Anda di halaman 1dari 113

BAB IV

PENGGANGGARAN UNTUK
PERENCANAAN DAN
PENGENDALIAN
• Perencanaan yang cermat penting bagi kesehatan
organisasi.
• Kegagalan perencanaan secara formal maupun
informal dapat mengakibatkan perusahaan mengalami
kesulitan keuangan.
• Manajer perusahaan kecil atau besar harus
mengetahui kemampuan sumber dayanya dan
merencanakan penggunaannya.
A. PERAN PENGANGGARAN DALAM
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
• Penganggaran memegang peran penting dalam perencanaan dan
pengendalian.
• Perencanaan (planning) adalah proses mengidentifikasi tujuan dan
tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
• Anggaran (budget) adalah ekspresi kuantitatif suatu rencana yang
dinyatakan dalam satuan fisik atau keuangan atau keduanya.
• Anggaran merupakan metode untuk menerjemahkan tujuan dan strategi
organisasi ke dalam bentuk operasional.
• Pengendalian (control) adalah proses menetapkan standar, memperoleh
umpan balik mengenai kinerja yang sesungguhnya, dan melakukan
koreksi apabila kinerja yang sesungguhnya menyimpang dari rencana
Jenis-Jenis Anggaran
• Anggaran induk (master budget) adalah sebuah rencana keuangan
komprehensif selama satu tahun yang terdiri atas anggaran berbagai
departemen dan aktivitas.
• Anggaran induk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu anggaran operasional
dan anggaran keuangan.
• Anggaran operasional (operating budget) terdiri atas anggaran aktivitas-
aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam rangka memperoleh
keuntungan, misalnya penjualan,produksi, dan persediaan barang jadi.
• Anggaran keuangan (financial budget) meliputi anggaran arus kas masuk,
arus kas keluar, dan posisi keuangan. Rencana arus kas masuk dan arus kas
keluar diperinci dalam anggaran kas.
• Sutau organisasi biasanya menyiapkan anggaran tahun yang
akan datang sekitar empat atau lima bulan sebelum tahun
anggaran dimulai. Perusahaan dapat menerapkan filosofi
anggaran berkelanjutan (continuous atau rolling budget).
• Anggaran yang selalu diperbarui (continuously updated
budget) hampir sama dengan anggaran berkelanjutan.
Tujuan anggaran ini bukan agar perusahaan selalu memiliki
anggaran selama dua belas bulan, melainkan untuk
memperbarui anggaran induk setiap bulan saat diperoleh
informasi baru.
Keterkaitan Perencanaan, Operasi, dan
Pengendalian
Komponen Anggaran Induk
Sistem Penyusunan Anggaran
• Perusahaan dapat menggunakan salah satu dari
beberapa sistem penyusunan anggaran induk.
• Sistem penyusunan anggaran meliputi sistem
anggaran induk konvensional atau tradisional,
zero-based budgeting (ZBB), serta planning,
programming, and budgeting system (PPBS).
• Berikut ini akan dijelaskan masing-masing
sistem penyusunan anggaran tersebut.
• Sistem Anggaran Induk Tradisional. Sistem anggaran induk
tradisional pada dasarnya merupakan sistem anggaran
incremental. Pembuatan anggaran induk sebagian besar
didasarkan pada anggaran induk tahun sebelumnya.
• Zero-Based Budgeting (ZBB). Dalam sistem ZBB manajer pusat
pertanggungjawaban harus menjustifikasi setiap aktivitas yang
direncanakan dan taksiran biayanya seolah aktivitas tersebut
baru pertama kali dilakukan.
• Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS). PPBS
ini lebih mirip dengan ZBB dibandingkan anggaran induk
konvensional. Sistem pemrograman, perencanaan, dan
penganggaran lebih fokus pada output (program atau aktivitas)
organisasi.
Pendekatan Penyusunan Anggaran
• Terdapat dua pendekatan ekstrem dalam penyusunan
anggaran induk, yaitu: (1) pendekatan manajemen
tingkat atas atau top-down, dan (2) pendekatan “akar
rumput” (“grass roots” approach) atau bottom-up.
• Sebagian besar organisasi menerapkan pendekatan
penyusunan anggaran di antara kedua pendekatan
ekstrem tersebut atau lebih condong ke pendekatan
akar rumput
Pengumpulan Informasi untuk
Penganggaran
• Pada awal proses penganggaran induk, manajer
anggaran menginformasikan kepada semua
bagian untuk mengumpulkan data anggaran.
Data yang digunakan untuk menyusun anggaran
berasal dari banyak sumber. Salah satunya adalah
data historis.
• Perkiraan Penjualan. Dasar yang digunakan untuk menyusun
anggaran penjualan dan anggaran lain dalam anggaran induk
adalah perkiraan penjualan.
• Apabila perkiraan penjualan ditentukan secara cermat dan
akurat, maka tahap berikutnya dalam proses penganggaran juga
akan dapat lebih diandalkan.
• Penyusunan perkiraan penjualan dimulai dengan pembuatan
estimasi penjualan oleh setiap tenaga penjual. Estimasi
penjualan kemudian diberikan kepada manajer wilayah.
• Sebelum proses tersebut dimulai, informasi internal dan
eksternal yang relevan dikumpulkan terlebih dahulu oleh
departemen pemasaran atau departemen riset pasar yang
dibentuk tersendiri oleh perusahaan. Informasi tersebut
disediakan untuk manajer wilayah dan tenaga penjual guna
membantu mereka dalam mengembangkan perkiraan
• Perkiraan Variabel Lainnya. Perkiraan penjualan bukan satu-
satunya yang diperlukan dalam penganggaran. Perkiraan
mengenai biaya dan kas yang terkait juga diperlukan.
• Banyak faktor yang dipertimbangkan dalam pembuatan
perkiraan penjualan juga dipertimbangkan dalam
pembuatan perkiraan biaya.
• Anggaran overhead perlu diperinci menurut komponen
biayanya dan dapat diperkirakan menggunakan data masa
lalu dan data inflasi yang relevan.
• Anggaran kas merupakan bagian penting dari anggaran induk
yang beberapa komponennya, terutama penerimaan
pembayaran dari piutang usaha yang juga memerlukan
perkiraan.
B. PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL
• Bagian pertama anggaran induk adalah anggaran operasional. Anggaran
operasional terdiri atas sejumlah daftar perhitungan untuk semua tahap operasi
yang berakhir pada laporan laba rugi dianggarkan.
• Berikut ini adalah komponen anggaran operasional.
1. Anggaran penjualan.
2. Anggaran produksi.
3. Anggaran pembelian bahan baku.
4. Anggaran tenaga kerja langsung.
5. Anggaran overhead.
6. Anggaran persediaan akhir barang jadi.
7. Anggaran harga pokok penjualan.
8. Anggaran biaya pemasaran.
9. Anggaran biaya riset dan pengembangan.
10.Anggaran biaya administrasi.
11.Anggaran laporan laba rugi.
Anggaran Penjualan

• Anggaran penjualan (sales budget) adalah proyeksi yang menunjukkan


perkiraan penjualan setiap produk dalam unit dan rupiah.
• Pada perusahaan yang memproduksi beberapa jenis produk, perkiraan
penjualan harus dibuat untuk setiap jenis produk.
• Jika perusahaan menggunakan beberapa saluran distribusi, maka
perkiraan penjualan harus diperinci menurut saluran distribusi,
• Analisis penjualan menurut saluran distribusi akan menunjukkan
kontribusi setiap saluran terhadap penjualan dan laba bersih.
• Apabila persentase laba bersih penjualan dari pedagang besar dinilai
sangat rendah, perusahaan dapat mengubah saluran distribusinya.
Anggaran Produksi
• Anggaran produksi (production budget) menunjukkan jumlah unit
yang harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjualan
dan kebutuhan persediaan akhir.
• Sebelum dilakukan penyusunan anggaran produksi, perlu
dipastikan bahwa pabrik mampu memproduksi sejumlah
perkiraan penjualan.
• Untuk menstabilkan kerja pabrik juga perlu penyediaan
persediaan bahan pada tingkat yang efisien. Jika persediaan
bahan terlalu rendah, produksi dapat terganggu; jika persediaan
bahan terlalu banyak, biaya penyimpanannya mahal.
Anggaran Pembelian Bahan Baku
• Setelah anggaran produksi selesai disusun, kemudian dapat disusun
anggaran bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead.
• Anggaran pembelian bahan baku disusun dengan format yang sama
dengan anggaran produksi.
• Jumlah anggaran pembelian bahan baku didasarkan pada jumlah bahan
baku yang dibutuhkan untuk produksi dan persediaan bahan baku.
• Anggaran pembelian bahan baku (materials purchases budget)
merupakan salah satu anggaran yang perlu disusun lebih dahulu
mengingat bahan sudah tersedia ketika diperlukan.
• Oleh karena itu, kuantitas bahan yang akan dibeli dan jadwal
pengirimannya perlu ditentukan di awal.
• Perkiraan penggunaan bahan baku untuk produksi ditentukan berdasar
hubungan input-output (hubungan teknis antara bahan baku dan
output). Hubungan ini biasanya ditentukan oleh departemen rekayasa.
• Setelah perkiraan penggunaan bahan dihitung,
pembelian bahan (dalam unit dan biaya) dihitung
dengan rumus berikut ini.
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
• Anggaran tenaga kerja langsung (direct labor budget) menunjukkan jumlah
jam kerja langsung yang dibutuhkan dan biayanya untuk jumlah unit yang
dianggarkan akan diproduksi.
• Seperti halnya bahan baku, penggunaan tenaga kerja langsung ditentukan
berdasarkan hubungan teknis antara tenaga kerja dan output.
• Anggaran tenaga kerja langsung dan tidak langsung berguna bagi
departemen personalia untuk menentukan jenis dan jumlah karyawan yang
dibutuhkan dan kapan dibutuhkan.
• Jika jadwal produksi membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dari
yang tersedia, departemen personalia harus melakukan perekrutan dan
pelatihan karyawan baru.
Anggaran Overhead
• Anggaran overhead (overhead budget) menunjukkan perkiraan semua
biaya unsur produksi yang bersifat tidak langsung.
• Unsur-unsur overhead berbeda dengan bahan baku dan tenaga kerja
langsung. Pada unsur-unsur overhead ini tidak terdapat hubungan input-
output yang mudah diidentifikasi.
• Biaya overhead terdiri atas dua jenis, yaitu biaya variabel dan biaya tetap.
• Biaya overhead variabel adalah semua unsur biaya overhead yang
jumlahnya berubah secara proporsional mengikuti perubahan aktivitas.
• Unsur-unsur biaya overhead variabel perlu diidentifikasi dan ditentukan
tarifnya per unit aktivitas.
• ntuk mengetahui tarif overhead variabel per unit aktivitas, tarif semua
unsur overhead variabel harus dijumlahkan.
Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi
• Anggaran persediaan akhir barang jadi (finished goods
inventory budget) memberikan informasi yang diperlukan
untuk menyusun anggaran neraca.
• Informasi tersebut juga akan menjadi input yang penting
dalam penyusunan anggaran harga pokok penjualan.
• Rumus perhitungan anggaran persediaan akhir barang jadi
sebagai berikut.
Anggaran Harga Pokok Penjualan
• Rumus perhitungan anggaran harga pokok penjualan
sebagai berikut.
Anggaran Biaya Pemasaran
• Anggaran berikutnya yang perlu disusun adalah anggaran
biaya pemasaran.
• Anggaran tersebut menunjukkan pengeluaran yang
direncanakan untuk aktivitas penjualan dan distribusi.
• Unsur biaya pemasaran, seperti komisi penjualan, biaya
transportasi, dan perlengkapan akan berubah jumlahnya
mengikuti aktivitas penjualan.
• Gaji karyawan staf pemasaran, depresiasi peralatan kantor
pemasaran, dan iklan merupakan biaya tetap.
• Rumus perhitungan biaya pemasaran sebagai berikut.
Peraga 4.10
Anggaran Biaya Riset dan Pengembangan
• Bagian riset dan pengembangan bertanggung jawab terhadap
pengembangan produk dan proses baru. Contoh anggaran
baru biaya riset dan pengembangan menurut kuartal disajikan
dalam Peraga 4.11.
Peraga 4.11
Anggaran Biaya Administrasi
• Anggaran operasional terakhir yang perlu disusun adalah
anggaran biaya administrasi.
• Anggaran biaya administrasi mencakup taksiran pengeluaran
total oleh perusahaan, sama seperti anggaran biaya riset dan
pengembangan serta anggaran biaya pemasaran.
• Terkait dengan penjualan, sebagian besar biaya administrasi
bersifat tetap.
• Biaya tersebut meliputi gaji staf, depresiasi gedung dan peralatan
kantor pusat, honor layanan hukum, dan lain - lain.
• Biaya tersebut meliputi gaji staf, depresiasi gedung dan peralatan
kantor pusat, honor layanan hukum, dan lainlain. Contoh
anggaran biaya administrasi disajikan berikut
Anggaran Laporan Laba rugi
• Untuk menghasilkan laba bersih, biaya bunga dan pajak harus
dikurangkan dari laba operasi. Biaya bunga yang dikurangkan
diambil dari anggaran kas. Pajak yang harus dibayar
tergantung pada peraturan yang berlaku
Anggaran Operasional untuk Perusahaan
Dagang dan Jasa
• Anggaran yang dijelaskan sebelumnya lebih banyak diterapkan
dalam perusahaan manufaktur. Namun demikian, sebagian
besar dari anggaran tersebut juga dapat diterapkan pada
perusahaan dagang dan jasa.
• Terlepas dari hal tersebut, penyusunan angggaran juga harus
memerhatikan kebutuhan khusus setiap jenis perusahaan.
• Pada perusahaan dagang, anggaran produksi digantikan dengan
anggaran pembelian barang dagangan.
• Anggaran tersebut mengidentifikasi kuantitas setiap barang yang
dibeli untuk dijual kembali, biaya per unit barang, dan biaya
pembelian total.
• Formatnya identik dengan anggaran pembelian bahan baku
dalam perusahaan manufaktur.
• Pada perusahaan jasa yang berorientasi laba, anggaran penjualan sekaligus
merupakan anggaran produksi.
• Anggaran penjualan mengidentifikasi jenis dan kuantitas jasa yang akan dijual.
• Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang jadi sehingga jasa yang
diproduksi akan sama dengan jasa yang dijual.
• Pada perusahaan jasa yang tidak berorientasi laba, anggaran penjualan diganti
dengan anggaran pendanaan.
• Anggaran ini mengidentifikasi semua sumber pendanaan berbagai jasa yang akan
diberikan tahun yang akan datang dan dana yang akan dialokasikan pada etiap
jasa tersebut.
• Sumber pendanaan bias berasal dari pendapatan pajak, kontribusi, pembayaran
oleh pengguna jasa, atau kombinasinya
C. PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN

• Anggaran lain yang termasuk dalam anggaran induk adalah


anggaran keuangan. Anggaran keuangan yang biasa dibuat
oleh perusahaan adalah anggaran kas, anggaran neraca,
anggaran laporan arus kas, dan anggaran pengeluaran
modal.
• Anggaran induk merupakan rencana untuk satu tahun,
sedangkan anggaran pengeluaran modal merupakan
rencana keuangan yang menunjukkan perkiraan perolehan
aset jangka panjang yang mencakup beberapa tahun.
Anggaran Kas
• Pengetahuan mengenai arus kas penting dalam proses
mengelola usaha.
• Sebuah perusahaan mungkin sukses dalam memproduksi dan
menjual produk, tetapi mengalami kegagalan keuangan karena
ada masalah terkait dengan waktu arus kas masuk dan keluar.
• Dengan mengetahui kapan terjadinya kekurangan atau
kelebihan kas, manajer dapat menentukan kapan perlu
meminjam kas dan kapan harus melunasi pinjaman.
• Bank juga menggunakan anggaran arus kas nasabahnya untuk
mengetahui kebutuhan kas serta kemampuan nasabah dalam
melunasi kewajibannya.
• Komponen Anggaran Kas. Anggaran kas (cash budget) adalah rencana
terperinci yang menunjukkan perkiraan sumber dan penggunaan kas.
• Jumlah kas yang tersedia terdiri atas dua bagian, yaitu saldo kas awal
dan perkiraan penerimaan kas.
• Perkiraan penerimaan kas meliputi penerimaan dari semua sumber kas
pada periode yang bersangkutan. Sumber utama penerimaan kas
adalah penjualan.
• Jika perusahaan menjual secara kredit, maka perusahaan perlu
menentukan pola penerimaan kas dari pembayaran piutang usaha.
• Pengeluaran kas merupakan daftar semua pengeluaran secara kas yang
telah direncanakan untuk dikeluarkan pada periode yang bersangkutan.
• Kelebihan atau kekurangan kas merupakan perbandingan
antara jumlah kas yang tersedia dan jumlah kas yang
dibutuhkan.
• Kebutuhan kas adalah jumlah pengeluaran kas ditambah
saldo kas minimum yang diperlukan.
• Saldo kas minimum adalah jumlah pemilikan kas paling
rendah yang perlu ada dan biasanya ditentukan berdasarkan
kebijakan perusahaan.
• Kekurangan kas akan terjadi apabila jumlah kas yang tersedia
lebih rendah dari kebutuhan kas.
• Jika terjadi kondisi ini, maka perusahaan harus mendapatkan
pinjaman untuk menutupi kebutuhan kas.
• Kelebihan kas akan terjadi apabila kas yang tersedia lebih
besar dari kebutuhan kas perusahaan. Kelebihan kas tersebut
dapat digunakan perusahaan untuk membayar utang dan
melakukan investasi.
• Bagian terakhir anggaran kas adalah saldo kas akhir yang
direncanakan.
• UntuK mendapatkan kelebihan atau kekurangan kas, kebutuhan
kas harus dikurangi pengeluaran kas dan saldo kas minimum.
• Padahal, saldo kas minimum sesungguhnya bukan pengeluaran.
• Oleh karena itu, untuk mendapatkan saldo akhir yang
direncanakan, saldo kas minimum harus ditambahkan kembali.
Rumus perhitungan anggaran kas sebagai berikut.
Anggaran Laporan Arus Kas
• Laporan arus kas menyajikan perubahan kas dan setara kas (investasi jangka
pendek yang sangat likuid) dalam satu periode. Penerimaan dan pengeluaran
kas dalam laporan arus kas dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi,
investasi, dan pendanaan.
1. Aktivitas operasi melibatkan produksi serta penyerahan barang dan
pemberian jasa. Arus kas dari aktivitas operasi merupakan pengaruh kas dari
transaksi dan kejadian lain yang dimasukkan dalam perhitungan laba bersih.
2. Aktivitas investasi meliputi pemberian pinjaman dan penerimaan pelunasan,
perolehan dan pelepasan instrumen utang atau ekuitas, serta perolehan dan
pelepasan aset tetap dan aset produktif lainnya yang dimiliki atau digunakan
untuk menghasilkan barang atau jasa oleh perusahaan (selain bahan yang
merupakan bagian dari persediaan perusahaan).
3. Aktivitas pendanaan meliputi perolehan sumber daya
dari pemilik dan pemberian imbal hasil dan
pengembalian investasi kepada pemilik, perolehan
pinjaman uang dan pelunasan pokok pinjaman atau
pelunasan kewajiban lainnya, dan perolehan dan
pengembalian sumber daya yang diperoleh dari
kreditur melalui kredit jangka panjang.
• Terdapat dua metode penyusunan laporan arus kas
perusahaan, yaitu metode langsung dan tidak
langsung. Dari kedua metode tersebut, metode
langsung lebih dianjurkan untuk digunakan karena
lebih informatif.
Kelebihan Proses Anggaran Induk
Tradisional
• Anggaran induk tradisional memberikan manfaat dan
keuntungan berikut ini.
1. Penyusunan anggaran induk memberikan pendekatan yang
disiplin terhadap identifikasi dan pemecahan masalah.
Manajemen wajib mempelajari dan mengevaluasi secara
sistematis setiap aspek usaha dalam rangka menyusun
anggaran periodik.
2. Penyusunan anggaran induk memberikan arah dan tujuan
bagi manajemen di semua tingkatan. Penyusunan anggaran
induk membantu pengembangan suasana berorientasi
keuntungan di semua organisasi serta dapat menimbulkan
kesadaran biaya dan penggunaan sumber daya secara
efisien.
3. Penyusunan anggaran induk meningkatkan koordinasi
aktivitas perusahaan. Proses penganggaran memberikan
cara untuk mengoordinasi usaha semua bagian perusahaan
untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan.
4. Proses penganggaran merupakan mekanisme untuk
menggalang gagasan dan kerja sama dari semua tingkatan
manajemen. Keterampilan dan pengetahuan dari semua
manajer diperlukan untuk mengembangkan anggaran induk
yang paling efektif.
5. Anggaran menyediakan ukuran yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi kinerja yang sesungguhnya dan kemampuan
manajerial para eksekutif. Hal itu akan mendorong para
manajer untuk merencanakan dan melaksanakan semua
aktivitasnya secara efisien sehingga dapat meningkatkan
output dan mengurangi biaya.
Kelemahan Proses Anggaran Induk
Tradisional
• Kritik terhadap anggaran induk tradisional dapat
diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berikut
ini.
1. Berorientasi departemen dan tidak
memperhitungkan keterkaitan antardepartemen.
2. Statis dan tidak dinamis.
3. Berorientasi hasil bukan proses.
• Orientasi Departemen. Dalam penganggaran tradisional,
setiap departemen mengembangkan anggarannya sendiri.
Anggaran setiap departemen kemudian akan digabungkan
untuk menyusun anggaran perusahaan secara
keseluruhan. Fokus penganggaran menurut departemen
mengakibatkan perencanaan dilakukan bertolak dari
sumber daya menuju ke output (bergerak ke depan).
• Penganggaran berbasis aktivitas dimulai dengan
menentukan tingkat output yang diharapkan, kemudian
menentukan sumber daya yang diperlukan untuk
mencapai tingkat output tersebut (bergerak mundur).
Pertanyaan berikut ini dapat diajukan terkait dengan dua
pendekatan penganggaran tersebut.
1. Apakah perbedaan yang ditimbulkan?
2. Apakah dapat dicapai hasil yang sama antara cara
bergerak mundur dan ke depan?
• Bersifat Statis. Anggaran statis adalah anggaran yang disusun
pada satu tingkat aktivitas.
• Sifat statis anggaran bertambah dengan digunakannya
anggaran tahun terakhir sebagai dasar untuk menyusun
anggaran tahun sekarang.
• Sering kali anggaran tahun sekarang adalah anggaran tahun lalu
disesuaikan dengan inflasi.
• Pendekatan penganggaran ini disebut sebagai pendekatan
incremental.
• Pendekatan ini akan mengakibatkan masuknya inefisiensi tahun
lalu ke dalam anggaran tahun ini. Dalam pendekatan
incremental, unit penganggaran terdorong untuk
membelanjakan semua anggaran tahun tersebut sehingga tidak
ada surplus pada akhir tahun (hal ini terjadi terutama pada
lembaga pemerintah).
• Zero-based budgeting merupakan suatu pendekatan
alternatif. Tidak seperti penganggaran incremental, anggaran
tahun sebelumnya tidak diterima apa adanya.
• Semua operasi atau aktivitas setiap tahun akan dianalisis dan
berkelanjutan dari aktivitas atau operasi harus ditentukan
berdasarkan kebutuhan dan kemanfaatannya bagi organisasi.
• Zero-based budgeting memerlukan analisis yang ekstensif
dan mendalam. Meskipun sudah berhasil diterapkan dalam
industri dan pemerintahan, pendekatan tersebut banyak
memakan waktu dan mahal.
• Pendukung pendekatan incremental menyatakan bahwa
penganggaran incremental juga menerapkan review yang
ekstensif dan mendalam
• Orientasi Hasil. Terkait erat dengan sifat statis anggaran induk
adalah orientasi hasil.
• Orientasi pada hasil daripada proses dapat mengakibatkan
manajer memisahkan proses
• dari output-nya. Apabila anggaran dipicu oleh sumber daya
daripada dipicu output maka
• manajer akan konsentrasi pada sumber daya dan gagal melihat
kaitan antara sumber daya dan output
• Anggaran berbasis aktivitas lebih lanjut memberi manajer
pengetahuan mengenai berbagai pemicu biaya dan proses
penganggaran yang dimulai dari output dan bekerja mundur ke
sumber daya.
D. ANGGARAN FLEKSIBEL UNTUK
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

• Anggaran merupakan alat yang berguna untuk


pengendalian.
• Untuk dapat digunakan dalam evaluasi kinerja, ada dua
hal yang harus dipertimbangkan.
• Pertama adalah menentukan berapa jumlah anggaran
yang akan dibandingkan dengan hasil sesungguhnya.
• Pertimbangan kedua menyangkut dampak anggaran
terhadap perilaku manusia.
Perbandingan Anggaran Statis dengan
Anggaran Fleksibel

• Anggaran statis penting untuk perencanaan,


tetapi kurang berguna untuk pengendalian.
• Alasannya adalah karena tingkat aktivitas yang
diperkirakan jarang sama dengan tingkat aktivitas
yang sesungguhnya.
• Anggaran Statis. Anggaran induk disusun berdasarkan tingkat
aktivitas tertentu sehingga bersifat statis.
• Pendapatan dan biaya yang disusun untuk anggaran statis
tergantung pada tingkat aktivitas yang jarang sama dengan
aktivitas sesungguhnya sehingga anggaran tersebut tidak
banyak berguna dalam pembuatan laporan kinerja.
• Dalam membuat laporan kinerja yang berguna maka biaya
sesungguhnya dan biaya dianggarkan harus dibandingkan
pada tingkat aktivitas yang sama.
• Oleh karena tingkat output sesungguhnya berbeda dari
output direncanakan, maka dibutuhkan metode lain untuk
menghitung biaya yang seharusnya terjadi (dianggarkan) pada
tingkat output sesungguhnya.
• Anggaran Fleksibel. Anggaran yang (1) menyediakan
perkiraan biaya pada satu kisaran aktivitas, atau (2)
menyediakan perkiraan biaya pada tingkat aktivitas yang
sesungguhnya disebut anggaran fleksibel (flexible budget).
• Penganggaran fleksibel dapat digunakan dalam perencanaan
untuk menunjukkan berapa jumlah biaya yang akan terjadi
pada berbagai tingkat aktivitas.
• Anggaran fleksibel juga dapat digunakan untuk
pengendalian karena dapat menghitung jumlah biaya yang
seharusnya terjadi pada tingkat aktivitas sesungguhnya.
• Setelah biaya dianggarkan pada tingkat aktivitas
sesungguhnya dihitung, kemudian dapat disusun sebuah
laporan kinerja yang membandingkannya dengan biaya
sesungguhnya.
E. DIMENSI PERILAKU DALAM
PENGANGGARAN
• Anggaran dapat memengaruhi perilaku secara positif atau negatif
tergantung pada bagaimana anggaran digunakan.
• Perilaku positif terjadi apabila tujuan individu manajer selaras
dengan tujuan organisasi dan manajer memiliki dorongan untuk
mencapainya. Kesesuaian tujuan manajerial dan organisasi sering
disebut keselarasan tujuan (goal congruence).
• Administrasi anggaran yang tidak tepat dapat menimbulkan reaksi
manajer yang negatif. Perilaku negatif manajer dapat
termanifestasi dalam beberapa cara yang dapat berimplikasi pada
tidak dicapainya tujuan organisasi. Perilaku disfungsional adalah
perilaku individu yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan
organisasi.
Karakteristik Sistem Penganggaran yang
Baik
• Sistem penganggaran yang ideal adalah yang dapat
mencapai keselarasan tujuan dan mendorong manajer
untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang
beretika.
• Meskipun sistem penganggaran yang ideal kemungkinan
tidak ada, riset dan praktik sudah mengidentifikasi
beberapa ciri penganggaran yang meningkatkan perilaku
positif.
• Ciri tersebut meliputi umpan balik mengenai kinerja yang
sering, insentif keuangan dan nonkeuangan, partisipasi,
standar yang realistis, keterkendalian biaya, dan
penggunaan beberapa ukuran kinerja.
• Umpan Balik mengenai Kinerja yang Sering. Manajer perlu
mengetahui seberapa baik mereka melakukan tugasnya sebelum
tahun berakhir.
• Penyediaan laporan kinerja yang sering dan tepat waktu
memungkinkan para manajer untuk mengetahui seberapa berhasil
usaha mereka dan memberi mereka waktu untuk melakukan
tindakan koreksi dan mengubah rencana jika diperlukan.
• Penggunaan anggaran fleksibel memungkinkan manajer untuk
mengetahui apakah pendapatan dan biaya sesungguhnya sesuai
dengan jumlah yang dianggarkan.
• Investigasi selektif terhadap penyimpangan yang signifikan
memungkinkan manajer untuk fokus hanya pada bidang yang perlu
mendapat perhatian. Proses tersebut dikenal dengan nama
management by exception.
• Insentif Keuangan dan Nonkeuangan. Sistem penganggaran yang
baik mendorong perilaku yang memiliki keselarasan tujuan.
• Insentif adalah cara yang digunakan untuk mendorong manajer
bekerja mencapai tujuan organisasi.
• Insentif dapat positif dan negatif. Insentif negatif menggunakan
sanksi untuk memotivasi, sedangkan insentif positif
menggunakan imbalan untuk memotivasi.
• Kedua insentif tersebut dapat digunakan oleh organisasi.
• Penganggaran Partisipatif. Salah satu masalah anggaran yang memengaruhi
perilaku adalah tingkat partisipasi dalam proses penyusunan anggaran induk
yang akan diberikan oleh manajer tingkat atas kepada manajer tingkat
menengah dan bawah.
• Partisipasi terdiri atas dua konsep, yaitu proses dan konten.
• Dalam proses penganggaran tradisional, anggaran otoritatif atau
totalitarian lebih dominan. Dalam proses tersebut, setiap unsur atau mata
anggaran dalam anggaran induk ditentukan oleh manajemen tingkat atas
dengan harapan manajemen tingkat menengah dan bawah akan berusaha
mencapai segala sesuatu yang sudah ditentukan manajemen tingkat atas.
• Literator saat ini lebih banyak mendukung anggaran partisipatif
(participative budget). Dalam proses penganggaran partisipatif, manajer
tingkat menengah dan bawah merencanakan yang mereka yakini merupakan
ekspektasi realistis mengenai kinerjanya.
• Penganggaran partisipatif menimbulkan rasa tanggung jawab dan
mendorong kreativitas manajer tingkat bawah. Oleh karena manajer
tingkat bawah yang menyusun anggaran, maka lebih mungkin tujuan
anggaran diinternalisasi menjadi tujuan pribadi manajer, sehingga terjadi
keselarasan antara tujuan pribadi manajer dan tujuan perusahaan.
• Penganggaran partisipatif dapat menimbulkan dua masalah yang harus
diperhatikan, yaitu:
1. masuknya slack ke dalam anggaran (sering disebut padding the budget);
2. partisipasi semu.
• Masalah pertama dalam penganggaran partisipatif adalah
peluang bagi manajer untuk memasukkan slack ke dalam
anggaran. Slack anggaran ada ketika manajer dengan sengaja
kurang dalam mengestimasi pendapatan atau lebih dalam
mengestimasi biaya.
• Masalah kedua dalam anggaran partisipatif terjadi jika manajer
puncak memegang pengendalian terhadap seluruh proses
penganggaran dan hanya berusaha mendapat partisipatif
semu dari manajer tingkat bawah. Praktik semacam itu disebut
pseudo-participation.
• Manajemen puncak hanya sekadar ingin supaya anggaran yang
sudah mereka buat diterima secara formal oleh manajer
tingkat bawah dan tidak secara sungguh-sungguh berusaha
mendapat masukan dari mereka
• Standar realistis. Jumlah yang dianggarkan akan
digunakan sebagai pedoman kinerja.
• Oleh karena itu, anggaran harus didasarkan pada
kondisi dan ekspektasi yang realistis.
• Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk
memastikan biaya dianggarkan dapat digunakan
sebagai pembanding yang setara dengan biaya
sesungguhnya.
• Keterkendalian Biaya. Pandangan konvensional menyatakan
manajer harus dimintai tanggung jawab hanya terhadap biaya
yang dapat mereka kendalikan.
• Biaya terkendali adalah biaya yang dapat dipengaruhi oleh
manajer yang bersangkutan.
• Menurut pandangan ini, manajer yang tidak dapat
mengendalikan suatu biaya tidak boleh dimintai tanggung
jawab terhadap biaya tersebut.
• Banyak perusahaan memasukkan biaya tidak terkendali ke
dalam anggaran manajer tingkat bawah.
• Praktik tersebut dimaksudkan untuk membuat manajer tingkat
bawah menyadari perlunya perusahaan menutup semua biaya
yang terjadi.
• Banyak Ukuran Kinerja. Organisasi sering melakukan
kesalahan menggunakan anggaran sebagai satu-satunya
ukuran kinerja manajer. Penekanan yang berlebihan terhadap
ukuran ini dapat mendorong perilaku disfungsional yang
disebut milking the firm atau rabun jauh (myopic).
• Perilaku rabun jauh terjadi jika seorang manajer mengambil
tindakan yang meningkatkan kinerja anggaran dalam jangka
pendek, tetapi dalam jangka panjang berpengaruh buruk
terhadap perusahaan.
• Cara terbaik untuk mencegah perilaku rabun adalah dengan
mengukur kinerja manajer berdasarkan beberapa dimensi,
termasuk atribut jangka panjang. Produktivitas, kualitas, dan
perkembangan karyawan merupakan contoh bidang kinerja
lain yang perlu dievaluasi.
DAFTAR ISTILAH
1. Anggaran (budget) adalah ekspresi kuantitatif suatu rencana yang
dinyatakan dalam satuan fisik atau keuangan atau keduanya.
2. Anggaran berkelanjutan (continuous atau rolling budget) atau anggaran
bergulir adalah anggaran yang akan ditambah dengan anggaran satu
bulan berikutnya setiap anggaran satu bulan sudah berlalu sehingga
perusahaan selalu memiliki anggaran untuk dua belas bulan.
3. Anggaran biaya adalah anggaran berbagai jenis biaya penjualan dan
administrasi, yang mungkin hanya terdiri atas biaya tetap atau hanya
biaya variabel atau biaya tetap dan variabel.
4. Anggaran incremental adalah anggaran yang disusun berdasarkan
anggaran tahun sebelumnya disesuaikan dengan realisasi dan ekspektasi
yang akan datang.
5. Anggaran induk (master budget) adalah sebuah rencana keuangan
komprehensif selama setahun yang terdiri atas anggaran berbagai
departemen dan aktivitas.
6. Anggaran kas (cash budget) adalah anggaran perkiraan penerimaan dan
pengeluaran kas selama periode anggaran disesuaikan dengan saldo kas awal dan
akhir. Anggaran kas menunjukkan kapan arus kas tidak mencukupi dan diperlukan
pendanaan dari luar, atau kapan terjadi kelebihan kas yang perlu diinvestasikan
daripada dibiarkan menganggur.
7. Anggaran keuangan (financial budget) adalah anggaran arus kas masuk dan arus
kas keluar, anggaran posisi keuangan, dan anggaran laporan arus kas.
8. Anggaran harga pokok penjualan (cost of goods sold budget) adalah anggaran
yang meringkas beberapa anggaran, seperti anggaran pemakaian bahan, tenaga
langsung, dan overhead pabrik, yang disesuaikan dengan persediaan barang jadi
awal dan akhir.
9. Anggaran laporan laba rugi adalah anggaran yang meringkas anggaran operasional
seperti penjualan, produksi, dan biaya operasi selama satu periode anggaran.
10.Anggaran neraca adalah anggaran yang menunjukkan posisi keuangan
perusahaan pada akhir periode anggaran. Anggaran neraca dimulai dari
laporan posisi keuangan awal disesuaikan dengan informasi anggaran tahun
yang bersangkutan. Anggaran neraca dapat menunjukkan masalah keuangan
serius yang dihadapi perusahaan di masa datang.
11.Anggaran operasional (operating budget) adalah rencana operasi jangka
pendek, biasanya mencakup satu tahun, menurut kuartal atau bulan, dan
berisi perkiraan pendapatan, biaya, dan laba.
12.Anggaran otoritatif atau totalitarian adalah anggaran induk yang setiap
komponennya ditetapkan oleh manajer tingkat atas sebagai cara untuk
merencanakan dan mengendalikan aktivitas manajer tingkat menengah dan
bawah.
13.Anggaran partisipatif (participative budget) atau demokratis adalah proses
penganggaran yang memungkinkan manajer tingkat menengah dan bawah
terlibat aktif dalam merencanakan aktivitas yang mereka meyakini realistis
dapat dicapai.
14.Anggaran penjualan (sales budget) adalah anggaran yang menjadi
titik tolak bagi pengembangan anggaran induk karena anggaran lain
dalam anggaran induk disusun berdasarkan anggaran penjualan.
15.Anggaran produksi (production budget) adalah perkiraan kuantitas
produksi yang diperlukan berdasarkan perkiraan penjualan ditambah
dengan persediaan barang jadi akhir yang diinginkan dikurangi
persediaan barang jadi awal.
16.Anggaran zero-based adalah proses penyusunan anggaran yang
didalamnya semua aktivitas direncanakan dan jumlah taksiran
biayanya harus dijustifikasi seolah-olah baru dimulai pertama kalinya.
17.Budgetary slack atau padding adalah jumlah kekurangan pendapatan
dan kelebihan biaya yang sengaja dimasukkan ke dalam anggaran
sehingga manajer tingkat menengah dan bawah lebih mudah
mencapai tujuan anggaran.
18.Continuously updated budget adalah anggaran yang diperbarui setiap
kali diperoleh informasi baru di sepanjang tahun anggaran.
19.Formula anggaran adalah rumus atau persamaan untuk menghitung jumlah
yang dianggarkan.
20.Keselarasan tujuan (goal congruence) adalah kepaduan atau kesesuaian tujuan
individual manajer dengan tujuan organisasi.
21.Laporan arus kas adalah sebuah anggaran yang menunjukkan perubahan kas
dan setara kas dalam satu periode.
22.Partisipasi semu (pseudo-participation) adalah tindakan manajer tingkat atas
yang memberikan kesan kepada manajer tingkat menengah dan bawah bahwa
masukan mereka dalam penyusunan anggaran induk diakomodasi meskipun
sebenarnya diabaikan.
23.Pendekatan anggaran akar rumput adalah proses pembuatan perkiraan
penjualan yang dimulai dari bawah kemudian diajukan ke atas, individu tenaga
penjual menyiapkan perkiraan penjualan dianggarkan untuk diajukan kepada
manajer penjualan.
24.Pendekatan anggaran manajemen tingkat atas adalah metode
pembuatan perkiraan penjualan dari manajemen tingkat atas
menuju manajemen tingkat bawah.
25.Pengendalian (control) adalah proses menetapkan standar,
memperoleh umpan balik mengenai kinerja yang sesungguhnya,
dan mengambil tindakan koreksi apabila kinerja yang
sesungguhnya menyimpang dari yang direncanakan.
26.Perencanaan (planning) adalah proses mengidentifikasi tujuan
dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
27.Perencanaan periodik adalah pertimbangan manajerial
mengenai apa yang akan dicapai selama periode waktu tertentu.
28.Perencanaan strategis (strategic planning) adalah proses
penentuan tujuan jangka panjang perusahaan.
29.Perkiraan penjualan adalah taksiran volume penjualan yang
digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran penjualan,
produksi, dan keuangan pada periode tertentu.
30.Planning, programming, and budgeting system (PPBS) adalah
sistem penganggaran yang memusatkan pada output (program
atau aktivitas) organisasi dan mengalokasi sumber daya
organisasi yang terbatas kepada aktivitas atau program yang
menjanjikan tingkat hasil yang paling besar.
31.Proses dan konten adalah dua konsep yang menjadi dasar
anggaran partisipatif. Proses mengacu pada tindakan untuk
berpartisipasi. Konten mengacu pada tujuan bersama yang
diinternalisasi oleh setiap anggota kelompok.
32.Umpan balik adalah komunikasi informasi evaluasi kinerja
kepada setiap individu manajer yang bertanggung jawab.
SOAL
1. Definisikan anggaran! Bagaimana anggaran digunakan untuk
perencanaan?
2. Definisikan pengendalian! Bagaimana anggaran digunakan untuk
pengendalian?
3. Jelaskan beberapa alasan mengenai perlunya penganggaran!
4. Apa yang dimaksud dengan anggaran induk, anggaran operasional,
dan anggaran keuangan?
5. Jelaskan sistem penyusunan anggaran dengan pendekatan
konvensional, zero-based, dan PPBS!
6. Jelaskan pendekatan penyusunan anggaran akar rumput dan
pendekatan manajemen atas!
7. Jelaskan perbedaan antara sistem penganggaran otoritatif dan
sistem penganggaran partisipatif!
8. Apa yang dimaksud dengan partisipasi semu (pseudo-participation)?
9. Apa hubungan antara penganggaran partisipatif dan keselarasan
tujuan?
10.Apa yang dimaksud slack anggaran? Bagaimana hal itu terjadi? Apakah
yang harus dilakukan oleh manajemen tingkat atas untuk mengatasi
masalah tersebut?
11.Jelaskan peran perkiraan penjualan dalam penganggaran! Apakah
perbedaan antara perkiraan penjualan dan anggaran penjualan?
12.Semua anggaran tergantung pada anggaran penjualan. Apakah
pernyataan itu benar? Jelaskan!
13.Meskipun banyak perusahaan kecil yang tidak menyusun anggaran
induk yang lengkap, hampir semua perusahaan menyusun anggaran
kas. Mengapa hal itu terjadi?
14.Jelaskan kelemahan anggaran induk tradisional! Dalam
situasi seperti apa anggaran induk bekerja dengan baik?
15.Definisikan anggaran statis! Berikan contoh yang
menunjukkan pengandalan pada nggaran statis dapat
menyesatkan manajemen!
16.Apakah dua pengertian anggaran fleksibel? Bagaimana
anggaran fleksibel jenis pertama dan kedua digunakan?
17.Langkah-langkah apa yang diperlukan dalam penyusunan
anggaran berbasis aktivitas? Apa perbedaan langkah-
langkah tersebut dengan langkah-langkah penyusunan
anggaran induk?
PILIHAN GANDA
1. Proses mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk
mencapainya adalah...
a. perencanaan. c. penganggaran.
b. pengendalian. d. operasi.

2. Proses menetapkan standar, memperoleh umpan balik mengenai kinerja


yang sesungguhnya, dan mengambil tindakan koreksi apabila kinerja yang
sesungguhnya menyimpang dari yang direncanakan adalah...
a. perencanaan. c. penganggaran.
b. pengendalian. d. operasi.

3. Rencana keuangan komprehensif selama setahun yang terdiri atas


anggaran berbagai departemen dan aktivitas adalah...
a. anggaran induk. c. anggaran operasional.
b. perencanaan strategis. d. anggaran keuangan.
4. Anggaran aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh penghasilan,
meliputi penjualan, produksi, dan persediaan barang jadi dengan hasil akhir
berupa laporan laba rugi dianggarkan atau pro forma adalah...
a. anggaran induk. c. anggaran operasional.
b. perencanaan strategis. d. anggaran keuangan.

5. Anggaran arus kas masuk dan arus kas keluar, anggaran posisi keuangan,
dan anggaran laporan arus kas adalah...
a. anggaran induk. c. anggaran operasional.
b. perencanaan strategis. d. anggaran keuangan.

6. Anggaran yang setiap kali di sepanjang tahun anggaran akan diperbarui


berdasarkan informasi baru yang diperoleh adalah...
a. continuously updated budget.
b. zero-based budgeting.
c. continuous atau rolling budget.
d. planning, programming, and budgeting system.
7. Sebuah pernyataan kuantitatif rencana manajemen mencapai tujuan
adalah...
a. bagan organisasi. c. anggaran.
b. bagan manajemen. d. bagan prosedural.

8. Anggaran operasional normalnya mencakup periode...


a. satu tahun atau kurang. c. satu sampai lima tahun.
b. satu sampai dua tahun. d. satu sampai sepuluh tahun.

9. Berbagai komponen anggaran biasanya disusun oleh...


a. staf manajemen. c. manajer anggaran.
b. manajemen lini. d. kontrolir.
10. Proses penyusunan anggaran yang di dalamnya manajer pusat
pertanggungjawaban harus menjustifikasi semua aktivitas direncanakan dan
taksiran biaya totalnya disebut...
a. anggaran konvensional.
b. anggaran induk (master).
c. sistem program perencanaan dan anggaran.
d. anggaran zero-based.

11. Anggaran yang memusatkan pada output organisasi disebut...


a. anggaran konvensional.
b. anggaran induk (master).
c. sistem program perencanaan dan anggaran.
d. anggaran zero-based.

12. Proses penganggaran yang didalamnya setiap komponen anggaran induk


ditetapkan oleh manajemen tingkat atas disebut...
a. anggaran otoritatif. c. anggaran induk (master).
b. anggaran partisipatif. d. anggaran organisasi.
13. Proses penganggaran yang didalamnya manajer tingkat
menengah dan tingkat bawah merencanakan yang mereka
yakini merupakan perkiraan realistis mengenai kinerja mereka
yang seharusnya disebut...
a. anggaran otoritatif. c. anggaran induk (master).
b. anggaran partisipatif. d. anggaran organisasi.

14. Sebuah pendekatan penyusunan anggaran yang


didalamnya semua tingkatan perusahaan berpartisipasi dalam
mengembangkan anggaran induk disebut...
a. manajemen atas. c. akar rumput.
b. estimasi historis. d. bottom-up.
15. Manakah dari pernyataan berikut ini yang paling benar?
a. a. Kelebihan dari pendekatan manajemen atas untuk penganggaran
induk adalah anggaran akan mendapat dukungan otomatis dari
manajemen tingkat atas dan pendekatan yang efisien waktu.
b. b. Kelemahan utama pendekatan manajemen tingkat atas adalah
manajemen tingkat menengah tidak berpartisipasi dalam keputusan
penganggaran.
c. c. Jika manajemen tingkat menengah dan tingkat bawah serta karyawan
kunci tidak terlibat dalam proses penganggaran, mereka tidak mungkin
memberikan kerjasama dan energi yang diperlukan untuk membuat
anggaran berhasil.
d. d. Apabila semua tingkat manajemen dilibatkan dalam penyusunan
anggaran, manajemen tingkat menengah dan tingkat bawah lebih
mungkin merasa bertanggung jawab untuk bekerja dalam batas yang
ditentukan.
16. Fondasi anggaran induk adalah...
a. anggaran kas. c. perkiraan penjualan.
b. sumber daya yang dimiliki sekarang. d. taksiran produksi.

17. Perkiraan penjualan (dalam unit) yang disesuaikan dengan perubahan persediaan
adalah...
a. anggaran produksi.
b. anggaran persediaan akhir.
c. anggaran pembelian bahan baku.
d. anggaran pemakaian bahan baku

18. Produksi harus...


a. ditentukan pada kapasitas paling tinggi dalam rangka membentuk tingkat
persediaan yang paling tinggi.
b. dijadwalkan secara efisien sehingga tingkat kerja relatif stabil.
c. ditentukan untuk meminimalkan biaya penyimpanan.
d. jawaban b dan c saja.
Berikut ini informasi untuk soal nomor 19 dan 20.
Sebuah perusahaan memiliki anggaran harga pokok penjualan dalam satu kuartal
Rp210.000.000. Data berikut ini juga didasarkan pada anggaran harga pokok
penjualan kuartalan.

Persediaan barang jadi awal Rp30.000.000


Persediaan barang jadi akhir 41.000.000
Anggaran overhead 63.000.000

19. Berapakah jumlah harga pokok produksi dalam satu kuartal?


a. Rp207.000.000 c. Rp234.000.000
b. Rp213.000.000 d. Rp276.000.000

20. Misalkan anggaran tenaga kerja langsung dalam satu kuartal sebesar
Rp58.000.000, berapakah anggaran pembelian bahan baku dalam satu kuartal?
a. Rp86.000.000
b. Rp92.000.000
c. Rp98.000.000
d. Tidak dapat dihitung berdasarkan informasi yang disediakan.
21. Sebagai direktur perusahaan mesin penyedot debu, Anda harus
menyusun anggaran induk. Untuk tipe deluxe, Anda memperkirakan unit
penjualan pada Januari, Februari, dan Maret secara berturut-turut sebanyak
3.000, 3.400, dan 3.250. Tanggal 1 Januari 2011, akibat permintaan yang
meningkat, perusahaan tidak memiliki persediaan. Anda ingin memiliki
persediaan 1.200 unit pada akhir bulan Januari, 1.000 unit pada akhir bulan
Februari, dan 800 unit pada akhir bulan Maret. Ketika menyusun anggaran
pembelian bahan baku bulan Februari, Anda terutama memerhatikan biaya
pembelian komponen 8. Tiga unit komponen 8 diperlukan untuk membuat
satu unit mesin tipe deluxe. Jika persediaan yang diinginkan untuk komponen
8 adalah 60 persen dari kebutuhan produksi komponen 8 bulan berikutnya,
dan biaya per unit komponen 8 adalah Rp12.500.Berapakah biaya pembelian
pada Februari dalam anggaran pembelian bahan baku untuk komponen 8?
a. Rp38.875.000 c. Rp92.450.000
b. Rp64.280.000 d. Rp116.625.000
22. Manakah pernyataan berikut ini yang cocok dengan penganggaran
partisipatif?
a. Proses penganggaran otoritatif memiliki aspek negatif yang akan
menurunkan efisiensi perusahaan dalam jangka panjang.
b. Orang anggaran akan merasa sukses hanya jika orang pabrik merasa salah.
c. Partisipasi semu (pseudo-participation) merupakan sebuah langkah positif
menuju terbentuknya proses penganggaran partisipatif.
d. Anggaran otoritatif dianggap oleh karyawan sebagai alat penekan.

23. Tuan Simalun adalah manajer tingkat menengah yang sedang menangani
sebuah proyek. Perusahaan menggunakan anggaran partisipatif. Tuan Simalun
mengajukan anggaran biaya Rp15.000.000 untuk proyek yang ia tangani ketika
anggaran yang seharusnya diajukan sebesar Rp13.500.000. Jika biaya
sesungguhnya proyek tersebut Rp14.400.000, tetapi sudah ditentukan bahwa
proyek seharusnya dapat diselesaikan dengan biaya Rp13.900.000. Berapakah
penyimpangan yang sebenarnya?
a. Rp400.000 merugikan. c. Rp1.100.000 menguntungkan.
b. Rp600.000 menguntungkan. d. Rp500.000 merugikan.
LATIHAN
Latihan 4.1
• PT Salma memproduksi berbagai jenis perlengkapan tidur.
Dua jenis produk yang paling populer adalah bantal dan
guling. Bantal dijual Rp40.000 dan guling dijual Rp30.000.
Proyeksi penjualan kedua jenis produk empat kuartal yang
akan datang adalah sebagai berikut.
• Direktur perusahaan memandang proyeksi penjualan tersebut
realistis dan dapat dicapai oleh perusahaan. Di pabrik, kepala
departemen produksi sudah menerima angka proyeksi penjualan
dan sedang mengumpulkan informasi untuk menyusun anggaran
produksi. Dia menemukan terdapat 300 buah bantal dan 170
guling yang ada dalam persediaan pada 1 Januari. Kebijakan
perusahaan menetapkan persediaan akhir sebanyak 20 persen
dari penjualan kuartal berikutnya untuk bantal dan 10 persen dari
penjualan kuartal berikutnya untuk guling.
Pertanyaan
1. Susunlah anggaran penjualan setiap kuartal dan setahun. Sajikan
penjualan menurut produk dan total dalam setiap periode!
2. Apakah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh
perusahaan dalam menyusun anggaran penjualan?
3. Buatlah anggaran produksi yang terpisah untuk setiap produk
dalam tiga kuartal pertama tahun tersebut!
Latihan 4.2
PT Merona memproduksi boneka binatang dan salah satunya
adalah boneka gorila. Setiap boneka gorila membutuhkan 0,10
meter kain dan 3 ons plastik. Biaya kain Rp35.000 per meter dan
plastik Rp5 per ons. Perusahaan menganggarkan produksi
boneka gorila untuk empat bulan yang akan datang sebagai
berikut.
• Kebijakan persediaan menetapkan kain yang mencukupi harus tersedia
dalam persediaan pada akhir setiap bulan untuk memenuhi 15 persen
kebutuhan produksi bulan berikutnya dan plastik yang mencukupi harus
tersedia dalam persediaan untuk memenuhi 30 persen kebutuhan produksi
bulan berikutnya. Persediaan kain dan plastik pada awal Oktober sama
dengan jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebijakan persediaan.
Setiap boneka gorila yang dihasilkan membutuhkan rata-rata 0,2 jam kerja
langsung. Rata-rata biaya tenaga kerja langsung adalah Rp105.000 per jam.

• Pertanyaan
1. Buatlah anggaran pembelian bahan baku kain kuartal terakhir tahun
tersebut yang menunjukkan pembelian dalam unit dan rupiah setiap bulan
dan total satu kuartal!
2. Buatlah anggaran pembelian bahan baku plastik kuartal terakhir tahun
tersebut yang menunjukkan pembelian dalam unit dan rupiah setiap bulan
dan total satu kuartal!
3. Buatlah anggaran tenaga kerja langsung kuartal terakhir tahun tersebut
yang menunjukkan jam yang diperlukan dan biaya tenaga kerja langsung
setiap bulan dan total dalam satu kuartal!
• Latihan 4.3
Tuan Dersana, mantan pemain tenis, memiliki toko yang menjual peralatan
olahraga baru maupun bekas. Tuan Dersana meminta Anda menyiapkan
anggaran kas bulan Oktober. Setelah meneliti catatan perusahaan, Anda
memperoleh informasi berikut ini.
a. Saldo kas pada 1 Oktober sebesar Rp1.980.000.
b. Penjualan sesungguhnya bulan Agustus dan September sebagai berikut.

c. Penjualan kredit diterima kasnya selama periode tiga bulan, yaitu 50


persen pada bulan pertama, 30 persen pada bulan kedua, dan 15 persen
pada bulan ketiga, dan sisanya tidak dapat diterima.
d. Pembelian barang rata-rata 70 persen dari penjualan total sebulan. Dari
pembelian tersebut, 40 persen dibayar pada bulan pembelian. Sisanya 60
persen dibayar pada bulan berikutnya.
e. Gaji dan upah Rp2.000.000 per bulan.
f. Sewa sebesar Rp2.700.000 per bulan.
g. Pajak yang dibayar bulan Oktober Rp5.000.000.
h. Kas yang biasa diambil sebagai prive Rp4.000.000 setiap bulan.
i. Iklan Rp500.000 per bulan.
j. Biaya operasi lainnya berjumlah Rp800.000 per bulan.

Tuan Dersana memberi tahu Anda bahwa dia memperkirakan penjualan tunai
Rp10.000.000 dan penjualan kredit bulan Oktober sebesar Rp65.000.000. Dia
menginginkan kas di tangan sebesar Rp2.000.000 pada akhir bulan dan ingin
segera mengetahui saldo kas pada akhir Oktober.

Pertanyaan
1. Buatlah anggaran kas bulan Oktober. Cantumkan daftar perhitungan
penerimaan kas dan pembayaran kas!
2. Apakah saldo kas pada akhir bulan mencapai yang diharapkan dengan
asumsi pemilik tidak ingin mencari pinjaman untuk usahanya? Apakah
rekomendasi yang akan Anda berikan kepada pemilik untuk mencapai saldo
kas yang diharapkan?
• Latihan 4.4
• PT Prakarya adalah produsen meja yang dijual ke sekolah, restoran, hotel,
dan institusi lainnya. Bagian atas meja diproduksi sendiri oleh perusahaan,
sedangkan kaki meja dibeli dari pemasok luar. Departemen perakitan
mengambil bagian atas meja yang sudah dibuat dan memasang empat
kaki yang dibeli. Dalam merakit meja diperlukan waktu 18 menit.
Perusahaan mengambil kebijakan untuk menghasilkan meja dalam jumlah
memadai untuk menyediakan 40 persen dari penjualan bulan berikutnya
dalam persediaan barang jadi. Perusahaan juga membeli bahan yang
cukup untuk menyediakan persediaan bahan sebanyak 60 persen dari
jumlah yang dijadwalkan akan digunakan untuk produksi bulan berikutnya.
Anggaran penjualan perusahaan untuk kuartal yang akan datang adalah
sebagai berikut.
Pertanyaan
1. Hitunglah jumlah meja yang akan diproduksi bulan Agustus!
2. Dengan mengabaikan jawaban permintaan 1, misalkan produksi
yang diperlukan untuk Agustus dan September secara berturut-
turut adalah 1.600 dan 1.800, dan pada 31 Juli persediaan bahan
sebanyak 4.200 kaki meja. Hitunglah kaki meja yang harus dibeli
pada Agustus!
3. Misalkan perusahaan akan memproduksi 1.800 pada September.
Berapa banyak karyawan yang akan diperlukan oleh departemen
perakitan pada September? (Karyawan dapat dipekerjakan
secara paruh waktu dengan asumsi ada 40 jam per minggu dan 4
minggu per bulan).
Latihan 4.5
PT Mandala akan menyusun anggaran laporan arus kas tahun 2013. Berikut ini
informasi anggaran yang sudah berhasil dikumpulkan untuk tujuan tersebut.

Pertanyaan
Direktur utama perusahaan, Tuan Sanijo, meminta Anda untuk menyusun anggaran
laporan arus kas tahun 2013 dengan metode langsung.
Latihan 4.6
Dalam rangka memperbaiki penganggaran, kepala bagian
akuntansi PT Mansuria mengembangkan sebuah anggaran
fleksibel untuk biaya overhead. Perusahaan memproduksi dua
jenis kertas, yaitu kertas HVS dan kertas karton. Perusahaan
memperkirakan akan memproduksi 500.000 ton untuk setiap
jenis produk pada tahun yang akan datang. Kertas HVS
membutuhkan 0,01 jam kerja langsung per ton, dan kertas
karton membutuhkan 0,05. Bagian akuntansi sudah
mengembangkan formula biaya berikut ini untuk empat unsur
overhead.
Pertanyaan
1. Buatlah anggaran overhead pada tingkat aktivitas diharapkan tahun yang
akan datang!
2. Buatlah anggaran overhead yang mencerminkan produksi 10 persen lebih
tinggi dari yang diharapkan (untuk kedua produk) dan anggaran untuk
produksi 20 persen lebih rendah dari yang diharapkan!

Pada akhir tahun, perusahaan sesungguhnya memproduksi 550.000 ton


kertas HVS dan 500.000 ton kertas karton. Biaya overhead yang
sesungguhnya terjadi adalah sebagai berikut.

Pertanyaan
Buatlah laporan kinerja periode tersebut!
• Latihan 4.7
• PT Indospring memproduksi tiga model matras: standar, plus, dan optima. Perkiraan
penjualan 2010 adalah 15.000 unit standar, 12.000 unit plus, dan 5.000 unit optima.
Tuan Darsono, wakil direktur pemasaran, sudah memberikan informasi berikut ini.
a. Gaji untuk kantornya (dirinya sendiri Rp65.000.000, asisten riset pemasaran
Rp40.000.000, dan asisten administrasi Rp25.000.000) dianggarkan Rp130.000.000
tahun yang akan datang.
b. Depresiasi kantor dan peralatan Rp20.000.000 per tahun.
c. Perlengkapan kantor dan biaya lainnya Rp21.000.000 per tahun.
d. Advertensi relatif tetap Rp20.000.000 per tahun. Namun, optima adalah produk
baru dan akan memerlukan iklan yang ekstensif untuk mengedukasi konsumen
mengenai keistimewaan matras berkualitas tinggi tersebut. Tuan Darsono
merencanakan perusahaan akan mengeluarkan 5 persen dari penjualan tahun
pertama tipe optima untuk iklan tercetak dan televisi.
e. Komisi untuk tipe standar dan plus adalah 3 persen dari penjualan. Komisi
tersebut dibayarkan kepada tenaga penjual independen yang berhasil menjual
matras kepada toko pengecer.
f. Tahun sebelumnya, biaya pengiriman tipe standar dan plus rata-rata Rp50.000
per unit yang dijual. Tuan Darsono memperkirakan biaya pengiriman tipe optima
sebesar Rp75.000 per unit karena model matras yang lebih besar.
Pertanyaan
1. Misalkan Tuan Darsono mempertimbangkan tiga skenario penjualan
sebagai berikut.

• Buatlah anggaran penjualan divisi penjualan tahun yang akan datang!


2. Buatlah anggaran biaya fleksibel divisi penjualan dengan tiga skenario di
atas! Misalkan Tuan Darsono menentukan bahwa aktivitas divisi penjualan
tahun yang akan datang meliputi sebagai berikut.
a. Riset—meneliti kondisi industri sekarang dan masa datang.
b. Pengiriman—mengatur pengiriman matras dan menanggapi permintan dari agen
pembeli di toko pengecer untuk melacak pengiriman dan memperbaiki kesalahan.
c. Koordinasi—mengoordinasi usaha tenaga penjualan independen yang menjual matras.
d. Iklan rutin—mengiklankan secara tercetak dan di televisi untuk tipe standar dan plus.
e. Iklan optima—pemilihan dan kerja sama dengan agen iklan untuk tipe optima.
f. Manajemen kantor—pengoperasian kantor divisi penjualan.
• Persentase waktu yang digunakan oleh setiap karyawan divisi
penjualan untuk setiap aktivitas di atas diberikan dalam
peraga berikut ini.
• Terdapat juga informasi tambahan sebagai berikut.
a. Depresiasi peralatan kantor termasuk dalam aktivitas manajemen kantor.
b. Biaya perlengkapan kantor dan biaya lainnya Rp21.000.000, Rp5.000.000
dapat dibebankan sebagai biaya telepon, yang dapat dipecah dalam
jumlah yang sama untuk aktivitas pengiriman dan koordinasi. Tambahan
Rp2.400.000 adalah untuk sambungan Internet dan sebagian besar dari
biaya tersebut (80%) dibebankan ke riset. Sisanya adalah biaya
manajemen kantor. Semua biaya perlengkapan dan kantor lainnya
dibebankan ke aktivitas manajemen kantor.

• Pertanyaan
1. Buatlah anggaran berbasis aktivitas tahun yang akan datang menurut
aktivitas (gunakan tingkat aktivitas penjualan yang diharapkan)!
2. Berdasarkan anggaran yang disusun pada permintaan 1, berikan saran
kepada Tuan Darsono mengenai tindakan yang mungkin diperlukan untuk
mengurangi biaya!
• Latihan 4.8
• PT Elektra memproduksi katup pengontrol yang digunakan untuk
peralatan tambang. Katup pengontrol dijual kepada berbagai
perusahaan minyak dan gas di seluruh Indonesia. Proyeksi penjualan
dalam unit empat bulan yang akan datang adalah sebagai berikut.

• Berikut ini juga disajikan data mengenai kebijakan produksi dan


spesifikasi produksi yang diikuti oleh PT Elektra.
a. Persediaan barang jadi 1 Januari adalah 13.000 unit. Persediaan
akhir yang diharapkan pada setiap akhir bulan adalah 70 persen
dari penjualan bulan berikutnya.
b. Data bahan yang digunakan adalah sebagai berikut.
• Kebijakan persediaan menetapkan bahan yang mencukupi
harus tersedia pada awal bulan untuk memproduksi 50
persen taksiran penjualan bulan yang bersangkutan.
Jumlah tersebut sama dengan bahan dalam persediaan
pada 1 Januari.
c. Tenaga kerja langsung yang digunakan per unit output
adalah 2 jam. Biaya tenaga kerja langsung rata-rata per
jam adalah Rp15.000.
d. Overhead setiap bulan diestimasi dengan rumus anggaran
fleksibel. Aktivitas diukur dengan jam kerja langsung.
e. Biaya penjualan dan administrasi bulanan juga diestimasi
menggunakan formula anggaran fleksibel. Aktivitas diukur
dengan unit yang dijual.
f. Harga jual per unit katup pengontrol adalah Rp90.000.
g. Bulan Februari, perusahaan berencana membeli tanah untuk ekspansi di masa
datang. Harga tanah Rp90.000.000.
h. Semua penjualan dan pembelian dilakukan secara tunai. Saldo kas 1 Januari sebesar
Rp162.900.000. Jika perusahaan mengalami kekurangan kas pada akhir bulan,
jumlah kas yang memadai akan dipinjam untuk menutupi kekurangan tersebut.
Semua kas yang dipinjam akan dikembalikan bulan berikutnya ditambah bunga.
Tingkat bunga adalah 12 persen per tahun.
• Pertanyaan
• Siapkan anggaran operasional bulanan pada awal kuartal dengan laporan-laporan
berikut:
1. anggaran penjualan,
2. anggaran produksi,
3. anggaran pembelian bahan baku,
4. anggaran tenaga kerja langsung,
5. anggaran overhead,
6. anggaran biaya penjualan dan administrasi,
7. anggaran persediaan akhir barang jadi,
8. anggaran harga pokok penjualan,
9. anggaran laporan laba rugi (abaikan pajak),
10. anggaran kas.
• Latihan 4.9
• Tuan Bernard adalah kepala bagian akuntansi toko peralatan komputer
Komputindo. Untuk menyusun anggaran kas kuartal keempat tahun ini, dia sudah
mengumpulkan data berikut ini.

a. Penjualan
b. Setiap bulan, 20 persen dari penjualan adalah tunai dan 80 persen kredit. Pola
pengumpulan kas dari piutang adalah 20 persen pada bulan penjualan, 50 persen
pada bulan berikutnya, dan 30 persen pada bulan kedua setelah penjualan.
c. Setiap bulan, persediaan akhir sama dengan 40 persen biaya dari penjualan bulan
berikutnya. Markup barang adalah 33,33 persen dari biaya.
d. Pembelian barang dibayar pada bulan setelah pembelian.
e. Biaya yang terjadi setiap bulan adalah sebagai berikut.

f. Pajak bumi dan bangunan jatuh tempo dan dibayar pada 15


September.
g. Biaya iklan Rp15.000.000 harus dibayar pada 20 Oktober.
h. Sewa fasilitas gudang baru dijadwalkan mulai pada 2 November.
Pembayaran bulanan adalah Rp5.000.000.
i. Perusahaan memiliki kebijakan untuk menjaga saldo kas minimum
Rp10.000.000. Jika diperlukan, perusahaan akan meminjam untuk
menutup kekurangan kas. Semua pinjaman dilakukan pada setiap
awal bulan. Semua pembayaran pokok utang dan bunganya
dilakukan setiap akhir bulan. Bunga tahunan adalah 9 persen.
Perusahaan harus pinjam dalam kelipatan Rp1.000.000.
j. Berikut adalah neraca yang belum selesai pada 31
Agustus (utang dagang hanya untuk pembelian bahan.)
Pertanyaan
1. Selesaikan neraca yang disajikan dalam huruf (j)!
2. Bernard ingin mengetahui kondisi perusahaan
sebelum mulai operasi bulan Desember. Buatlah
anggaran kas untuk bulan September, Oktober,
dan November dan untuk total periode tiga bulan
(periode dimulai 1 September)! Berikan
perhitungan pendukung untuk pengumpulan kas!
3. Buatlah neraca pro forma pada 30 November!
• Latihan 4.10
• PT Ultra Jaya memiliki tujuh toko elektronik di Solo dan Yogyakarta.
Ekspansi yang cepat menimbulkan kebutuhan untuk merancanakan
dengan cermat kebutuhan kasnya supaya dapat membeli persediaan
yang mencukupi dan membayar kreditur tepat waktu. Tuan Tunoyo,
pemilik perusahaan, sudah membangun hubungan dengan bank yang
bersedia memberikan kredit sampai sebesar Rp200.000.000 kepada
perusahaan. Bank mewajibkan saldo minimum Rp8.200.000 harus
dipelihara dalam rekening giro pada setiap akhir bulan. Apabila
saldonya turun di bawah Rp8.200.000, bank secara otomatis akan
memberi kredit dengan kelipatan Rp1.000.000 sehingga rekening giro
perusahaan paling tidak Rp8.200.000 pada akhir bulan. Perusahaan
berusaha meminjam sesedikit mungkin dan membayar pinjaman
secepatnya dalam kelipatan Rp1.000.000 ditambah bunga 2 persen
bunga bulanan dari seluruh saldo pinjaman. Pembayaran bunga dan
pokok pinjaman dilakukan pada akhir bulan berikutnya setelah
pinjaman. Perusahaan sekarang tidak memiliki pinjaman. Data
penerimaan dan pengeluaran kas berikut ini untuk kuartal empat
tahun kalender sekarang.
• Proyeksi pengumpulan kas dari penjualan kredit ditaksir sebesar 70
persen pada bulan pertama setelah penjualan, 20 persen pada bulan
kedua setelah penjualan, dan 6 persen pada bulan ketiga setelah
penjualan. Sebesar 4 persen yang tidak dibayar setelah bulan ketiga
ditetapkan tidak tertagih/terkumpul. Selain itu, perusahaan dijadwalkan
akan menerima kas Rp13.000.000 dari piutang wesel pada bulan Oktober.
• Semua persediaan barang dibeli secara kredit karena perusahaan memiliki
sejarah kredit yang sangat baik dengan semua pemasok akibat pembayaran
yang selalu tepat waktu. Berikut informasi mengenai pembelian persediaan.

• Pengeluaran kas untuk persediaan dilakukan pada bulan setelah pembelian


dengan memanfaatkan potongan rata-rata 3 persen karena pembayaran
tepat waktu. Taksiran pengeluaran kas bulanan untuk biaya operasi selama
Oktober Rp38.000.000, November Rp41.000.000, dan Desember
Rp46.000.000

• Pertanyaan
• Buatlah anggaran kas PT Ultra Jaya untuk bulan Oktober, November, dan
Desember yang menunjukkan semua penerimaan, pengeluaran, dan
aktivitas pinjaman, jika diperlukan!
• Latihan 4.11
• Impression Care adalah pemberi jasa perawatan kulit yang memiliki dua dokter
kulit, satu manajer kantor, dua tenaga asisten medis, dan satu resepsionis.
Manajer kantor memberikan informasi berikut ini mengenai operasi perusahaan.
a. Sewa kantor Rp1.200.000 per bulan.
b. Depresiasi peralatan dan perabotan Rp1.000.000 per bulan.
c. Ketika seorang pasien menghubungi untuk melakukan perawatan, resepsionis
menentukan berapa lama perawatan akan dilakukan dan menjadwalkan satu,
dua, tiga, atau empat slot waktu 15 menitan. Sebagai contoh, perawatan kulit
pertama kali membutuhkan waktu 30 menit, atau dua slot waktu 15 menitan,
tetapi untuk perawatan rutin hanya membutuhkan satu slot waktu 15 menitan.
d. Manajer kantor mengestimasi setiap pasien membutuhkan biaya setiap bulan
sekitar Rp10.000 untuk perlengkapan kantor. Taksiran perlengkapan medis agak
lebih kompleks. Menurut tenaga asisten medis, pasien yang membutuhkan
waktu perawatan lebih lama memerlukan perlengkapan medis lebih banyak
dibanding pasien dengan waktu perawatan lebih singkat. Setelah dibahas, dia
menyimpulkan setiap pasien menggunakan perlengkapan medis sekitar
Rp5.000 untuk setiap 15 menit perawatan. Pasien yang memerlukan waktu
perawatan singkat (15 menit) akan menggunakan perlengkapan medis
Rp5.000, dan pasien yang membutuhkan waktu perawatan satu jam akan
memerlukan perlengkapan medis Rp20.000.
e. Manajer kantor menerima gaji Rp25.000.000 setahun, setiap asisten medis
menerima gaji Rp18.000.000 per tahun, dan gaji resepsionis Rp15.000.000
per tahun.
f. Utilitas sebesar Rp500.000 per bulan.
g. Perusahaan jasa kebersihan membersihkan kantor dua kali seminggu dengan
biaya Rp250.000 per bulan.
h. Biaya akuntansi dan keuangan rata-rata sebesar Rp28.800.000 per tahun.
i. Asuransi sebesar Rp36.000.000 per tahun.
j. Biaya lainnya (langganan majalah, tanaman, dan lainnya) sekitar Rp700.000
per bulan.
k. Bulan yang akan datang, ditaksir dokter akan merawat 800 pasien yang akan
membutuhkan total 1.200 slot waktu 15 menitan.

• Pertanyaan
• 1. Kelompokkan biaya ke dalam tetap atau variabel, dan tentukan
pemicunya!
2. Buatlah anggaran overhead bulan Mei (karena dokter membagi keuntungan
dari praktik, abaikan gaji dokter dan anggap semua biaya praktik sebagai
overhead)! Misalkan akuntan perusahaan tersebut memutuskan untuk
menyusun anggaran berbasis aktivitas untuk Impression Care. Dia sudah
melakukan wawancara dengan manajer kantor, resepsionis, dan asisten medis
serta menghasilkan informasi berikut ini.
a. Pada dasarnya terdapat enam aktivitas untuk praktik medis tersebut, yaitu:
penjadwalan perawatan, pemeriksaan awal pasien, membantu dokter,
penagihan asuransi, penanganan perselisihan asuransi, dan penyediaan
fasilitas.
b. Penjadwalan perawatan dilakukan oleh resepsionis. Hal itu memerlukan
sekitar setengah dari waktunya dan memerlukan paket program komputer
khusus. Jumlah panggilan telepon kepada perusahaan merupakan pemicu
aktivitas. Biaya per unit pemicu adalah Rp1.000 per panggilan.
c. Pemeriksaan awal memerlukan asisten medis untuk memanggil setiap pasien
dari ruang tunggu ke ruang pemeriksaan. Asisten medis kemudian mencatat
sejarah singkat kesehatan pasien dan menentukan jenis keluhan. Jika hanya
perawatan rutin, asisten kadang dapat menanganinya. Pemicunya adalah
jumlah pasien yang datang, dan biaya per unit pemicu adalah Rp7.250.
d. Aktivitas membantu dokter dilakukan oleh asisten medis. Setelah
pemeriksaan awal, dokter memeriksa pasien dan melakukan diagnosis
dan treatment. Kadang treatment memerlukan bantuan asisten dengan
sebuah prosedur (misalnya pembedahan ringan). Pemicu aktivitas ini
adalah jumlah prosedur, dan biaya per unit pemicu adalah Rp7.250.
e. Pengiriman klaim asuransi dilakukan oleh manajer kantor dan
resepsionis. Aktivitas itu memerlukan sekitar 60 persen waktu manajer
kantor dan setengah dari waktu resepsionis. Perlengkapan kantor dan
program komputer juga diperlukan. Pemicunya adalah jumlah klaim
yang dikirim dan biayanya adalah Rp9.270 per klaim.
f. Kadang-kadang, klaim asuransi dipermasalahkan oleh perusahaan
asuransi. Apabila itu terjadi, maka akan membutuhkan waktu dan usaha
yang cukup banyak dari manajer kantor. Dia juga membutuhkan
bantuan dari asisten medis untuk mengecek kesalahan resep dan
menjelaskan diagnosis. Perlengkapan dan mesin kantor (mesin faks dan
panggilan jarak jauh) juga diperlukan. Pemicunya adalah jumlah klaim
yang dipermasalahkan dengan biaya Rp123.500 per masalah.
• g. Aktivitas terakhir adalah pemberian fasilitas. Biayanya total
Rp8.550.000 per bulan dan termasuk sewa, depresiasi komputer,
utilitas, jasa kebersihan, jasa akuntansi dan keuangan, asuransi,
dan biaya lainnya. Untuk bulan Mei, taksiran setiap pemicu
adalah sebagai berikut: 875 panggilan telepon untuk perawatan,
800 pasien yang akan datang, 400 prosedur akan dilakukan, 650
klaim asuransi yang dikirim, dan 40 klaim bermasalah.

• Pertanyaan
1. Buatlah anggaran overhead berbasis aktivitas untuk bulan Mei!
2. Berdasarkan informasi yang diberikan, apakah saran manajerial
yang akan Anda berikan kepada Impression Care?
• Latihan 4.12
• PT Karmel sudah mengumpulkan data operasional untuk
menyusun rencana laba tahunan. Perincian penjualan PT
Karmel untuk enam bulan pertama tahun yang akan datang
adalah sebagai berikut
• Biaya barang yang dijual rata-rata 40 persen dari nilai
penjualan. Tujuan perusahaan adalah menjaga target
persediaan sama dengan 30 persen dari penjualan bulan
berikutnya. Pembelian barang yang akan dijual kembali
dibayar pada bulan setelah penjualan. Biaya operasi variabel
(selain biaya barang yang dijual) adalah 10 persen dari
penjualan dan dibayar pada bulan setelah penjualan. Biaya
operasi tetap tahunan adalah sebagai berikut.
• Semua biaya tersebut terjadi merata sepanjang tahun dan dibayar bulanan,
kecuali asuransi dan pajak properti. Asuransi dibayar kuartalan pada Januari,
April, Juli, dan Oktober. Pajak properti dibayar dua kali setahun pada April dan
Oktober.
• Pertanyaan
1. Hitunglah jumlah kas yang dikumpulkan selama bulan Maret oleh PT Karmel
dari penjualan yang dilakukan selama bulan Maret!
2. Hitunglah jumlah penerimaan kas PT Karmel bulan April!
3. Hitunglah pembelian barang yang diperlukan oleh PT Karmel selama Februari!
4. Hitunglah jumlah harga pokok penjualan yang akan disajikan dalam laporan
laba rugi pro forma bulan Februari!
5. Hitunglah jumlah pengeluaran kas yang akan dilakukan oleh PT Karmel untuk
biaya operasi (selain harga pokok penjualan) selama bulan April!

Anda mungkin juga menyukai