Anda di halaman 1dari 20

JUVENILE DIABETES

Dosen Pembimbing :
Siti Nurjanah, S. Kep. Ns., M. Kep.
 

LAILA ULFIDAH
1130015058
4C
Asuhan Keperawatan Anak dengan
Diagnosa Juvenile Diabetes
Pengertian...
• Diabetes Melitus adalah
suatu penyakit metabolik
dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi
karena kelainan sekresi
insulin (American Diabetes
Association, 2002).

Penyakit metabolik ditandai dengan


peningkatan kadar gula darah.
Glukosa dibentuk di hati
dari makanan yang
dikonsumsi.

Bila terjadi gangguan pada kerja insulin,


keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga
kadar glukosa darah cenderung naik.
Pankreas terdiri dari 2 jaringan utama, (Sloane, 2003),
yaitu:
ANATOMI FISIOLOGI
a. Sel Asini yang berfungsi sekresi getah pencernaan ke
dalam duodenum.
b. Pulau Langerhans yang tidak mengeluarkan sekretnya,
tetapi menyekresi insulin dan glukagon langsung ke
darah.
Pulau langerhans manusia, mengandung tiga jenis sel
utama, yaitu sebagai berikut.
• Sel-sel A (alfa)
Memproduksi glikagon yang menjadi faktor
hiperglikemik, suatu hormon yang mempunyai anti-
insulin like activity.
• Sel-sel B (beta)
Membuat insulin.
• Sel-sel D (delta)
Membuat somatostatin.
Sel beta penderita diabetes melitus berbeda dengan sel
beta yang normal, yakni sel beta tidak menunjukkan
reaksi pewarnaan untuk insulin sehingga dianggap
tidak berfungsi.
Insulin merupakan
hormon yang Fungsi insulin yaitu membuka jalan
dihasilkan oleh agar glukosa dapat masuk ke dalam
pankreas. sel untuk menghasilkan energi.

Pada Diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan pankreas menghasilkan insulin


karena hancurnya sel-sel beta pulau langerhans. Insulin tidak tersedia di dalam
tubuh.

akibatnya tubuh tidak dapat


memperoleh energi dan dapat
berbahaya bagi tubuh (Arif
Mansjoer, 2000).
Klasifikasi Diabetes Melitus
1. Dependent Diabetes Melitus (IDDM)-Tipe I Insulin
IDDM adalah penyakit hiperglikemia akibat ketidak absolutan insulin,
pengidap penyakit itu harus mendapat insulin pengganti.
2. Non-insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM)-Tipe II
NIDDM disebabkan oleh kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.
Penderita mungkin memerlukan injeksi insulin setiap hari dan mungkin
tidak.
3. Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY)
Gangguan dominan autosomal yang ditandai dengan pembentukan
insulin berstruktur abnormal yang menurunkan aktivitas biologis.
4. Diabetes Melitus Gestasional (DMG)
Diabetes yang terjadi pada saat kehamilan ini adalah intoleransi glukosa
yang mulai timbul atau menular diketahui selama keadaan hamil.
(American Diabetes Association, 1998)
Etiologi Diabetes Melitus
Virus dan Virus/bakteri merusak sel, juga bisa merusak autoimun
bakteri dalam sel beta.

Faktor genetik Diabetes Melitus tipe 1 diwariskan dari orang tua, tetapi
hereditas adalah faktor etiologi yang dominan.

Mekanisme Faktor predisposisi memulai proses aoutoimun dengan


autoimun menghancurkan sel-sel beta secara bertahap. Tanpa sel-sel
beta, insulin tidak bisa diproduksi.
FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS SECARA UMUM

4
1 3 Telah
Mempunya 2 Jarang teridentifi
i Kegemuka berolahrag kasi
keturunan n a mempuny
diabetes ai kadar
gula tinggi

5 8
Lahir 6 7 Mempunya
dengan Riwayat
Kadar i riwayat
berat tekanan
lemak gangguan
badan darah
tinggi organ
lebih dari 4 tinggi
jantung
kg
P Bakteri/virus
Bahan
toksik
A
T
O Pankreas

F
Insulin
I a. Memasukkan glukosa ke sel
S b. Mengatur gula daram darah

I
O Insulin diproduksi sedikit Insulin diproduksi
dan/atau tidak diproduksi
L
O
DM tipe 1 DM tipe 2
G
Masalah
I Kesehatan
Masalah Kesehatan

Katarak Penyakit ginjal


Hipoglikemia/hiperglikemia

Ketoasidosis Luka diabetik


Manifestasi Klinis Diabetes Melitus
Tipe 1

1. Polifagia: Rasa
ingin makan yang
berlebih.

2. Polidipsia: Rasa
haus meningkat

3. Poliuria: Air
kencing yang
dikeluarkan melebihi
normal
4. Penurunan berat
badan

5. Glukosuria
6. Ketoasidosis diabetikum :
Dehidrasi.
7. Ketidakseimbangan
elektrolit.
8. Letih.
9. Kulit kering.
10. Pandangan kabur.
11. Penyembuhan luka tidak
baik.
12. Kulit kemerahan.
13. Sakit kepala.
14. Sering infeksi.
15. Hiperglikemia : kadar
glukosa darah meningkat.
1. Kerusakan Gula darah yang tinggi akan melemahkan dan merusak
Saraf (Neuropati) dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan
ke saraf, sehingga terjadi kerusakan saraf.
K
O
2. Kerusakan Kerusakan saringan ginjal timbul akibat glukosa darah
M Ginjal (Nefropati) yang tinggi.
P
3. Kerusakan Penyakit diabetes bisa merusak mata, dan menjadi
L Mata penyebab utama dari kebutaan. Pencegahan dapat
dilakukan pada tahap awal penyakit.
I
K 4. Penyakit
Jantung
Diabetes merusak dinding pembuluh darah, Akibatnya
suplai darah ke otot jantung berkurang, tekanan darah
A meningkat, dan dapat terjadi kematian mendadak.
S
I 5. Hipertensi Orang diabetes cenderung terkena hipertensi dua kali
lipat dibandingkan dengan yang tanpa diabetes

D 6. Stroke Terjadinya arteriosklerosis atau penyempitan pembuluh


darah di otak
M
7. Impotensi Disebabkan oleh gula darah yang tinggi atau lebih lama
mengidap diabetes.
(Bilous , 2002).
Kriteria Diagnostik Diabetes Melitus
Menurut WHO

Glukosa plasma >200 mg/dL


sewaktu

Glukosa plasma >140 mg/dL


puasa

Glukosa plasma >200 mg/dL


(dua jam
postprandial “pp”)
2. Penatalaksanaan Terapeutik
1. Penatalaksanaan Medis Penyuluhan diabetes berkelanjutan,
bimbingan keluarga, dan dukungan
Pengaturan glukosa serum, emosional.
cairan, dan kadar elektrolit . 1) Terapi insulin
1) Rumah sakit : stabilisasi 2) Nutrisi
3) Olah raga
dan pendidikan. 4) Glukagon
2) Rawat jalan.

4. Penatalaksanaan
3. Penatalaksanaan Penyakit
Ketoasidosis Diabetikum
Mempertahankan keadaan
euglikemia sambil mengenali dan (KAD)
mengatasi keton dalam urine serta Pemberian insulin pada anak
mencegah dehidrasi. KAD adalah infus IV insulin
Hiperglikemia turut menyebabkan reguler dosis rendah secara
dehidrasi.
kontinu.
Evaluasi Diagnostik
Tiga kelompok anak yang harus dianggap berisiko
mengalami diabetes:
1. Anak yang mengalami glikosuria, poliuria, dan
riwayat berat badan menurun atau tidak
bertambah-tambah meskipun nafsu makan
bagus.
2. Anak dengan glikosuria persisten atau
sementara.
3. Anak yang memperlihatkan manifestasi asidosis
metabolik, dengan atau tanpa stupor atau koma.
Diagnosis Keperawatan
1. Defisit volume cairan: Kekurangan volume cairan yang
berhubungan dengan kegagalan mekanisme regulasi yang
dibuktikan dengan penurunan berat badan tiba-tiba.

2.Risiko infeksi : Risiko infeksi yang berhubungan dengan


penyakit kronis (diabetes melitus).

3. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh :


Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
yang berhubungan dengan ketidakmampuan
mengabsorbsi nutrien yang dibuktikan dengan berat badan
20% atau lebih di bawah rentang berat badan ideal.