Anda di halaman 1dari 21

TEKNIK RADIOGRAFI PATELLA

GENU FEMUR

Nama : Fatih Fauziyah


NIM : 2010505095
Kelas : B2
Kriteria gambaran = Patella, Tibiofemoral joint, patello femoral joint
Kriteria gambaran : Patella, Oss distal femur dan Oss Proksimal Cruris, Femoral
condyles articular facets.
Kriteria evaluasi :
Oss patella superposisi dengan femur
Proyeksi pemeriksaan Lateral
PP (Posisi pasien) = Pasien supine dengan tubuh miring menuju daerah yang akan diperiksa dan tangan diposisikan senyaman
mungkin untuk pasien.
PO (Posisi objek) = Fleksikan knee joint 5-10 derajat dengan condylus lateral menempel pada kaset.
Ukuran kaset = 18x24 cm Horizontal
CR = Tegak lurus vertikal
CP = Pada mid patellofemoral joint.
FFD = 90 cm
Luas lapangan kolimasi = batas atas 1/3 distal femur dan batas bawah 1/3 proksimal cruris.
Marker = R/L Orientasi AP
Kriteria gambaran = Patella dan Patellofemoral joint
Kriteria Evaluasi =
Terbukanya patellofemoral joint dan patella tidak superimposisi dengan tulang lain. dan intercondylar
suclus (Trochlear groove) terlihat
Proyeksi pemeriksaan Genu
Banyak macam dari proyeksi pemeriksaan Genu diantaranya
1. AP
2. Lateral
3.Dan Skyline.

Tetapi saya hanya akan menjelaskan proyeksi pemeriksaan Genu AP dan Lateral

Proyeksi AP
PP = Posisi pasien supine di atas meja pemeriksaan dengan kepala diganjal dengan bantal dan tangan berada di samping tubuh.
PO = Lutut yang diperiksa diletakkan di atas kaset, tepat di tengah-tengah kaset dan marker ditempelkan di ujung kaset.
CP = Tegak lurus Vertikal
CR = 2cm di bawah Oss Patella (Pada celah sendi antara Femur dan Tibia.
Kaset = 18x24cm
FFD = 90-100 cm
Luas lapangan kolimasi : Batas atas 1/3 Distal Femur dan batas bawah 1/3 Proksimal Cruri
Kriteria gambaran :
Proyeksi Lateral
PP = Pasien tidur di atas meja pemeriksaan dalam posisi supine. Kepala miring ke kanan dan ke kiridiganjal dengan bantal dan
kedua tangan berimpit di depan dada.
PO = Lutut yang diperiksa diletakkan di atas kaset dalam posisi mediolateral. Lutut yang lain disilangkan ke depan atau ke
belakang lutut yang akan diperiksa.
CP = Pada articular Genu.
CR = Tegak lurus Vertikal.
Kaset = 18x24cm
FFD = 90-100cm
Luas lapangan kolimasi batas atas 1/3 distal femur dan 1/3 Proksimal Cruris
Kriteria gambaran :
teknik radiografi femur teknik radiografi femur

1. anatomi femur
2. Persiapan Pasien
Tidak memerlukan persiapan kusus, hanya melepas atau menyingkirkan benda yang dapat mengganggu gambaran radiograf.
3. Teknik Pemeriksaan
Proyeksi AP
Posisi Pasien : Pasien diposisikan supine
Posisi Objek : - kaki ekstensi
- aturfemur pada posisi true AP (Pedis menghadap ke atas)
- atur femur pada pertengahan kaset
- pastikan nantinya tidak ada gambambaran yang terpotong
Central point (CP) : pertengahan femur
Central Ray (CR) : vertikal tegak lurus kaset
FFD : 100 cm
Kaset : 30x40cm dibagi dua
DISTRIBUTION CHANNELS
Kriteria Radiograf : - lesser trochanter tampak bebas di bagian medial femur
- tidak ada rotasi pada femur
- neck femur tampak bebas
- tampak knee dan pelvis
Proyeksi lateral (mediolateral)
Posisi Pasien : Pasien diposisikan supine
Posisi Objek : - kaki fleksi 45 derajat
- atur femur pada posisi true lateral
- atur femur pada pertengahan kaset
- pastikan nantinya tidak ada gambambaran yang terpotong
Central point (CP) : pertengahan femur
Central Ray (CR) : vertikal tegak lurus kaset
FFD : 100 cm
Kaset : 30x40cm dibagi dua
Kriteria Radiograf : - femoral condilus superposisi
- patelofemoral space tampak
- trochanter mayor dan trochanter minor tampak
- tampak knee dan pelvis
catatan: Apabila kaset yang digunakan tidak mencukupi objek (femur) yang di rontgen,
maka satu foto di fokuskan di bagian distal atau proksimal dari femur.
misal : foto dengan proyeksi AP di bagian distal sedangkan
foto dengan proyeksi Lateral di bagian proksimal
TERIMAKASIH