Anda di halaman 1dari 25

RADIOLOGI KONVENSIONAL,

CR, DAN DR
-Anis Sayyid Waskitho (2010505105)
-Aina Nauly Wakhusna (2010505107)
-Aldiasrizky Prastyo (2010505109)
-Sri Vina Ardianty (2010505111)
-Dwi Chandra Nur Fauzan (2010505113)
-Sofi Huril Alfiah (2010505115)
-Cahya Permana Putri Isa (2010505117)
RADIOLOGI KOVENSIONAL
DEFINISI
• Pemeriksaan sederhana menggunakan sinar Roentgen (sinar
X) dengan berbagai posisi pemeriksaan
• Dilakukan pada berbagai organ tubuh, antara lain jantung dan
paru (toraks) serta tulang-tulang pada seluruh bagian tubuh
• Pemeriksaan konvensional dengan kontras, yaitu pemeriksaan
sederhana menggunakan sinar Roentgen (sinar X) disertai
dengan penggunaan obat kontras yang dapat membantu
memperlihatkan kelainan yang ada, sehingga mempertajam
diagnosis.
TAHAPAN PENGOLAHAN FILM

Film Developing Rinsing

Fixing Washing Drying


1. Pembangkitan (Developing)
• Merupakan tahap pertama dalam pengolahan film. Pada
tahap ini perubahan terjadi sebagai hasil dari penyinaran. Dan
yang disebut developing adalah perubahan butir-butir perak
halida di dalam emulsi yang telah mendapat penyinaran
menjadi perak metalik atau perubahan dari bayangan laten
menjadi bayangan tampak.
• Emulsi film radiografi terdiri dari ion perak positif dan ion
bromida negative (AgBr) yang tersusun bersama di dalam kisi
kristal (cristal lattice).
1. Pembangkitan (Developing)
• Larutan developer terdiri dari:
a. Bahan pelarut (solvent)
b. Bahan pembangkit (developing agent)
c. Bahan pemercepat (accelerator)
d. Bahan penahan ( restrainer)
e. Bahan penangkal (preservatif)
f. Bahan-bahan tambahan (seperti bahan penyangga (buffer)
dan bahan pengeras (hardening agent))
2. Pembilasan (rinsing)
• Merupakan tahap selanjutnya setelah pembangkitan
• Pada waktu film dipindahkan dari tangki cairan pembangkit,
sejumlah cairan pembangkit akan terbawa pada permukaan
film dan juga di dalam emulsi filmnya
• Pembilasan dilakukan dengan air yang mengalir selama 5
detik.
3. Penetapan (fixing)
• Diperlukan untuk menetapkan dan membuat gambaran
menjadi permanen dengan menghilangkan perak halida yang
tidak terkena sinar-X.
• Perak halida dihilangkan dengan cara mengubahnya menjadi
perak komplek. Senyawa tersebut bersifat larut dalam air
kemudian selanjutnya akan dihilangkan pada tahap pencucian.
• Tujuan dari tahap penetapan ini adalah untuk menghentikan
aksi lanjutan yang dilakukan oleh cairan pembangkit yang
terserap oleh emulsi film.
3. Penetapan (fixing)
• Larutan fixer terdiri dari:
a. Bahan penetap (fixing agent).
b. Bahan pemercepat (accelerator).
c. Bahan penangkal (preservatif).
d. Bahan pengeras (hardener).
e. Bahan penyangga (buffer).
f. Pelarut (solvent).
5. Pengeringan (drying)
• Merupakan tahap akhir dari siklus pengolahan film
• Tujuan pengeringan adalah untuk menghilangkan air yang ada
pada emulsi.
• asil akhir dari proses pengolahan film adalah emulsi yang tidak
rusak, bebas dari partikel debu, endapan kristal, noda, dan
artefak.
• Cara yang paling umum digunakan untuk melakukan
pengeringan adalah dengan udara. Ada tiga faktor penting
yang mempengaruhinya, yaitu suhu udara, kelembaban udara,
dan aliran udara yang melewati emulsi
COMPUTER RADIOGRAPHY (CR)
DEFINISI
• Adalah proses merubah system analog pada radiografi
konvensional menjadi radiografi digital
• Data analog dikonversi ke dalam data digital pada saat tahap
pembangkitan energi yang terperangkap di dalam Imaging
Plate dengan menggunakan laser, selanjutnya data digital
berupa sinyal-sinyal ditangkap oleh Photo Multiplier Tube
(PMT ) kemudian cahaya tersebut digandakan dan diperkuat
intensitasnya setelah itu diubah menjadi sinyal elektrik yang
akan di konversi kedalam data digital oleh Analog Digital
Converter (ADC)
KOMPONEN CR
1. Kaset
Terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari
almunium, kaset ini berfungsi sebagaii pelindung dari Imaging
Plate.
KOMPONEN CR
2. Imaging Plate
• Merupakan komponen utama pada sistem CR yang berfungsi
menyimpan energi sinar x
• Terbuat dari bahan Photostimulabel phosphor
• Melalui beberapa tahapan:
a. Exposure
b. Stimulate
c. Read (pembacaan)
d. Erasure (penghapusan)
DIGITAL RADIOGRAPHY (DR)
DEFINISI
• Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X,
dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggatikan
film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan
dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau
laser printer.
KOMPONEN DR
1. Modalities
• DICOM
• Non-DICOM (Conventional)
2. Software
• RIS (Radiology Information System)
•  PACS (Picture Archiving & Communication System)
3. Hardware
• Server, Workstation & Printer
• Network
• Storage
Lanjutan
P A C S (Picture Archiving and Communications System)
PACS memungkinkan secara elektronik :
a. Menerima gambar dari peralatan medis secara langsung
b. Mendistribusikan gambar tsb ke seluruh PC
c. Membaca gambar melalui layar komputer (dengan berbagai
fasilitas peng-editan)
d. Menyimpan gambar-gambar secara sistematis
e. Mengirimkan gambar kemana saja melalui jaringan internet,
telepon dsb.
PRINSIP KERJA DR
• Prinsip kerja Digital Radiography
(DR) atau (DX) pada intinya
menangkap sinar-X tanpa
menggunakan film. Sebagai
ganti film sinar X, digunakan
sebuah penangkap gambar
digital untuk merekam gambar
sinar X dan mengubahnya
menjadi file digital yang dapat
ditampilkan atau dicetak untuk
dibaca dan disimpan sebagai
bagian rekam medis pasien.
Manfaat DR
Pelayanan Radiologi berstandar internasional
a. Corporate image
b. Biaya operasional yang lebih rendah
c. Meningkatkan pelayanan kepada pasien
d. Customer satisfaction
e. Pengembangan menuju Tele-Radiography
f. Sebagai salah satu fasilitas penelitian / riset
PERSAMAAN DR, CR DAN KONVENSIONAL
• Teknik radiografi konvensional dan digital dapat digunakan
untuk mendeteksi kehilangan tulang alveolar yang
berhubungan dengan penyakit periodontal. Kehilangan tulang
alveolar dapat disebabkan oleh adanya proses inflamasi,
trauma dan penyakit sistemik. Disamping itu, proses
kehilangan tulang alveolar memiliki pola yang dapat dilihat
pada gambaran radiografi.
PERBEDAAN
1. Pada proses radiografi konvensional
a. Harus menunggu beberapa waktu untuk pencetakan film
b. Harus menunggu lagi untuk mengirimkan film kepada dokter radiologi
c. Harus menunggu lagi untuk mengirim hasil analisa (expertise) kepada
dokter perujuk
d. Waktu tunggu menjadi lebih lama apabila dokter radiologi tidak sedang
berpraktek
e. Dalam situasi darurat, tidak dapat langsung membaca film
f. Film tidak selalu berada di dalam ruang arsip
g. Biaya yang cukup besar untuk pembuatan film, bahan kimia, jasa
pengiriman, ruang penyimpanan dsb.
h. Adanya limbah B3 yang membutuhkan penanganan khusus
PERBEDAAN
2. Pada proses Computed radiography
a. Hasil foto dapat di simpan dalam bentuk file.
b. Tidak menggunakan processing film seperti developer dan
fixer.
c. Tidak memerlukan kamar gelap, karena kaset sudah di
lengkapi image plate
d. foto dapat di edit sebelum di cetak
e. waktu processing lebih cepat
f. kerusakan film karena terbakar bisa di hindari
g. mengurangi dari jumlah reject film.
PERBEDAAN
3. Pada proses Digital Radiography
a.  Diagnosa tepat melalui gambar digital
b. Efisiensi waktu untuk mendistribusikan gambar
c. Mengurangi biaya pencetakan gambar
d. Arsip digital, menghilangkan ruangan penyimpanan film dan
memudahkan pencarian gambar
e. Mengurangi resiko kehilangan film
f. Awet, kualitas gambar digital tidak menurun
g. Dapat dihubungkan dengan data-data teks
h. Dapat disimpan dan dikirim secara elektronik melalui jaringan
internet dan telepon.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai