Anda di halaman 1dari 29

ILMU USAHA TANI

DANANG SAPUTRA
PERTEMUAN III
PERENCANAAN USAHATANI
&
PERTEMUAN IV
UNSUR POKOK USAHATANI

DANANG SAPUTRA, M.Si


Perencanaan Usatani Tani

 Usahatani membutuhkan perencanaan sebagai


satu kesatuan yg utuh (whole-farm planning) atau
sebagian saja (partial analysis)
 Perencanaan tidak hanya pengalokasian
sumberdaya untuk mencapai tujuan tertentu
 Perencanaan berusaha meramalkan alokasi
sumberdaya dengan perangsang (stimulan), harga
(price) dan teknologi
 Perencanaan juga terkait dengan
terarahnya
sejumlah sumberdaya yg representatif dan
anggaran yg disusun berdasarkan skala
usahatani sebagai dasar guna memperoleh
proyeksi keseluruhannya untuk tujuan yg
ingin dicapai
 Misal,Perencaan pada usahatani kecil, semua rencana
tanaman dan ternak ditinjau dan penggunaan sumberdaya
usahatani dipertimbangkan berdasarkan keseluruhan
kegiatan
Langkah Pokok Usahatani
Menyusun Menguji Mengevaluasi
Rencana Rencana Rencana

Evaluasi Implementasi
Program Program
Langkah Pokok Usahatani

 Menyusun Rencana terperinci mengenai


cabang-cabang usaha dan metode produksi yg
akan digunakan
 Menguji Rencana yg telah dirinci dlm kaitannya
dengan sumberdaya dan apaka konsisten dengan
kendala-kendala perencanaan yg dipakai dan
bersifat institusional, sosial atau kebudayaan
 Mengevaluasi Rencana dan menyusun urutan
rencana alternatif berdasarkan patokan yg sesuai,
agar menghasilkan rencana terbaik
 Implementasi Program bersamaan dengan penyusunan
anggaran kegiatan (activity budgeting)
 Evaluasi Program dilakukan mampu melihat kekurangan
dan kelebihan yg ada pada kegiatan
Anggaran kegiatan

 Batasan kegiatan secara terbatas tetapi


jelas dan
menyatakan apa yg diproduksi dan bagaimana
memproduksinya
 Daftar kebutuhan sumberdaya usahatani (lahan,
tenaga kerja dan modal)
 Kuantitas hubungan antara berbagai kegiatan
(ternak sebagai pengelola lahan dengan luasan
lahan yg tersedia atau kebutuhan antar teknologi
yg dimiliki)
 Daftar kendala yg bukan merupakan sumberdaya terhadap
satu atau beberapa kegiatan (kendala tataniaga)
 Daftar biaya tidak tetap untuk tiap unit kegiatan
 Pernyataan jumlah produk yg dihasilkan untuk tiap unit
kegiatan dan taksiran harga yg diterima apabila produk
tersebut dijual
Unsur Pokok dlm Usahatani
PERTEMUAN MINGGU KE-4

 Sarana produksi atau faktor produksi usahatani


dikatakan produktif apabila penggunaannya dilakukan
secara efisien
 Efisien teknis tercapai apabila produsen (petani) bisa
mengalokasikan faktor produksi sehingga mampu
memproduksi dlm jumlah besar
 Efisien alokatif tercapai apabila petani mendapatkan
keuntungan relatif maksimal
 Untuk mencapai efisien teknis dan alokatif,
maka petani harus mampu menekan harga
faktor produksi dan menjual hasil produksi
dengan harga tinggi (efisien ekonomi)
 Efisiensi ekonomi
 Pertanyannya adalah bagaimana mengatasi
masalah, disatu pihak sumberdaya produksi
pertanian ketersediaanya terbatas, namun
dipihak lain keinginan petani mendapatkan
keuntungan maksimal secara berkelanjutan..?
1. Tanah

 Tanah diperoleh dengan:


 Membeli
 Sewa
 Sakap
 Pemberian negara
 Warisan
 Wakaf
 Membuka lahan sendiri
 Macam-macam status tanah:
 Tanah hak milik
 Tanah sewa
 Tanah sakap
 Tanah gadai
 Tanah pinjaman
2. Tenaga Kerja

 Energi yang dicurahkan dalam suatu proses kegiatan untuk


menghasilkan suatu produk.
3. Modal

 Modal materi (Material Capital)


 Tanah, bangunan, alat pertanian, ternak,
saprodi, hutang dari bank, uang tunai
 Modal sosial (Social Capital)
 Keahlian manajemen bisnis
 Keahlian komunikasi bisnis
 Jaringan/ kolega bisnis
 Karakteristik
 Sehat jasamani dan rohani
Kredit Usaha Tani

 Kredit modal kerja yg disalurka melalui


koperasi, Bank dan lembaga lain yg
diperuntukkan untuk usaha sektor pertanian
(intensifikasi komoditas padi, palawija,
hortikultur, tanaman hutan, penggilingan padi,
usaha beras, toko pertanian, dll
 Sistem penyaluran kredit dirancang sedemikian
rupa agar dapat diakses secara mudah oleh
petani, tanpa agunan dan prosedur yg tidak
rumit
Ukuran keberhasilan kredit

 Sukses penyaluran
 Sukses penggunaan
 Sukses pengembalian
 Menambah modal usaha
 Meningkatkan kapasitas usaha
Kemitraan usahatani

Sarana dan Pengolahan


Produksi Pemasaran
prasarana Hasil

Sarana penunjang/
pendukung
Beberapa Model Kemitraan

 Model Intiplasma
 Model kontrak beli
 Model sub kontrak
Model Intiplasma

Plasma

Plasma Perusahaan Inti Kelompok

Plasma
Model kontrak beli

 Kontrak Jual Beli


Kelompok
Perusahaan Mitra
Inti

Menghasilkan
 Fasilitator/ Produk
 Mediator
 Negara
Model Sub Kontrak

Kelompok mitra Memproduksi


komponen produksi

Kelompok mitra
Perusahaan memproduksi
Mitra komponen yg
diperlukan
perusahaan mitra
sebagai bagian dari
Kelompok mitra produksinya
Model dagang umum

 Hubungan kemitraan antara perusahaan kecil dengan


perusahaan menengah atau besar memasarkan hasil
produksi usaha kecil memasok kebutuhan yg diperlukan
oleh usaha menengah atau usaha besar atau usaha kecil yg
membesarkan usaha besar
Pengembangan pola dagang umum:

 Mewajibkan usaha menengah atau besar untuk


memasarkan hasil produksi usaha kecil atau
usaha menengah sebagai pemasok usaha besar
 Memberikan kesempatan kepada usaha kecil
untuk mengerjakan usahanya sesuai keahlian
dan menjual hasil produksinya kepada usaha
besar yg bukan mitra usahanya
 Memberikan kesempatan usaha kecil untuk
memasarkan produksi dari usaha besar
Model kemitraan keagenan

Kelompok Perusahaan
mitra mitra

Memasarkan
Kelompok mitra memasok
Produksi Kelompok
kebutuhan yg diperlukan
perusahaan mitra atau
perusahaan mitra
Konsumen memasarkan hasil produksi
industri kelompok mitra
Model kerjasama agribisnis

 Hubungan kemitraan yg didalamnya kelompok mitra


menyediakan lahan, sarana dan tenaga kerja.
 Perusahaan mitra menyediakan biaya, modal atau sarana
untuk mengusahakan atau memproduksi suatu komoditas
pertanian
Kelompok mitra Perusahaan mitra

Lahan
Biaya
Sarana
Modal
produksi
teknologi
Tenaga kerja

Pembagian hasil usaha sesuai kesepakatan