Anda di halaman 1dari 22

MANAJEMEN PERALATAN

Disampaikan dalam Pembekalan Sertifikasi HPJI


untuk
Tenaga Ahli Pelaksana dan Tenaga Ahli Pengawas
Jalan dan Jembatan
Manajemen Peralatan tidak lepas dari manajemen SDM karena peralatan harus dibeli
atau disewa, dioperasikan, dipelihara atau dihapuskan oleh manusia itu sendiri

Managemen : How to get thing done by the other people

Manajemen Peralatan : How to make road by using the Equipment that operated by
Man

Mari kita lihat perkembangan SDM yang erat hubungannya dengan managemen
perlatan.

Perkembangan MSDM dalam prakteknya dapat dibedakan dalan 8 aliran :


1. Revolusi Industri
Manusia diganti dengan Mesin ( robot-robot
pada industri Kapal di Jepang)
- Produk Standard
- Produksi Massa ( Mass Production )
Perkembangan kerja & spesifikasi pekerjaan menjadi ciri penting.
II. Manajemen Ilmiah
Fredick W. Taylor
- Study gerak dan waktu
- Standarisasi Pekerjaan dan Peralatan
Selalu mencari cara yang terbaik

III. Gerakanan Serikat Buruh


Kebutuhan manusia semakin meningkat dan kompleks sebab :
a. Lamanya waktu kerja
b. Kondisi kerja yang buruk
c. anak-anak buruh yang terlantar
Manajemen Serikat Pekerja Karyawan
IV Aliran Psikologi Industri
Hugo Munsterberg
Praktek-praktek penanganan Manusia
Matching & Fitting
Matching : proses seleksi artinya sifat dan karakteristik membentuk BAKAT yang disesuaikan
dengan pekerjaannya.
“ The Right Man on The Right Place”
* Keahlian Pelaksanaan, Pengawas dan Perencana
* Ketrampilan

V. Hubungan Manusia
Elton Mayo, Produktifitas lebih dipengaruhi oleh faktor manusia dan sosial

VI. Aliran Perilaku


Maslow : 1. Pentingnya Integritas & Keterlibatan
2. Perbaikan kwalitas kehidupan Kerja.

VII. Munculnya para spesialisasi

Manager : menyelesaikan tugas & masa depan


perusahaan

Karyawan : Pengembangan diri guna memenuhi tuntutan pekerjaan

Karena perkembangan zaman dan teknologi maka managemen semakin sibuk dan tidak mampu
lagi menangani pengembangan karyawan memanggil orang luar untuk tugas tsb
VIII. Era kesejahteraan
Petter & Waterman : Perusahaan yang baik bila perusahaan berorientasi kepada
manusia dengan sejumlah program untuk manusia.
Apapun prosuknya maka harus berorientasi kepada “Quality of life”
MANAJEMEN PERALATAN

• MUTU

• MANAJEMEN
• WAKTU
• PROYEK
PERALATAN

• BIAYA

• PERUSAHAAN

• KEUNTUNGAN
• DAN PERALATAN TERAWAT
FLOW
PENGELOLAAN ALAT
Pengadaan

Investasi Sewa /
Kontrak
Pertimbangan Secara
Ekonomi

Sistem
Inventari-sasi

Rekondisi Peng-
operasian
Peng-
operasian
Selesai
Umur Ekonomis Proyek

Kembali
Peng- ke
hapusan Pemilik
PERENCANAAN
KEBUTUHAN PERALATAN

1. JENIS PERALATAN, SESUAI JENIS/ MACAM


PERALATAN
2. SPESIFIKASI TEKNIK & KAPASITAS MASING-
MASING PERALATAN, DALAM KAITANNYA
DENGAN PELAYANAN ANTARA SATU
PERALATAN TERHADAP PERALATAN
LAINNYA. 1. JUMLAH DAN
TEKNIS JADWAL
3. SPESIFIKASI TEKNIK & KAPASITAS MASING- WAKTU KEBUTUHAN
PERALATAN
MASING PERALATAN, DALAM KAITANNYA
DENGAN VOLUME DAN JADWAL WAKTU
PELAKSANAAN PEKERJAAN

4. VOLUME DAN JADWAL WAKTU PELAKSANAAN


PEKERJAAN

EKONOMI - 1. KONTINUITAS PELAKSANAAN


PEKERJAAN
PERENCANAAN PENGADAAN

SEWA ( RENTAL )

PENGADAAN

INVESTASI : = BELI LANGSUNG


= SEWA BELI (LEASING)
PENGADAAN DENGAN SEWA
HAL-HAL YANG PERLU PERHATIAN :
- ADAKAH PERUSAHAAN SEWA
- TERSEDIAKAH ALAT YANG AKAN DISEWA
- BAGAIMANA KONDISI SEWANYA

KEUNTUNGAN :
- TIDAK PERLU MENYEDIAKAN MODAL UNTUK INVESTASI
- BIAYA PERALATAN UNTUK SATU PROYEK TERBATAS PADA JUMLAH
SESUAI DENGAN YANG DIPERLUKAN
- TIDAK PERLU MEMIKIRKAN PELAKSANAAN MOBILISASI DAN DE-
MOBILISASI, HANYA MELAKUKAN KONTROL SAJA
- TIDAK PERLU PENGENDALIAN BIAYA OPERASI

KERUGIAN :
- KONDISI ALAT BELUM TENTU
- BELUM TERJAMIN TERSEDIANYA ALAT SESUAI JADWAL.
- TIDAK MENGUASAI TEKNOLOGI PERALATAN APABILA SISTEM
SEWANYA ADALAH JASA ALAT
- MAHAL UNTUK PROYEK BERJANGKA PANJANG
- TIDAK MENGUASAI OPERASI ALAT SEPENUHNYA
- PERUBAHAN HARGA TERGANTUNG PIHAK LAIN
- HARUS SELALU MEMPERHATIKAN PRODUKTIVITASNYA
PENGADAAN
DENGAN MEMBELI (INVESTASI)

PRINSIP INVESTASI :

INVESTASI – MENANAM MODAL/ KEUNTUNGAN HARUS LEBIH


ALAT UANG BESAR DARI PADA BUNGA BANK

CARA INVESTASI :

- BELI LANGSUNG : - BARU


- BEKAS

- SEWA BELI (LEASING)

KEUNTUNGAN : - KONDISI ALAT TERKONTROL


- KESIAPAN ALAT TERJAMIN
- DAPAT MENGIKUTI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI ALAT
- KONSTINUITAS PEKERJAAN TERJAMIN TERUTAMA UNTUK
PEKERJAAN JANGKA PANJANG
- DAPAT MENGUASAI TEKNOLNOGINYA
KERUGIAN : -- BIAYA ALAT
SULITNYA TIDAK TERGANTUNG
PENGENDALIAN PIHAK
OPERATOR LAIN
DAN MEKANIK
YANG TERAMPIL
- HARUS MEMPUNYAI SARANA PEMELIHARAAN
- KEMUNGKINAN IDLE TIME
- MAHAL KALAU UNTUK PEMAKAIAN JANGKA PENDEK
- PERLU PERHATIAN YANG SERIUS TERHADAP
PENGENDALIAN BIAYA OPERASI DAN PEBAIKAN
SEWA BELI ( LEASING )
KEUNTUNGAN :

- TIDAK PERLU MENYEDIAKAN MODAL BESAR SEKALIGUS

- PADA MASA AKHIR LELANG ALAT BISA DIMILIKI ATAU DI


JUAL
KERUGIAN :

- KEMUNGKINAN IDLE TIME AKIBAT TIDAK ADA


PEKERJAAN
PEMBELIAN PERALATAN

HAL-HAL TEKNIS YANG PERLU DI PERHATIKAN :

- CARA PEMBELIAN : - PENUNJUKAN LANGSUNG


- BEBERAPA PENAWARAN

- PEMILIHAN MERK YANG DIINGINKAN BERDASARKAN PERFORMANCE.

- FASILITAS DAN PELAYANAN PURNA JUAL DARI SI PENJUAL / AGEN


TUNGGAL.

- SISTEM PENGOPERASIAN / SPESIFIKASI ALAT.


ALAT DENGAN TEKNOLOGI TINGGI ( CANGGIH ) SERING MENIMBULKAN
KESULITAN PADA PENGOPERASIANNYA MAUPUN PADA
PEMELIHARAANNYA.

- ALAT KHUSUS / SPESIFIK DIUSAHAKAN TIDAK DIBELI, LEBIH BAIK DISEWA


KARENA SULIT DALAM PEROLEHAN SUKU CADANG DISAMPING OPERATOR
KHUSUS YANG DIPERLUKAN.
STRUKTUR BIAYA
PEMILIKAN PERALATAN
DALAM PENGELOLAAN / PEMILIKAN ALAT, MAKA YANG DIMAKSUD
DENGAN BIAYA PERALATAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

I. BIAYA LANGSUNG

1. BIAYA PEMILIKAN / OWNING COST


- BIAYA PENYUSUTAN / DEPRESI
- BUNGA MODAL
- BIAYA MANAJEMEN

2. BIAYA OPERASI
- BIAYA BAHAN BAKAR
- BIAYA BAHAN PELUMAS
- BIAYA MINYAK HYDROULIK ( KALAU ADA )
- BIAYA BAHAN GEMUK ( GREASE )
- BIAYA OPERATOR

3. BIAYA PEMELIHARAAN
- BIAYA BAHAN DAN SUKU CADANG
- BIAYA BENGKEL
- BIAYA MEKANIK

II. BIAYA TIDAK LANGSUNG :

1. BIAYA OVERHEAD
2. BIAYA GUDANG

III. BIAYA MOBILISASI DAN DEMOBILISASI :


1. BIAYA ANGKUTAN DARI / KE SITE
2. BIAYA PEMASANGAN / PEMBONGKARAN
CARA MENGHITUNG
DEPRESIASI / PENYUSUTAN PERALATAN
DIKENAL ADA 3 (TIGA) CARA :

1. STRAIGHT LINE METHOD :


DEPRESIASI DIHITUNG SAMA TIAP TAHUN.

2. DECLINING METHOD / SUM OF THE YEAR METHOD :


DEPRESI DIHITUNG MENURUN DENGAN DIBAGI TERHADAP JUMLAH TAHUN

3. DOUBLE DECLINING BALANCE METHOD :


DEPRESI DIHITUNG DENGAN PERCENTAGE TERHADAP NILAI SISA ( NILAI BUKU )
CONTOH :
BULDOZER : HARGA Rp. 300.000.000,-
UMUR EKONOMIS 5 TAHUN.

1. STRAIGHT LINE METHOD :


DEPRESIASI TIAP TAHUN = Rp. 300.000.000,-
5
= Rp. 60.000.000,-

TAHUN KE 6 = NOL

2. DECLINING / SUM OF THE YEAR METHOD :

TAHUN DEPRESIASI NILAI BUKU


5
1 x 300.000.000 = 100.000.000,- Rp. 200.000.000
15
4 x 300.000.000 = 80.000.000,-
2 Rp. 120.000.000
15
3 x 300.000.000 = 60.000.000,-
3 Rp. 60.000.000
15
2 x 300.000.000 = 40.000.000,-
4 Rp. 20.000.000
15
1 x 300.000.000 = 20.000.000,-
5 -
15
15 ………………..
3. DOUBLE DECLINING BALANCE METHOD :
DEPRESIASI DIHITUNG 40 % DARI NILAI BUKU

TAHUN DEPRESIASI NILAI BUKU

0 0 Rp. 300.000.000

1 40 % x 300.000.000, = 120.000.000,- Rp. 180.000.000

2 40 % x 180.000.000, = 72.000.000,- Rp. 108.000.000

3 40 % x 108.000.000, = 43.200.000,- Rp. 64.800.000

4 40 % x 64.800.000, = 25.920.000,- Rp. 38.880.000

5 40 % x 38.880.000, = 15.520.000,- Rp. 23.360.000


PEMELIHARAAN ( Memperbaiki & Merawat
BENTUK / TINGKAT PEMELIHARAAN :

- PEMELIHARAAN RUTIN : PTK I.

- PEMELIHARAAN BERKALA

- PERBAIKAN RINGAN

- PERBAIKAN BERAT

KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI :

- OPERATOR DAN MEKANIK YANG BELUM SERAGAM


KETERAMPILANNYA

- PEMAKAIAN PERALATAN DI MEDAN YANG BERAT


ATAU TERPENCIL

- SARANA PEMELIHARAAN YANG TIDAK BAIK / TIDAK


MEMADAI
PEMELIHARAAN ( Memperbaiki & Merawat

BENTUK / TINGKAT PEMELIHARAAN :

- PEMELIHARAAN RUTIN : PTK I.

- PEMELIHARAAN BERKALA

- PERBAIKAN RINGAN

- PERBAIKAN BERAT

KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI :

- OPERATOR DAN MEKANIK YANG BELUM SERAGAM


KETERAMPILANNYA

- PEMAKAIAN PERALATAN DI MEDAN YANG BERAT


ATAU TERPENCIL

- SARANA PEMELIHARAAN YANG TIDAK BAIK / TIDAK


MEMADAI
PERENCANAAN SUKU CADANG
DAN BAHAN
I. DALAM MENUNJANG KELANCARAN OPERASI PERALATAN
SEKALIGUS PEMELIHARAAN PERALATAN DI LAPANGAN,
PERLU DI PERHATIKAN :

PENYEDIAAN SUKU CADANG DAN BAHAN

A. FAST MOVING PART (V-BELT, FUSE, DAN LAIN-LAIN)

B. SUKU CADANG SESUAI JADWAL PEMELIHARAAN (FILTERS DAN LAIN-LAIN)

C. MINYAK PELUMAS + HYDROULIC (SESUAI JADWAL PEMELIHARAAN)

D. BAHAN BAKAR (SOLAR, BENSIN, DAN LAIN-LAIN)

II. YANG PERLU DIPERTIMBANGAKAN DAN DIPERHATIKAN


DALAM PENYEDIAAN SUKU CADANG MAUPUN BAHAN
ANTARA LAIN :

A. MUTU SUKU CADANG :


- ASLI ( GENUINE )
- TIDAK ASLI ( NON GENUINE )

B. WAKTU TENGGANG ( LEAD TIME )

C. BATAS AMAN PERSEDIAAN ( SAFETY STOCK )

D. VOLUME PESANAN ( QUALITTY ORDER )


( KALAU PERLU DIHITUNG ECONOMIC ORDER QUALITTY )
PERENCANAAN SUKU CADANG
DAN BAHAN
I. DALAM MENUNJANG KELANCARAN OPERASI PERALATAN
SEKALIGUS PEMELIHARAAN PERALATAN DI LAPANGAN,
PERLU DI PERHATIKAN :

PENYEDIAAN SUKU CADANG DAN BAHAN

A. FAST MOVING PART (V-BELT, FUSE, DAN LAIN-LAIN)

B. SUKU CADANG SESUAI JADWAL PEMELIHARAAN (FILTERS DAN LAIN-LAIN)

C. MINYAK PELUMAS + HYDROULIC (SESUAI JADWAL PEMELIHARAAN)

D. BAHAN BAKAR (SOLAR, BENSIN, DAN LAIN-LAIN)

II. YANG PERLU DIPERTIMBANGAKAN DAN DIPERHATIKAN


DALAM PENYEDIAAN SUKU CADANG MAUPUN BAHAN
ANTARA LAIN :

A. MUTU SUKU CADANG :


- ASLI ( GENUINE )
- TIDAK ASLI ( NON GENUINE )

B. WAKTU TENGGANG ( LEAD TIME )

C. BATAS AMAN PERSEDIAAN ( SAFETY STOCK )

D. VOLUME PESANAN ( QUALITTY ORDER )


( KALAU PERLU DIHITUNG ECONOMIC ORDER QUALITTY )
PENGENDALIAN
PENGADAAN

OPERASI
PENGENDALIAN

PEMELIHARAAN

INPUT
RENCANA KEBUTUHAN

RENCANA PENGADAAN

PENGENDALIAN OPERASI

PERCATATAN DAN PELAPORAN MERUPAKAN KEGIATAN YANG PENTING DALAM


PENGENDALIAN.
DATA DAN KEJADIAN PENTING PERLU DICATAT DAN DILAPORKAN KE YANG
BERKEPENTINGAN UNTUK DIPAKAI SEBAGAI DATA INFORMASI INPUT DALAM PERENCANAAN
SERTA DAPAT DIPAKAI PULA SEBAGAI DATA INFORMASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN /
TURUN TANGAN.
BEBERAPA DATA PENTING YANG PERLU DICATAT ADALAH ANTARA LAIN :
1. NOMOR INVENTARISASI ALAT / DATA ALAT
2. KONDISI ALAT
3. JAM KERJA ALAT
4. HASIL PRODUKSI / HASIL KERJA
5. PEMAKAIAN BAHAN BAKAR, MINYAK PELUMAS, DAN LAIN-LAIN.
6. LOKASI PEMAKAIAN
7. OPERATOR
8. PEMELIHARAAN :
- JADWAL SERVICE
- PEMAKAIAN SUKU CADANG