Anda di halaman 1dari 15

Prinsip - prinsip

dasar animasi

ANIMASI 2D DAN 3D – KELAS XI MULIMEDIA


Apa itu animasi?

Pengertian Animasi adalah gambar bergerak yang berasal dari kumpulan berbagai


objek yang disusun secara khusus sehingga bergerak sesuai alur yang sudah ditentukan
pada setiap hitungan waktu. Objek yang dimaksud adalah gambar manusia, tulisan
teks, gambar hewan, gambar tumbuhan, gedung, dan lain sebagainya.

Para pembuat konten animasi disebut dengan animator. Saat ini ada banyak
perusahaan sukses di bidang pembuatan film animasi, diantaranya seperti Walt Disney,
Pixar, DreamWorks, lain-lain.
 Prinsip dasar animasi
adalah Prinsip-prinsip yang digunakan seorang animator
untuk mengetahui dan memahami bagaimana sebuah
animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil
animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan.
Prinsip dasar ini animasi ini sebenarnya paling pas
digunakan untuk animasi kartun.

 12 prinsip ini pertama kali diperkenalkan oleh dua orang


animator Disney yaitu Ollie Johnston dan Frank
Thomas dalam buku mereka yang berjudul The Illusion of
Life: Disney Animation. 
1. Squash dan stretch
 Prinsip dasar yang sangat populer ini terbilang paling penting dari 12
prinsip yang ada. Squash dan stretch (Menekan dan Melentur)digunakan
untuk menampilkan efek gravitasi, bobot, massa dan fleksibilitas.
2. Anticipation (antisipasi) membantu mengajak penonton agar penasaran
dengan apa yang terjadi selanjutnya. Teknik ini juga membantu animasi
agar terlihat lebih realistis. Contohnya : ancang-ancang yang dilakukan
sebelum seseorang meloncat atau berlari.
3. Staging berkaitan erat dengan komposisi dalam hal menentukan point of
interest. Walaupun tidak bergerak, obyek yang perlu mendapatkan
perhatian utama harus ditampilkan secara jelas.
04. Straight ahead action and
pose to pose
Straight ahead action dan pose to pose merupakan 2 teknik penyajian
animasi gambar tangan yang bisa digunakan terpisah atau
digabungkan. Straight ahead membutuhkan proses menggambar dari awal
hingga akhir secara berkelanjutan, sementara pose to pose merupakan
teknik menggambar frame awal dan akhir, kemudian dilanjutkan dengan
mengisi frame-freame di antaranya.
6. Follow through and overlapping action digunakan
untuk menunjukkan bahwa tidak semua bagian dari
obyek akan berhenti pada waktu yang sama.
06. Slow in and slow out
Menambahkan sejumlah frame tambahan akan mampu menampilkan
perubahan kecepatan yang lebih realistis. Pada software animasi teknik ini
biasa dikenal dengan istilah ease in dan ease out.
07. Arc
Mengikuti hukum fisika, pada umumnya obyek
membentuk kurva dalam proses bergeraknya. Hal ini
biasa diterapkan untuk menampilkan pergerakan yang
lebih alami dan halus.
08. Secondary action biasa digunakan untuk mempertegas
pergerakan yang dilakukan oleh sebuah obyek. Contoh
yang paling umum terlihat adalah berjalan sambil
menoleh ke kanan dan ke kiri
09. Timing
digunakan untuk mengkomunikasikan karakteristik dari obyek yang
bergerak, hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika. Sebagai contoh,
proses dan kecepatan jatuhnya bola karet akan berbeda dengan jatuhnya
kotak kayu.
10. Exaggeration
Terlalu realistis pun dapat membuat animasi terlihat kaku, untuk itu Anda
dapat menambahkan pergerakan yang dapat membuatnya terlihat lebih
dinamis dan menarik.
11. Solid drawing
Dalam animasi 2 dimensi, kemampuan mwnyajikan obyek secara jelas dan
konsisten, mulai dari perspektif, anatomi, bobot dan volume, hingga
cahaya dan bayangan
12. Appeal
dapat dibangun melalui pergerakan yang unik untuk masing-masing obyek
dan karakter sehingga kesemuanya memiliki personality yang khas. Hal ini
akan membantu dalam menyajikan cerita yang ingin disampaikan melalui
animasi itu sendiri.