Anda di halaman 1dari 16

CA LAMBUNG

Kelompok 2 :
Vera Syahrinisya
Alda Rahma fitri
Syaiyidaliyatun nufus
Lailan Sumarni
Pengertian
Kanker lambung adalah suatu keganasan yang
terjadi dilambung, sebagian besar dari jenis
adenokarsinoma.Jenis kanker lambung lainnya adalah
leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma
(Kumar et al.,2007c).
Klasifikasi
A. Early gastric cancer (Kanker lambung dini).
Jenis kanker ini dianggap terbatas pada mukosa atau submukosa dan memiliki
angka kelangsungan hidup 5 tahun sebesar 95%. Berdasarkan hasil pemeriksaan
dapat dibagi atas:
1) Tipe I (pritrured type)
2) Tipe II (superficial type)
3) Type III(Excavated type)

B. Advanced gastric cancer (Kanker stadium lanjut).


Jenis kanker ini neoplasma telah meluas melewati submukosa ke dinding otot.
Menurut klasifikasi Bormann dapat dibagi atas:
4) Bormann I
5) Bormann II
6) Bormann III
7) Bormann IV
Etiologi
Penyebab dari kanker lambung sampai saat ini
belum diketahui secara pasti.Namun para penyelidik
berpendapat bahwa komposisi makanan merupakan
faktor penting dalam kejadian kanker lambung .
Patofisiologi
Pada stadium awal, kanker lambung sering tanpa gejala karena lambung masih dapat
berfungsi normal. Gejala biasanya timbul setelah massa kanker cukup membesar
sehingga bisa menimbulkan gangguan anoreksia, dan gangguan penyerapan nutrisi di
usus sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan yang akhirnya menyebabkan
kelemahan dan gangguan nutrisi. Bila kerja usus dalam menyerap nutrisi makanan
terganggu maka akan berpengaruh pada zat besi yang akan mengalami penurunan
yang akhirnya menimbulkan anemia dan hal inilah yang menyebabkan gangguan
pada perfusi jaringan penurunan pemenuhan kebutuhan oksigen di otak sehingga efek
pusing sering terjadi.

Pada stadium lanjut bila sudah metastase ke hepar bisa mengakibatkan hepatomegali.
Kanker yang sudah membesar akan menghimpit atau menekan saraf sekitar gaster
sehingga impuls saraf akan terganggu, hal ini lah yang menyebabkan nyeri tekan
epigastrium. Adanya nyeri perut, hepatomegali, asites, teraba massa pada rektum, dan
kelenjar limfe supraklavikuler kiri (Limfonodi Virchow) yang membesar
menunjukkan penyakit yang lanjut dan sudah menyebar (Kumar et al.,2007c; Price &
Lorraine, 2005).
Tanda dan Gejala
1. Nyeri
2. Penurunan Berat badan.
3. Muntah
4. Anoreksia.
5. Disfagia.
6. Nausea.
7. Kelemahan.
8. Hematemasis
9.Regurgitasi.
10. Mudah kenyang.
11. Asites ( perut membesar).
12. Keram abdomen
13. Darah yang nyata atau samar dalam tinja
14. Pasien mengeluh rasa tidak enak pada perut terutama sehabis makan.
Manefestasi Klinis
Tanda dan gejala tergantung dari tipe kanker:
1. Kanker lambung dini :
Umumnya tak bergejala, karena lambung masih dapat berfungsi dengan
normal dan dapat ditemukan dengan pemeriksaan endoskopik berulang.
Namun biasa ditandai dengan : Rasa tidak nyaman pada perut . perut
terasa penuh setelah makan meskipun tidak banyak, Mudah kenyang.

2. Kanker stadium ini mungkin asimtomatik, tetapi biasanya timbul :


Anemia, biasanya menjadi keluhan utama. Anoreksia,Rasa tidak nyaman
diperut, Penurunan berat badan, sering dijumpai dan mengggambarkan
penyakit metastasis lanjut, Nausea atau rasa ingin muntah-muntah,Nyeri
pada epigastrium, Biasanya ada darah pada tinja, Kelemahan, Asites (perut
membesar) Gangguan penyerapan nutrisi(Price & Lorraine, 2005).
Komplikasi
1) Perforasi
Dapat terjadi perforasi akut dan perforasi kronik.
2) Hematemesis
Hematemesis yang masif dan melena terjadi ± 5 % yang gejala-
gejalanya mirip seperti pada perdarahan masif maka banyak darah yang
hilang sehingga timbulah anemia.
3) Obstruksi
Dapat terjadi pada bagian bawah lambung dekat daerah pilorus yang
disertai keluhan muntah-muntah.
4) Adhesi
Jika tumor mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan
infiltrasi dengan organ sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut.
5) Metastasis ke kelenjar getah bening dan hati sehingga menyebkan
hepatomegaly (Kumar et al., 2007b) 
Pemeriksaan diagostik
1. Pemeriksaan fisik.
2. Pemeriksaan darah pada tinja
3. CT-Scan
4. USG
5. Endoskopi
6. Gastroskopi dan Biopsi
7. Sitologi
Prognosis
Pasien dengan kanker perut dioperasikan tanpa
keterlibatan kelenjar getah bening memiliki kesempatan
lebih dari 50% menjadi sembuh dari kanker setelah operasi.
Namun, jika kanker menyebar melalui dinding perut untuk
melibatkan lemak normal di sekitar perut, kemungkinan
sembuh menurun. Setelah kelenjar getah bening sekitarnya
perut terlibat dengan kanker, bahkan setelah operasi
pengangkatan seluruh kanker, hanya sekitar 15 hingga 20%
pasien akan hidup tanpa kanker dalam 5 tahun.
Konsep
1.Pengkajian
Asuhan Keperawatan
 Anamnesa
a. Data demografi :
Dapat meliputi nama, umur, agama, jenis kelamin, status pekerjaan, status perkawinan,
pendidikan.

b. Keluhan utama
Pada klien dengan kanker lambung biasanya akan mengalami anemia, rasa tidak nyaman perut,
nyeri pada epigastrium, lemah.

c. Riwayat penyakit dahulu


Klien merasakan tidak nyaman perut, mudah kenyang, mual, muntah, anoreksia.

d. Riwayat penyakit sekarang


Pada klien kanker lambung biasanya akan mengeluh perut terasa penuh setelah makan, adanya
penurunan berat badan, perut membesar. Klien juga bisa sedang menderita gastritis.

e. Riwayat penyakit keluarga


Pada klien kanker lambung dapat dipengaruhi oleh faktor herediter atau keturunan, jadi penyakit
yang diderita bisa karena adanya keturunan penyakit kanker lambung (Doengoes et al., 2000).
Diagnosa Keperawatan
1) Nyeri akut b.d agen cedera biologis

2) Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d kurang pengetahuan


tentang faktor pemberat (asupan garam, merokok)

3) Ansietas b.d perubahan dalam status kesehatan

4) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d


ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien

5) Resiko infeksi b.d prosedur invasif


Intevensi
A. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d kurang pengetahuan tentang faktor pemberat (asupan garam, merokok)
Tujuan : Menunjukkan perfusi adekuat
Kriteria hasil :
1. TTV stabil
2. Membran mukosa berwarna merah muda
3. Pengisian kapiler baik
Intervensi :
Awasi tanda-tanda vital, kaji pengisian kapiler, warna kulit/membran mukosa, dasar kuku.

Rasional :
Memberikan informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menentukan intervensi.
Selidiki keluhan nyeri dada.

Rasional :
Iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial/potensial resiko infark.
Awasi upaya pernapasan: auskultasi bunyi napas.

Rasional :
Dispnea, gemericik menunjukkan GJK karena regangan jantung lama/peningkatan kompensasi curah jantung.
Monitor adanya daerah tertentu yang hanya peka terhadap panas/dingin.
Implementasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan adalah inisiatif dari
rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang
spesifik.Dalam tahap pelaksanaan ini, perawat berperan
sebagai pelaksana keperawatan, memberi support,
pendidik, advokasi, konselor dan penghimpunan data.
Tujuan utama adalah melaksanakan rencana tindakan yang
telah dibuat yang berfungsi mencakup penurunan ansietas,
mendapatkan nutrisi optimal, penghilangan nyeri,
mengurangi resiko infeksi dan menyesuaikan dengan
diagnosis dan perubahan gaya hidup yang diantisipasi, serta
kemampuan untuk merawat diri sendiri (Brunner &
Suddart, 2001).
Evaluasi
Tindakan intelektual untuk melengkapi proses
keperawatan yang menandakan seberapa jauh diagnosa
keperawatan, rencana tindakan dan pelaksanaan sudah
berhasil dicapai (Brunner & Suddarth, 2001).
Biasnya evaluasi akan ditulis dengan data-data
SOAP (Subjectif, Objectif, Analisis, Planning)
(Doengoes et al., 2000).
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai