Anda di halaman 1dari 27

Journal Reading

Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial

Children with Language Disorders or Late Bloomers –


the problem of differential diagnosis

Presenter: Siti Humairah


Pembimbing : Dr. dr. Hj. Sri Sofyani, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Supervisor:Dr. dr. Hj. Sri Sofyani, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
dr. Lili Rachmawati, Sp.A, IBCLC
dr. Ika Citra Dewi Tanjung, M.Ked(Ped), Sp.A
dr. Monalisa Elizabeth, M.ked(Ped), Sp.A 1
Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak
diasosiasikan dengan kesulitan membaca, menulis,
memperhatikan, dan berinteraksi sosial
Pendahuluan
 Bicara  pengucapan yang menunjukkan keterampilan
seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata
 Bahasa  pengolahan secara konseptual dari
komunikasi yang meliputi pemahaman dan
pengekspresian informasi, perasaan, ide, dan pikiran
Bahasa tidak Komunikasi adalah
Bahasa merupakan bagian
sama dengan proses pertukaran
dari komunikasi
bicara informasi

Bahasa Reseptif: kemampuan


untuk memahami informasi
yang diterima (suara yang di
dengar atau isyarat yang
Bahasa ada dua dilihat)
yaitu: 1.bahasa
reseptif dan
2.bahasa Bahasa ekspresif: kemampuan
ekspresif
untuk menyampaikan
informasi secara verbal (berupa
bicara) atau non verbal (berupa
isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata)
Pendahuluan

Masalah komunikasi sering dianggap oleh lingkungan anak


sebagai gejala pertama kelainan perkembangan. Sekitar
15% anak-anak pada usia 2 tahun menunjukkan tingkat
perkembangan ekspresi bicara yang lebih rendah daripada
teman sebayanya

Penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki tiga kali lebih


rentan terhadap keterlambatan perkembangan bahasa
dibandingkan anak perempuan
.

4
Pembicara yang
terlambat (late
talker) Anak menunjukkan kesulitan dalam ekspresi
bicara, dengan pemahaman yang relatif
baik, sementara yang akan menunjukkan
kelainan baik dalam produksi dan
penerimaan bicara. LT terdapat pada anak
usia antara 18 dan 35 bulan, selain
keterlambatan dalam penguasaan bahasa,
anak-anak ini tidak memiliki gangguan
kognitif, neurologi, atau kesulitan sosial
emosional
 Mengetahui cara deteksi dini keterlambatan/gangguan
perkembangan bicara
 Mampu melakukan pendekatan diagnosis (menganalis
kemungkinan etiologi) pada anak dengan kecurigaan
TUJUAN keterlambatan dan gangguan bicara
 Mampu memberikan tata laksana dini anak dengan
keterlambatan perkembangan bicara
 Memberikan konseling untuk kelainan yang ditemukan
dan mampu melakukan rujukan
Sindrom Landau-
Kleffner (LKS) atau Dapat kehilangan keterampilan yang diperoleh dalam beberapa
Sindrom Rett (RS) minggu

Sindrom Prader- Hipotonia cenderung mengalami kesulitan artikulasi yang


Willi(PWS) serius

Kosakata dan sintaksis berkembang dengan cara yang mirip


Sindrom X rapuh
dengan teman sebayanya, tetapi ada gejala lain seperti kesulitan
(FXS) menjawab pertanyaan, ekolia, atau kecepatan bicara yang
dipercepat

Sindrom Williams Gangguan emisi suara diamati pada anak-anak yang


(WS) menunjukkan selain keterlambatan perkembangan
bicara, karakteristik suara yang rendah dan serak
Epidemiologi
 Prevalensi di Indonesia Keterlambatan bicara
pada anak prasekolah adalah antara 5%-10%,
sedangkan di Amerika Serikat berkisar antara
2,3%-19% pada anak anak usia 2-7 tahun
 Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa
tingkat kejadian gangguan bicara dan bahasa
sekitar 2,3%-24%
ETIOLOGI
 Keterlambatan bicara primer termasuk keterlambatan
perkembangan bicara dan bahasa, gangguan ekspresif,
gangguan bahsa reseptif (Wernicke’s aphasia).
 Keterlambatan bicara dan bahasa sekunder
merupakan atribut kondisi lain seperti gangguan
pendengaran, disabilitas intelektual, gangguan
autisme, retardasi mental, kelainan fisik, mutisme, dan
gangguan psikososial.
 Anak yang sehari-hari menggunakan dua bahasa
(bilingual) mengalami ketertinggalan dalam bahasa
dibandingkan anak yang berbahasa tunggal
(monolingual)
1. Proses Sensorik 2. Proses Motorik

Fisiologi  Pendengaran  Pengaturan sistem


Bicara  Penglihatan a. Respirasi
 Rasa -raba b. Larying
Ada dua
c. Pharing
proses bicara:
d. Oromotor
Pusat bahasa Reseptif
- Area Wernicke (area 41,42 pusat auditori)
- Area Broadman (area 39 pusat persepsi visual)
Pusat bahasa Ekspresif
Pusat yang mengatur -Area Broca
bahasa ada di
hemisfer otak yang
dominan
Mengapa terjadi
gangguan bicara dan
bahasa pada anak ?  Kelainan pendengaran pada bayi atau anak
yang terjadi sejak lahir menyebabkan
gangguan kemampuan berbicara dan
berbahasa dan berisiko mengalami
kesulitan belajar, membaca dan menulis,
dan akan menyebabkan pencapaian
akademik yang kurang secara menyeluruh
 Labio
palatischizis
 Tongue-tie
Gangguan  Gangguan otot-
organ-organ
bicara otot oromotor

Kesulitan membentuk kata-


kata (bicara)
 Gangguan bahasa derajat berat baik bahasa reseptif
Autisme maupun ekspresifnya
 Meracau dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti
oleh orang lain
 Hanya mengulangi perkataan orang lain yang sering
dia dengar
 Gangguan interaksi sosial : tidak adanya kontak
mata, tidak mau bermain dengan teman sebaya
 Perilaku khusus yang stereolitik, berulang-ulang dan
 Minat yang terbatas
Gangguan bahasa tertentu (SLI)
Adalah disfungsi kelibatan kesulitan khusus dalam penguasaan
bahasa asli, yang tampaknya menjadi karakter utama, bukan
disebabkan oleh gangguan umum mayor. Dalam kasus ini, anak-anak
dicirikan oleh setidaknya kecerdasan rata-rata, pemahaman yang
relatif baik, dan kurangnya gangguan neurologis atau somatik.

Didiagnosis ketika seorang anak mengalami keterlambatan atau


gangguan perkembangan bahasa tanpa alasan yang jelas.  SLI
berlaku pada anak sek0lah dan tidak untuk bayi
 Hasil penelitian tentang determinan genetik SLI tampak sama
ambigu, banyak di antaranya menunjukkan bahwa 20 sampai 75%
anak dengan gangguan bahasa tertentu berasal dari keluarga
dengan berbagai masalah dalam perkembangan bahasa,

Etiologi SLI
 Materi yang digunakan dalam tes mereka adalah visual-spesial,
yang menurut penulis jelas menunjukkan bahwa masalah memori
kerja lebih luas dan lebih memperhatikan daripada pemrosesan
verbal.
Kerusakan atau
 Masalah utamanya adalah kekurangan alat diagnostik standar.
disfungsi neurologis
Alat untuk terapis semacam itu baru muncul baru-baru ini dan
yang serius termasuk “Tes Kosakata Visual-Pemahaman”

 Diagnosis  anak –anak yang tidak bisa bicara di bawah usia 4


tahun
Anak usia 2 dan 3 tahun:
 Interaksi yang sedikit
Ciri khas
 Tidak ada niat komunikatif
perkembangan
 Tidak ada kata-kata dalam pidato aktif
bicara, bahasa
 Kemunduran atau penghambatan perkembangan
dan bicara
komunikasi Anak usia 3 dan 4 tahun:
atipikal pada  Mayoritas pernyataan dua kata
anak menurut  Kurangnya pemahaman tentang perintah sederhana
usia, yaitu:  Kesulitan yang dialami oleh anggota keluarga dalam
memahami ucapan anak
Deteksi Awal  American Academy of Pediatrics (AAP) membuat
informasi di dapat panduan klinis yang merekomendasikan kunjungan
berdasarkan laporan anak saat berusia < 36 bulan untuk dilakukang skrining
orang tua yang sebaiknya menggunakan instrumen
perkembangan anak yang telah terstandarisasi. Dalam
panduan tersebut, usia 9,18, dan 24 atau 30 bulan
dianggap tepat untuk skrining perkembangan anak,
termasuk perkembangan bahasa
 Salah satu instrumen skrining yang secara akurat
adalah Capute Scales cognitive adaptive test (CAT)
dan clinical linguistic and auditory milestone scale
(CLAMS) untuk menilai kemampuan kognitif (visual-
motor)
 Retardasi mental
 Autisme
 Gangguan bahasa yang di dapat
Diagnosa  Gangguan pendengaran
banding
 Depresi
 Mutisme selektif
DIAGNOSIS

 Penegakkan diagnosa gangguan bicara dan bahasa


Diagnosa pada anak
usia 4 dan 5 tahun pada anak tidak mudah dan memerlukan
biasanya lebih jelas pemeriksaan yang komprehensif bahkan sampai
jika pada usia ini anak dengan pengamatan di lapangan pada saat anak
tidak berbicara sama bermain, serta tidak jarang memerlukan bantuan
sekali, atau hanya psikolog / neuropsikiater anak.
menggunakan sedikit
kata, terbukti  Deteksi dan penanganan dini pada problem bicara
perkembangannya dan bahasa pada anak, akan membantu anak – anak
terganggu. dan orang tua untuk menghindari atau memperkecil
kelainan pada masa sekolah
PENATALAKSANAAN

Target utama terapi keterlambatan bicara adalah mengajarkan anak strategi untuk
memahami secara komprehensif bahasa yang diucapkan lain dan menghasilkan
sikap komunikasi yang baik, serta membantu orang tua mempelajari cara
mendorong keterampilan komunikasi anak.

Indikasi terapi bicara:


 Usia 20-24 bulan belum bicara 1 katapun
 Usia 28-30 bulan bisa mengucapkan kata-kata
 Usia > 3 tahun bicaranya tidak mengerti usia berapapun bila orang tua
mengkhawatirkan kemampuan bicara anaknya
PROGNOSIS
Kesembuhan gangguan
bicara pada anak
tergantung pada
penyebab dan
penanganannya sejak dini. Anak-anak usia 2 tahun dengan keterlambatan
bahasa ekspresif, 2-5 kali lebih berisiko gangguan
bahasa menetap pada akhir prasekolah sampai
Sebaiknya orang tua
segera mengkonsultasikan sekolah dasar dibandingkan anak tanpa
gangguan bicara dan keterlambatan bahasa ekspresif.
bahasa anaknya kepada
dokter atau dokter
spesialis anak.
Terima kasih