Anda di halaman 1dari 28

Good Agricultural

Management (GAM)

By: Laily Fitriana, SP., M. Si

Departement Of Agribusiness
Faculty of Agricultre UPP
Pengelolaan GAP yang menerapkan
fungsi-fungsi manajemen maka dikenal
istilah GAM.

GAM sendiri akan membahas
bagaimana prinsip pertanian
berkelanjutan dapat diterapkan dalam
GAP.
PRINSIP – PRINSIP
PERTANIAN BERKELANJUTAN

1. Peka terhadap nilai-nilai budaya petani
2. Menjaga kelestarian Lingkungan
3. Memadukan Ilmu Pengetahuan
4. Membangun kemandirian
5. Sebagai gerakan sosial
Prinsip teknologi yang ramah lingkungan


Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan, yaitu:
 Refine, yang berarti menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta
melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
 Reduce, yang berarti mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan
penggunaan bahan.
 Reuse, yang berarti memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau
sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
 Recycle, yang berarti hampir sama dengan reuse, hanya
saja recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses
dengan cara yang sama.
 Recovery, yang berarti pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk
diproses demi keperluan yang lain.
 Retrieve Energy, yang berarti penghematan energi dalam suatu proses
produksi.
Manfaat dari Konsep Teknologi Ramah
Lingkungan

 Teknologi ramah lingkungan sangat efektif dan efisien dalam hal
pemanfaatan sumber daya alam, sehingga lingkungan pun dapat
tetap terjaga dengan baik.
 Teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah limbah agar
tidak berlebihan, sehingga bisa mencegah pencemaran lingkungan.
 Teknologi ramah lingkungan mengurangi risiko penurunan kondisi
kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.
 Teknologi ramah lingkungan dapat menekan biaya produksi (hemat)
dengan memanfaatkan sumber daya alam sebagai bagian dari
teknologi yang mampu menghemat biaya. Contohnya adalah
pemanfaatan listrik tenaga surya yang hanya mengandalkan energi
matahari tanpa dipungut biaya.
Tujuan dari penerapan GAP diantaranya:


 Meningkatkan produksi dan produktivitas,
 Meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi,
 Meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing,
 Memperbaiki efisiensi penggunaan sumber daya alam,
 Mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan dan
sistem produksi yang berkelanjutan,
 Mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap
mental yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan
keamanan diri dan lingkungan,
 Meningkatkan peluang penerimaan oleh pasar internasional, dan
 Memberi jaminan keamanan terhadap konsumen.
Sasaran yang akan
dicapai 
1. Terwujudnya keamanan pangan
2. Jaminan mutu
3. Usaha agribisnis hortikultura berkelanjutan
4. Peningkatan daya saing
Penerapan GAP

Penentuan Syarat Lahan budidaya
 Lokasi kebun/lahan sesuai dengan RUTR/RDTRD dan peta wilayah komoditas.
 Lahan bebas dari cemaran limbah berbahaya dan beracun.
 Kemiringan lahan < 30% untuk komoditas sayur dan buah.
 Ada catatan riwayat penggunaan lahan.
 Pemetaan lahan: terdapat rotasi tanaman pada tanaman semusim dan tersedia
peta penggunaan lahan.
 Kesuburan lahan: cukup baik, melakukan tindakan untuk mempertahankan
kesuburan lahan.
 Penyiapan lahan: dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau
memelihara struktur tanah, dapat menghindarkan erosi, pemberian bahan kimia
untuk penyiapan lahan dan media tanam tidak mencemari lingkungan.
 Media tanam: diketahui sumbernya, tidak mengandung cemaran bahan
berbahaya dan beracun, kemiringan 30% perlu dilakukan tindakan koservasi.
Lanjutan....penerapan
GAP 
Persiapan lahan budi daya tanaman buah yang baik:
 Aspek agroklimat untuk tanaman buah di antaranya
adalah ketinggian tempat 700 mdpl, curah hujan
rata-rata 450 mm/bulan, jenis tanah coklat latosol,
PH tanah 5,5-6, Kelembaban udara 50-80%, suhu
udara 25-32⁰c.
 Pengolahan lahan miring/juram.Jenis pengolahan
tanahnya apakah OTM (Olah Tanah maksimum),
OTK (Olah Tanah Konservasi) atau TOT (Tanpa
Olah Tanah).
Lanjutan....Penerapan
GAP 
 Penentuan jarak tanam. Jarak tanam terlalu rapat untuk
tanaman buah akan menciptakan iklim mikro kurang cocok
untuk tanaman, pertumbuhan kurang baik dan produktivitas
rendah, sehingga diperlukan jarak tanam ideal.
 Pembuatan lubang tanam.Ukuran lubang tanam tanaman buah
adalah panjang 50 cm, lebar 50 cm, dan dalamnya 50 cm. Dalam
pembuatan lubang tanam, tanah bagian atas digali sedalam 30
cm sedangkan bagian dalam di gali sedalam 20 cm. Tanah
bagian atas dan bagian dalam jangan dicampur misalnya
bagian atas disimpan di kanan bagian dalam disimpan sebelah
kiri. Lubang tanam diistirahatkan 1 bulan Tujunnya adalah
untuk menghilangkan racun pada lubang tanam tersebut.
Lanjutan...Penarapan
GAP 
 Pemupukan. Jenis pupuk yang digunakan adalah
pupuk organik dan anorganik terdaftar, dan pupuk
organik telah mengalami dekomposisi dan layak
digunakan. Penggunaan pupuk harus sesuai anjuran
dan kotoran manusia tidak boleh digunakan. Pupuk
harus disimpan pada tempat aman, kering
terlindungi dan bersih
Lanjutan... Penerapan
GAP 
Penanaman.
 Penanaman harus menggunakan benih dari varietas unggul dan
bersertifikat. Label benih harus disimpan untuk memudahkan
penelusuran apabila terjadi ketidaksesuaian pada saat budi daya.
Apabila memberikan perlakukan benih dengan bahan kimia
harus sesuai dengan anjuran.
 Selanjutnya penanaman dilakukan pada awal musim hujan,
dilakukan pagi hari pada pukul 06.00-09.00 agar bibit tidak mati
akibat terkena suhu panas sinar matahari.
 Usahakan setiap area tanah diberi jerami atau media daun kering
supaya tingkat kelembaban tanah tetap optimal. Biarkan penutup
tersebut selama 2-3 bulan setelah itu baru bersihkan.
Lanjutan...Penerapan
GAP 
Panen dan Pascapanen
 Penerapan prinsip panen yang 5 tepat (waktu, cara, wadah,
alat dan pelaksanaan);
 Pembersihan hasil produksi dengan benar ditempat yang
tepat;
 Pengepakan/ pengemasan dengan tepat (Good Handling
Practices);
 Sortasi dan pengkelasan (Grading)
 Penyimpanan dengan tepat.
Lanjutan....Penerapan
GAP 
Perlindungan tanaman
 Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) disertai monitoring dan
pencatatan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) sangat penting. Aplikasi
pestisida merupakan alternatif terakhir apabila OPT menyebabkan kerugian
ekonomi.
 Pemanfaatan musuh alami, bahan ramah lingkungan lainnya (agen hayati) dan
aplikasi bahan pengendali OPT harus dilakukan tepat jenis, tepat waktu, tepat
dosis, tepat cara dan tepat sasaran.
 Penyimpanan pestisida harus pada tempat yang aman, terpisah dari pupuk dan
hasil produksi.
 Penanganan sisa pestisida dan wadahnya tidak boleh mencemari lingkungan.
Terakhir, batas akhir penggunaan pestisida sebelum panen harus sesuai dengan
kaidah yang dianjurkan.
Dampak Penerapan
GAP 
 Menerapkan sistem GAP dalam budi daya pertanian tentu
bermanfaat baik bagi manusia maupun lingkungan. Hanya saja
karena prosesnya begitu ketat dengan tingkat keteraturan yang tinggi
membuat produk hasil GAP memiliki harga yang lebih tinggi
daripada produk hasil budi daya biasa.
 Produk yang bersertifikat GAP tentu memiliki jaminan tersendiri
bagi konsumen apabila nanti ditemukan ketidaksesuaian karena
melalui GAP, semuanya tercatat dan terdata sejak pemilihan lahan
hingga produk dihasilkan.
 Seperti yang diketahui, penerapan GAP berbeda untuk tiap
komoditas. GAP untuk tanaman padi berbeda dengan GAP cabai
merah keriting. Ketelitian dan dan kegigihan petani dalam
menerapkan aturan GAP sangat dibutuhkan dalam budi daya.
Pengujian produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk / standar operasional


 Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan
rancangan perlu dilakukan. Hal tersebut perlu
dilakukan sebagai langkah kroscek antara rencana
yang dibuat dengan hasil yang didapatkan.
 Dengan adanya evaluasi tersebut seorang wirausaha
dapat memutuskan apakah rencana yang sudah
dibuat berjalan sesuai dengan rencana atau tidak.
 Apabila produk yang dihasilkan tidak sesuai
dengan rancangan maka perlu diambil langkah lebih
lanjut untuk mengatasinya.
  Pengertian Kesesuaian Produk

 Menurut Juran dalam Nasution (2001), mutu suatu produk adalah: Kecocokkan
penggunaan produk (fitness for use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan
pelanggan.
  Crosby dalam Nasution (2001) menyatakan bahwa mutu adalah conformance to
requirement, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan. Suatu
produk memiliki mutu apabila sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan.
Standar mutu meliputi bahan baku, proses produksi dan produk jadi.
 Menurut Sutrisno (2010:8) mutu adalah: Kesesuaian antara produk atau jasa yang
dihasilkan organisasi dengan persyaratan atau kriteria yang ditetapkan oleh
pelanggan.
  Sedangkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) (2008) mengartikan mutu sebagai
derajat yang dicapai oleh karakteristik yang inheren dalam memenuhi persyaratan.
 Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa mutu merupakan
kesesuaian antara produk yang dihasilkan dengan persyaratan yang diinginkan
pelanggan sehingga kepuasan pelanggan bisa terwujud.
Dimensi dari kualitas produk ini meliputi
8 (delapan) dimensi, yang terdiri dari :

 Performance, Kinerja (performance) yaitu karakteristik operasi pokok dari produk
inti dan dapat didefinisikan sebagai tampilan dari sebuah produk seseungguhnya.
Performance sebuah produk merupakan pencerminan bagaimana sebuah produk
itu disajikan atau ditampilkan kepada pelanggan (Irawan dan Japarianto, 2013).
 Reliability, keandalan (reliability) yaitu tingkat kendalan suatu produk atau
konsistensi keandalan sebuah produk didalam proses operasionalnya dimata
konsumen.
 Features, keistimewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder atau
pelengkap dan dapat didefinisikan sebagai tingkat kelengkapan atributatribut yang
ada pada sebuah produk. 
  Conformance, kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications) yaitu
sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah
ditetapkan sebelumnya dan dapat didefinisikan sebagai tingkat dimana semua unit
yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan.
Lanjutan.... Dimensi..

 Durability, daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus
digunakan dan dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran usia operasi  produk yang
diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat. Definisi diatas bilamana diterapkan pada
pengukuran sebuah makanan dan minuman sebuah restoran, maka pengertian Durability
diatas adalah tingkat usia sebuah makanan masih dapat dikonsumsi oleh konsumen. 
 Serviceability, (service ability) meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah
direparasi, serta penanganan keluhan yang memuaskan dan  dapat didefinisikan sebagai suatu
ukuran kemudahan memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal. Disini artinya bilamana
sebuah produk rusak atau gagal maka kesiapan perbaikan produk tersebut dapat dihandalkan,
sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.
 Aesthethics yaitu keindahan produk terhadap panca indera dan dapat didefinisikan sebagai
atribut-atribut yang melekat pada sebuah produk, seperti warna, model atau desain, bentuk,
rasa, aroma dan lain-lain.
 Customer perceived quality, kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) yaitu kualitas
yang dirasakan. Bilamana diterapkan pada pengukuran kualitas makanan dan minuman, maka
Perceived Quality merupakan kualitas dasar yang dimiliki sebuah makanan dan minuman.
Pengertian Analisis Kelayakan
usaha

 Kelayakan usaha disebut juga feasibility study adalah
kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat
diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha.
Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam mengambil keputusan, apakah menerima atau
menolak dari suatu gagasan usaha.
  Pengertian layak adalah kemungkinan dari gagasan suatu
usaha yang akan dilaksanakan dapat memberikan
manfaat dalam arti finansial maupun sosial benefit.
Dengan adanya analisis kelayakan ini diharapkan resiko
kegagalan dalam memasarkan produk dapat dihindari.
Tujuan Studi Kelayakan Usaha

Tujuan Pokok Kelayakan Usaha adalah :
 Mengetahui tingkat keuntungan terhadap alternatif investasi.
 Mengadakan penilaian terhadap alternatif investasi.
 Menentukan prioritas investasi, sehingga dapat dihindari
investasi yang hanya memboroskan sumber daya.
Tujuan penting lain:
 Menghindari risiko kerugian
 Memudahkan perencanaan
 Memudahkan pelaksanaan kegiatan
 Memudahkan pengawasan dan pengendalian
Low external input on
sustainable agriculture (LEISA)

Pembagian Sistem Usahatani

 Sistem pertanian tradisional
 Sistem pertanian modern
 Sistem pertanian dengan input eksternal rendah
(LEISA)
 Sistem pertanian organik
Pengertian LEISA

  LEISA menggunakan input dari tempat usaha dan dari luar
tempat usaha, dengan prinsip pengoptimalan interaksi antara
input produksi dengan unsur-unsur agroekosistem sehingga
penggunaan input luar berupa input kimia tidak begitu besar
 LEISA merupakan sebuah penyangga dari konsep pertanian
terpadu dan pertanian yang berkelanjutan.
 Konsep ini mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal
sebagai bahan baku pola pertanian terpadu, sehingga nantinya
akan menjaga kelestarian usaha pertanian agar tetap eksis dan
memiliki nilai efektifitas, efisiensi, serta produktivitas yang
tinggi (Putri, 2012)
Prinsip-prinsip ekologi dasar
pada LEISA

 Menjamin kondisi tanah yang mendukung bagi pertumbuhan tanaman,
khususnya dengan mengelola bahan-bahan organik dan meningkatkan
kehidupan dalam tanah.
 Mengoptimalkan ketersediaan unsur hara dan menyeimbangkan arus unsur
hara, khususnya melalui pengikatan nitrogen, pemompaan unsur hara, daur
ulang, dan pemanfaatan pupuk luar sebagai pelengkap.
 Meminimalkan kerugian sebagai akibat radiasi matahari, udara, dan air
dengan cara pengelolaan iklim mikro, pengelolaan air, dan pengendalian
erosi.
 Meminimalkan serangan hama dan penyakit terhadap tanaman dan hewan
melalui pencegahan dan perlakuan yang aman.
 Saling melengkapi dan sinergi dalam penggunaan sumberdaya genetik yang
mencakup penggabungan dalam sistem pertanian terpadu dengan tingkat
keanekaragaman fungsional yang tinggi.
LEISA merupakan penggambungan
2 prinsip:

 Agroekologi
 Kearifan lokal
Penjabaran LEISA dapat dilihat pada
point berikut:

 Optimalisasi pemanfaatan sumer daya lokal
 Maksimalisasi daur ulang ( Zero waste)
 Minimalisasi kerusakan lingkungan
 Deversifikasi Usaha
 Pencapain produksi yang stabil dan memadai
 Menciptakan kemandirian petani
Sistem budi daya yang
diterapkan dalam LEISA:

 Sistem pertanaman Polikultur (intercropping, baik
bersamaan atau tidak /tumpang sisip)
 Pemanfaatan bahan organik