Anda di halaman 1dari 15

Pola Pewarisan Sifat

Kelompok VIII

Nama Kelompok :

Andre Syafii

Irfan Prasetya

Ryan Prabowo

Muhammad Nur

3
I. Pengertian

Pola Pewarisan Sifat

Pewarisan sifat atau hereditas merupakan penurunan sifat dari induk (orang tua)
kepada keturunannya (anak). Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat ini
disebut genetika. Sifat-sifat suatu makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin
jantan dan sel kelamin betina.
Sebelum kita masuk ke materi yang lebih lanjut, mari kita ketahui dulu beberapa
istilah yang ada di pola pewarisan sifat.

4
Istilah Dalam Pola Pewarisan Sifat

◈ Genotip : Informasi genetik yang dimiliki oleh seuatu / seorang individu


◈ Fenotip : Sifat atau karakter yang tampak pada suatu individu yang dapat
diamati adanya
◈ Genetika : Ilmu yang mempelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas
diturunkan kepada anak dan cucu)
◈ Gen : suatu materi yang mengatur berbagai karakter dalam tubuh
◈ Alel : suatu anggota dari pasangan gen
◈ Homozigot : pasangan alel yang sama (dominan – dominan , resesif – resesif)
◈ Heterozigot : pasangan alel yang berbeda (dominan dengan resesif)

5
II. Penjelasan
Pembahasan kita ini dimulai dari kromosom. Kromosom terletak pada inti sel (nukleus),
dimana pada tiap kromosom ada lokus (lokasi khusus) yang ditempati oleh sepasang alel
yang bisa disebut dengan gen. Didalam gen sendiri itulah ada materi genetik yang disebut
dengan DNA sebagai pembawa sifat.

Adapun bagian dari kromosom adalah :


• Sentromer : berfungsi untuk pegangan benang – benang gelondong pada saat proses
metafase terjadi
• Lengan : Lengan juga bisa disebut sebagai bagian tubuh dari kromosom

6
Kromosom

Tipe kromosom dibedakan menjadi :


a) Autosom : biasa disebut sebagai kromosom tubuh. Tidak mempengaruhi jenis kelamin.
Terdiri dari 22 pasang, atau 44 kromosom
b) Genosom : biasa disebut sebagai kromosom sex. Kromosom inilah yang mempengaruhi jenis
kelamin. Kromosom ini ada 2 jenis, yang masing – masing terdiri dari 1 pasang, yaitu :
(1) Kromosom X
(2) Kromosom Y, yang terdiri dari :
○ Ginospermium : 22aa + Kromosom X
○ Androsperium : 22aa + Kromosom Y

7
Asam deoksiribonukleat
(DNA)

Sekarang kita berbicara tentang DNA, dimana DNA juga penting dalam pola pewarisan sifat. DNA
trerletak ada di beberapa bagian, antara lain :
◈ Nukleus
◈ Mitokondria –> pada tumbuhan dan hewan
◈ Sitoplasma –> pada ganggang dan tumbuhan tingkat tinggi
Replikasi DNA. Ada 3 macam DNA dalam melakukan replikasi, anatara lain :
◈ Semikonservatif –> rantai doubel helix memisah, lalu muncul rantai lain disebelahnya
◈ Konservatif –> doubel helix tidak memisah, lalu terbentuk rantai doubel helik juga
disebelahnya
◈ Dispertive –> ranatai doubel helik ada yang terpotong, lalu timbul rantai baru melengkapi
rantai yang terpotong

8
Asam ribonukleat
(RNA)

Selain DNA penting dalam pola pewarisan, RNA juga penting. Pada hewan prokariot fungsi dari
DNA digantikan oleh RNA
Adapun ada 2 macam RNA, contohnya :
a. RNA genetik –> RNA yang terdapat pada organisme yang tidak memiliki DNA sehingga fungsi
RNA sama dengan RNA. Contohnya pada virus
b. RNA non genetik –> RNA yang terdapat ada organisme yang mempunyai DNA, contohnya
pada manusia.

9
Perbedaan DNA Dan RNA

DNA RNA
a. Rantai nya doubel helix a. Rantainya single
b. Basanya terdiri dari pirimidin : b. Basanya terdiri dari pirimidin :
Timin, Adenin Urasil, Adenin
c. Gulanya adalah deoksiribosa c. Gulanya adalah ribosa
d. Molekulnya panjang d. Molekulnya pendek

10
Hukum Mendel

Hukum Mendel Sendiri ada 2, yaitu :

I. Hukum Mendel I “The Law of Segregation of Allelic Genes” (Hukum Pemisahan Gen yang
Sealel) Dari hukum yang pertama ini dapat disimpulkan :
Pada saat pembentukan gamet, gen yang menentukan suatu sifat akan mengalami segregasi
(pemisahan), sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen
Hukum Mendel ini bisa diterapkan untuk persilangan monohybrid.

II. Hukum Mendel II “The Law of Independent Assortment of Genes” (Hukum Pengelompokan
Genes Secara Bebas) dari hukum Mendel yang kedua ini dapat disimpulkan : Anggota dari
sepasang gen memisah secara bebas, (tidak saling mempengaruhi) ketika berlangsung miosis
selama pembentukan gamet
Hukum Mendel yang kedua ini dapat diterapkan untuk persilangan dihibrida dengan dua beda
sifat.
11
Hukum Mendel I

Hukum Mendel I (Hukum Segregasi), menyatakan bahwa ketika berlangsung pembentukan gamet
pada individu, akan terjadi pemisahan alel secara bebas. Persilangan monohibrid membuktikan hukum
Mendel I. Persilangan monohibrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda. Untuk mengetahui
keadaan genotip F1 dapat dilaksanakan:

1) Testcross (uji silang): mengawinkan individu hasil hibrida (F 1) dengan salah satu induknya yang
homozigot resesif. Tujuan uji silang ini untuk mengetahui keadaan genotip suatu individu, apakah
homozigot atau heterozigot.
2) Backcross (silang balik): mengawinkan individu hasil hibrida (F 1) dengan salah satu induk, baik
induk homozigot dominan ataupun resesif. Tujuan backcross adalah untuk mengetahui genotip
induknya.

Intermediet: penyilangan dengan satu sifat beda, namun sifat dominan tidak mampu menutupi sifat
resesif sehingga muncul sifat diantara keduanya.
12
Hukum Mendel II

Hukum Mendel II, menyatakan bahwa pada saat penentuan gamet, gen-gen sealel akan memisah
secara bebas dan mengelompok secara bebas pula. Persilangan dihibrid merupakan bukti
berlakunya hukum Mendel II.

Mendel melanjutkan persilangan, dengan menyilangkan tanaman yang memiliki dua sifat beda
(dihibrid), yaitu warna dan bentuk kacang ercis. Dia menyilangkan kacang ercis biji bulat (B)
warna kuning (K) dengan kacang ercis biji kisut (b) warna hijau (k). Hasilnya F 1 memiliki fenotip
kacang ercis biji bulat warna kuning (100%). Setelah F 1 disilangkan dengan sesamanya
menghasilkan keturunan F2 dengan rasio fenotip 9 (bulat kuning) : 3 (bulat hijau) : 3 (kisut
kuning) : 1 (kisut hijau).

13
Monohibrid Dan Dihibrid

I. Monohibrid adalah persilangan antara dua individu dari spesies yang sama dengan satu sifat
beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan dengan Hukum Mendel I atau yang disebut
dengan hukum segregasi. Hukum ini berbunyi “Pada pembentukan gamet, gen-gen yang
berpasangan akan dipisahkan (disegregasikan) ke dalam dua gamet (sel kelamin) yang
terbentuk".

II. Dihibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda. Pada
persilangan ini dinyatakan oleh Mendel bahwa gen-gen dari kedua induk akan mengelompok
secara bebas. Pernyataan ini disebut dengan Hukum Mendel II (Independent
Assortment/asortasi bebas/berpasangan secara bebas).

14
Thanks!
Any questions?

15