Anda di halaman 1dari 24

PGSD

FKIP
UNIVERSITAS TERBUKA

PERSPEKTIF GLOBAL
PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT ILMU-
ILMU SOSIAL DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT
PERSPEKTIF GLOBAL DARI:
1. GEOGRAFI
2. SEJARAH
3. EKONOMI
4. POLITIK
5. SOSIOLOGI
6. ANTROPOLOGI
7. IPTEK
8. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI ; SERTA
9. INTERNASIONAL
DISUSUN OLEH :
DESI AMELIA
EKA SEPTY SUKANINGTIAS
MEILISA
YANTI
KEGIATAN BELAJAR 1
(PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI, SEJARAH, DAN
EKONOMI )
• A. Perspektif Global dari Visi Geografi
Geografi adalah ilmu keruangan yang mengkaji berbagai fenomena dalam
konteks keruangannya. Ruang yang dikonsepkan dalam geografi, yaitu tiga dimensi
terdiri atas muka bumi berupa darat, perairan, dan udara.
Ruang permukaan bumi berdasarkan ukuran dan jaraknya yaitu:
1. Local
2. Regional
3. global
Perspektif geografi atau keruangan adalah suatu kemampuan memandang secara
mendalam berkenaan dengan fenomena, proses, dan masalah keruangan permukaan
bumi, baik untuk masa lampau atau masa yang akan datang.
1. Perspektif global local
Perspektif local : bahwa perkampungan satu bersambung menjadi perkampungan yang lebih luas.
Yang menghubungkannya adalah : jalan, alat angkutan atau transportasi juga arus manusia dan
barang. Disinilah terjadi proses sosial ekonomi dalam bentuk interaksi antar penduduk (manusia) dan
saling ketergantungan (interdependensi) barang-barang kebutuhan sehari-hari. Suatu wilayah atau
kawasan mengalami perkembangan diantaranya pemukiman penduduk, tempat perbelanjaan, pasarr,
jaringan jalan, jumlah penduduk, dan lain-lain. Dalam proses perluasan kota dan penambahan serta
pertambahan penduduknya, proses ini dikenal dengan URBANISASI.
Menurut W.J. Waworoentoe A. Sjarif Puradimadja Uton Rustam, terjadi Urbanisasi ada tiga
peristiwa yaitu :
a. Perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan
b. Perluasan areal atau kawasan kota
c. Perubahan cara hidup sebagai orang kota
Perspektif global atau keruangan itu, tidak lagi melihat kawasan local semata, melainkan telah
menjangkau kawasan yang lebih luas.
2. Perspektif Regional
Menurut Peter Hagget ( 1957:6) adalah bagian dari permukaan bumi, baik
alamiah maupun binaan manusia yang membedakan diri dan areal yang ada
disekitarnya. Ukuran region luasnya bervariasi mulai dari yang sempit seperti
kabupaten, lebih luas wilayah propinsi, dan lebih luas lagi Kawasan Timur
Indonesia, Kawasan ASEAN, Pasifik, Kawasan Timur Tengah dan seterusnya.
Perspektif Regional adalah perubahan dalam ruang. Misalnya : pergeseran
fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi pertanian, menjadi pemukiman,
kawasan pertanian menjadi kawasan industri, jalan, lapangan golf, serta
membawa dampak perubahan tatanan air, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan
cuaca. Seperti sekarang Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi itu menjadi
bersambung, oleh karena itu kawasan ini disebut JABOTABEK. Kenyataannya
membawa dampak terhadap kehidupan baik aspek sosial, budaya, ekonomi,
psikologi maupun politik.
3.Perspektif Global
Perspektif global tidak ada batas ruang maupun waktu antar negara-negara didunia.
Pengaruh dari perspektif global adalah kemajuan teknologi baik transportasi maupun media
elektronik.
Dampak interaksi keruangan antarregion tercermin dari pakaian, makanan, kesenian,
perdagangan. Dalam bidang geografi dikenal adanya konsep dasar globalisme ( Gabler R.E
1966: 1316) dan bumi sebagai suatu planet ( James, P.E. 1979:115) yang mengungkapkan
bahwa bumi sebagai suatu global atau planet berdampak luas terhadap kondisi alamiah dan
kondisi kehidupan yang mendunia. Perspektif global diterapkan pada bidang ilmu lain,
menurut Preston E. James ( 1979:11), yaitu bahwa geografi dapat dikatakan sebagai induk
ilmu, dengan ketentuan bahwa kajian ilmu apa pun pengamatannya selalu dimulai dari
permukaan bumi tempaat objek kajian itu berada. Jadi dikatakan ‘hampir murni’ geografi
berkenaan dengan penerapan perspektif global. Buktinya: pemanasan global
Akibatnya meningkat jumlah karbondioksida, efek rumah kaca diatmosfer. Dampak
lanjutan pemanasan global suhu dipermukaan bumi naik. Pengaruh kenaikan suhu
menjadikan pencairan es dikutub meningkat.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SEJARAH
Telah diungkapkan oleh Emmanuel Kant bahwa Sejarah dan Geografi merupakan ilmu Dwitunggal, artinya jika
sejarah mempertanyakan suatu peristiwa itu “ kapan”terjadi, pengungkapan itu masih belum lengkap, jika tidak
dipertanyakan “ dimana”tempat terjadinya.
Perspektif sejarah mengacu pada konsep waktu , terutama waktu yang telah lampau, tapi dapat dikaji untuk
memprediksikan kejadian-kejadian yang akan datang. Prespektif global dari sudut pandang sejarah tentang tokoh-
tokoh, bangunan-bangunan,perang, pertemuan internasional, dan peristiwa-peristiwa bersejarah yang memiliki
dampak luas terhadap tatanan kehidupan global, dapat dimuncukan dalam pendidikan sebagai acuan transformasi
budaya serta pengembangan Sumber Daya Manusia( SDM) generasi muda untuk memasuki kehidupan global
• Tokoh-tokoh agama, para nabi, dan rasul tidak hanya mempengaruhi umatnya waktu itu, tetapi menjadi pola
perilaku dan teladan secara global
•Tokoh Sejarah tidak hanya mempengaruhi ilmu sejarah, tetapi juga ilmu yang lain
•Bangunan Ka’bah dan Masjidil Haram di Mekkah, Piramida di Mesir, Tembok Besar di Cina, Mesjid Taj Mahal di
Agra ( India), dan Candi Borobudur di Indonesia merupakan bangunan “ keajaiban Dunia “ tidak hanya bernilai
dan bermakna sejarah, melainkan memiliki nilai global yang mempersatukan umatnya.
•Perang diberbagai kawasan, terutama Perang Dunia yang tercatat sebagai peristiwa sejarah, tidak hanya dilihat dari
dahsyatnya penggunaan senjata dan ngerinya pembunuhan umat manusia, namun dilihat dari sudut pandang
global, dapat diungkapkan nilai dan makna kemanusiannya.
• Pertemuan Internasional yang bernilai dan bermakna sejarah seperti KAA (Konferensi Asia Afrika 1955) yang
terkenal dengan “ Semangat Bandung’ telah meningkatkan kesadaran masyarakat Asia Afrika akan haknya
sebagai umat yang memiliki hak untuk berdaulat dinegaranya sendiri, bernilai kemanusiaan yang meningkatkan”
martabat “ manusia dikawasan ini.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang perorang dan kelompok-kelompok
masyarakat menentukan pilihan. Manusia mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Untuk memuaskan bermacam-
macam keinginan yang tidak terbatas tersebut, tersedia sumber daya yang dapat digunakan. Berbagai sumber daya ini
tidak tersedia dengan bebas. Karenanya, sumber daya ini langka dan mempunyai berbagai kegunaan alternatif. Pilihan
penggunaan dapat terjadi antara penggunaan sekarang (hari ini)dan penggunaan hari esok ( masa depan ).
Ilmu ekonomi menyangkut beberapa aspek :
1.Menentukan pilihan;
2.Keinginan yang tidak terbatas;
3.Persediaan sumber daya terbatas, bahkan ada yang langka;
4.Kegunaan alternatif sumber daya; dan
5.Penggunaan hari ini dan hari esok.
Dari aspek-aspek yang telah dikemukan tadi, jelas bahwa perspektif ekonomi terkait dengan waktu, hari ini dan hari
esok. Sedangkan apa yang dipesrpektifkan, terutama berkenaan dengan keinginaan yang “ cenderung” tidak terbatas,
persediaan sumber daya itu terbatas bahkan langka, dan adanya penggunaan alternatif sumber daya.
Perspektif ke hari esok atau masa yang akan datang, terkait luas dengan pertumbuhan penduduk, kemajuan dan
penerapan IPTEK dalam proses produksi serta distribusi, kebutuhan yang cenderung tidak terbatas kuantitasnya, dan
akhirnya persediaan sumber daya yang terbatas bahkan langka. Sedangkan penggunaan sumber daya alternatif, sangat
berkaitan dengan IPTEK dan kecenderungan kebudayaan.
Dari perspektif kependudukan, pada 7 juli 1986, menurut perhitungan Lembaga Kependudukan Dunia, telah terjadi
peristiwa penting dengan tercapainya angka 5 miliar jumlah penduduk dunia. Selanjutnya, berdasarkan lembaga yang
samaa, penduduk dunia bertambah satu juta tiap empat lima hari.Berdasarkan perkiraan lebih lanju, pada tahun 2.000,
jumlah penduduk dunia ini akan mencapai 8 miliar 9Barney, 1997: 11). Angka-angka itu menunjukkan betapa
cepatnya pertumbuhan penduduk dunia. Hal tersebut menjadi landasan perhitungan pertumbuhan kebutuhan manusia.
Ketidakterbatasan kebutuhan itu, tidak semata-mata didasari oleh keinginan yang tidak terbatas, namun juga dilandasi
oleh pertumbuhan yang mau tidak amu harus dilayani oleh persediaan dan peningkatan produksi.
Dari sudut pandang ekonomi berkenaan dengan faktor masalah yang perspektif global yang sangat mendasar terletak
pada aspek sumber daya alam. Yang mana kita tahu sumber daya alam ada yang dapat terbarukan ( tumbuhan, hewan)
dan tidak dapat terbarukan ( migas, batu bara).Menurut pernyataan Davis Turney( 1972:134) bahwa: “ Dilema besar
yang pokok saat ini yaitu bahwa penduduk dunia telah sampai pada ketergantungan terhadap teknologi untuk
memepertahankan dan menopang kehidupan-kehidupan secara berkelanjutan. Namun selanjutnya, penerapan praktis
teknologi dan inventarisnya dalam menunjang kehidupan, cepat ataupun lambat akan merusak sumber daya alam.
Dalam menghadapi dilema yang demikian, kebutuhan kita menjadi tiga kali lipat, yaitu pertama kita harus menguasai
teknoligi itu, kedua mendstabilkan penduduk, dan ketiga mengembangkan tatanan sosial yang mampu hidup produktif
dan sejahtera secara terpadu, dalam ekosistem yang seimbang.
IPTEK bukan segala-galanya. Pada akhirnya, masalah global tadi bebralik kepada kita. Bagaimana kita mampu
mengembangkan pranata sosail untuk mengendalikan IPTEK tadi sesuai dengan asas keseimbangan dan kelestarian ?
Perubahan dan pengembangan aspek-aspek yang bersifat fisik amterail saja, tidak emmecahkan masalah . Oleh karena
itu, wajib dikembalikan kepada manusia sendiri, terutama kepada akhlaknya, kesenjangan , kerusakan dan masalah-
masalah yang terjadi dalam kehidupan serta lingkunga itu, harus dikembalikan kepada manusia sendiri terutama
kepada kahlaknya tadi. Pernyataan H.S.D Cole (1973:11) “ Kenyataan menunjukkan bahwa bukan hanya
pencemaran udara oelh debu, pencemaran oleh zat kimia, pencemaran suara, pencemaran air, dan tanah semata-
mata, melainkan yang lebih penting adalah pencemaran moral, hal-hal yang bertentangan dan tidak diindahkannya
peraturan, sebagai indikator dalam berbagai argumentasi kerusakan lingkungan yang menajdi dasar pernyataan
kemajuan ekonomi dan teknik”.
Dari sudut pandang ekonomi berkenaan dengan faktor masalah yang perspektif global yang sangat mendasar
terletak pada aspek sumber daya alam. Yang mana kita tahu sumber daya alam ada yang dapat terbarukan
( tumbuhan, hewan) dan tidak dapat terbarukan ( migas, batu bara).Menurut pernyataan Davis
Turney( 1972:134) bahwa: “ Dilema besar yang pokok saat ini yaitu bahwa penduduk dunia telah sampai
pada ketergantungan terhadap teknologi untuk memepertahankan dan menopang kehidupan-kehidupan secara
berkelanjutan. Namun selanjutnya, penerapan praktis teknologi dan inventarisnya dalam menunjang
kehidupan, cepat ataupun lambat akan merusak sumber daya alam. Dalam menghadapi dilema yang demikian,
kebutuhan kita menjadi tiga kali lipat, yaitu pertama kita harus menguasai teknoligi itu, kedua mendstabilkan
penduduk, dan ketiga mengembangkan tatanan sosial yang mampu hidup produktif dan sejahtera secara
terpadu, dalam ekosistem yang seimbang.
IPTEK bukan segala-galanya. Pada akhirnya, masalah global tadi bebralik kepada kita. Bagaimana kita
mampu mengembangkan pranata sosail untuk mengendalikan IPTEK tadi sesuai dengan asas keseimbangan
dan kelestarian ? Perubahan dan pengembangan aspek-aspek yang bersifat fisik amterail saja, tidak
emmecahkan masalah . Oleh karena itu, wajib dikembalikan kepada manusia sendiri, terutama kepada
akhlaknya, kesenjangan , kerusakan dan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan serta lingkunga itu,
harus dikembalikan kepada manusia sendiri terutama kepada kahlaknya tadi. Pernyataan H.S.D Cole
(1973:11) “ Kenyataan menunjukkan bahwa bukan hanya pencemaran udara oelh debu, pencemaran oleh zat
kimia, pencemaran suara, pencemaran air, dan tanah semata-mata, melainkan yang lebih penting adalah
pencemaran moral, hal-hal yang bertentangan dan tidak diindahkannya peraturan, sebagai indikator dalam
berbagai argumentasi kerusakan lingkungan yang menajdi dasar pernyataan kemajuan ekonomi dan teknik”.
Pencemaran moral dan penimpangan- penyimpangan dari aturan yang berlaku terhadap
ketentuan pengembangann serta pemanfaatan lingkungan “ seolah-olah” diabaikan. Oleh karena
itu, H.S.D Cole (1973: 178) mengemukakan:
“Kesinambungan Renaisans, rasionalisme, kapitalismedan pemujaan serta penyanjungan ilmu
hal itu boleh saja. Namun dewasa ini, keadaan yang demikian telah tercapai, apakah yang harus
kita lakukan selanjutnya? Cobalah hidupkan kembali kearifan dan kecintaan terhadap keindahan
pada diri masing-masing serta disekitar kita. Hnayalah revolusi moral bukan revolusi sosial atau
politik atau juga teknik hanyalah revolusi moral yang dapat membimbing manusia kembali
kepada kebenaran yang selama ini telah menghilang.
Dalam kondisi global yang penuh dengan kesenjangan, masalah dan tantangan, baik ekonomi,
sosial budaya, politik, maupun lingkungan hidup pengembangann dan pembinaan akhlak menjadi
kunci penyelamatan kehidupan dengan lingkungannya. Oleh karena itu, untuk mneghadapi
perspektif global ekonomi berupa perekonomian pasar bebas, beralihnya kawasan ekonomi maju
dari Atlantik ke Pasifik, dan kebangkitan ekonomi Asi Afrika, kita Bangsa Indonesia wajib siap
mental dengan akhlak yang tinggi. Tantangan global di bidang ekonomi tidak akan kunjung reda.
Penyiapan SDM generasi muda Indonesia menghadapi Abad XXI dengan arus globalnya, wajib
dirintis sedini mungkin. Sikap mental wiraswasta harus menjadi ciri SDM mendatang .
KEGIATAN BELAJAR 2
PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK,
SOSIOLOGI, DAN ANTROPOLOGI
A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK
Menurut Roger .F. Soltau mengemukakan ilmu politik mempelajarai negara,
tujuan-tujuan, negara dan lembaga-lembaga yang akan melkasanakan tujuan-
tujuan itu, hubungan antar negara dengan warga negaranya serta dengan negara-
negara lain. Dalam sorotan perspektif global, aspek hubungan dengan negara lain
merupakn hal yang pokok. Jenis hubungan antar negara ditinjau dari jangkauannya:
Jenis Hubungan Jangkauan

Regional Antarbangsa atau antarnegara di suatu


kawasan ( tetangga), misalnya di
kawasan Asia Tenggara

Internasional Antarbangsa atau antarnegara di


berbagai belahan dunia
Global Antar semua bangsa atau antar semua negara
di dunia ini

Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif yang menjadi landasan kerja sama
dibidang ekonomi dengan negra-negara lain. Bebas artinya bangsa Indonesia tidak memihak
pada salah satu blok yang ada didunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan
negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bhawa bangsa
Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti
bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.
Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia, Khusunya politik luar negeri, berpengaruh pada
kondisi politik global, contohnya dampak Konferensi Asia Afrika (KAA-yang menghasilkan
Dasasila Bandung/Bandung Declaration) dan Gerakan Non Blok (GNB- khusunya untuk
mendukung mendukung perdamaian dunia).
Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia, tidak dapat melepaskan diri dari
pengaruh perkembangan di negara lain. Perkembangan di negara-negara lain selalu
berpengaruh terhadap kehidupan politik, khusunya politik luar negeri Indonesia. Perubahan
peta politik membawa dampak luas pada tatanan global yang tidak hanya menyangkut bidang
politik, melainkan bidang ekoonomi, sosial, dam IPTEK. Perspektif global dari perubahan
peta politik, membawa dampak terhadap berbagai aspek hubungan luar negeri Indonesia.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SOSIOLOGI
Menurut Frank. H. Hankins mengemukakan bahwa Sosiologi adalah ilmu studi
ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan keompok-kwelompok umat
manusia, studdi tentang manusia dan lingkungan manusia dalam hubungannya satu
sama lain. Objek utamanya adalah hubungan antarmanusia dalam lingkungan yang
semakin lama semakin berkembang. Mulai dari keluarga, teman sepermainan,
tetangga, tingkat lokal dusun, tingkat regional propinsi, sampai ke tingkat global
antarbangsa di dunia.
Motif interaksi sosial sangat beragam yang dilandasi oleh tujuan tertentu.
Contohnya Hubungan antar produsen dan konsumen yang dilandasi oleh motif
ekonomi. Akibat interaksi sosial yang makin intensif serta makin meluas ,
menunjukan perubhan sosial dimasyarakat sampai dengan proses modernisasi.
C.PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI
ANTROPOLOGI
Menurut Koentjaraningrat Antropologi dikatakan sebagai pengganti Ilmu
Budaya, merupakan studi tentang manusia dengan kebudayaannya. Sedangkan
menurut E.A. Hoebel didefinisikan sebagai studi tentang manusia dengan
pekerjaannya, lebih menitikberatkan kepada kebudayaan sebagai hasil
pengembangan akal pikiran manusia. Sudut pandang Antropologi terhadap
perspektif global, terarah pada keberadaan dan perkembangan budaya dan
kebudayaan dalam konteks global. Hakikatnya , perkembangan aspek kehidupan
apa pun yang mengarus mulai dari tingkat lokal sampai ke tingkat global, dasarnya
terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia.
Perkembangan serta kemajuan yang ada disekitar kita merupakan hasil
pengembangan akal pikiran manusia atau hasil pengembangan budaya sebagai
perkembangan kebudayaan. Proses dan arus dalam kehidupan sesungguhnya adalah
proses global kemampuan budaya atau proses kebudayaan.
IPTEK yang terus berkembang merupakan produk akal pikiran manusia. Manusia
IPTEK yang terus berkembang merupakan produk akal pikiran
manusia. Manusia harus mengembangkan dan meningktakan daya pikir
aktif kritis agar dapat menghidar dari ketergantungan terhadap IPTEK .
Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global, berarti
mengamati, menghayati dan memprediksi perkembangan kebudayaan
secara menyeluruh yang aspek serta unsur-unsurnya itu berkaitan satu
sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.
Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari interaksi sosial ( sosiologi,
sosial)Suasana Kondusif sangat ditentukan oleh ketentraman, jaminan
peraturan, kepemimpinan, dan pememrintahan yang stabil (politik),
sehinggan terdapat serta tumbuh ketenangan hati dan kesadaran dalam
diri
KEGIATAN BELAJAR 3
PERSPEKTIF GLOBAL DARI IPTEK, TRANSPORTASI,
KOMUNIKASI, DAN INTERNASIONAL.

A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI IPTEK


Makin meluas dan meningkatnya proses globalisasi dalam segala aspek
kehidupan, karenan adanya perangkat yang menjadi medianya. Perangkat tersebut
meliputi pernagkat lunak seperti Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (IPTEK), serta
perangkat keras yang meliputi alat transportasi dan komunikasi. Perkembangan,
kemajuan dan pemanfaatan perangkat keras(transportasi, komunikasi), tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan, kemajuan dan penerapan IPTEK, demikian juga
sebaliknya. Diantara perangkat lunak dengan perangkat keras, terdapat hubungan
fungsional yang saling mempengaruhi.
Pengetahuan yang acak dan terbuka, melalui proses yang panjang diorganisasikan
serta disusun menjadi bidang-bidang filsafat, humaniora, dan ilmu. Selanjutnya ilmu
itu dikelompokkan menjadi bidang ilmu eksak dan non eksak.
Menurut Brown & Brown mengungkapkan Teknologi adalah penerapan
pengetahuan oleh manusia untuk engerjakan suatu tugas yang dikehendakinya.
Teknologi itu dapat dikatakan sebagai penerapan praktis pengetahuan untuk
mengerjakan sesuatu yang kita inginkan. Sedangakan menurut Marwah Daud
Ibrahim mengemukakan “ Sakadar upaya untuk menyamakan persepsi, kiranya
perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan disini adalah
suatu jawaban sistematis dari kata “ mengapa” (know why). Sedangkan teknologi
adalah jawaban praktis dari pertanyaan “bagaimana” (know how). Dengan
teknologi orang lalu dapat memanfaatkan gejala alam, bahkan bisa mengubahnya.
Dapat disimpulkan secara sederhana, teknologi itu tidak alain adalah penerapan
pengetahuan dan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pengetahuan tentang
cara memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selanjutnya
dengan menerapkan pendekatan perspektif budaya, Alvin Toffler dalam bukunya
berjudul Gelombang Ketiga (1980):
 Gelombang pertama : ribuan tahun yang lalu, telah terjadi perubahn
besar dalam bercocok tanam sederhana menjadi pertanian yang lebih
maju. IPTEK pertanian yang lebih maju dari periode sebelumnya, telah
diterapkan dan dimanfaatkan. Saat itu telah terjadi revolusi hijau.
Gelombang kedua : Tiga ratus tahun yang lalu, tepatnya pada Abad
XVII, dengan diketemukan mesin uap, mesin pemintal kapas, proses
produksi disektor industri cepat meningkat. Perkembangan, kemajuan
dan penerapan IPTEK di bidang produksi dan industri terjadi lonjakan,
sehingga periode ini dikenal dengan revolusi industri.
Gelombang ketiga : Pada abad ini (XX), kemajuan IPTEK elektronik
maju dengan cepat. Radio, TV dan telepon maju dengan cepat, termasuk
penerapannya. Melalui media elektronik ini, berita, dan peristiwa cepat
tersiar ke seluruh dunia. Dengan dimanfaatkannya satelit komunikasi,
penyiaran TV makin meluas, informasi makin cepat merambah. Oleh
karena itu, Pada Abad XX, telah terjadi revolusi informasi, Melalu
Dampak negatif perkembangan, kemajuan dan penerapan IPTEK
yang menghasilkan berbagai ketimpangam itu oleh Toffler disebut
sebagai Guncangan Hari Esok ( Future Shock), tidak hanya guncangan
fisik (pshysial shock) melainkan juga guncangan kejiwaan
(psychological Shock). IPTEK di bidang komunikasi informasi menjadi
salah satu sarananya. Disinilah letak tuntutan bagi dunia pendidikan
dalam arti seluas-luasnya untuk mrnciptakan kiat mengatasi dampak
negatif IPTEK terhadap guncangan fisik dan psikologis.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI TRANSPORTASI
Dari perspektif budaya, kita semua dapat mengamati dan menghayati perkembangan alat angkut atau transportasi dari
waktu ke waktu. Alat angkut atau transportasi yang semula berfungsi mengangkut barang dan manusia, secara tidak
langsung juga membawa berita atau informasi. Dampak positif dari revolusi industri Abad XV11, juga membawa
perkembangan dan kemajuan transportasi, yang meliputi transportasi darat, perairan , dan udara.
Perkembangan jalan sebagai prasarana, dan alat angkut sebagai sarananya, selain mendekatkan jarak relatif dalam
ruang permukaan bumi, juga memecahkan keterpencilan, tempat-tempat yang terpencil, menjadi urat nadi
perekonomian dalam proses distribusi hasil produkis ke pasar serta kepada konsumen. Sejalan dengan proses, konsep
saling ketergantungan mulia dari tingkat lokal, regional, nasional, internasional, bahkan juga tingkat global, dapat
terealisasikan.
Dalam pemanfaatan transportasi untuk perdagangan tidak hanya membawa barang dagangan saja, tetapi juga
membawa kebiasaan, bahasa, agama, pengetahuan, dan IPTEK. Kontak dan komunikasi serta interaksi sosial antar-
manusia yang datang dengan yang didatangi, membawa dampak luas tidak hanya aspek ekonomi, melainkan juga
aspek- aspek budaya , politik, bahkan juga psikologi.
Makin maju dan canggihnya transportasi sampai ke angkasa luar, harus disyukuri. Namun demikian, kemajuan
transportasi ini, ada yang memanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang negatif. Penyeludupan orang jahat, teroris, obat
terlarang dan sebangsanya, dilakukan melalui transportasi yang makin maju ini. Akibatnya, patologi sosial yang berupa
sadisme, kriminalitas, mabuk-mabukan dan teler, merambah terus.Landasan yang pokok, bagaimana semua pihak
dengan kesadaran yang tinggi menciptakan kiat, metode dan pendekatan yang tepat mengatasi masalah tersebut.
Dielmanya terletak pada penyalahgunaan transportasi bagi kepentingan-kepentingan negatif oleh pihak atau kalangan
tertentu. Transportasi berdampak luas dalam kehidupan umat manusia yang menembus batas-batas daerah,
regional,negara sampai ke tingkat global
.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI KOMUNIKASI
Komunikasi yang dilakukan oleh manusia yang beragam mulai dari yang paling sederhana
dengan kedipan mata, angkat dan lambaian tangan, suara dari etriakan sampai menggunakan
bahasa, penggunaan alat mulai dari kentongan sampai dengan media elektronik canggih,
semuanya itu untuk kepentingan hubungan sosial yang motifnya beragam.
Sejalan dengan perkembangan, kemajuan dan penggunaan transportasi serta media
elektronik (radio, TV, Faksimile,internet), kontak interaksi sosial umat manusia untuk
berkomunikasi itu juga makin maju. Makin lama komunikasi ini makin menjadi kebutuhan
yang tidak dapat dilepas dari kehidupan manusia sehari-hari yang menembus abtas-batas
ruang. Dengan memanfaatkan internet,informasi dari berbagai penjuru dunia, mengenai aspek
apa saja yang dikehendaki, dalam waktu yang sangat singkat, dapat diperoleh. Banyak hal
yang harus diperhatikan tentang rekayasa media komunikasi yang perlu diwaspadai
penyimpangan penggunaannya.
Dari perspektif global, keberhasilan saling ketergantungan dalam segala asppek kehidupan
antarbangsa dan antarnegara, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan serta peranan
transportasi dan media komunikasi. Yang positif membawa rahmat wajib kita syukuri,
sedangkan yang berdampak negatif mendatangkan laknat, harus kita waspadai.
D. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI INTERNASIONAL
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan lembaga dunia yang memperhatikan segala aspek kehidupan
umat manusia di negara-negara anggotanya. PBB menangani masalah-masalah internasional terutama yang
dialami oleh negara-negara anggota. Masalah-masalah global yang merupakan agenda yang tidak terselesaikan
meliputi masalah-masalah kependudukan, pangan,lingkungan hidup, dan perdamaian. Masalah-masalah
tersebut hakikatnya terkait satu sama lain.
Tidak semua masalah regional dan internasional dibahas di PBB. Kerja sama regional seperti Kelompok
Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), Kelompok Negara-Nagara Arab, Masyarakat Ekonomi Eropa,
Kelompok Negara-negara Afrika, dan seterusnya. Kelompok-kelompok tersebut perhatian dan kepeduliannya
tidak hanya pada masalah-masalah regional masing-masing, melainkan juga mengenai masalah internasional
dan juga masalah global.
Organisasi independen yang tergabung dalam kelompok Roma, yang anggota-anggotanya terdiri atas
berbagai keahlian seperti ilmuwan, budayawan,rohaniawan, pengusaha,pejabat, dan lain-lain, juga
menmperhatikan, mengkaji, dan memprediksi masalah-masalah global seperti masalh penduduk,pangan dan
kelaparan, produksi pertanian, konsumsi sumber daya alam, industrialisasi, pencemaran, krisis energi, krisis
pangan, dan lain-lain.
Lembaga internasional, baik Perserikatan Bangsa-bangsa maupun organisasi-organisasi independen,
memiliki kedudukan, fungsi, dan peranan yang bermakna dalam menopang saling pengertian serta saling
ketergantungan antarbangsa dan negara yang beragam sisitem politik, ekonomi, budaya serta keadaan
rasialnya.

Anda mungkin juga menyukai