Anda di halaman 1dari 25

LUKA BAKAR

PENGERTIAN
Menurut Smeltzer Suzanna (2007) Luka bakar adalah kerusakan atau
kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti
api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi
Menurut Brunner & Suddarth (2013) luka bakar atau combustion adalah luka
yang disebabkan karena pengalihan energi dari suatu sumber panas ke tubuh.
Disebabkan senyawa yang asam,
Luka bakar kimia basa atau vesikan (zat yang
(chemical burn) meninmbulkan lepuhan).
ETIOLOGI
Disebabkan oleh sengatan listrik
Luka bakar suhu atau petir, akibatnya akan sangat
tinggi (termal burn) Luka bakar listrik
serius karena menyebabkan
(Electrical Burn) kerusakan / kematian pada
struktur tubuh bagian dalam
1. Dry Heat: jilatan api
langsung seperti pada
Disebabkan bila terpapar dengan
korban kebakaran dan bahan radioaktif dalan jumlah
pengeboman. Luka bakar yang banyak, menyebabkan luka
2. Moist Heat : luka radiasi bakar yang sifatnya ringan dan
bakar yang disebabkan jarang menyebabkan kerusakan
oleh air panas kulit yang parah.
3. Benda panas: logam
panas, aspal panas Bagian tubuh yang paling sering
bisa menyebabakan terkena frostbite : ujung jari,
luka bakar dalam Luka bakar suhu hidung, serta telinga.
Pada awalnya kulit akan
dingin (frost bite)
memucat, tetapi kemudian akan
menjadi seperti luka bakar,
diawali dengan munculnya bulae.
KLASIFIKASI
Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan
penyebab kedalaman tingkat keseriusan

1. Luka bakar derajat I


1. Api
2. Luka bakar derajat II
2. Bahan kimia
American Burn Association:
3. Air panas
1. Luka bakar mayor
4. Listrik
- Derajat II 2. Luka bakar modrat
5. Radiasi
dangkal (superficial) 3. Luka bakar minor
6. Suhu rendah
- Darajat II dalam (deep)
(frostbite)
3. Luka bakar derajat III
Luka Bakar Derajat 1,2,3
Derajad Luka Bakar
1. Derajad 1: Superfisial
• Ciri: kemerahan,bengkak ringan, nyeri tekan
• Dapat sembuh sendiri tanpa perawatan medis
• Contoh : terbakar matahari
2. Derajat 2 : Ketebalan parsial
• Ciri : melepuh, bengkak, nyeri
• Resiko infeksi
• Butuh perawatan medis
Luka Bakar derajat II luas
3. Derajat 3 : Ketebalan penuh
• Ciri : kulit tampak kasar atau gosong.
• Perkiraaan luas luka dengan ukuran telapak
tangan mewakili 1 %
Luka Bakar Derajat III
PENGEUKURAN LUAS LUKA
BAKAR

(1) Rule Of Nine

(2) Lund And Browder


(3) Hand Palm
Pertolongan Pertama & Perawatan
Pertolongan Pertama
• Pertolongan pertama adalah
bantuan sementara sampai
korban mendapatkan
pertolongan medis
• Prinsip : cepat, jangan panik,
mengenali situasi kegawatan
• Upaya mengurangi
kecacatan atau mencegah
kematian
FASE PENANGANAN LUKA BAKAR

Fase Fase Fase


Emergent
Akut Rehabilitasi
(Resusitasi)
• Dimulai ketika pasien Fase pemulihan dan fase
• Dimulai pada saat
secara hemodinamik terakhir dari perawatan
terjadinya injury hingga
telah stabil, luka bakar.
membaiknya
permeabilitas kapiler Fokus : peningkatan
permeabilitas kapiler.
• Tujuan utama : mencegah membaik dan diuresis kemandirian melalui
telah mulai. pencapaian perbaikan
shock hipovolemik dan
• Fase terjadi pada 48-72 fungsi yang maksimal.
memelihara fungsi dari
jam setelah injuri. Tindakan :
organ vital.
• Fokus management bagi a) Meningkatkan
• Termasuk penanganan :
klien pada fase akut: penyembuhan luka
(a) perawatan sebelum di
a) mengatasi infeksi b) Meminimalkan
rumah sakit,
b) perawatan luka deformitas dan
(b) penanganan di bagian
c) penutupan luka hipertropi scar
emergensi dan
d) Nutrisi c) Memberikan support
(c) periode resusitasi.
e) managemen nyeri emosional serta
f) terapi fisik. pendidikan
Luka Bakar
1. Derajat 1 :
• Dinginkan bagian tubuh yang terbakar
dengan air mengalir selama minimal 10
menit
• Oleskan pelembab kulit/gel lidah buaya
• Bisa diberikan obat:
paracetamol,ibuprofen untuk
mengurangi nyeri dan bengkak
2. Derajat II (area kecil)
• Lepaskan pakaian dan
perhiasan dari area tubuh yang
terbakar
• Dinginkan selama 10 menit
• Oleskan salep antibiotik
• Tutup longgar dengan kassa steril
atau bersih yang kering
• Berikan obat penngurang nyeri :
ibuprofen.
2. Derajat II area luas atau
derajat III
a. pantau pernafasan
b. Lakukan perawatn syok
c. Lepaskan pakaian dan
perhiasan yang pada
tubuh
d. Tutup dengan kassa steril
yg tidak lengket
e. Cari pertolongan medis
Perawatan Syok
• Tempatkan di tempat aman,posisikan
terlentang
• Berikan posisi syok :tungkai lebih
tinggi 15-30cm
Luka bakar Listrik
1. Sudah tidak kontak dengan listrik
• Jika korban tidak bergerak, buka jalan nafas, periksa
pernafasan, dan tangani sesuai keadaan (sesi 1: BLS
untuk awam)
• Lakukan seperti perawatan LB derajat III
• Telepon layanan medis
2. Masih kontak dengan listrik
• Matikan stop kontak,sekring,cabut alat-alat listrik
• Korban masih menyentuh kabel : telepon petugas medis
Luka bakar Listrik
Luka Bakar kimia
• Sikat zat kimia yang berupa serbu/kering
dari kulit
• Siram dengan banyak air minimal 20 menit
• Lepaskan pakaian dan perhiasan yang
terkontaminasi sambil menyiram dengan air
• Tutup area luka dengan kassa steril/bersih
yang kering
• Cari pertolongan medis
Trauma inhalasi Intoksifikasi CO

- Luka bakar pada wajah - Karboksihemoglobin >10 % setelah


- Alis mata dan bulu hidung hangus berada dalam lingkungan api
- Adanya timbunan karbon dan tanda-tanda - Seperti kulit berwarna pink sampai
inflamasi akut di dalam orofaring merah,
- Sputum yg mengandung arang atau karbon - Takikardi, Takipnea,
- Wheezing, sesak nafas, batuk dan suara - Sakit kepala, Mual, Pusing,
serak - Pandangan kabur,
- Halusinasi,
- Ataksia,
- Kolaps sampai koma.
perawatan sebelum di RS
Fase
penanganan di bagian
MANAJEMEN Emergent emergensi
(Resusitasi)
periode resusitasi
perawatan sebelum di RS (pre-hospital
care)
1. Jauhkan penderita dari sumber LB
• Padamkan pakaian yang terbakar
• Hilangkan zat kimia penyebab LB
• Siram dengan air sebanyak-banyaknya bila karena zat kimia
• Matikan listrik atau buang sumber listrik dengan menggunakan objek
yang kering dan tidak menghantarkan arus (nonconductive)
2. Kaji ABCDE (airway, breathing, circulation, disability, exposure):
4. Pertahankan panas tubuh
5. Perhatikan kebutuhan untuk pemberian cairan intravena
6. Transportasi (segera kirim klien ke rumah sakit). Secepatnya hubungi
petugas medis karena tidak cukup hanya dengan pertolongan pertama