Anda di halaman 1dari 11

Endometriosis

Disusun oleh:
Miranda Putri Rostiarini 1130015070
Pengertian
Endometriosis adalah penyakit misterius, penuh
dengan teori dan hipotesis, yang etiologinya hingga
kini belum diketahui secara pasti. Hanya pada satu hal
para ahli sepakat, bahwa endometriosis
pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormone estrogen,
sedangkan hormone progestogen menghambat
pertumbuhan jaringan endometriosis (Nanang
Winarto Astarto 2011).
Etiologi
Walaupun etiologi endometriosis belum diketahui
secara pasti, secara teoretis etiologi endometriosis
dikenal dengan teori “retrograde menstruation”, yaitu
selama menstruasi, jaringan endometrium dari dalam
uterus dimuntahkan (mengalami reflux) melalui tuba
falopi dan keluar dari rongga peritoneal kemudian
berimplantasi pada daerah sekitar ovarium.
Patofisiologi
Dimanapun lokasinya, endometrium ektopik, yang
dikelilingi storma, mengadakan implantasi dan
membentuk kista kecil, yang berespon terhadap sekresi
estrogen dan progestron secara siklik, sama seperti yang
terjadi di dalam endometrium uteri. Selama menstruasi,
terjadi perdarahan di dalam kista. Darah, jaringan
endometrium dan cairan jaringan terperangkap di dalam
kista tersebut. Pada siklus berikutnya, cairan jaringan dan
plasama darah diabsorpsi, sehingga meninggalkan darah
kental berwarna gelap. Siklus ini terjadi berulang setiap
bulan dan lambat laun kista membesar berisikan darah
kental berwarna coklat seperti teh.
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis endometriosis sering tidak spesifik.
Sekurang-kurangnya seperempat dari jumlah wanita
penderita endometriosis tidak menunjukkan gejala,
dan seperempat berikutnya didapati bersama dengan
gangguan panggul lainnya. Gejala juga berbeda-beda
tergantung pada apakah lesinya adenomiosis atau
endometriosis ekstrauteri.
Komplikasi
Komplikasi dari endometriosis sering berhubungan
dengan adanya fibrosis dan jaringan parut yang tidak
hanya berefek pada organ yang terkena, namun juga
dapat menyebabkan obstruksi kolon dan ureter.
Rupture dari endemetrioma dan juga dihasilkannya
zat berwarna coklat yang sangat iritan juga dapat
menyebabkan peritonitis.
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan abdomen dan panggul mungkin tidak
menunjukkan kelainan apa-apa jika lesinya kecil. Kisat
besar dapat menyebabkan benjolan-benjoolan besra
terfiksir dan nyeri tekan, serta mudah di raba.
Penatalaksanaan
1. Terapi hormonal
Kini dianjurkan tiga jenis regimen untuk pengobatan
hormonal. Pengobatan ini dapat menekan atau
mengurangi sintesis dan pelepasan estrogen.
Akibatnya menstruasi berhenti. Teapi ini
menimbulkan penghambatan pertumbuhan lesi lebih
lanjut, sehingga memungkinkan pertahanan tubuh
untuk mengabsorpsi isi lesi dan menyebabkan
fibrosis.
2. Terapi Medis
Saat ini terapi medis yang dapat diberikan pada perempuan
yang mengalami endometriosis antara terapi hormonal,
pemberian obat analgesic, dan kuretase (pembedahan atau
pengangkatan jaringan endometrium). Namun, terdapat
terapi konservatif yang dapat menjadi pilihan alternative dan
memiliki efektifitas yang tinggi dalam menghilangkan
jaringan endometriosis tersebut, yaitu anjuran untuk hamil
dan menyusui.
3. Pembedahan
Lesi-lesi kecil yang terdeteksi dengan laparoskopi
dapat diobati dengan elektrokauter atau laser dibawah
penglihatan laparoskopik. Lesi besar, terutama yang
mengenai ovarium, memerlukan pembedahan yang
lebih luas. Prosedur ini bergantung pada usia pasien,
keinginannya untuk mempunyai anak dan kesulitan
operasinya
Diagnosis
1. Nyeri yang berhubungan dengan disfungsi
menstruasi.
2. Ansietas yang berhubungan dengan ketidakpastian
hasil terapi.
3. Risiko cedera yang berhubungan dengan
kemungkinan terapi, pembedahan, atau komplikasi.
4. Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan efek
psikososial akibat disfungsi menstruasi atau
penanganannya.