Anda di halaman 1dari 23

ANALYZING

LEARNERS AND
CONTEXT

ANITA WINANDARI
DINI WAHYU MULYASARI
MADA UMARO
TYPE OF LEARNER CHARACTERISTICS

Terdapat 3 karakteristik pokok

1. GENERAL CHARACTERISTICS

2. SPESIFIC ENTRY CHARACTERISTICS

3. LEARNING STYLE
GENERAL CHARACTERISTICS
Pengembang wajib mengetahui karakteristik umum dari
calon peserta pelatihan atau peserta didik, diantaranya:
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Pengalaman kerja
d. Latar belakang pendidikan
e. Etnis atau budaya
SPESIFIC ENTRY
CHARACTERISTICS
Kemampuan Prasyarat (ketrampilan & sikap) yang harus dimiliki oleh
calon peserta pelatihan atau peserta didik sebelum mendapatkan
pembelajaran.
LEARNING
STYLE
Pengambang desain pembelajaran harus mengetahui gaya belajar dari calon peserta
pelatihan / peserta didik. Gaya belajar merupakan cara seseorang memahami dan
menerima informasi:

a. Visual (imajinasi visual) memahami pelajaran melalui grafik, gambar, warna.


b. Auditory (suara) ceramah, musik, rekaman.
c. Verbal (linguistik) memahami pelajaran melalui membaca dan menulis.
d. Kinestetik (gerak) memahami pelajaran melalui kegiatan fisik (praktek)
e. Logical matematical memahami pelajaran melalui logika suatu konsep
secara meyeluruh (diagram dan bagan).
f. Sosial intrapersonal memahami pelajaran melalui verbal dan tulisan,
pandai bersosisalisasi (diskusi).
g. Solitary memahami pelajaran dengan menyendiri
Analitik memahami dan menyelesaikan tugas belajar satu persatu.
TERDAPAT 5 KARAKTERISTIK
TAMBAHAN
1. ACADEMIC INFORMATION

2. PERSONAL AND SOCIAL CHARACTERISTICS

3. CULTURALLY DIVERSE LEARNERS

4. LEARNERS WITH DISABILITIES

5. ADULT LEARNERS
ACADEMIC INFORMATION

Sebelum mengembangkan suatu desain pembelajaran, maka pengembang wajib


mengetahui informasi akademik dari calon peserta pelatihan.

a. Nilai sekolah, kursus yang telah diselesaikan, nilai mata pelajaran pokok.
b. Skor ketrampilan dasar (membaca, menulis, berhitung).
c. Kursus lanjutan yang harus ditempuh.
Jika informasi akademik yang pengembang kumpulkan kurang,
solusinya?

Pengembang mengadakan PRETEST 

CREDITS: This presentation template was


created by Slidesgo, including icons by Flaticon,
infographics & images by Freepik.
PERSONAL AND SOCIAL
Pengembang harus
CHARACTERISTICS
mempertimbangkan karakteristik pribadi dan solusi dari peserta didik
dengan tujuan mengetahui siapa sasaran dari pelatihan atau pembelajaran yang akan dilakukan
sehingga mempangaruhi pemilihan desain pembelajaran.

a. Usia dan tingkat kematangan (kedewasaan)

b. Motivasi dan sikap terhadap pembelajaran

c. Harapan dan aspirasi kejuruan

d. Pengalaman kerja sebelumnya atau saat ini

e. Bakat khusus

f. Ketangkasan mekanis

g. Kemampuan bekerja dalam berbagai jenis lingkungan


CULTURALLY DIVERSE LEARNERS

Pengembang harus mengetahui latar belakang sosial


budaya calon peserta pelatihan tujuannya untuk
mempertimbangkan desain pembelajaran yang
dipilih sehingga sesuai dengan sosial budaya yang
dianut oleh para calon peserta
LEARNERS WITH DISABILITIES
peserta didik penyandang disabilitas

Pengembang harus mempertimbangkan desain pembelajaran


atau pelatihan yang akan digunakan ketika terdapat
peserta penyandang disabilitas.

karena :
setiap jenis pelajar dengan disabilitas memiliki batasan unik
dan membutuhkan pertimbangan khusus
ADULT LEARNERS

Pengembang harus mengetahui bahwa kebutuhan belajar orang dewasa berbeda


dari remaja, berikut hal-hal yang dibutuhkan oleh orang dewasa ketika
mengikuti suatu pelatihan:
1. Menyukai kagiatan yang sistematis dan jelas
2. Mengambil kursus dengan mempertimbangkan manfaat bagi karirnya
3. Mempertimbangkan waktu pelatihan
4. Instruktur harus benar-benar menguasai subjek yang akan disampaikan dan
efektif dalam menyampaikan.
5. Orang dewasa membawa pengalaman dari dunia kerja dan kehidupan
mereka.
6. Instruktur berperan sebagai fasilitator
7. Dalam pengambilan keputusan atau solusi harus melibatkan peserta
8. Memberikan contoh yang simpel dan jitu
9. Bekerjasama dalam kelompok
CULTURALLY DIVERSE LEARNERS

Pengembang harus mengetahui latar belakang sosial


budaya calon peserta pelatihan tujuannya untuk
mempertimbangkan desain pembelajaran yang
dipilih sehingga sesuai dengan sosial budaya yang
dianut oleh para calon peserta
CONTEXTU
AL
ANALYSIS
Menganalisa konteks pembelajaran dengan
mempertimbangkan beberapa baik dari segi fasilitas maupun
karakteristik dan tujuan dari sebuah pembelajaran.

Analisis konteks yang menyeluruh memastikan bahwa


instruksi yang direncanakan sesuai dengan lingkungan
pembelajaran (Hannafin, 2005; Parrish; 2009; Tessmer &
Harris, 1992).
ALASAN MEMPELAJARI KONTEKS
PEMBELAJARAN IALAH:
1. PEMBELAJARAN TIDAK HANYA BERKAITAN DENGAN MANUSIA LAIN
AKAN TETAPI JUGA DENGAN LINGKUNGANNYA.

2. KONTEKS PEMBELAJARAN ATAU LINGKUNGAN PEMBELAJARAN


MEMPENGARUHI PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK

3. KONTEKS PEMBELAJARAN ATAU LINGKUNGAN BELAJAR MERUPAKAN


KUMPULAN FAKTOR YANG DAPAT MENGHAMBAT ATAU MEMFASILITASI
SEBUAH PROSES PEMBELAJARAN

4. SETIAP JENJANG KELAS MEMILIKI KEBUTUHAN YANG BERBEDA


SEHINGGA PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN JUGA BERBEDA
TYPE OF CONTEXT

1. ORIENTING CONTENXT : KONTEKS YANG BERFOKUS PADA


KEAKTERISTIK PESERTA DIDIK

2. INSTRUCTIONAL CONTEXT : KONTEKS YANG BERFOKUS PADA


INFORMASI LINGKUNGAN FISIK DAN JADWAL PEMBELAJARAN

3. TRASNSFER CONTEXT : KONTEKS YANG BERFOKUS PADA


PEMILIHAN CARA PENYAMPAIAN ILMU KEPADA PESERTA DIDIK
ORIENTING CONTENXT
Mempelajari tentang karakteristik peserta didik seperti : pengetahuan, sikap dan ketrampilan

Selain itu pengembang harus mempetimbangkan:

1. Tujuan Peserta dalam Mengikuti pembelajaran

2. Manfaat dan kegunaan yang didapat oleh peseta didik setelah mengikuti
pembelajaran

3. Mempertimbangkan akuntabilitas peserta didik


INSTRUCTIONAL CONTEXT
Berfokus pada sarana dan prasarana pembelajaran yang memperlancar dan menghambat
pembelajaran
1. Penjadwalan

2. Pencahayaan

3. Kebisingan

4. Suhu ruangan

5. Setting tempat duduk

6. Akomodasi

7. Peralatan pembelajaran

8. Akses menuju pembelajaran

9. Tempat atau ruangan pembelajaran


TRANSFER CONTEXT
Tujuan dari pembelajaran ialah peserta mampu menggunakan ilmunya dalam kehidupan
sehari-hari

Untuk mempermudah peserta didik menyerap dan menerima


materi, maka seorang pengembang atau guru harus membuat
lingkungan belajar semirip mungkin dengan kehidupan sehai-hari
serta memberikan kemiripan contoh materi dengan masalah yang
mereka hadapi di lapangan.
CONDUCTING A CONTEXTUAL ANALYSIS

1. Wawancara 2. Observasi 3. Survei

Dimulai dengan :

1. Menganalisis desain pembelajaran seperti faktor kesuksesan


dan penghambat.

2. Menentukan cara mengumpulkan data dengan mempelajari


peserta didik dan konteks pembelajaran
STEPS TO CONDUCTING A CONTEXTUAL ANALYSIS

1. MENGUMPULKAN 2. MENGANALISIS
DATA DATA
Semakin banyak data yang Untuk menganalisa faktor-faktor
dikumpulkan semakin yang akan mempengaruhi
jelas gambaran tentang desain pembelajaran dan cara
kondisi lingkungan penyampaian materi sehingga
pembelajaran dapat memilih desain dan
strategi yang tepat.