Anda di halaman 1dari 18

ILMU USAHA TANI

AGB 4163
DANANG SAPUTRA, M.Si
ILMU USAHATANI
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN

DANANG SAPUTRA, M.Si


Definisi Usaha Tani

Soekartawi (1995), ilmu usahatani adalah ilmu yang


mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan
sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk
memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu
tertentu.

Dikatakan efektif apabila sumber daya yang dimiliki


dapat dialokasikan

Dikatakan efisien, apabila sumber daya dapat


mengeluarkan output lebih besar dari input
 Adiwilaga (1982), ilmu yang menyelidiki segala
sesuatu yg berhubungan dengan kegiatan org
melakukan pertanian dan permasalahan yg ditinjau
secara khusus dari kedudukan pengusahanya
sendiri
 Menyelidiki cara-cara seorang petani sbg
pengusaha dlm menyusun, mengatur dan
menjalankan perusahaan itu
 Sesuai prinsip MANAJEMEN
 Mosher (1968), Usahatani : pertanian rakyat dari
perkataan farm, yg diartikan sebagai suatu
tempat atau sebagian dari permukaan bumi
dimana pertanian diselenggarakan oleh petani
baik sebagai pemilik, penyakap, manajer yg
digaji
 Himpunan dari sumber alam yg terdapat pada
suatu tempat yg diperlukan untuk produksi
pertanian (tanah, air, sinar matahari dll)
Kesimpulan Pengertian IUT

 Ilmuterapan yang mempelajari bagaimana


sumber daya dapat digunakan secara efektif
dan efisien pada suatu usahatani untuk
mendapatkan keuntungan yg maksimal
(optimal) dan berkelanjutan
Gambaran Usahatani di Indonesia

 Berusaha dalam lingkungan tekanan penduduk lokal yg


meningkat
 Mempunyai sumberdaya yg terbatas sehingga menciptakan
hidup yg rendah
 Bergantung sebagian atau seluruhnya pada produksi yg
subsisten
 Kurang memperoleh palayanan kesehatan, pendidikan dan
akses informasi sosial
 Dilakukan oleh petani kecil (peasent)
Tingkat Pertumbuhan Usahatani

 TP. Atas asas pengelolaan:

 Usahatani yg memiliki ciri-ciri ekonomis kapitalis


 Usahatani yg memiliki dasar ekonomis sosialis komunistis
 Usahatani yg memiliki ciri-ciri ekonomis
TP. Berdasarkan alat pengelolaan

 Pengelolaan sederhana (cangkul)


 Membajak
 Mekanisasi
 IT
TP. Berdasarkan Penguasaan Pengelolaan

 Suku sebagai pengusaha pengelola


 Desa, marga atau nagari sebagai pengusaha pengelola
 Famili sebagai pengusaha
 Perseorangan sebagai pengusaha
 Persekutuan adat sebagai pengusaha
 Koperasi
 Kelompok Usaha Bersama (KUB)
 Home Industri
TP. Berdasarkan kedudukan sosial

 Kedudukan struktural atau fungsi dari petani dlm usaha tani


 Kedudukan sosial ekonomi dari petani dlm masyarakat
Kaitan Usahatani dan Sistem Agribisnis

Tataniaga
penunjang

Usaha Pengolahan
Lembaga
hasil
penunjang tani produksi

Penyalur
saprodi
Klasifikasi Usahatani

 Pola usahatani

 Pengairan teknis
 Pengairan setengah teknis
 Pengairan sederhana
 Tadah hujan
Tipe Usahatani

 Macam Usahatani :

 Usahatani padi
 Usahatani palawija (serelia, jagung, umbi-umbiah)
 Pola usahatani (monokultur, tumpangsari/campuran,tumpang
gilir)
 Pengelolahan hasil, packing, distributor dll
 Struktur usahatani

 Khusus (ditentukan oleh lokasi)


 Tidak khusus (ditentukan oleh beda lahan dan varietas)- mix
farming (hortikultur dengan sapi)

 Bentuk usahatani: perorangan, kooperatif


Pertanian Rakyat

 Pertanianrakyat:
 Modal kecil
 Sistem dan pengelolaan sederhana
 Tanaman pangan
 Tidak memiliki sistem administrasi yg baik
Perusahaan Pertanian

 Karakterpertanian yang menggunakan sistem lebih luas dan


terbuka untuk meningkatkan hasil produksi dan keuntungan
pada bidang usaha pertanian
Ciri-ciri Perusahaan Pertanian

 Pemakaian seluas-luasnya alat pertanian yg


terbaru dan hasil ilmu pengetahuan (Riset)
 Penggunaan cara penanaman sebaik-bakinya
 Pemakaian pupuk buatan dan organik
 Pembukaan tanah yg masih kosong
 Mekanisasi dan otomatisasi produksi yang baik
 Penggunaan ilmu kimia dan produksi
 Terdapat elektrifikasi perekonomian rakyat,
yaitu perombakan semua cabang
perekonomian sampai kepada produksi besar