Anda di halaman 1dari 9

=1=

MENGGAPAI TAQWA DI BULAN SUCI


DALAM MASA PANDEMI
OLEH:
MUHAMMAD ZIYAD
KETUA LDK PPM/WASEKJEND MUI PUSAT
DISAMPAIKAN PADA KAJIAN SENJA RAMADHAN 1442 H
SMAM 2 SURABAYA
SABTU, 24/4/2021
=2=
MAKNA PUASA
• Al-Qur’an menggunakan dua kata tentang puasa yaitu al-Shiyam (QS. Al-Baqarah: 183) dan al-
Shaum (QS. Maryam: 26), meskipun kedua kata ini berasal dari akar yang sama namun berbeda
dari segi makna.
• Al-Shiyam adalah puasa yang berkenaan dengan syariat; waktu, bulan dan caranya diatur di dalam
al-Qur’an seperti tidak makan dan minum dan lain-lain, mulai terbit fajar hingga terbenam
matahari, dilaksanakan pada bulan Ramadhan.
• Al-Shaum adalah puasa hakikat; yang tidak hanya urusan perut tetapi semua komponen terlibat
seperti puasa Maryam yang tidak bicara kepada siapapun. Puasa hakekat ini terjadi 1x 24 jam dan
tidak terikat waktu karena mulut, mata, telinga, tangan dan bahkan hati dipuasakan dari hal-hal
yang tidak baik.
=3=

• Oleh karena itu, puasa hakekat jauh lebih berat bila disbanding dengan puasa syariat
karena puasa syariat anak2 kelas 3 SD pun sudah mampu melaksanakannya, berbeda
puasa hakekat. Meskipun demikian, puasa hakekat tidak akan terwujud jika puasa
syariat masih belum bisa baik.
• Jadi, puasa berintikan ajaran tentang al-imsak (pengendalian diri), sedang al-imsak
juga bermakna as-shabr (kesabaran).
• Selama sebulan penuh manusia beriman dididik secara disiplin dengan kesabaran
tinggi untuk terbiasa dan menjadi biasa dalam “mengendalikan diri”.
• Kelemahan mendasar manusia adalah dalam pengendalian diri, makanya disediakan
pusat pendidikan Ramadhan, diharapkan setelah menuntaskan “sejumlah mata kuliah”
bisa lulus meraih prestasi TAQWA.
=4=
VARIABEL PUASA:
Variabel Puasa itu identik dengan:
1.Kesabaran
2.Keikhlasan
3.Kejujuran
4.Kerendahatian
5.Rasa bersyukur
6.Empati
7.Etos kerja dan disiplin tinggi
8.Semangat berbagi
9.dst
=5=

• Jika tanpa variable-variabel tsb maka puasanya tidak memiliki makna


apa2. Ini yang disindir keras oleh Rasulullah dalam hadisnya, yang
artinya: “berapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan
apa-apa dari puasanya selain merasakan lapar dan dahaga”
• Karena itulah visi utama ramadhan itu: Membentuk manusia
bertaqwa.
=6=
MENGASAH HATI DI MASA PANDEMI
• Pandemi covid adalah washilah bagi manusia untuk lebih dekat (taqarub) kepada
Ilahi
• Pandemi melumpuhkan (sifat-sikap) arogansi manusia dan / sehingga bisa
merendahhati atas Kekuasaan Allah
• Covid mengajarkan dan menyadarkan manusia bahwa batas antara hidup dan mati
begitu tipis.
• Penderita covid diajarkan mandiri dan sendiri, pelajaran akan alam “kesendirian”.
• Manusia taqwa qalbunya akan selalu hidup / menyala baik dalam ramai maupun
sendiri.
• Ramadhan di masa pandemi adalah puncak untuk refleksi dan tazkiyatun nafsi
=7=
KIAT MENGGAPAI TAQWA
• Meningkatkan keimanan dan keislaman
• Meningkatkan ilmu dan amal
• Semangat berbagi/berderma
• Menahan amarah
• Memberi maaf
• Menebar kedamaian
• Menjaga konsistensi/istiqamah
=8=
INDIKATOR MANUSIA TAQWA
Indikator ketercapaian dari manusia yang bertaqwa adalah:
1. Tawadhu’: pelaku (shaimin/shaimat) memiliki sikap rendah hati. Jiwa kemanusiaannya tinggi.
Menghargai orang bukan karena posisi tetapi sesama makhluk ciptaan Tuhan.
2. Qona’ah: Memilih sikap dapat menerima apa yang telah Allah anugerahkan kepada dirinya, seraya
memohon tambahan yg pantas untuk dirinya dan beikhtiar secara maksimal untuk meraihnya sesuai
ketentuanNya. Sikap menghindari kerakusan dan ketama’an. Spirit qonaáh melahirkan jiwa mudah
berbagi kepada sesame.
3. Wara’: pelaku (shaimin/shaimat) memiliki kemampuan dapat mengendalikian diri sehingga tidak jatuh
dalam perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Spirit hanya mau menerima yang menjadi haknya, dan
tidak akan pernah mau menerima/mengambil yang bukan menjadi haknya.
4. Yaqin: pelaku (shaimin/shaimat) memiliki semangat yang optimis kepada Allah.
Alhamdulillah
Terima Kasih