Anda di halaman 1dari 24

DETEKSI DINI PENYAKIT ARTERI

PERIFER (PAP) DENGAN METODE


ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI)
PADA PASIEN DIABETES MELITUS
TIPE 2

ANGKLE BRACHIAL
dr. INDEX (ABI)
Nahla Zaimah
Jainuddin

Pembimbing : Dr.PUSKESMAS
Femiko, Sp.SAWA
PD
Made Ayu Intan W.O
03.009.140
APAKAH DIABETES MELLITUS ????

• Gejala klasik + gula darah sewaktu >200 mg/dl


• Gejala klasik + gula darah puasa >126 mg/dl
• Kadar gula plasma 2 jam pada TTGO>200
mg/dl
FAKTOR RESIKO DIABETES

KURANG
AKTIVITAS
OBESITAS

MER
OK OK
DIABETES

KOLESTEROL
TINGGI

HIPERTENSI

DIABETASOL 22-25 July 2009


KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

1. Komplikasi akut
(kadar gula kurang - diet/pengobatan berlebih)

Hipoglikemia

Koma

Hipoglikemia  pingsan Kematian


KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

2. Komplikasi kronik
(kadar gula terlalu tinggi - pengedalian DM jelek)

Kerusakan ginjal
(cuci darah) Buta Gigi goyang
(mudah tanggal)
Penyakit jantung

Infeksi
(gangrene) kaki
Impotent
 amputasi
Penyakit arteri
perifer (PAP)
Stroke
PENYAKIT ARTERI PERIFER (PAP)

PAP: Semua kelainan Arteri atau stenosis


diluar koroner

Mulai dari Aorta asenden

Ke empat ekstrimitas


Organ visceral
Arteri karotis dan cerebral.
Penyakit arteri perifer (PAP)
Namun, dalam praktek klinis
PAP merujuk pada stenosis
A. Ekstremitas

Ekstrimitas bawah :
A. femoralis, popliteal dan tibialis

Ekstremitas atas :
A. brakhiocephalica atau subclavia.
Risk Factors:
• Usia ≥ 70 tahun.
• Usis 50 - 69 tahun riw. merokok
Tipikal Pasien: dan atau DM
• Usia 40 – 49 dengan DM + 1 FR
lain atherosclerosis.
• Diabetes (3-4x)
• Gejala claudication Adanya
• Perokok (2.5-3x)
pulsasi abnormal extrimitas
• Hipertensi
bawah
• Riwayat:
• Pasien dengan atherosclerosis
Hypercholesterolemia,
pada tempat lain (PJK, penebalan
AF, IHD, CVA
karotis, penyakit arteri renalis)
KLASIFIKASI DAN
PRESENTASI KLINIS

1. Caludicatio intermittent
Gejala utama dan sering terabaikan adalah:

1. Nyeri (claudikasio) dan sensasi lelah (fatigue)

2. Kram, atau nyeri pada otot tungkai bawah.


yang terjadi saat aktivitas (seperti bejalan) &
hilang dg istirahat (dalam waktu 10 menit).
KLASIFIKASI DAN
PRESENTASI KLINIS

2. Critical Limb Ischemic


- kondisi kronis (≥2 minggu):
Nyeri saat istirahat (ischemic rest pain),
Luka/ulkus yang tidak sembuh,
Gangrene

CLI berhubungan dg risiko kehilangan


tungkai bawah (amputasi) jika tidak
dilakukan revaskularisasi
KLASIFIKASI DAN
PRESENTASI KLINIS

3. Acute Limb Ischemic


(ALI)
 Terjadi↓ perfusi ok oklusi
arteri secara tiba-tiba
 ALI dapat disebabkan oleh
emboli atau thrombus
 Terjadi tiba-tiba, < 24 jam
 Sub-acute 24 jam - 2
minggu.

Kasus emergensi rujuk dalam


waktu 6 jam (Revaskularisasi)
PEMERIKSAAAN PULSASI ARTERI
Dorsalis Pedis Poplite
al
Artery

Posterior Tibial Fem


oral
Puls
e

Beard JD. BMJ.


DIAGNOSIS PAP
Pemeriksaan Ankle-Brachial Index (ABI)

Membandingkan tekanan darah yang diukur pada angkle


dan pada lengan.
DIAGNOSIS PAP
DIAGNOSIS PAP

Pemeriksaan Ankle-Brachial
Indek (ABI)
ABI direkomendasikan unt Dx pasien dicurigai PAP.
Pemeriksaan TDS kaki (A. Dorsalis Pedis (DP) atau A.
Tibialis Post (TP) dan TDS A.Brachilais

Indeks TDS A. DP atau TDS A. TP

ABI = TDS A. Brakhialis


ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI)

INDIKASI
KONTRAINDIKASI
1.Symptomatic
Mendiagnosa
1. Pasien yang tidak bisa
kelainan arteri perifer
tidur terlentang
2.Asymptomatic
2. Pasien yang memiliki
Mengetahui resiko
jaringan nekrotik di
sesorang terkena penyakit
bagian distal
kelainan arteri perifer
Alat-Alat

Sfigmomanometer (dengan
ukuran manset yang sesuai)

Doppler ,Ultrasound Gel, Meja


Pemeriksaan
CARA PEMERIKSAAN ABI

1. Anjurkan pasien berbaring terlentang, posisi


kaki sama tinggi dengan posisi jantung.
2. Pasang manset tensimeter di lengan atas dan
tempatkan probe vascular Doppler ultrasound
diatas arteri brachialis dengan sudut 45 derajat.
3. Palpasi nadi radialis kemudian pompa manset
hingga 20 mmHg diatas tekanan darah sistolik
palpasi.
4. Kempiskan manset, perhatikan suara pertama
yang dideteksi oleh probe hasilnya merupakan
tekanan darah systolic brachialis.
5. Ulangi pada lengan yang lain.
6. Pasang manset tensimeter di pergelangan kaki
dan tempatkan probe vascular Doppler
ultrasound diatas arteri dorsalis pedis atau arteri
tibilias dengan sudut 45 derajat.
7. Palpasi nadi dorsalis pedis kemudian pompa
manset hingga 20 mmHg diatas tekanan darah
sistolik palpasi.
8. Kempiskan manset, perhatikan suara pertama
yang dideteksi oleh probe hasilnya merupakan
tekanan darah systolic ankle.
9. Ulangi pada kaki yang lain.
10. Pilih tekanan darah systolic brachialis tertinggi
(diantara lengan kanan dan kiri) dan tekanan
darah systolic ankle teritnggi (diantara kaki
kanan dan kaki kiri).
ABI SHEET
TEKANAN DARAH
INDEX SISTOL BRACHIALIS

ABI TEKANAN DARAH


SISTOL ANKLE
VIDEO
INTERPRETASI
Hasil Interpretasi Keterangan
> 0.90 Normal Tidak memiliki penyakit arteri
perifer
0.71 – 0.90 Obstruksi Dalam stadium awal penyakit
ringan arteri perifer. Akan disarankan
pengobatan/ perubahan gaya
hidup.
0.41 – 0.70 Obstruksi  Terjadi blok yang pada arteri
sedang di kaki/ angkle. Pasien sudah
merasakan nyeri pada kaki saat
aktivitas.
0.00 – 0.40 Obstruksi berat Terjadi blok pada pembuluh
darah, terjadi keluhan nyeri
ketika beristirahat.