Anda di halaman 1dari 19

Pertemuan 10 dan 11

MANAJEMEN PETERNAKAN BABI dapat diartikan sebagai


pengambilan keputusan dalam usaha ternak babi yg meliputi:

1. Tipe usaha: sejak dari lahir-penggemukan


2. Besar usaha: banyaknya induk, penggemukan
3. Tipe manajemen
4. Modal investasi
5. Modal operasional: bibit-babi potong sekitar 18 bln
6. Sumber pakan cukup
7. Pembuangan limbah
8. Stok babi sapihan
9. Fasilitas usaha dpt dikembangkan
10. pendapatan
Babi : ternak monogastric dan bersifat prolific

Banyak anak per kelahiran, cepat tumbuh, umur 5 - 6


bulan sudah dapat dipasarkan (potong), efisien dalam
mengkonversi berbagai sisa pertanian dan restoran
menjadi daging, konsekuensinya memerlukan pakan yang
mempunyai protein, energi, mineral dan vitamin yang
tinggi

MANAJEMEN PAKAN

Pakan babi starter (sejak sapih sampai umur 8-10 mgg), Pakan babi
grower (sesudah fase starter sampai umur 6 bulan (tujuan guna
digemukkan untuk dipotong dan untuk bibit (breeding),
Pakan grower-finisher (pertumbuhan pengakhiran) dan Makanan babi
bibit
SYARAT CREEP FEEDER : SUMBER ENERGY DENGAN DAYA CERNA TINGGI (tepung jagung)
SUMBER PROTEIN : susu skim
RENDAH SERAT KASAR (< 3%).
Mengandung protein 20-22%, Untuk menambah tingkat palatabilitas (rasa yang disukai anak
babi) bisa ditambahkan gula (gula air dari tebu, enau ataupun lontar).

karena produksi air susu induk


Mengapa anak babi masih babi maksimal sampai minggu
menyusu sudah diajar makan ketiga masa menyusui, induk tdk
makanan padat lagi menyediakan semua
kebutuhan zat makanan bagi anak
yang kebutuhan zat makanannya
terus meningkat.
OLEH SEBAB ITU:
Kekurangan zat
makanan dari susu Umur 2-3 minggu setelah lahir anak babi masih
mengkonsumsi susu 100%
induk babi dapat
dipenuhi dari segera Sanggup mencerna protein susu (casein), gula susu
pemberian makanan (lactose), glukosa dan lemak.
tambahan yang disebut
makanan krip (creep Enzim-enzim pencernaan yang diperlukan untuk
feeder). mencerna pati, gula (sukrosa), dan protein bukan
susu, belum berkembang dengan baik
Perubahan yang mendadak dari makanan susu ke makanan konvensional akan menyebabkan
cekaman/stress nutrisional yang umumnya berakibat memperlambat pertumbuhan dan dalam
waktu tersebut anak babi memakan sedikit sekali makanan, pertumbuhan lambat dan sering
mengalami cirit putih (mencret).

Latihan pemberian makanan padat semasih menyusu perlu dilakukan untuk merangsang
perkembangan enzim yang diperlukan untuk pencernaan dan memperkecil faktor penghambat
pertumbuhan saat penyapihan.
Perubahan yang mendadak dari makanan susu ke makanan konvensional akan menyebabkan
cekaman/stress nutrisional yang umumnya berakibat memperlambat pertumbuhan dan dalam
waktu tersebut anak babi memakan sedikit sekali makanan, pertumbuhan lambat dan sering
mengalami cirit putih (mencret).

Latihan pemberian makanan padat semasih menyusu perlu dilakukan untuk merangsang
perkembangan enzim yang diperlukan untuk pencernaan dan memperkecil faktor penghambat
pertumbuhan saat penyapihan.
Pakan babi grower
Ternak babi fase starter – 24 mgg, tujuan: digemukkan (dipelihara untuk dipotong)
dan untuk bibit (breeding)

Untuk breeding, dipelihara jg sampai lebih dr 50 kg pd umur 6 bl agar:


1) tdk banyak lemak
2) Dlm periode menyusui banyak produksi air susu
3) Babi tumbuh baik sehat dan kuat

Pemeliharaan setelah penyapihan pd fase grower ini merupakan periode yang


sangat kritis, yang besar pengaruhnya thd performans dan keuntungan yang
akan diperoleh saat dipasarkan

Pakan grower-finisher (pertumbuhan pengakhiran)


Setelah babi mencapai bobot 20 kg===harapan hidup
98% mencapai bobot potong 90-100 kg----kematian
rendah, ----blm menggambarkan keuntungan
Faktor yang mempengaruhi masalah ekonomi
pemeliharaan
babi grower-finisher :
1) Harga anak babi
2) Harga penjualan babi potong
3) Harga pakan
4) Keefisienan penggunaan pakan
5) Laju pertumbuhan
6) Angka kematian
7) Kualitas karkas
*) faktor no.4 paling mempengaruhi keuntungan
Makanan babi bibit
• Keefisienan reproduksi maksimal
tidak dpt terc apai apabila tdk
disertai dengan kulitas pakan dan
manjemen yg baik.

• Ditinjau dr sudut nutrisi, periode


bunting dan laktasi merupakan
periode yang paling kritis dr seluruh
siklus produksi babi.
Pemberian makanan yg berkualitas untuk babi bunting
bertujuan:
1) Pertumbuhan fetus
2) Pertumbuhan uterus dan selaput uterus
3) Pertumbuhan kelenjar susu
4) Perkembangan tubuh
5) Produksi susu
6) Penambahan persediaan tubuh yang terkuras selama
laktasi sebelumnya
Mengapa anak babi masih menyusu sesudah diajar makan makanan padat??

• karena produksi air susu induk babi maksimal sampai minggu ketiga masa menyusui, dan setelah itu
produksinya menurun sehingga kebutuhan anak babi tidak mencukupi

• jumlah anak per kelahiran banyak. Akibat dari menurunnya produksi susu, induk babi tidak sanggup lagi
menyediakan semua kebutuhan zat makanan bagi anak yang kebutuhan zat makanannya terus meningkat.

• Perubahan yang mendadak dari makanan susu ke makanan konvensional akan menyebabkan
cekaman/stress nutrisional yang umumnya berakibat memperlambat pertumbuhan dan dalam waktu
tersebut anak babi memakan sedikit sekali makanan, pertumbuhan lambat dan sering mengalami cirit
putih (mencret).

• Latihan pemberian makanan padat semasih menyusu perlu dilakukan untuk merangsang
perkembangan enzim yang diperlukan untuk pencernaan dan memperkecil faktor penghambat
pertumbuhan saat penyapihan.

• ALASANNYA: 1. AGAR ANAK BABI YG BARU LAHIR MENDAPAT KEKEBALAN PASIF DARI
INDUK

• MENDAPAT PROTEIN KOLOSTRUM 15 GRAM PER 100 ml DAN 60-70% ATAU 9-10,5 g
DR PROTEIN TSB BERUPA IMMUNOGLOBULINdiserap utuh oleh saluran cerna anak
babi
Pakan babi grower

• Fase sesudah fase starter sampai umur 6 bulan


• Ada 2 tujuan: 1) digemukkan (dipelihara untuk dipotong)
• 2) untuk bibit (breeding)
• Untuk breeding, dipelihara jg sampai lebih dr 50 kg pd umur 6 bl agar:
1) tdk banyak lemak
2) Dlm periode menyusui banyak produksi air susu
3) Babi tumbuh baik sehat dan kuat

Untuk menghindari stress dingin pd anak babi baru disapih:


• Pertahankan suhu 27-28 derajat celsius
• Hindari variasi suhulebih dari 2 derajat
• Arus angin diminimalkan
• Hindari berdesakan—menurunkan konsumsi,pbb
• 0,3 m persegi per ekor sampai bobot 25 kg
• Terlalu luas—anak babi terlalu bertingkah lebih agresif, suka ganggu/gigit
kawan
Manajemen gilt (babi dara), sampai di
kawinkan
Pemberian pakan yg baik akan mempercepat puber. Pada
birahi pertama, induk blm dikawinkan, tunda pada oestrus
kedua atau ketiga. Menunda perkawinan sampai ketiga
menambah ovum yang diovulasikan , berarti akan
memperbesar litter size.. Jlh pakan yg diberikan pada babi
gilt, cukup kira2 2kg per hari
• Kira kira 2 minggu, sebelum timbul estrus / heat ke tiga,
ransum yang diberikan ditingkatkan kualitas maupun
kuantitas. Peningkatan jlh pakan tsb, dapat sampai 50%
dari biasanya di sebut flushing.
Manajemen pakan pada waktu bunting
• Pemberian pakan,, awal perkawinan, konsumsi pakan
dikurangi jlh nya,selama 2 minggu pertama sampai minggu
kedua
• Peningkatan energy meningkatka hormon corticoit, yang
menghambat hormon yang menjaga kondisi uterus utk
nidasi ovum Stlh ovum mengalami nidasi di uterus, jlh
pakan ditingkatkan lagi
Induk yg kurang pakan, dalam mencukupi kebutuhan hidup
dgn kebutuhan embrio, maka anak akan lahir dgn bobot
kecil,shg vigouritasnya menjadi randah. Induk jgn terlalau
gemuk,akan terjadi perlemakan yg tinggi di saluran tractus
genital,yang akhirnya akan mempersempit ruang grk janin.
Induk yg kurang pakan, dalam mencukupi kebutuhan hidup
dgn kebutuhan embrio, maka anak akan lahir dgn bobot
kecil,shg vigouritasnya menjadi randah. Induk jgn terlalu
gemuk (Over fat),akan terjadi perlemakan yg tinggi di saluran
tractus genital,yang
Pakan dgn kandungan protein,12-14 % sdh cukup. Ada
penelitian yng merekomendasikan cukup dgn 9-10 % protein,
asalkan sumber proteinnya kualitas baik ,atau as aminonya
lengkap. Juga hsl penelitian menunjukka pemberian pakan yg
dinaikan tdk signifikan meningkatkan litter size.. Utk memberi
rekomendasi intake/day, sulit, krn bobot induk sangat
bervariasi.
Pada pemeliharaaan induk yg klompok,akan selalu ada yg
kekurangan pakan, ataupun ada yg kelebihan pakan shg
overfat.
Manajemen pakan induk menyusui
• Tujuan pemberian pakan pada induk, selain utk
maintenance, juga hrs diperhitungkan kebutuhan anaknya.,
melalui produk susu yg dibutuhkan anaknya.
• Induk besar seberat 190 kg dgn 10 ekor anak.,,
kebutuhan dasarnya 6,7 kg /h.
• Utk mempertahankan bobot induk ,perlu ditambah pakan
0,7kg/h, shg total diperlukan 7,4 kg/h. Kebutuhan
sebanyak ini berlangsung sampai 6 minggu , kmdn mulai
dikurangi sdkt demi sedikit, sampai anak disapih..
• Kandungan protein pakan jgn kurang dr pakan bunting, utk
tetap menjaga performance induk.
Manajemen boar(pejantan)

Pejantan ini tmsk gol minoritas, shg perhatian peternak thdp


kebutuhannya spt terabaikan. Biasanya peternak memberikan
pakan yang sama dgn pakan induk bunting., atau pakan
finishing.. Kondisi nya hrs dipertahankan tdk terlalu
gemuk,dgn membatasi intake, dgn pertumbuhan secara
perlahan
Utk tetap mempertahankan vitalitas, dan performan, perlu
diperhatikan pola pakannya.Perlu diberikan protein yang
berkualitas tinggi. Utk ini dapat diberikan ransum/pakan
induk bunting,dgn 10 % diganti dgn tpg ikan. Kalau diberikan
intake 2,5 Kg/h, utk peantan berikan 2,25 pakan di + 0,25
tpg ikan, ini akan meningkatkan konsentrasi protein 4-5%..
• Food intake dan appetite mrpkn Faktor pembatas
• Bukti menunjukan bhw konsumsi ransum ternak
dipengaruhi oleh palatability dan system pemberianpakan
ternak, serta pengaruh lingkungan mikro.
• System pemberian mkn libitum atau adlibitum ,
berpengaruh thp pertambahan brt. tbh Adlibitum atau juga
dsbt superalimetation, sdgkan libitum sering disbt
restricted feeding.
Faktor yang mempengaruhi masalah ekonomi pemeliharaan babi grower-
finisher

1) Harga anak babi


2) Harga penjualan babi potong
3) Harga pakan
4) Keefisienan penggunaan pakan
5) Laju pertumbuhan
6) Angka kematian
7) Kualitas karkas
*) faktor no.4 paling mempengaruhi keuntungan
Tugas Mandiri

Judul : Manajemen pakan ternak babi penggemukan dan babi


pembibitan

Tugas diketik dengan TNR font 12 spasi ganda kirim ke email :


sabartasembiring39@gmail.com
Batas pengiriman tugas mandiri: Senin, 26 April 2021