan berkurang, nyeri perut
bagian bawah dan daerah panggul, dan sekret vagina yang purulen.
PEMERIKSAAN PENUNJANG PENYAKIT RADANG PANGGUL:

A. Pemeriksaan fisik.

1. Suhu tinggi disertai takikardi.

2. Nyeri suprasimfisis terasa lebih menonjol dari pada nyeri dikuadran atas abdomen.

3. Bila sudah terjadi iritasi peritoneum, maka akan terjadi “rebound tenderness”, nyeri
tekan, dan kekakuan otot perut sebelah bawah.

4. Tergantung dari berat dan lamanya keradangan, radang panggul dapat pula
disertai gejala ileus paralitik.

5. Dapat disertai metroragi, menoragi.


A. Pemeriksaan ginekologik.

1. Pembengkakan dan nyeri pada labia didaerah kelenjar Bartholini.

2. Bila ditemukan flour albus purulen, umumnya akibat kuman N. gonore. Sering kali
juga disertai perdarahan-perdarahan ringan diluar haid, akibat endometritis akuta.

3. Nyeri daerah parametrium, dan diperberat bila dilakukan gerakan-gerakan pada


servik.

4.  Bila sudah terbentuk abses, maka akan teraba masa pada adneksa disertai
dengan suhu meningkat. Bila abses pecah, akan terjadi gejala-gejala
pelvioperitonitis atau peritonitis generalisata, tenesmus pada rectum disertai diare.
.
Patofisiologi
 Infeksi dapat terjadi pada bagian manapun atau semua bagian
saluran genital atas endometrium (endometritis),dinding uterus
(miositis), tuba uterina (salpingitis), ovarium (ooforitis),
ligamentum latum dan serosa uterina (parametritis) dan
peritoneum pelvis (peritonitis).
 Penyakit radang panggul juga bisa karena penularan dari infeksi
traktus intestinalis, paling sering karena apendisitis.
PID biasanya dimulai oleh
servisitis (A). Hal ini diikuti oleh
perubahan kondisi mikroba di
vagina dan serviks (B).
Mengakibatkan vaginosis
bakterial (C) Patogen (baik yang
awal maupun BV akan naik ke
traktus genital atas.
Bagian yang berwarna abu-abu
adalah bagian yang terkena
Organisme dapat menyebar di seluruh pelvis dengan salah satu dari lima cara:

1.Interlumen: Penyakit radang panggul akut non purpuralis terjadi akibat masuknya kuman
patogen melalui serviks ke dalam kavum uteri. Infeksi menyebar ke tuba uterina, akhirnya pus
dari ostium masuk ke ruang peritoneum.

2.Limfatiki: infeksi purpuralis (termasuk setelah abortus) dan infeksi yang berhubungan denngan

IUD menyebar melalui sistem limfatik seperti infeksi Myoplasmanonpurpuralis.

3.Hematogen: Penyebaran hematogen penyakit panggul terbatas pada penyakit tertentu

(misalnya tuberkulosis)

4.Intraperitoneum: Infeksi intraabdomen (misalnya apndisitis, divertikulitis) dan kecelakaan intra

abdomen (misalnya virkus atau ulkus denganperforasi) dapat menyebabkan infeksi yang

mengenai sistem genetalia interna.

5.Kontak langsung: penyebaran infeksi setempat dari daerah infeksi dan nekrosis

jaringan.Terjadinya radang panggul di pengaruhi beberapa faktor yang memegang peranan,

yaitu: Secara fisiologik penyebaran kuman ke atas ke dalam genetalia eksterna, akan

mengalami hambatan.
PENATALAKSANAAN

Berdasar derajat radang panggul, maka pengobatan dibagi menjadi :

1.Pengobatan rawat jalan: Penderita radang panggul derajat I Obat yang diberikan ialah :

Antibiotik : sesuai dengan Buku Pedoman Penggunaan Antibiotik. Ampisilin 3.5 g/sekali
p.o/ sehari selama 1 hari dan Probenesid 1 g sekali p.o/sehari selama 1 hari. Dilanjutkan
Ampisilin 4 x 500 mg/hari selama 7-10 hari, atau Amoksilin 3 g p.o sekali/hari selama 1
hari dan Probenesid 1 g p.o sekali sehari selama 1 hari. Dilanjutkan Amoxilin 3 x 500
mg/hari p.o selama 7 hari, atau Tiamfenikol 3,5 g/sekali sehari p.o selama 1 hari.
Dilanjutkan 4 x 500 mg/hari p.o selama 7-10 hari, Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari p.o selam 7-
10 hari.
2. Pengobatan rawat inap: Penderita radang panggul derajat II dan III.

Obat yang diberikan ialah :

Antibiotik : sesuai dengan Buku Pedoman Penggunaan Antibiotik.


Ampisilin 1g im/iv 4 x sehari selama 5-7 hari dan Gentamisin 1,5 mg –
2,5 mg/kg BB im/iv, 2 x sehari slama 5-7 hari dan Metronidazol 1 g rek.
Sup 2 x sehari selama 5-7 hari atau,Sefalosporin generasi III 1 gr/iv, 2-3
x sehari selama 5-7 hari dan Metronidazol 1 g rek. Sup 2 x sehari
selama 5-7 hari.
Diagnosa Keperawatan

Nyeri akut berhubungan dengan agen penyebab cidera

Hiperteri berhubungan dengan proses inflamasi

Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan mual muntah anoreksia.

Risiko syok hipovolemi berhubungan dengan perdarahan


perfaginam
TERIMAKASIH