Anda di halaman 1dari 23

Departementalisasi BOP

Oleh : Karina Odia Julialevi, SE., M.Si., Ak., CA.


KONSEP DEPARTEMENTALISASI
 Departementalisasi pabrik adalah pembagian pabrik menjadi segmen –
segmen atau bagian – bagian, segemen atau bagian ini disebut
departemen.
 Departementalisasi BOP : membagi pabrik ke dalam segmen-segmen yang
disebut departemen, yang menjadi tujuan pembebanan biaya overhead.
 Tujuan Departementalisasi BOP :
1. Menghasilkan biaya produksi yang lebih baik  departemen yang berbeda
memiliki tarif overhead yang berbeda, sehingga pesanan yang melewati suatu
departemen produksi akan dibebani dengan BOP sesuai dengan tarif
departemen yang bersangkutan.
2. Meningkatkan pengendalian BOP  setiap manajer departemen
bertanggungjawab atas biaya yang terjadi di departemen tersebut.
Faktor pertimbangan dalam pembentukan departemen :
1. Kesamaan bentuk operasional
2. Pertanggungjawaban atas produksi atau biaya
3. Lokasi operasi pada aliran proses produksi
4. Jumlah pusat biaya
Manfaat pembagian pabrik menjadi beberapa departemen
terpisah dari sisi akuntansi :
1. Peningkatan akurasi pembiayaan produk
2. Promosi kendali pertanggungjawaban atas overhead
yang terjadi
DEPARTEMEN PRODUKSI dan
DEPARTEMEN JASA
Klasifikasi Departemen:
1. Departemen Produksi  menghasilkan produk dengan mengubah bentuk
atau sifat dari bahan baku atau dengan merakit komponen.
Contoh : dept.pemotongan, dept. penyerutan, dept. Perakitan.

2. Departemen Jasa  memberikan pelayanan yang berkontribusi secara


tidak langsung terhadap produksi produk tetapi tidak mengubah bentuk,
rakitan, maupun sifat dari bahan baku.
Contoh: dept. penyimpanan, dept. pembelian, dept. pemeliharaan.
DEPARTEMEN PRODUKSI dan
DEPARTEMEN PENDUKUNG

Departemen produksi adalah departemen yang


bertanggung jawab secara langsung untuk memproduksi
produk dengan cara mengubah bahan baku menjadi
produk setengah jadi, atau produk setengah jadi menjadi
produk jadi.
Departemen pendukung adalah departemen yang
memberi dukungan atau layanan pada departemen
produksi atau departemen pendukung lainnya.
BIAYA LANGSUNG
DEPARTEMENTAL
 Adalah Biaya Overhead Pabrik yang dapat ditelusuri secara langsung ke
departemen tertentu.

 Umumnya terdiri atas :


1. Biaya supervisi, biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya lembur.
2. Tunjangan-tunjangan tenaga kerja
3. Bahan baku tidak langsung dan perlengkapan pabrik
4. Biaya perbaikan dan pemeliharaan
5. Biaya penyusutan dan sewa peralatan.
BIAYA TIDAK LANGSUNG
DEPARTEMENTAL
 Adalah biaya yang memberikan manfaat bagi semua departemen,
sehingga biaya tersebut tidak dibebankan langsung ke suatu departemen
tertentu tetapi dialokasikan ke semua departemen.

 Umumnya terdiri dari :


1. Biaya sewa gedung
2. Pajak Properti
3. Biaya penyusutan bangunan
4. Asuransi kebakaran
5. Perbaikan gedung
6. Biaya listrik.
7. Biaya Air
8. Dll.
MENENTUKAN TARIF BOP
DEPARTEMENTAL
 Penggunaan tarif departemental seringkali menghasilkan dasar yang
berbeda untuk departemen yang berbeda, contoh : tarif per jam tenaga
kerja langsung untuk departemen A, tarif jam mesin untuk departemen
B.
Langkah-langkah penetapan
tarif BOP Departemental
1. Estimasi total overhead departemental dari departemen produksi dan
departemen jasa pada tingkat aktivitas yang diperkirakan. Tentukan
jika mungkin sifat tetap dan variabel untuk setiap kategori biaya.
2. Survey pabrik untuk menentukan dasar alokasi & dasar distribusi.
Contoh: estimasi konsumsi kwh, jumlah meter persegi, jumlah
karyawan di setiap departemen.
3. Estimasi total overhead tidak langsung departemental pada tingkat
aktivitas yang dipilih dan alokasikan biaya-biaya tersebut ke
departemen-departemen. Contoh: biaya utilitas seperti listrik, bahan
bakar, air.
4. Distribusikan biaya departemen jasa ke departemen yang memperoleh
manfaat dari jasa tersebut.
5. Hitung Tarif Overhead Departemental.
Dua metode akuntansi untuk
biaya utilitas
1. Membebankan semua biaya tenaga dan bahan bakar ke
departemen utilitas tersendiri, kemudian
mengalokasikannya ke departemen yang menerima
manfaatnya.

2. Membebankan departemen-departemen tertentu


dengan biaya tenaga dan bahan bakar jika ada
meteran terpisah, dan membebankan sisanya ke
departemen utilitas tersendiri. Sisa ini kemudian akan
dialokasikan ke departemen yang menerima
manfaatnya.
Distribusi Biaya Departemen
Jasa
Distribusi didasarkan pada unit pengukuran umum yang berkorelasi dengan
penyebab dari biaya departemen jasa.

Contoh: jumlah karyawan, konsumsi kwh, konsumsi tenaga kuda per jam,
luas lantai, nilai aset, atau biaya dari bahan baku yang akan diminta.

Tiga metode umum distribusi overhead departemen jasa ke departemen yang


memperoleh manfaatnya:
1. Metode Langsung (Direct Method)
2. Metode Bertingkat (Step Method)/Sequential Method
3. Metode Simultan (Simultaneous Method)/Metode Aljabar (Algebraic
Method)
Contoh untuk perhitungan ketiga metode

Data yang ada pada Nicleby Company:

Biaya Overhead
Pabrik Departemen Jasa
Departemen Departemen Departemen Y Departemen Z
Jasa sebelum
distribusi

Dept.Produksi A $ 60.000 40% 20%


Dept.Produksi B $ 80.000 40% 50%
Dept. Jasa Y $ 36.300 - 30%
Dept. Jasa Z $ 20.000 20% -
Total Overhead $196.300 100% 100%
Pabrik
METODE LANGSUNG (DIRECT METHOD)

Pada metode langsung:


 Biaya departemen jasa didistribusikan hanya ke departemen produksi
saja.

 Metode ini mengabaikan dan tidak membebankan biaya apapun ke jasa


yang diberikan oleh suatu departemen jasa ke departemen jasa lain.

 Metode langsung dapat dibenarkan untuk perhitungan biaya produk jika


hasil akhirnya tidak jauh berbeda dengan hasil dari metode distribusi
lainnya.
Nicleby Company

Distribusi Overhead Dept.Jasa Menggunakan Metode


Langsung
Departemen Produksi Departemen Jasa
Total A B Y Z
BOP $ 196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000
sebelum
distribusi

Distribusi
dari:
Dept. Y 18.150 18.150 (36.300)
(40/80 x 36.300) (40/80 x 36.300)

Dept. Z 5.714 14.286 (20.000)


(20/70 x 20.000) (50/70 x 20.000)

Total $ 196.300 $ 83.864 $ 112.436 0 0


Overhead
METODE BERTINGKAT (STEP
METHOD)
Pada metode bertingkat:
 Mendistribusikan biaya dari departemen jasa berdasarkan urutan tertentu
yang telah ditentukan sebelumnya.
 Sekali biaya telah didistribusikan dari suatu departemen jasa, tidak ada
biaya departemen jasa lain yang dibebankan kembali ke departemen
tersebut dalam langkah berikutnya.
 Urutan yang berbeda memberikan hasil yang berbeda.
 Urutan dapat dimulai dari departemen yang paling banyak melayani
departemen lain dan paling sedikit menggunakan jasa departemen lain
atau dimulai dari departemen jasa yang menyediakan jasa ke
departemen jasa lain dengan jumlah biaya terbesar.
Nicleby Company
Distribusi Overhead Dept.Jasa Menggunakan Metode Bertingkat

Departemen Produksi Departemen Jasa


Total A B Y Z
BOP sebelum $ 196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000
distribusi
Dept.Jasa
Distribusi
dari:
Dept.Y 14.520 14.520 (36.300) 7.260
(40/100 x 36.300) (40/100 x 36.300) (20/100 x 36.300)

Dept.Z 7.789 19.471 (27.260)


(20/70 x 27.260) (50/70 x 27.260)

Total $196.300 $ 82.309 $ 113.991 0 0


Overhead
METODE SIMULTAN

 Mempertimbangkan secara lengkap hubungan timbal


balik antar semua departemen jasa.

 Biaya dari departemen jasa didistribusikan secara


simultan, pertama-tama dengan menggunakan aljabar
untuk menyelesaikan dua persamaan linier dengan dua
variabel yang tidak diketahui, tujuannya untuk
menentukan berapa besar alokasi terlalu tinggi yang
diperlukan dan untuk menentukannya secara simultan
bagi kedua departemen jasa.
Nicleby Company
Jika : Y = $ 36.300 + 0,3Z
Z = $ 20.000 + 0,20Y

Substitusi: Y = $ 36.300 + 0,3 ($ 20.000 + 0,20Y)


Penyelesaian:
Y = $ 36.300 + $ 6.000 + 0,06Y
Y = $ 42.300 + 0,06Y
0,94Y= $ 42.300
Y = $ 45.000

Substitusi: Z = $ 20.000 + (0,20 x $ 45.000)


Penyelesaian:
Z = $ 20.000 + $ 9.000
Z = $ 29.000
Nicleby Company
 Distribusi Overhead Dept.Jasa Menggunakan Metode Simultan

Departemen Produksi Departemen Jasa


Total A B Y Z
BOP sebelum $196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000
distribusi
dept.jasa
Distribusi
Dari:
Dept.Y 18.000 18.000 (45.000) 9.000
(40/100 x 45.000) (40/100 x 45.000) (20/100 x 45.000)

Dept.Z 5.800 14.500 8.700 (29.000)


(20/100 x 29.000) (50/100 x 29.000) (30/100 x 29.000)

Total $196.300 $ 83.800 $ 112.500 0 0


Overhead
Menggunakan Tarif BOP
Departemen
 Setelah biaya departemen jasa didistribusikan, tarif overhead
departemen produksi dapat dihitung dengan cara membagi total
overhead pabrik final dari setiap departemen produksi dengan dasar
alokasi yang dipilih.

 Pada akhir periode overhead pabrik dibebankan dengan jurnal sbb:


Barang Dalam Proses XX
Overhead Pabrik dibebankan Dept.A XX
Overhead Pabrik dibebankan Dept.B XX
Overhead Pabrik dibebankan Dept.C XX
BIAYA OVERHEAD AKTUAL
TERDEPARTEMENTALISASI

 Overhead Pabrik Aktual diikhtisarkan dalam akun Pengendali Overhead di


buku besar. Rinciannya dimasukkan dalam buku pembantu overhead
pabrik.

 Pada akhir periode, biaya overhead aktual dikumpulkan dengan cara yang
sama seperti estimasi biaya di awal periode.
LANGKAH-LANGKAH DI AKHIR PERIODE
UNTUK OVERHEAD PABRIK AKTUAL
TERDEPARTEMENTALISASI
1. Biaya aktual dari overhead langsung departemental di departemen
produksi dan departemen jasa, serta overhead tidak langsung
departemental diikhtisarkan.
2. Survey kedua untuk tingkat aktual dari dasar alokasi yang dialami
selama tahun tersebut.
3. Biaya aktual dari overhead tidak langsung departemental dialokasikan
berdasarkan hasil dari survey akhir tahun.
4. Biaya aktual dari departemen jasa didistribusikan ke departemen yang
menerima manfaat berdasarkan hasil survey akhir tahun.
5. Overhead pabrik aktual dibandingkan dengan overhead pabrik
dibebankan , baik untuk fasilitas tersebut secara keseluruhan maupun
untuk setiap departemen produksi. Hitung jumlah overhead pabrik
dibebankan, apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah.