Anda di halaman 1dari 12

APOMIXIS

Apomiksis
• adalah suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan melalui
biji. Pada apomiksis, kecambah(-kecambah) muncul dari biji tetapi
bukan berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan
maternal (asal tetua betina).
• Adanya apomiksis dalam satu jenis tanaman tertentu dapat diketahui
melalui pertumbuhan kecambah-kecambah yang muncul dari biji
tetapi bukan berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan
maternal yang berasal tetua betina. Apomiksis sendiri merupakan
suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan melalui biji.

• merupakan reproduksi aseksual yaitu proses reproduksi tanpa


terjadinya fusi gamet betina dan gamet jantan
Apomiksis
Proses yang selalu terjadi secara berkesinambungan dari apomiksis
adalah :

• Meiosis, dimana terjadi pembelahan sel-sel sporofitik yang diploid


menjadi sel-sel gametik yang haploid. Hal ini misalnya terjadi pada
mikrosporogenesis yang mengalami mikrospora dan
megasporogenesis dimana terjadi megaspora.
• Pembuahan adalah fusi dari sel-sel gametik (sperma dan ovum)
menghasilkan zigot (2n) dimana zigot merupakan generasi awal fase
sporofitik yang diploid.
• Menurut Maheswari (1950) apomiksis pada tumbuhan
Angiospermae dibedakan menjadi
Apomiksis
• Apomiksis adalah reproduksi tanpa meiosis dan syngamy
• 2 Kelompok :
1. Reproduksi vegetatif : memperbanyak diri dari bagian
tubuhnya selain biji.Unit struktural yang dihasilkan disebut
propagule
2. Agamospermy : memperbanyak diri dengan biji tapi embrio
tidak melalui meiosis dan syngamy
Ada 3 tipe agamospermy
1. Embrio adventitif : terbentuknya lebih dari 1 embrio dalam 1 biji,
embrio muncul dari sel sporofit yg diploid (nuselus dan
integumen), contoh: Citrus, Orchidaceae, Myrtaceae

2. Diplospori : Sel induk megaspora berkembang menjadi kantung


embrio (tidak ada meiosis). Embrio dibentuk dari :
a.sel telur tidak dibuahi disebut Partenokarpik diploid
b.sel lain dalam kantung disebut Apogamet

3. Apospory : Sel somatik di nuselus langsung membentuk kantung


embrio (tanpa meiosis), sel telur yang diploid berkembang secara
partenokarpik. Embrio (zigotik) membelah tetrad, terus
berdegenerasi (nuselus lebih aktif membentuk kantung embrio)
Apomiksis
Ada dua tipe:

1. Autonom : perkembangan embrio tidak tergantung polinasi

2. Pseudogamy : perkembangan embrio tergantung polinasi


Partenogenesis

*** Telur berkembang menjadi embrio tanpa bantuan inti jantan


sehingga buah tidak berbiji / biji lunak
Dikenal dua macam:
A. Partenokarpik haploid
B. Partenokarpik diploid

Hasil: Manggis, pisang, ketimun, terong, nanas, pir, sukun,


jambu2an, cabe
Partenogenesis dapat terjadi secara alami ( genetik) dan
buatan (induksi) yang bertujuan meningkatkan kualitas /
produktivitas buah
Secara buatan:
- Diberi auksin atau giberelin
- Polinasi dengan polen incompatibilitas
- Polinasi dengan polen yang diradiasi
- Rekayasa genetika
- Memotong benang sari bunga yang mekar