Anda di halaman 1dari 10

Pengertian Hukum Taklifiy

 Definisi Hukum Taklifiy

Taklif Artinya beban atau tanggungan.


Hukum taklifi yaitu hukum - hukum yang dibebankan kepada
seorang muslim yang telah memenuhi syarat atau yang disebut
dengan mukallaf.
Pembagian Hukum Taklifiy

1. Wajib

3. Mubah
2. Mandub

4. makruh 5. Haram
1. Wajib / Ijab

‫ مايثاب على فعله ويعاقب على تركه‬: ‫الواجب‬

Wajib, yaitu sesuatu yang apabila dikerjakan akan diberi pahala dan
ketika ditinggalkan akan disiksa.

 Contoh : sholat
 
Surat An-Nur (24) Ayat 56
 
َ ‫ولل ََعلَّك ُْم تُ ْر َح ُم‬
‫ون‬ َ ‫ٱلر ُس‬ ُ ‫ٱلصل َٰو َة َو َءاتُوا۟ ٱل َّزك َٰو َة َوأ َ ِط‬
َّ ۟‫يعوا‬ ُ ‫َوأ َ ِق‬
َ ّ ۟‫يموا‬

Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul,


supaya kamu diberi rahmat.
Lanjutan

Surat Al-Muddatsir (74) Ayat 42 - 43


 
‫ما َسلَكَك ُْم ِفى َس َق َر‬.
َ
‫ين‬ ِ ‫ل‬‫ص‬‫ْم‬
َ ّ َ ُ َ ‫ل‬‫ٱ‬ ‫ن‬ ِ
‫م‬ ‫ك‬ُ َ ْ ‫ َقال ُوا۟ ل‬.
‫ن‬ ‫َم‬
 
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang
mengerjakan shalat.
 
Maka telah jelas bahwa yang mendirikan sholat akan diberi pahala oleh
Allah,dan yang meninggalkannya akan dibalas dengan siksaan neraka.
 
2. Mandub / Nadb

‫ مايثاب على فعله واليعاقب على تركه‬: ‫المندوب‬

Mandub, yaitu sesuatu yang apabila dikerjakan akan diberi pahala dan apabila
ditinggalkan tidak akan disiksa.
Tetapi akan rugi apabila tidak dikerjakan karena tidak akan mendapatkan
keutamaan dari amalan tersebut.

 Contoh : shalat sunnah qobliyah shubuh

‫َر ْك َعتَا ْالفَجْ ِر َخ ْي ٌر ِم َن ال ُّد ْنيَا َو َما ِفيهَا‬


 
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan
seisinya.” (HR. Muslim no. 725).
 
3.Mubah / Ibahah

‫ ما ال يثاب على فعله واليعاقب على تركه‬: ‫المباح‬

Mubah, yaitu sesuatu yang apabila ditinggalkan dan dikerjakan tidak


mendapat pahala dan siksa.

Hati-Hati dengan Perkara Mubah.

Seorang mukallaf boleh memilih antara mengerjakan atau


meninggalkannya. Namun, perkara mubah tersebut bisa berubah
menjadi makruh atau bahkan haram, ketika dampak negatif (mafsadah)
yang ditimbulkannya lebih dominan daripada dampak positifnya
(maslahat). Demikian pula sebaliknya, perkara mubah tersebut bisa
berubah menjadi sunnah atau bahkan wajib, ketika dampak positif
(maslahat) yang ditimbulkannya lebih dominan daripada dampak
negatifnya (mafsadah).
 
Lanjutan

Contoh perkara Mubah yang Berubah Menjadi Makruh atau Haram

Misalnya, hukum asal makan minum adalah mubah, selama yang dimakan adalah
perkara halal dan thayyib. Akan tetapi, jika seseorang makan dan minum secara
berlebihan sampai di luar batas kewajaran, maka hal ini bisa berubah menjadi
makruh, atau bahkan haram. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
 
َ ‫ب ال ُْم ْس ِر ِف‬
‫ين‬ ُّ ‫اش َربُوا َول َا تُ ْس ِرفُوا ِإن ّ َُه ل َا يُ ِح‬
ْ ‫خذُوا ِزينَتَك ُْم ِعن ْ َد ك ّ ُِل َم ْسجِ ٍد َوكُل ُوا َو‬ َ ‫يَا بَ ِني‬
ُ ‫آد َم‬
 
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan
dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)
4. Makruh / Karahah

‫ مايثاب على تركه امتثاال واليعاقب على فعله‬: ‫المكروه‬

Makruh, yaitu sesuatu yang diberi pahala apabila ditinggalkan. Dengan semata-
mata menjalankan perintah allah, tapi tidak disiksa apabila dikerjakan.
 
 
Contoh : Makan bawang sebelum kemasjid
 
‫ُوما أ َ ْو بَ َصل ًا َفل ْي َ ْعتَ ِزلْنَا أ َ ْو لِيَ ْعتَ ِز ْل َم ْسجِ َدنَا َول ْيَقْ ُع ْد ِفي بَيْ ِت ِه‬
ً ‫َم ْن أَك ََلث‬

“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia


mendekati masjid kami dan hendaklah ia shalat di rumahnya."
 
5. Haram / Mahdzur
‫ مايثاب على تركه امتثاال ويعاقب على فعله‬: ‫الحرام‬

Haram, yaitu sesuatu yang apabila ditinggalkan akan diberi pahala Dengan
semata-mata menjalankan perintah Allah dan apabila dikerjakan akan disiksa.
 
Maksud dari " Dengan semata-mata menjalankan perintah Allah" adalah bahwa
menahan diri dari sesuatu itu dikarenakan adanya larang Allah. Hal ini perlu di
nyatakan untuk mengecualikan adanya sikap meninggalkan sesuatu itu
dikarenakan takut kepada seseorang atau malu atau karena tidak mampu
melakukannya.Maka apabila itu sebagai penyebabnya tidaklah sikap
meninggalkan itu diberi pahala.
 
Contoh : Zina
Surat Al-Isra (17) Ayat 32
 
َ ‫َانفَـ ٰ ِح َش ًةۭ َو َس‬
‫ٓاء َسبِيلًۭا‬ َ ‫ى ۖ ِإن ّ َُهۥ ك‬
ٓ ٰ َ ‫َول َا َتقْ َربُو ۟ا ٱل ِ ّزن‬

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
Demikian presentasi
kami
Terima Kasih

Apakah ada yang


ingin bertanya???