Anda di halaman 1dari 33

SEORANG PRIA 77 TAHUN DENGAN HEMIPARESIS DEXTRA, PARESIS N.

VII SENTRAL DEXTRA DAN N. XII SENTRAL DEXTRA ET CAUSA STROKE


NON HEMORAGIK
PEMBIMBING :
DR. LISA NURHASANAH,. SP.KFR

RESIDEN PEMBIMBING :
DR.ANDRIAZ

AGUNG SATRIA WINAHYU 22010119220193


IDENTITAS PENDERITA
• NAMA : TN. S

• UMUR : 77 TAHUN

• JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI

• ALAMAT : SAMPANGAN BARU I, BENDANNGISOR- GAJAH


• AGAMA : ISLAM

• PEKERJAAN : PENSIUN

• NO. CM : B381980

• BIAYA : JKN NON PBI


ANAMNESIS
• PASIEN DATANG INGIN MELAKUKAN CEK RUTIN DENGAN KELUHAN SEBELUMNYA YAITU KELEMAHAN SEPARUH BADAN SEBELAH KANAN
PADA TANGAN DAN KAKI PASIEN SAAT PASIEN HENDAK KE KAMAR MANDI SECARA TIBA-TIBA PADA TAHUN 2015.

• PASIEN MERASAKAN KAKI DAN TANGAN BAGIAN KANAN LEBIH LEMAS DAN SEDIKIT KESULITAN DALAM BERJALAN. PASIEN MENGANGGAP
BAHWA RASA LEMAH TERJADI SECARA TERUS MENERUS TANPA ADA FAKTOR YANG MEMPERINGAN ATAUPUN MEMPERBERAT.

• PADA PASIEN DITEMUKAN GEJALA PENYERTA BERBICARA SECARA PELO. KELUHAN NYERI KEPALA TIDAK ADA, MUAL MUNTAH TIDAK ADA,
PASIEN MASIH BISA MENGENAL ORANG DISEKITARNYA.

• PASIEN PERNAH MENGALAMI STROKE PADA TAHUN 2000 DENGAN KELUHAN ANGGOTA GERAK BADAN LEMAH PADA SEBAGIAN TUBUH
DAN PASIEN TIDAK INGAT APA SAJA PENGOBATAN YANG SUDAH PERNAH DILAKUKAN DALAM PENGOBATAN STROKE. PASIEN MEMILIKI
RIWAYAT DARAH TINGGI DENGAN MINUM OBAT TERATUR DAN DIABETES DENGAN RIWAYAT MINUM OBAT TERATUR.
ANAMNESIS
• SAAT INI PASIEN SUDAH SANGGUP BERJALAN SENDIRI TANPA ALAT BANTU DI DALAM RUMAH, NAMUN
UNTUK BERJALAN DI LUAR RUMAH PASIEN MASIH HARUS MENGGUNAKAN TONGKAT.

• AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PASIEN SEPERTI MAKAN, MANDI, DAN MEMAKAI BAJU SUDAH
DAPAT DILAKUKAN SECARA MANDIRI. BAB PASIEN DALAM BATAS NORMAL, PASIEN MENGAKUI KADANG
TIDAK DAPAT MENAHAN BAK DAN KADANG MENGGUNAKAN PAMPERS DEWASA.

• PASIEN SEBELUMNYA SERING MELAKUKAN BERBAGAI MACAM AKTIVITAS SOSIAL SEPERTI


BERCENGKRAMA DAN MENGIKUTI BERBAGAI KEGIATAN DENGAN ANAK DAN TETANGGA, DAN SAAT INI
INTENSITAS LEBIH BERKURANG KARENA ADANYA KELEMAHAN PADA SEBAGIAN TUBUH PASIEN.
ANAMNESIS
• PASIEN DIKONSULKAN OLEH DOKTER SPESIALIS SARAF KE POLI REHABILITASI MEDIK DAN DIBERIKAN
PROGRAM TERAPI BERUPA FISIOTERAPI DAN OKUPASI TERAPI.

• PASIEN RUTIN MENJALANI PROGRAM REHABILITASI 2 KALI SEMINGGU DAN RUTIN KONTROL.
• SETELAH MENJALANI TERAPI DI RSDK, PASIEN MERASAKAN ADANYA PERBAIKAN DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI SEPERTI GAYA HIDUP YANG MANDIRI SERTA KEMAMPUAN MOBILISASI YANG LEBIH BAIK
SETELAH SEBELUMNYA PASIEN MERASAKAN KESULITAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI DAN LEBIH
BERGANTUNG PADA BANTUAN ISTRI.

• OBAT YANG DIKONSUMSI PASIEN SAAT INI : ASAM ASETILSALISILAT TAB 80 MG 1X1 HARI, KANDERSATAN
TAB 16 MG 1X1 HARI, VIT B KOMPLEKS TAB 1X1 HARI.
ANAMNESIS
• RIWAYAT PENYAKIT DAHULU: • RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA :
• RIWAYAT HIPERTENSI (+) TERKONTROL • ADIK PASIEN PERNAH MENGALAMI STROKE ±3 TAHUN
YANG LALU
• RIWAYAT DISLIPIDEMIA (-) • IBU PASIEN MENGALAMI KENCING MANIS
• RIWAYAT DIABETES MELITUS (+) TERKONTROL • IBU PASIEN PENDERITA HIPERTENSI
• RIWAYAT PENYAKIT JANTUNG (-) • KAKAK PASIEN MENGALAMI KENCING MANIS
• RIWAYAT STROKE SEBELUMNYA (+) PADA TAHUN • ADIK PASIEN MENGALAMI KENCING MANIS
2000 DAN 2015 • RIWAYAT PENYAKIT JANTUNG DIBANTAH
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
• PASIEN MERUPAKAN SEORANG PENSIUNAN DOSEN MEMILIKI SEORANG ISTRI DAN 3 ORANG ANAK YANG SUDAH MANDIRI
SECARA FINANSIAL, KEUANGAN PASIEN DIDAPATKAN DARI DANA PENSIUN SERTA BANTUAN DARI KETIGA ANAKNYA.

• SEHARI-HARI PASIEN DIRAWAT OLEH ISTRINYA, RUMAH PASIEN MERUPAKAN RUMAH PRIBADI DENGAN TOILET
MENGGUNAKAN TOILET JONGKOK YANG SUDAH DIBERI KURSI MODIFIKASI SEHINGGA SAAT BAB PASIEN TIDAK PERLU
JONGKOK, MEMILIKI RANJANG TEMPAT TIDUR YANG MENEMPEL DENGAN TEMBOK SERTA PADA PINGGIR TEMPAT TIDUR
DIBERIKAN KURSI AGAR MENGURANGI RISIKO JATUH.

• RUMAH HANYA 1 LANTAI DAN TIDAK MEMILIKI TANGGA.


• BIAYA PENGOBATAN DENGAN JKN NON PBI. DIDAPATKAN KESAN SOSIAL EKONOMI CUKUP.
ANAMNESIS
RIWAYAT HOBI DAN GAYA HARAPAN
HIDUP
PASIEN BERHARAP DAPAT MELAKUKAN SEMUA
PASIEN MERUPAKAN PENSIUNAN DENGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN MANDIRI.
AKTIVITAS SEHARI-HARI BERJALAN JALAN PASIEN JUGA SANGAT BERHARAP BISA
DISORE HARI,BERSOSIALISASI, DAN KEMBALI MENGIKUTI AKTIVITAS SOSIAL DI
MENGIKUTI KEGIATAN DENGAN TETANGGA LINGKUNGAN RUMAH SEPERTI SEBELUM
DAN ANAK, DENGAN ADANYA PENYAKIT TERKENA STROKE LAGI.
STROKE INI PASIEN LEBIH SERING
MENGHABISKAN WAKTUNYA DIRUMAH.
PEMERISAAN FISIK
Lateral : Kifosis (+), lordosis (-)
Posterior : Kepala dan leher tegak, di
tengah

• STATUS GENERAL Bahu simetris

• KEADAAN UMUM : BAIK, KOOPERATIF, PENAMPILAN RAPI DAN BERSIH Ekstremitas superior flexy

• KESADARAN : COMPOS MENTIS, GCS = 15 (E4M6V5) sinergy pattern (-)


Skoliosis (-)
• 
Pinggang, lutut, dan tumit
• POSTUR :
tampak simetris
• ANTERIOR : KEPALA DAN LEHER TEGAK, DI TENGAH
Ekstremitas inferior extency
• BAHU TIDAK SIMETRIS CENDERUNG LEBIH TINGGI KIRI
sinergy pattern (+)
• EKSTREMITAS SUPERIOR FLEXY SINERGY PATTERN (-)
Genu varus (-/-), genu valgus
• SKOLIOSIS (-)
(-/-), ankle inversi (-/-),ankle
• EKSTREMITAS INFERIOR FLEXY SINERGY PATTERN (-)
eversi (-/-)
• GENU VARUS (-/-), GENU VALGUS (-/-), ANKLE INVERSI (-/-),ANKLE
 Gait : Berjalan sendiri tanpa alat bantu,
• EVERSI (-/-) hemiparetic gait (+)
• SUBLUKSASI (-/-)
PEMERIKSAAN FISIK
• TANDA-TANDA VITAL
• TD : 120/79 MMHG
• NADI : 82 X/MENIT
• RR : 20 X/MENIT
• SUHU : 36,7 C
• BB/TB : 64 KG/170 CM (BMI : 22.1 KG/M 2
-> NORMOWEIGHT) VAS :0
PEMERIKSAAN FISIK
• STATUS INTERNUS
• KEPALA : MESOSEFAL

• MATA : KONJUNGTIVA ANEMIS (-/-), SKLERA IKTERIK (-/-), PUPIL BULAT,

• ISOKOR Ø 3 MM/3 MM, STRABISMUS (-/-), REFLEKS CAHAYA (+/+)


• HIDUNG : SEKRET (-), DEVIASI (-), BENTUK (N), NAFAS CUPING HIDUNG (-)
• MULUT : SIANOSIS (-), SUDUT BIBIR KIRI LEBIH TINGGI DARIPADA KANAN

• TENGGOROKAN : FARING HIPEREMIS (-), UVULA DITENGAH, ARCUS FARING SIMETRIS,


• TONSIL T1-T1
• LIDAH : ATROFI (-), FASIKULASI (-), STOMATITIS (-), DEVIASI (+) KE KIRI

• TELINGA : DISCHARGE -/-


• LEHER : KAKU KUDUK (-), PEMBESARAN LIMFONODI (-),TRAKEA DI TENGAH
PEMERIKSAAN FISIK • COR
INSPEKSI : IKTUS CORDIS TIDAK TAMPAK
• THORAKS :

• PULMO PALPASI : IKTUS CORDIS TERABA DI ICS VI LINEA AXILLA


ANTERIOR,
INSPEKSI : SIMETRIS STATIS DAN DINAMIS, RETRAKSI
SUPRASTERNAL (-), TIDAK KUAT ANGKAT
RETRAKSI INTERKOSTAL (-) PERKUSI : BATAS KIRI 2 CM MEDIAL MIDCLAVICULA LINEA
PALPASI : STEM FREMITUS KANAN = KIRI, SINISTRA ICS VI
PERKUSI : SONOR DISELURUH LAPANGAN PARU BATAS ATAS ICS III LINEA PARASTERNAL SINISTRA
AUSKULTASI: SUARA DASAR VESIKULER (+/+),
BATAS KANAN LINEA PARASTERNALIS DEKSTRA
SUARA TAMBAHAN RONKHI (-), WHEEZING (-)
AUSKULTASI: BJ I DAN II REGULER, MURMUR (-), GALLOP (-)
PEMERIKSAAN FISIK
• ABDOMEN
INSPEKSI : DATAR, VENEKTASI (-)
AUSKULTASI: BISING USUS (+) NORMAL
PERKUSI : TIMPANI
PALPASI : SUPEL, HEPAR DAN LIEN TIDAK TERABA,NYERI TEKAN (-), MASSA (-)
 
STATUS NEUROMUSKULOSKELETAL
• GANGGUAN KOMUNIKASI
AFASIA : (-)
FLUENT [-], COMPREHENSION [+], REPETITION [+], NAMING[+]
KESAN : NORMAL
DISARTRIA : (+)

• GANGGUAN MEMORI
Tidak ada gangguan memori
NERVUS CRANIALIS
• N. I : NORMOSMIA +/+ • N III, IV,VI :
• Ptosis (-/-)
• N. II : VISUS TERGANGGU KARENA KATARAK • Gerak bola mata baik ke segala arah
• LAPANGAN PANDANG KESAN BAIK +/+ • Strabismus (-/-)

• KESAN TIDAK BUTA WARNA +/+ • NV :

• REFLEKS CAHAYA LANGSUNG (+/+), TIDAK • Sensorik : Refleks kornea (+/+), sensasi
dahi, pipi dagu
LANGSUNG (+/+)
• Motorik : Kekuatan m. Temporalis,
• FUNDUSKOPI TIDAK DILAKUKAN m.Masseter, m. Pterigoideus (+/+)
NERVUS CRANIALIS
• N VII :
• SENSORIK : SENSASI 2/3 ANTERIOR LIDAH; MANIS (+/+), ASIN (+/+) ,
• ASAM (+/+); PAHIT (+/+)
• 
• MOTORIK :
• SAAT ISTIRAHAT, KESAN ASIMETRIS MEROT KE KIRI
• MENGERUTKAN DAHI (+/+)
• MENUTUP MATA (+/+)
• LAGOFTALMUS (-/-)
• MENGGEMBUNGKAN PIPI (+/+) ASIMETRIS LEBIH KUAT SISI KIRI
• MENCUCUKAN BIBIR (+/-) ASIMETRIS, BIBIR KANAN TERTINGGAL
• MEMPERLIHATKAN GIGI TERSENYUM (-/+) ASIMETRIS MEROT KE KIRI
NERVUS CRANIALIS
• N. VIII : MAMPU MENDENGAR GESEKAN JARI SAMA BAIK • N. XI : KEKUATAN M. TRAPEZIUS (5/5)
ANTARA KANAN
KEKUATAN M. STERNOCLEIDOMASTOIDEUS (5/5)
DAN KIRI, KESAN BAIK.
TES GARPUTALA TIDAK DILAKUKAN. • N. XII : SAAT ISTIRAHAT, LIDAH DI TENGAH

• N. IX : SENSASI 1/3 POSTERIOR LIDAH DALAM BATAS NORMAL SAAT MENJULUR, LIDAH DEVIASI KE KANAN
• N. IX, X : • TREMOR (-), FASIKULASI (-), ATROFI PAPIL LIDAH (-)
SAAT ISTIRAHAT : UVULA DI TENGAH, ARCUS FARING SIMETRIS
SAAT FONASI : UVULA SIMETRIS, ARCUS FARING SIMETRIS KEKUATAN LIDAH (MENURUN/N) KIRI
REFLEKS MUNTAH (+)
• DISARTRIA (+)
EKSTREMITAS
Superior Inferior
Ekstremitas
Dextra Sinistra Dextra Sinistra
Motorik Gerak ↓ + ↓ +
Shoulder abd. : 4 Shoulder abd. : 5 Hip flex. : 4 Hip flex. : 5
 
Shoulder flex. : 4 Shoulder flex. : 5 Knee ext. : 4 Knee ext. : 5
Elbow flex : 4 Elbow flex : 5 Knee flex : 4 Knee flex : 5

Kekuatan Elbow ext : 4 Elbow ext : 5 Ankle dorsoflex : 4 Ankle dorsoflex : 5


Wrist flex : 4 Wrist flex : 5 Ankle plantar flex : 4 Ankle plantar flex : 5
Wrist ext : 4 Wrist ext : 5
Finger flex: 4 Finger flex: 5
Ashworth scale 2 Normotonus Ashworth scale 2 Normotonus
  Tonus
Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi
  Trofi
+3 +2 +3 +2
Reflek fisiologis
EKSTREMITAS
Reflek patologis Hoffman (-) Hoffman (-) Babinski (-) Babinski (-) Sensibilitas
Tromner (-) Tromner (-) Chaddock (-) Chaddock (-) Sensibilitas anggota
gerak kiri dan kanan
Oppenheim (-) Oppenheim (-) dalam batas normal
Gordon (-) Gordon (-) Proprioseptif : N/N
Vegetatif : BAB
Schaeffer (-) Schaeffer (-) dalam batas normal,
terkadang pasien tidak
LGS Aktif Shoulder: full Shoulder: full Hip: full Hip: full dapat
menahan
Elbow: full Elbow: full Knee: full Knee: full
BAK
Wrist: full Wrist: full Ankle: full Ankle: full
LGS Pasif Shoulder: full Shoulder: full Hip: full Hip; full
Elbow: full Elbow: full Knee: full Knee: full
Wrist: full Wrist: full Ankle: full Ankle: full
Klonus     - -
EKSTREMITAS
• FUNGSI TANGAN
KANAN KIRI • KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN
• CYLINDRICAL GRIP BAIK BAIK • ROMBERG TEST : POSITIF
• HOOK GRIP BAIK BAIK • ROMBERG DIPERTAJAM : POSITIF
• SPHERICAL GRIP BAIK BAIK
• TANDEM GAIT : TIDAK DILAKUKAN
• LATERAL PINCH BAIK BAIK
• TIP PINCH BAIK BAIK • TIMED UP AND GO TEST : TIDAK DILAKUKAN
• PALMAR PINCH BAIK BAIK • PAST POINTING TEST : TIDAK DILAKUKAN
• BARTHEL INDEX
• SCORING = 90 ( “MODERATE”
DEPENDENCY)
DIAGNOSA KLINIS

HEMIPARESIS DEXTRA, PARESIS N. VII SENTRAL DEXTRA DAN N. XII SENTRAL DEXTRA ET CAUSA STROKE
NON HEMORAGIK
DIAGNOSA FUNGSIONAL
BODY STRUCTURE & FUNCTION
• HEMIPARESIS DEXTRA
• PARESIS N. CRANIALES N. VII SENTRAL DEXTRA DAN N. XII SENTRAL DEXTRA
• DISARTRIA
DIAGNOSA FUNGSIONAL
2. ACTIVITIES:
• SULIT BERJALAN
• SULIT MENAHAN BAK
3. PARTICIPATION:
TIDAK BISA BERJALAN SORE DAN BERSOSIALISASI SERTA BERKEGIATAN MENGIKUTI BERBAGAI ACARA
DENGAN TETANGGA DAN ANAK.

. PERSONAL FACTORS :
• DIABETES MELITUS
• HIPERTENSI
PROBLEM REHABILITASI MEDIK

• SPASTISITAS ANGGOTA GERAK BAGIAN KANAN


• KELEMAHAN ANGGOTA GERAK BAGIAN KANAN
• GANGGUAN POLA BERJALAN
• KELUHAN BERBICARA PELO
GOAL REHABILITASI MEDIK
• GOAL JANGKA PENDEK
MENURUNKAN SPASTISITAS PADA PASIEN
• GOAL JANGKA PANJANG
MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN FUNGSI AKS, TERUTAMA DALAM HAL BAK
MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS KANAN ATAS DAN BAWAH
MEMPERTAHANKAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS KIRI ATAS DAN BAWAH
MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN
MENCEGAH STROKE BERULANG
MEMPERBAIKI POLA JALAN
MENCEGAH KONTRAKTUR
MENCEGAH SUBLUKSASI BAHU
PROGRAM REHABILITASI MEDIK
FISIOTERAPI
• INFRA RED PADA EKSTREMITAS ATAS DAN BAWAH KANAN
• STRENGTHENING EXERCISE UNTUK EKSTREMITAS ATAS KANAN DENGAN ENTRÉE
• ROM EXERCISE UNTUK EKSTREMITAS BAWAH KANAN DENGAN STATIC CYCLE
• ROM EXERCISE UNTUK EKSSTREMITAS ATAS KANAN DENGAN PULLEY
• LATIHAN BERJALAN DENGAN POLA YANG BENAR
• STRETCHING MEREGANGKAN OTOT SEHINGGA OTOT TIDAK KAKU
OKUPASI TERAPI
• LATIHAN MOTORIK HALUS TANGAN KANAN DENGAN AKTIVITAS
• ROM EXERCISE DENGAN AKTIVITAS UNTUK EKSTREMITAS ATAS KANAN
• EDUKASI
PROGRAM REHABILITASI MEDIK
EDUKASI
• EDUKASI MENGENAI PENYAKIT PASIEN DAN KONDISI KESEHATAN PASIEN
• MENJELASKAN MENGENAI FAKTOR RISIKO STROKE SEPERTI HIPERTENSI
• EDUKASI UNTUK MINUM OBAT SECARA TERATUR DAN RUTIN KONTROL KE DOKTER SERTA MENJAGA
POLA MAKAN SEBAGAI MANAJEMEN FAKTOR RISIKO

• MENJELASKAN TENTANG PROGRAM REHABILITASI YANG AKAN DIJALANKAN


• EDUKASI UNTUK KEPATUHAN MENGIKUTI PROGRAM REHABILITASI
• EDUKASI UNTUK RUTIN LATIHAN DAN MENGULANG LATIHAN PADA SAAT PROGRAM TERAPI DI RUMAH
• MENJELASKAN PROGNOSIS DARI PENYAKIT PASIEN
PROGNOSIS
• AD VITAM : AD BONAM
• AD SANATIONAM : DUBIA AD BONAM
• AD FUNCTIONAM :
• ADL : DUBIA AD BONAM
• AMBULATION : DUBIA AD BONAM
• KOMUNIKASI : DUBIA AD BONAM
Thank You
HEMIPLEGIC GAIT
FUNGSI TANGAN
FUNGSI TANGAN