Anda di halaman 1dari 13

ESPA4110

Inisiasi 3
Tambahan

Tabungan dan Investasi dalam


Perhitungan Pendapatan Nasional

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Tabungan dan Invetasi dalam Perhitungan
Pendapatan Nasional

• Pendapatan Nasional Keseimbangan Perekonomian


Terbuka: Y = C + I + G + NX
• Pendapatan Nasional Keseimbangan Perekonomian
Tertutup: Y = C + I + G

• Persamaan ini menyatakan bahwa GDP adalah jumlah


konsumsi, investasi, dan pembelian pemerintah.
• Setiap unit output yang dijual dalam perekonomian
tertutup mewakili konsumsi, investasi, atau pembelian
pemerintah.
• Bila kedua sisi dari persamaan ini dikurangai dengan C
dan G, maka didapatkan: Y– C – G = I

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Tabungan dan Invetasi dalam Perhitungan
Pendapatan Nasional (Sambungan)

• Sisi kiri dari persamaan ini: (Y-C-G) adalah pendapatan


total yang tersisa dalam perekonomian setelah dipakai
untuk konsumsi dan pembelian pemerintah.
• Jumlah ini dinamakan dengan tabungan nasional
(national saving), atau tabungan (saving) saja, dan
disimbolkan dengan S.
• Jadi, dengan mengganti (Y-C-G) dengan S, kita bisa
menuliskan kembali persamaan di atas menjadi: S = I

• Untuk memaknai tabungan nasional, dilakukakn


manipulasi persamaan tersebut diatas.

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Tabungan dan Invetasi dalam Perhitungan
Pendapatan Nasional (Sambung)

• Anggaplah T: jumlah pajak yang ditagih pemerintah dari


rumah tangga dikurangi jumlah yang disalurkan kembali
oleh pemerintah kepada rumah tangga dalam bentuk
pembayaran transfer (seperti jaminan sosial, dan
lainnya)  maka S = Y-C-G menjadi S = (Y-T-C) + (T-G)
• Y-T-C): tabungan swasta, yakni jumlah pendapatan
yang tersisa setelah rumah tangga membayar pajak dan
konsumsi.
• (T-G): tabungan publik, yaitu jumlah pendapatan pajak
yang tersisa bagi pemerintah setelah dipotong belanja
pemerintah.
• Jika T>G  Surplus anggaran
• Jika T<G  defisit anggaran
Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1
Investasi yang Direncanakan

• Investasi: variabel aliran


menggambarkan tambahan-tambahan
terhadap modal perusahaan dalam
periode tertentu.
• Investasi sebagai sesuatu yang digunakan
untuk menciptakan nilai di masa yang
akan datang.
• Investasi yang direncanakan: investasi
merujuk terhadap pembelian barang
untuk menambah stok modal dan
persediaan yang direncanakan oleh
suatu perusahaan.
• Untuk menghitung pendapatan nasional,
diasumsikan jumlah investasi
direncanakan tetap.
Faktor-faktor yang menentukan investasi:
• Tingkat keuntungan investasi yang akan diperoleh
• Tingkat suku bunga
• Ramalan kondisi di masa datang
• Kemajuan teknologi
Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1
Contoh Soal
Dalam perekonomian sederhana, asumsi tidak ada sektor pemerintah
maupun kegiatan ekspor impor, diketahui fungsi konsumsi: C = 500 + 0,8 Y
dan fungsi investasi: I = 100. Hitunglah besarnya tingkat pendapatan
keseimbangan?

Jawab:
S=Y–C
S = Y – (500+0,8Y)
S = -500 + 0,2 Y

Keseimbangan tercapai pada S = I

-500+0,2Y = 100
0,2 Y = 100 + 500
Y = 600/0,2
Ye = 3000

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Angka Pengganda

Multiplier bergantung pada seberapa besar MPC-nya.


Jadi : multiplier (angka pengganda) investasi =
Ki = 1/(1-MPC)
= 1/MPS

1
Perubahan pada output = X Perubahan pada investasi
1-MPC
1
= X Perubahan pada investasi
MPS

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Menurunkan Angka Pengganda

Bila fungsi konsumsi adalah: C= a + bY


Untuk perekonomian dua sektor, keseimbangan terjadi pada saat
Y = C+I.

Dengan melakukan substitusi kita dapatkan:


Y = a+bY+I atau
Y-bY = a+I
Y (1-b) = a+I
Y = (a+I)/(1-b) atau {1/(1-b)}.(a+I)

Bila I berubah sebesar delta I, maka Y berubah sebesar delta Y,


dimana delta Y = delta I x {1/(1-b)}
Karena b merupakan MPC, maka delta Y = delta I x {1/(1-MPC)} atau
delta Y = delta I x (1/MPS)

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Contoh

Dalam perekonomian sederhana, diasumsikan tidak ada sektor pemerintah


maupun kegiatan ekspor impor diketahui fungsi konsumsi: C = 500 + 0,8 Y
dan fungsi investasi: I = 100; Delta I = 100
Tentukanlah:
a. Pendapatan keseimbangan awal (Yo)?
b. Angka pengganda Investasi
c. Pendapatan keseimbangan yang baru setelah ada penambahan investasi
(Y1)
Yo= 1/MPS (a+I) 1/0,2 (500+100)  5 x 600  Yo = 3.000
Ki = 1/MPS = 1/0,2 = 5
Y1 = 1/MPS(a+I+dI)  (1/0,2) (500+100+100)  (5) x 700
= 3.500
Y1 = Yo+ delta Y  Yo + Ki x delta I  3.000 + 5 x 100
Y1 = 3.500

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Contoh (Sambung)

Yo= 1/MPS (a+I)


= 1/0,2 (500+100)
= 5 x 600 = 3.000

Ki = 1/MPS = 1/0,2 = 5

Y1 = 1/MPC (a+I+dI)
= (1/0,2) (500+100+100)
= (5) x 700
= 3.500

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Soal

1. Diketahui data hipotesis perekonomian Indonesia adalah sbb:


Fungsi konsumsi C = 120 + 0,75 Y
Investasi I = 40
Ditanya :
a. hitunglah pendapatan nasional keseimbangan
b. Tentukan konsumsi dan tabungan keseimbangan
c. Hitung Impas pendapatan

2. Diketahui sama dengan 1);


Ditanya:
a. Hitung angka pengganda untuk pengeluaran investasi
b. Berapa investasi yang diperlukan bila diharapkan pendapatan nasional
baru = 680.

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Jawaban Soal No. 1

a. Pendapatan nasional keseimbangan


Pendekatan pengeluaran : Y=C+I
Y = 120 + 0,75Y + 40
0,25Y = 160
Ye = 640
b. Ce dan Se ?
Masukkan Ye kedalam fungsi konsumsi
Ce = 120 + 0,75 x 640 = 120+480 = 600
Se = -a + MPS x Ye = -120 + 0,25 x 640 = 40
c. Impas pendapatan terjadi pada saat pendapatan = konsumsi
Y=C  Y=120+0,75Y  Y = 480

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1


Terima Kasih

Program Studi Ekonomi Pembangunan, 2020.1