Anda di halaman 1dari 17

Islamisasi sains (ilmu pengetahuan)

perspektif Ismail rahi al faruqi

IFFATUN NAJIHAH
Biografi Isma’il Raji
Isma’il Raji dilahirkan di Jaffa Palestina pada 1
januari 1921. Pada tahun 1936, beliau belajar di
beberapa tempat:
1. College Des Freses, Libanon
2. American University of Beirut (bidang filsafat)
3. University of Indiana dan University of Harvard
(bidang filsafat)
4. Universitas al-Azhar, Kairo
Karya-karya Isma’il Raji
1. Christian Ethics: A Systematic and Historical Analysis
of Its Dominant Ideas
2. The Great Asian Religions, Historical Atlas of the
Religions of the World
3. Sources of IslamicThought: Three Epistles on Tawhid
by Muhammad ibn ‘Abd al Wahhab, Islam and Culture
4. Islamic Thought and Culture, Islamization of
Knowledge
5. Tawhid: Its Implications For Thought And Life
a. Krisis pemikiran atau malaisme yang melanda umat Islam.
Malaisme tersebut dianggap Al-Faruqi sebagai sumber
berbagai krisis yang dialami umat Islam mulai dari krisis
Latar Belakang politik, ekonomi, hingga agama dan budaya. Keterpurukan
Pemikiran Isma’il Raji tersebut, menempatkan umat Islam berada di posisi
terbawah dari bangsa-bangsa lain. Dalam bidang politik
al-Faruqi Tentang kekuatan kolonial telah berhasil memecah belah umat Islam
Islamisasi Sains menjadi kurang lebih 50 negara yang berdiri sendiri sendiri,
dan saling menghantam diantara mereka. Sementara dalam
bidang ekonomi umat Islam belum maju seperti bangsa-bangsa
lain. Sehingga selama berabad-abad kemerosotan kaum muslimin
menyebabkan merebaknya buta huruf, kebodohan, dan takhayul
diantara mereka. Dengan kata lain umat Islam hanya menjadi
pengekor Barat.
b. System pendidikan umat Islam yang dualistik.
Modernisasi Barat sangat berpengaruh terhadap kemajuan
dunia pendidikan, namun keadaan pendidikan di dunia
Islam dalam pandangan Al-Faruqi merupakan fenomena
yang terburuk. System pendidikan di negara-negara Muslim
tercerabut dari tradisi Islam serta hanya merupakan
karikatur dari prototype system pendidikan barat. Dalam
pemikiran Al-Faruqi sekolah-sekolah umum warisan
pemerinatah kolonial semakin dominan, sekuler serta jauh
dari nilai-nilai Islam. Tidak hanya itu, pengelolaan
pendidikan di dunia Islam tidak didukung visi yang jelas
dan komitmen pada standar mutu, hingga gagal melahirkan
sarjana kreatif
c. Latar pendidikan dan pengalaman mengajar
Al-Faruqi juga memiliki andil dalam mewarnai
gagasan pemikiran islamisasinya. Pendidikan
yang diperolehnya merupakan perpaduan dari
pendidikan Islam dan pendidikan Barat sekuler.
Al-Faruqi hidup di lembaga-lembaga ternama di
dunia yang proses pembelajarannya masih
memakai sistem dikotomi pada waktu itu, seperti
Universitas Al Azhar Kairo Mesir yang dikenal
hanya mengkaji keislaman, sementara di
Amirecan University of Beirut sistem
pendidikannya kebarat-baratan
d. Romantisme al-Faruqi terhadap masa
kejayaan Islam. Kejayaan intelektual Islam
pada masa lalu sudah semestinya dilanjutkan
dan dikembangkan. Karena untuk
membangun intekletual Islam yang maju
tidak bisa dimulai dari nol. Terlebih jika
mengacu kondisi zaman Rasulullah
bahwasannya pendidikan Islam merupakan
upaya dakwah
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Konsep Islamisasi islamisasi berarti pengislaman.
Sains Perspektif Sains : pengetahuan sistematis yang diperoleh
Isma’il Raji al-Faruqi dari suatu observasi, penelitian, dan uji coba yang
mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip
sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan
sebagainya
Islamisasi sains menurut Isma’il Raji al-Faruq
adalah melakukan aktivitas keilmuan seperti
eliminasi, perubahan, penafsiran kembali serta
penyesuaian terhadap komponen-komponen
sebagai pandangan dunia Islam dan menetapkan
nilai-nilainya.
Dari sini, islamisasi sains dapat diartikan sebagai
bentuk pengislaman ilmu pengetahuan modern
dengan jalan menata dan membangun ulang sains-
sains dengan berpatokan pada dasar dan tujuan
Islam.
Al-Faruqi meletakkan pondasi epistemologinya pada
“prinsip tauhid” yang terdiri lima macam kesatuan,
yaitu:
a. Keesaan (kesatuan) Tuhan, bahwa tidak ada Tuhan
selain Allah
b. Kesatuan ciptaan, bahwa semesta yang ada ini baik
yang material, psikis, spasial (ruang), biologis, sosial
maupun estetis, adalah kesatuan yang integral
c. Kesatuan kebenaran dan pengetahuan. Kebenaran
bersumber pada realitas, dan jika semua realitas
berasal dari sumber yang sama, Tuhan
d. Kesatuan hidup. Menurut Faruqi, kehendak Tuhan terdiri
atas dua macam:
1) berupa hukum alam (sunnatullah) dengan segala
regularitasnya
2) berupa hukum moral yang harus dipatuhi, agama.
Kedua hukum ini berjalan seiring, senada dan seirama dalam
kepribadian seorang muslim. Konsekuensinya, tidak ada
pemisahan antara yang bersifat spiritual dan material, antara
jasmani dan ruhani
e. Kesatuan manusia. Tata sosial Islam
menurut Faruqi adalah universal,
mencakup seluruh umat manusia tanpa
terkecuali. Kelompok muslim tidak
disebut bangsa, suku atau kaum melainkan
umat
AlFaruqi menetapkan lima program sasaran dari
rencana kerja islamisasi ilmu, yaitu:
a) Penguasaan disiplin ilmu modern,
b) Penguasaan khazanah Islam,
c) Menentukan relevansi Islam dengan masing-
masing disiplin ilmu,
d) Mencari cara untuk melakukan sintesa kreatif
antara khazanah Islam dengan ilmu-ilmu modern,
e)Mengarahkan aliran pemikiran Islam ke jalan-jalan
yang mencapai pemenuhan pola rancana Allah swt.
12 langkah kerja yang secara kronologis harus
ditempuh adalah:
a. Penguasaan disiplin ilmu modern
Langkah-langkah
b. Survei disiplin ilmu
dalam proses c. Penguasaan khazanah Islam
islamisasi sains d. Penguasaan khazanah ilmiah Islam tahap analisa
e. Penentuan relevansi Islam yang khas terhadap
disiplin-disiplin ilmu
f. Penilaian kritis terhadap disiplin keilmuan modern
dan tingkat perkembangannya di masa kini
g. Penilaian kritis terhadap khazanah Islam dan
tingkat perkembangannya dewasa ini
h. Survei permasalahan yang dihadapi umat Islam
i. Survei permasalahan yang dihadapi manusia
j. Analisa sintesa kreatif dan sintesa
k. Penuangan kembali disiplin ilmu modern ke dalam
kerangka Islam, buku-buku dasar tingkat universitas
l. Penyebaran ilmu-ilmu yang telah diislamkan
lmplikasi Islamisasi
Di antara lembaga pendidikan Islam yang
Ilmu Pengetahuan telah mengimplementasikan Islamisasi ilmu
pada lingkup pengetahuan adalah International Institute of
Islamic Thought (lllT) di USA, the
internasioanal International Institute of Islamic Thought
Malaysia (IIITM), The Bangladesh Institute
of Islamic Thought (BUT)
Beberapa pembaruan kaitannya dengan Islamisasi di
Indonesia terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara lain:
a. Bidang pendidikan, maraknya sekolah-sekolah berbasis
Islam seperti Pondok Pesantren Modern dan institusi
pendidikan formal sebagai wujud pengembalian ilmu- ilmu
lmplikasi Islamisasi modern ke dalam kerangka Islam
Ilmu Pengetahuan di b. Bidang ekonomi, dengan berdirinya berbagai macam
Indonesia koperasi dan bank syariah.
c. Bidang sosial, banyak didirikannya badan zakat sebagai
wadah pembayaran pajak secara Islami yang secara umum
menerima bantuan-bantuan untuk diteruskan kepada pihak-
pihak yang membutuhkan