Anda di halaman 1dari 19

Uji Volume

Terpindahkan
Disusun Oleh :
Nofiani Zikria (P24840419047)
Nur Adinda Salsabila (P24840419048)
Nur Asih Amalia (P24840419049)
Nur Khoerunnisa Dien Huwae (P24840419050)
Nur’Aini Rahmajunida Johan (P24840419051)
Olivia Nadiahaya (P24840419052)
Putri Aliya (P24840419053)
Qatrun Nada Aprilla Ta’as (P24840419054)
Rahmadayanti Auliandika (P24840419054)
Tujuan Uji

untuk menyesuaikan dengan volume yang tertera


pada etiket, karena jika volume tidak sesuai
dengan volume yang tertera pada etiket maka
akan mempengaruhi dosis pada suatu sediaan
Menurut farmakope indonesia edisi VI
Uji berikut dirancang sebagai jaminan bahwa cairan oral yang
dikemas dengan volume yang tertera pada etiket tidak lebih dari
250 mL, yang tersedia dalam bentuk sediaan cair atau sediaan
cair yang dikonstitusi dari bentuk padat dengan penambahan
bahan pembawa tertentu dengan volume yang ditentukan, jika
dipindahkan dari wadah asli, akan memberikan volume
terpindahkan sediaan seperti tertera pada etiket.
Sediaan yang diuji

 Larutan oral  mis. sirup dan eliksir


 Larutan topikal  mis. injeksi dan gargarisma
(obat kumur)
 Suspensi oral  mis. sirup kering
 Suspensi topikal  mis. losio
Persiapan uji
Serbuk dalam wadah dosis ganda
Untuk penetapan vol. Larutan oral, suspensi yang mencantumkan penandaan
terpindahkan oral dan bentuk sediaan volume untuk cairan oral yang
dihasilkan bila serbuk dikonstitusi
cairan oral lain
dengan sejumlah pembawa seperti
tertera pada etiket.

pilih tidak kurang dari


30 wadah, Kocok isi dari 10 Konstitusi 10 wadah dengan volume
wadah satu persatu pembawa seperti tertera pada etiket,
ukur saksama, dan kocok satu per
satu.
Prosedur larutan uji
Tuang perlahan-lahan dari
tiap wadah ke dalam gelas
ukur, dengan kapasitas tidak Tuang secara hati-hati
lebih dari 2,5x volume yang
diukur dan telah dikalibrasi

diamkan selama tidak lebih dari 30


Jika telah bebas dari menit (wadah dosis ganda) dan 5 menit
gelembung udara, ukur ( wadah dosis tunggal) kecuali
volume dari tiap campuran. dinyatakan lain dalam monografi
Kriteria
Keberterimaan
Untuk sediaan wadah dosis ganda dan tunggal

Jika A adalah volume rata-rata < 100% dari • Volume rata-rata cairan
• Volume rata-rata cairan dalam 10 volume yang tertera pada etiket, tetapi tiap dari 30 wadah ≤ 100% dari
wadah  ≤ 100% dan, wadah memiliki volume 95% ≤ x ≤ 110% volume yang tertera pada
• Tiap wadah memiliki volume  dari volume yang tertera pada etiket, atau B etiket dan,
95% ≤ x ≤ 110% dari volume yang adalah volume ratarata > 100% dan tidak • Tidak lebih dari satu dari
tertera pada etiket. lebih satu wadah yang volumenya diluar 30 wadah volumenya
rentang 95%-110%, tetapi dalam rentang diluar rentang 95%- 110%,
90%-115% lakukan uji terhadap 20 wadah tetapi masih dalam rentang
tambahan. 90%-115% dari volume
yang tertera pada etiket.
Contoh Uji Volume
Terpindahkan
Berdasarkan Journal of The Indonesian
Society of Integrated Chemistry

Dilakukan penelitian tentang uji keseragaman volume suspensi Amoksisilin


yang direkonstitusi di apotek di kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui ketelitian dan keterampilan tenaga farmasi di
apotik di kota Jambi dalam merekonstitusi sediaan suspensi Amoksisilin.
Sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok
terdiri dari 30 sediaan. Pengujian dilakukan menggunakan Uji Volume
Terpindahkan.
Prosedur Penelitian

Penentuan lokasi Pengambilan Pengujian Analisa Data


pengambilan sampel uji sampel uji
Dilakukan berdasarkan
Dari 8 kecamatan yang ada di Diambil 10 sampel Uji Volume persentase penyimpangan
kota Jambi, dipilih dua sediaan suspensi Terpindahkan menurut volume sediaan suspensi,
kecamatan secara acak, Amoksisilin volume 60 Farmakope Indonesia untuk mengetahui volume
masing-masing kecamatan ml yang sudah edisi IV sediaan seperti yang tertera
disebut kelompok I dan direkonstitusi pada etiket
Kelompok II
Hasil Pengujian dan Pembahasan

Tabel 1. Distribusi suspensi Amoksisilin Tabel 2. Distribusi frekuensi suspensi


berdasarkan volume pengujian (ml) dari Amoksisilin berdasarkan persentase
sediaan rekonstitusi (Kelompok I) penyimpangan volume sediaan rekonstitusi
(Kelompok I)
• Kelompok 1 (tabel 1). Lokasi tablet a :
Volume rata rata pengujian 59.50 ml : kecil dari 100% dr volume etiket (60ml).
Volume paling kcil 56,50 ml : kecil dari 95% dan besar dari 90% dari vilume yg
tertera di etiket
• Lokasi tablet B :
Rata rata oengujian 60,50 ml : lebih besar dari 100% dari volume etiket , volume
paling kecil 58,0 ml : besar dari 95% dari volume etiket
• Pengujian sampel dari semua lokasi yang terdapat pada kelompok 1 (30 sampel)
vol rata rata pengujian 60,67ml : besar dari 100% volume etiket , volume paing kecil
56,60 ml yang berarti lbh kecil dari 95% dan lbh besar dari 90% volume etiket.
Penyimpangan volume

Penyimpangan volume untuk masing masing lokasi apotek pada Kelompok I ditemukan:
• Pada lokasi apotek A dengan volume rata rata pengujian adalah kurang dari 100%,
terdapat satu sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada
etiket.
• Pada lokasi apotek B volume rata rata pengujian adalah lebih besar dari 100%, tidak
terdapat sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada etiket.
• Pada lokasi apotek C volume rata rata pengujian adalah lebih besar dari 100%, tidak
terdapat sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada etiket.
Hasil Pengujian dan Pembahasan

Tabel 3. Distribusi suspensi Tabel 4. Distribusi frekuensi suspensi


Amoksisilin berdasarkan volume Amoksisilin berdasarkan persentase
pengujian (ml) dari sediaan penyimpangan volume dari sediaan
rekonstitusi (Kelompok II) rekonstitusi (Kelompok II)
Penyimpangan volume

• Pada kelompok II (tabel3) penyimpangan untuk masing masing lokasi apotek


ditemukan:
• Pada lokasi apotek D volume rata rata pengujian adalah kurang dari 100%, terdapat
satu sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada etiket.-
• Pada apotek E volume rata rata pengujian adalah lebih besar dari 100%, tidak terdapat
sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada etiket.
• Pada apotek F volume rata rata pengujian adalah lebih besar dari 100%, tidak terdapat
sampel yang pengujiannya kurang dari 95% volume yang tertera pada etiket.
• Volume palinh kecil adalah 56,50 mL yang berarti kecil dari 95% dan besar dari 90%
volume yang tertera pada etiket.
• Mengacu pada Farmakope Indonesia edisi V untuk melakukan uji volume terpindahkan,
pengujian dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap I dilakukan pada 10 sampel kemudian
dilanjutkan dengan tahap II dengan melakukan pengujian terhadap 20 sampel berikutnya
sehingga total pengujian dilakukan terhadap 30 sampel
• Pembahasan sebelumnya pada kelompok I untuk pengujian tahap I Apotik A tidak
memenuhi ketentuan Farmakope Indonesia karena rata rata volume pengujian kurang dari
volume yang tertera pada etiket, sementara apotik B dan C sudah memenuhi ketentuan
Farmakope Indonesia karena rata rata volume pengujian besar dari volume yang tertera
pada etiket dan tidak ada sampel yang mempunyai volume kurang dari 90% (walaupun ada
yang kurang dari 100%).
• Secara keseluruhan pada pengujian tahap II sampel yang berasal dari kelompok I memenuhi
ketentuan Farmakope Indonesia karena rata rata volume pengukuran sama atau lebih besar
dari volume yang tertera pada etiket (hasil yang didapat 60,67 mL) dan tidak lebih dari
satu sampel yang volume pengujiannya kurang dari 95% tapi besar dari 90% volume yang
tertera pada etiket.
Kesimpulan:

1. Untuk sediaan wadah dosis ganda, memenuhi syaratnjika volume rata rata cairan yang
diperoleh dari 10 wadah tidak kurang dari 100%, dan tidak ada satu wadahpun volumenya
kurang dari 95% dari volume yang tertera pada etiket.
2. 2. Untuk sediaan wadah dosis tunggal memenuhi syarat seperti jika volume rata rata cairan
yang diperoleh dari 10 wadah tidak kurang dari 100%, dan volume dari masing masing
wadah dan 10 wadah terletak dalam rentang 95% - 110% dari volume yang tertera pada
etiket.
3. 3. Ketelitian dan keterampilan tenaga farmasi apotek di kota Jambi dalam merekonstitusi
sediaan suspensi amoksilin 60mL sudah baik dengan menghasilkan sediaan sesuai standar
Farmakope Indonesia Edisi V.
Thank you

Anda mungkin juga menyukai