Anda di halaman 1dari 31

Tonsilofaringitis

Oleh :
Wulan Suci Aning

Pembimbing: dr. Irwan, Sp.THT-KL


Cincin waldeyer

Tonsil merupakan jaringan limfoid.


Terdapat 6 tonsil yang membentuk
cincin vertikal
 1 buah tonsila pharyngea pada
puncak cincin (adenoid)
 2 buah tonsila tubaria pada
sisi kanan dan kiri
 2 buah tonsila palatina sisi
kanan dan kiri (amandel)
 1 buah (atau banyak tetapi
kecil-kecil pada pangkal lidah)
tonsila lingualis di dasar cincin
Anatomi Tonsil
• Tonsil palatina: jaringan
limfoid yg terletak di fossa
tonsilaris di kedua sudut
orofaring.
• Lebih padat dibandingkan
jaringan limfoid lain.
• Permukaan lateral ditutupi
kapsul tipis & permukaan
medial terdapat kripta dgn
epitel squamosa.
Tonsilitis
• Radang tonsil palatina
• Penyebaran infeksi:
Air borne droplets, tangan,ciuman
• Pembagian:
– Akut
• Viral
• Bacterial
– Membranosa
• Difteri
• Septik
• Angina Plaut Vincent
• Kelainan darah
• Proses spesifik
• Jamur

– Kronis
Tonsilitis Viral
• Gejala menyerupai
common cold, disertai
nyeri tenggorok.
• Penyebab paling sering:
Epstein Barr Virus
• Terapi :
– Istirahat
– Minum cukup
– Analgetik
– Antivirus bila gejala
berat
Tonsilitis bacterial
• Etiologi:
Streptococcus β
hemoliticus grup A,
pneumococcus,
streptococcus viridian,
streptococcus piogenes.
• Infiltrasi bakteri rx
radang  PMN 
detritus (leukosit,
bakteri yang mati, epitel
yang terlepas)  bercak
kuning
Tonsilitis bacterial
• Masa inkubasi: 2-4 hari
• Gejala dan tanda:
– Odinophagia
– Demam, lesu
– Tidak nafsu makan
– Otalgia  refferred pain
melalui n. IX
• Pada pemeriksaan:
Tonsil membengkak,
hiperemis, terdapat detritus
berbentuk folikel, lakuna atau
tertutup membran semu.
Kelenjar submandibula
membengkak + nyeri tekan
Tonsilitis bacterial
• Terapi • Komplikasi:
– AB spektrum luas: Pada anak sering menimbulkan
– OMA
penisilin, eritromisin
– Sinusitis
– Antipiretik
– Abses peritonsil (Quincy
– Obat kumur yg throat)
mengandung desinfektan. – Abses parafaring
– Bronkitis
– GNA
– Miokarditis
– Artritis
– Septikemi akibat infeksi v.
jugularis interna (Sindrom
Lemierre)
– OSAS
Tonsilitis difteri
• Etiologi :
Corynebacterium
diphteriae, Gram(+).
• Infeksi tergantung titer
antitoksin dlm darah
(0.03 satuan/cc cukup
memberikan dasar
imunitas)
• Sering ditemukan pada
anak usia <10 tahun,
frekuensi tertinggi usia
2-5 tahun
Tonsilitis difteri
Gambaran klinik dibagi dalam 3
golongan: • Gejala akibat eksotoksin
• Gejala umum
– Miokarditis sampai
– Demam decompensation cordis
– Cephalgia – Paralisis otot palatum
– Nafsu makan berkurang, – Paralisis otot pernafasan
badan lemah – Ginjal  albuminuria
– Odinophagia
• Gejala lokal
– Tonsil bengkak, ditutupi
bercak putih kotor, makin luas
 membran yg melekat pd
dasar, mudah berdarah
– Kelenjar limfe leher
membengkak
bull neck atau disebut juga
burgemeester’s hals
Tonsilitis difteri
• Diagnosis : Berdasarkan
gambaran klinik dan pemeriksaan
preparat langsung kuman yang
diambil dari permukaan bawah
membran semu dan di dapatkan
kuman Corynebacterium
diphteriae
• Terapi :
– ADS 20.000-100.000 U
– Penisilin atau eritromisin 25-
50 mg/kgBB dibagi 3 dosis
selama 14 hari
– Kortikosteroid 1,2
mg/kgBB/hari
– Antipiretik
– Isolasi, bedrest 2-3 minggu
Tonsilitis septik
• Etiologi : streptococcus hemoliticus (dlm
susu sapi)  pasteurisasi
Angina Plaut Vincent
(stomatitis ulsero membranosa)
• Etiologi: spirochaeta atau
triponema pada penderita
dgn higiene mulut yang
kurang & defisiensi vitamin
C.
• Gejala:
– Demam sampai 39°C
– Cephalgia
– Badan lemah
– Gangguan pecernaan
– Nyeri di mulut
– Hipersalivasi
– Gigi dan gusi mudah berdarah
Angina Plaut Vincent
• Pemeriksaan:
Mukosa mulut & faring
hiperemis, membran putih-
abu di atas tonsil, uvula,
dinding faring, gusi, prosesus
alveolaris, foetor ex ore, KGB
submandibula membesar
• Th/
– AB spektrum luas
– Perbaiki higiene mulut
– Vit B kompleks & C
Penyakit kelainan darah
• Angina • Leukemia akut
agranulositosis – Epistaksis
– Etiologi: keracunan – Perdarahan mukosa
obat golongan mulut
amidopirin, sulfa,dan – Gusi & bawah kulit 
arsen bercak kebiruan
– Ulkus & radang – Tonsil bengkak,
mukosa mulut & ditutupi mebran
faring semu, tidak hiperemis
– Nyeri hebat di
tenggorok
Penyakit kelainan darah
• Infeksi mononukleosis
– Tonsilofaringitis ulsero
membranosa bilateral
– Mudah diangkat tanpa
perdarahan
– KGB membesar
– KHAS: leukosit
mononukleus >>, serum
beraglutinasi dgn
eritrosit domba  rx Paul
Bunnel
Tonsilitis kronik
• Patologi:
• Predisposisi:
– Rangsangan menahun dari Radang berulang 
rokok epitel + jaringan limfoid
– Higiene mulut yang buruk terkikis  jaringan
– Pengaruh Cuaca parut + kripta melebar
– Pengobatan tonsilitis yg  menembus kapsul
tidak adekuat tonsil perlekatan di
fosa tonsilaris
• Pada anak disertasi
pembesaran kelenjar
limfa submandibula
Tonsilitis kronik
• Gejala dan tanda: • Terapi:
– Tonsil membesar,  Perbaiki higiene mulut
permukaan tidak rata, dengan berkumur atau
kriptus melebar, obat isap
terisi detritus  Tonsilektomi
– Tenggorok terasa
kering & mengganjal • Komplikasi:
– foetor ex ore – Rhinitis kronik
– Sinusitis
– Otitis media
– Komplikasi jauh secara
hematogen & limfogen
Indikasi tonsilektomi
The American academy of otolaryngology 5. Napas bau yang tidak berhasil dengan
head and neck surgery clinical indicators pengobatan
compendium tahun 1995 menetapkan:
6. Tonsilitis berulang yang disebabkan
1.Serangan tonsilitis >3x/tahun walaupun telah
mendapat terapi yang adekuat
oleh bakteri grup A Streptococcus β
2.Tonsil hipertrofi yang menimbulkan
hemoliticus
maloklusi gigi dan menyebabkan gangguan 7.Hipertrofi tonsil yang dicurigai adanya
pertumbuhan orofasial keganasan
3.Sumbatan jalan napas yang berupa 8. Otitis media efusi/otitis media
hipertrofi tonsil dengan sumbatan jalan napas, supuratif
sleep apnea, gangguan menelan, gangguan
berbicara, dan cor pulmonale
4.Rinitis dan sinusitis yang
kronis,peritonsilitis, abses peritonsil yang
tidak berhasil dengan pengobatan
Anatomi Faring

Pharynx terbagi menjadi 3 bagian


anatomis:
 Nasopharynx  di posterior
hidung dan superior palatum
molle
 Oropharynx  di posterior
mulut
 Laryngopharynx  diposterior
larynx
Faringitis
• Akut
– Viral
– Bacterial
– Fungal
– Gonorea
• Kronik
– Hiperplastik
– Atrofi
• Spesifik
– Luetika
– Tuberkulosis
Faringitis viral
• Etiologi: Rinovirus • Eksudat (-):
– Virus Influenza
• Gejala klinis: – Coxsachievirus
– Cytomegalovirus
Demam, rinorea, • Eksudat (+)
mual, odinophagi, – EBV
– HIV-1
dysphagi • Terapi :
• Pemeriksaan: tonsil + – Istirahat dan Minum yang cukup
– Kumur dengan air hangat
faring hiperemis – Analgetik, tablet hisap
– Antivirus metisoprinol (isoprenosine)
bila e/ herpes simplex dengan dosis
60-100 mg/kgBB dibagi dalam 4-6 kali
– Dewasa: anak <5 tahun diberikan 50
mg/kgBB dibagi dalam 4-6 kali
pemberian/hari
Faringitis bacterial
• Etiologi: • Pemeriksaan:
– Faring & tonsil hiperemis
Streptococcus β – Eksudat (+)
hemoliticus grup A – Petechiae pd palatum & faring
– KGB membesar, Nyeri tekan (+)
• Gejala dan tanda: • Terapi :
– AB: penicillin G banzatin 50.000
– Cephalgia U/kgBB,IM dosis tunggal, atau
– Vomittus amoksisilin 50 mg/kgBB dosis
dibagi 3x/hari selama 10 hari dan
– Kadang febris pada dewasa amoksisilin 3 x 500
mg 6-10 hr atau eritromisin 4 x
– Jarang disertai batuk 500 mg/hr
– Kortikosteroid : deksametason 8-
16 mg, IM, 1 kali. Pada anak 0,08-
0,3 mg/kgBB, IM, 1 kali
– Analgetik
– Kumur air hangat atau antiseptik
Faringitis fungal
• Etiologi: candida
• Gejala & tanda:
– Nyeri tenggorokan dan nyeri menelan
– Tampak plak putih di orofaring, sekitarnya
hiperemis
• Pembiakan:
Agar Sabouroud dextrosa
• Terapi :
– Nystatin 100.000-400.000 2x/hari
– Analgetika
Faringitis gonorea
• Pd pasien dengan
kontak orogenital.
• Terapi :
– Ceftriakson 250 mg
IV
Faringitis kronik
• Predisposisi:
– Rinitis kronik
– Sinusitis
– Iritasi kronik oleh
rokok, alkohol, uap,
debu
– Kebiasaan bernafas
melalui mulut
Faringitis kronik hiperplastik
• Pemeriksaan:
• Gejala: – KGB di bawah mukosa
faring hiperplasia
– Tenggorok kering &
– Mukosa dinding posterior
gatal tdk rata, bergranular
– Batuk berdahak • Terapi
– Kaustik faring dgn zat
kimia: nitras argenti atau
dengan listrik ( electro
cauter)
– Simptomatis( obat kumur
atau tablet isap)
Faringitis kronik atrofi
• Sering bersamaan • Gejala & tanda:
dengan rinitis atrofi – Tenggorokan kering
– Bau mulut
– Mukosa faring ditutup
lendir kental, bila
diangkat tampak mukosa
kering
• Terapi :
Ditujukan pada rinitis
atrofinya + obat kumur
Faringitis luetika
 Etiologi : Treponema • Stadium sekunder
palidum Eritema dinding faring,
menjalar ke laring.
 Gambaran klinis • Stadium tertier
tergantung stadium:
Guma pd tonsil & palatum 
• Stadium primer jaringan parut  gangguan fx
Bercak keputihan pada lidah, palatum.
palatum molle, tonsil, dinding Guma pd dinding post faring
posterior faring, ulkus tidak  vertebra cervical  pecah
nyeri, pembesaran KGB yg  kematian
tidak nyeri tekan. • Diagnosis  pemeriksaan
serologi
• Terapi : Penisilin dosis tinggi
Faringitis tuberkulosis
• Gejala:
– Keadaan umum buruk
karena anoreksia &
odinofagia
– Otalgia
– Pembesaran Kelenjar
limfa servikal
• Diagnosis periksa BTA,
foto thorax, biopsi jaringan
• Terapi: Sesuai TB paru
Terimakasih..