Anda di halaman 1dari 35

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

NENEK M DENGAN MASALAH NYERI KRONIS


& MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF
RETNO CITRO (186970085)

https://www.jpppt.com
OUTLINE
01 Gambaran Kasus

02 Pengkajian

03 Renpra

Penjelasan Prosedur
04 Tindakan
Gambaran Kasus
Klien atas nama Nenek M dengan usia 73 tahun beralamat di RT.03 RW.02 Kelurahan
Leuwinanggung, Kecaatan Tapos, Depok. Klien saat ini tinggal di rumah sendiri setelah
ditinggal wafat oleh suaminya sekitar 9 bulan yang lalu.

Nenek M memiliki 4 orang anak dan 10 orang cucu yang semuanya sudah memiliki
tempat tinggal masing masing. Nenek M tinggal di Rumah yang dimilikinya dengan di
kedua sisi kanan dan kiri rumah merupakan rumah tempat tinggal 2 anaknya yang
masih dalam satu deretan

Saat ini keluhan yang dirasakan oleh Nenek M adalah rasa nyeri pada bagian lutut
sebelah kanan seperti ditusuk tusuk dan nyeri sudah dirasakan selama +-5 tahun.
Nenek M menderita Hipertensi dan DM Tipe 2 yang kurang lebih sudah 5 tahunan rutin
mengkonsumsi obat-obatan dari Puskesmas Tapos
Pengkajian
Pengkajian
Identitas
• Nama : Nenek M
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Umur : 73 tahun
• Agama : Islam
• Status perkawinan : Menikah
• Pendidikan terakhir : SD/Sederajat
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Alamat rumah : Kelurahan Leuwinanggung RT/RW 03/ 01
Riwayat Kesehatan
• Klien mengatakan secara umum tidak memiliki keluhan yang berat, keluhannya hanya merasa
tidak nyaman /nyeri pada lutut kaki sebelah kanan jika tidak mengkonsumsi obat-obatan dari
puskesmas. Keluhan nyeri dirasakan sudah selama +- 5 tahunan. Klien mengatakan nyeri lututnya
karena osteoporosis / pengapuran. Nyeri dirasakan seperti menususk nusuk dengan dan dalam
masih ketegori ringan dengan skala 2-3 (dari skala 10)
• Klien mengatakan keluarganya beberapa menderita hipertensi sejak lama namun tidak tau secara
pasti penyakit orang tuanya, dikarenakan sudah lupa.
Pengkajian
Kebiasaan Sehari-hari

Pola Makan Pola Minum Pola Tidur


• Klien makan 2 kali sehari • Klien minum air putih • Klien tidur malam mulai jam
dengan porsi nasi 1 sendok sebanyak +- 8 gelas/hari 21.00 sampai 03.00,
nasi pada pagi dan sore hari (sekitar 1 botol lebih ukuran terbangun untuk melakukan
(di luar kondisi berpuasa). minuman kemasan 1.5 liter) ibadah sholat malam.Klien
Porsi makan klien terdiri dari dan tidak mengkonsumsi biasa tidur siang setelah
nasi, sayur asem, sayur minuman seperti the manis waktu sholat Zuhur yaitu
bening dan ikan asin. Klien dan Kopi. sekitar jam 13 dan sampai
tidak menyukai makan ayam sebelum sholat ashar (+-
dan telur. Nafsu makan baik, jam 15). Klien termasuk
porsi cukup dan teratur. orang yang mudah tidur,
Skor MNA: 12 (normal, tidak dengan waktu +- 15 menit
perlu pengkajian lebih sudah dapat tertidur.
lanjut), BB : 48 kg, TB : 155
cm
Pengkajian
Kebiasaan Sehari-hari

BAK BAB Kebersihan Diri


• Klien BAK secara • Klien mengatakan • Klien mandi sehari 2
normal, namun bahwa BABnya tidak kali yaitu pada pagi dan
frekuensi pastinya tidak ada masalah, dalam sore, begitu juga
diketahui, dalam kondisi puasa untuk dengan gosok gigi di
kondisi malam hari sekarang BAB kamar mandi secara
tidak ada peningkatan dirasakan 2 hari sekali mandiri. Kebersihan diri
frekuensi BAK, paling dengan tidak keras dan baik, pakaian sesuai,
hanya 1x saja saat tidak ada keluhan nyeri bersih dan rapi, tidak
tertidur dan jarang- saat BAB. tercium bau badan.
jarang. Nyeri BAK tidak
ada, masih dapat
mengontrol BAK.
Pengkajian
Psikologis

Fungsi Kognitif – Afektif Fungsi Psikologis


• Klien dapat membaca tulisan Latin • Klien tampak tenang dan sangat
maupun Arab, sehari-hari tidak kooperatif, memiliki pandangan
menggunakan kacamata, kecuali yang baik/ positif terhadap
saat membaca Al Qur’an. Klien hidupnya, jarang berpikir hal-hal
mampu membaca dengan jelas yang buruk, dan selalu bersyukur
papan identitas perawat dalam dengan kondisi saat ini. Skor GDS
jarak +1 meter. Klien mampu (Geriatric Depresion Scale) yaitu 0
mengingat dengan baik, pada (normal). Klien termasuk pribadi
pengkajian MMSE didapatkan skor yang religius dan rajin beribadah
30 (aspek kognitif dari fungsi dengan mengaji maupun ibadah
mental baik). sholat.
Pengkajian
Sosial

DUKUNGAN KELUARGA HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN


• Klien saat ini tinggal sendiri di dalam • Klien memiliki hubungan yang baik
rumahnya, namun masih dalam terhadap orang lain termasuk
deretan rumah kedua anaknya, yaitu tetangga. Klien tergabung dalam
anak ke-1 dan ke-3 nya. Anak-anak majelis pengajian di RW 02 yang
klien sering mengantar memberikan sering melakukan kegiatan di Mushola
masakan untuk dimakan oleh klien, sebelum bulan Ramadhan. Klien
seperti lauk pauk, sayur-sayuran. mengaku tidak memiliki masalah
Anak-anak klien jua mencucikan terkait dengan orang lain.
pakaian dari lien serta juga sering
mengantar klien ke puskesmas tiap 1
bulan sekali untuk kontrol dan
mengambil obat-obatan.
Pengkajian
Spiritual/ Kultural

Pelaksanaan Ibadah Keyakinan tentang Kesehatan


• Klien mengatakan selama ini • Menurut klien sehat adalah
melakukan sholat di mushola ketika dirinya bisa makan, tidur,
yang ada di dekat rumahnya dan beraktivitas dengan nyaman
dengan berjalan kaki atau tanpa ada keluhan. Klien yakin
terkadang juga sholat di bahwa sakit adalah semuanya
rumahnya. Klien sholat malam ketentuan dan ujian dari Allah,
pada jam 03.00 setiap malam, tetapi sebagai manusia
serta membaca Al-Qur’an setiap berkewajiban untuk menghadapi
hari. Klien juga masih mampu ujian dengan berikhtiar salah
menjalankan ibadah puasa satunya pergi berobat ke dokter.
Ramadhan pada tahun ini.
Pengkajian
Aktivitas sehari-hari

• Aktivitas sehari-hari dilakukan secara mandiri seperti makan, mandi,


BAB/BAK maupun berpakaian. Kegiatan sehari-hari selain beribadah di
rumah seperti mengaji dan sholat ke mushola dengan berjalan kaki. Klien
juga masih berkumpul dan bercengkrama bersama tetangganya pada
pagi hari sekitar jam 10 an (namun jarang). Klien lebih banyak berdiam
diri di rumah untuk beristirahat dan lebih menyukai untuk di rumah
saja. Klien hanya keluar jika ada acara tertentu saja atau saat pergi ke
puskesmas mengambil obat-obatan maupun kontrol rutin setiap 1 bulan
Pengkajian

Pemeriksaan Fisik

TTV Kepala Mata Telinga Pengkajian lainnya


• Keadaan umum : Baik •Rambut : bersih dan • Fungsi penglihatan • Secara keseluruhan • MFS 0 (tidak ada
• Suhu : sedikit berwarna putih baik, masih dapat bersih, terdapat risiko jatuh),
Afebris (36,8 C) •Rambut sudah melihat dengan jelas serumen telinga, • BBT 56 (risiko jatuh
• Nadi : 86 beruban, kulit kepala benda/tulisan yang masih bisa mendengar rendah dan tidak
x/menit bersih, dan sering besar, tidak dengan baik tanpa alat memerlukan alat
• Tekanan darah : 140 memakai kerudung berkacamata kecuali bantu dengar, tidak bantu.
/ 90 mmHg •jika beraktivitas kel luar untuk membaca, ada keluhan nyeri • MMSE Skor : 25
konjungtiva tidak ataupun keluar cairan (aspek kognitif dari
• Pernafasan : 15 rumah.
anemis, pupil isokor, berbau dari telinga fungsi mental baik)
x/menit •Mata : konjungtiva
ukuran +- 2 mm/ 2
• Tinggi badan : 155 tidak anemis, sclera • MNA : 12 (Normal)
mm, sklera agak • Geriatric Depression
cm tidak ikterik keruh.
• Berat badan •Leher : bersih dan Scale : 0 (Normal)
: 48 Kg tidak ada
• IMT : 20 pembengkakan
kg/m2
Pengkajian
Pemeriksaan Penunjang
a. DIAGNOSA MEDIS
Hipertensi, DM Type 2, Osteoporosis
b. LABORATORIUM
GDS: 184 mg/dl
Cholesterol: 226 mmol
GDS (puasa): 146 mmol (23/04/2021)
Asam Urat: 5.1 mg/dl (23/04/2021)
c. TERAPI MEDIS
Metformin: 1 x 500 mg
Amlodiphin 1 x 5 mg
Na diclofenac 1 x 50 mg
Analisis Data
Analisis Data
Data Masalah Keperawatan
DS : Domain 12 : Kenyamanan
- Terasa sakit pada bagian lutut kanan jika tidak meminum obat dan banyak digerakan. Kelas 1 : Kenyamanan Fisik
- Rasa nyeri dirasakan masih dapat dikontrol dan dirasakan masih dalam intensitas ringan Diagnosis : Nyeri Kronis (00133)
yang tidak sampai menganggu aktivitas.
Definisi :
- Klien mengatakan lututnya sakit karena pengapuran tulang.
Pengalaman sensorik dan emosional
tidak menyenangkan dengan
DO :
kerusakan jaringan aktual atau
- Skala nyeri 2-3 dengan karakteristik nyeri seperti ditusuk tusuk pada tulang bagian dalam
potensial, atau digambarkan sebagai
lutut
kerusakan; awitan yang tiba-tiba atau
- Nyeri tidak menyebar ke bagian lain dan nyeri dirasakan terus-menerus
lambat dengan intensitas ringan
- Medikasi : Na Diclofenac 1 x 50 mg
hingga berat, terjadi konstan atau
- Rentang gerak : bebas
berulang yang berakhirnya tidak dapat
- Oedem/bengkak : tidak ada
diantisipasi atau diprediksi, dan
- TD : 140/90 mmHg, HR : 86x/menit
berlangsung lebih dari 3 bulan.
Analisis Data
Data Masalah Keperawatan
DS : Domain 1: Promosi kesehatan
- Klien mengatakan masih sering makan lauk dengan ikan asin walau sedikit Kelas 2: Manajemen Kesehatan
- Klien mengatakan sudah mengetahui dirinya menderita hipertensi Kode Diagnosis: Ketidakefektifan
- Klien mengatakan lebih banyak berdiam diri di rumah manajemen kesehatan (00078)
Definisi:
DO : Pola pengaturan dan pengintegrasian
- MMSE Skor : 25 (aspek kognitif dari fungsi mental baik) kedalam kebiasaan terapeutik hidup
- Tidak ada aktivitas harian yang rutin dijalankan sehari-hari untuk tindakan terapeutik
- Belum menerapkan pola makan diit hipertensi terhadap penyakit dan sekuelnya yang
tidak memuaskan untuk memenuhi
tujuan kesehatan spesifik.
Analisis Data
Data Masalah Keperawatan

DS : Domain 2: Nutrisi
- Menderita penyakit DM dan sejak >4 tahunan Kelas 4: Metabolisme
- Konsumsi obat (+) Diagnosis: Resiko ketidakstabilan
- Belum mengetahui tentang penyakit DM kadar glukosa darah (00179)
Definisi:
DO : Rentan terhadap variasi kadar
- GDS : 184 mg/dl glukosa/darah dari rentang normal, yang
- GDS Puasa : 146 mg/dl (23/04/2021) dapat mengganggu kesehatan (NANDA-
- Medikasi :Metformin : 1 x 500 mg I, 2018).
Rencana Asuhan
Keperawatan
Diagnosis NOC NIC
Keperawatan
Domain 1: Promosi Manajemen Diri : Penyakit Pengajaran : Proses penyakit (5602)
kesehatan Kronik (3102) Definisi: Membantu pasien untuk memahami
Kelas 2: Manajemen Indikator:
Kesehatan informasi yang berhubungan dengan proses penyakit
Kode Diagnosis: • Menerima diagnosa (dari skala secara spesifik.
Ketidakefektifan 4:sering menunjukkan ke skala Aktivitas:
manajemen 5:secara konsisten a.Kaji tingat pengetahuan terkait penyakit
kesehatan (00078) menunjukkan) b.Jelaskan patofisiologi penyakit dan bagaimana
Definisi: • Memantau tanda dan gejala
Pola pengaturan dan penyakit (dari skala 3:kadang- hubungannya dengan anatomi dan fisiologi sesuai
pengintegrasian kadang menunjukkan ke skala kebutuhan
kedalam kebiasaan 4:sering menunjukkan) c.Riview kondisi pasien mengenai kondisinya
terapeutik hidup • Mengikuti tindakan pencegahan d.Kenali pengetahuan pasien mengenai kondisinya
sehari-hari untuk yang direkomendasikan (dari
e.Jelaskan tanda dan gejala yang umum penyakitnya
tindakan terapeutik skala 1:tidak pernah ke skala
terhadap penyakit 3:kadang-kadang menunjukkan) f.Jelaskan mengenai proses penyakit, sesuai
dan sekuelnya yang • Memantau tanda dan gejala kebutuhan
tidak memuaskan komplikasi (dari skala 1:tidak g.Diskusikan pilihan terapi/penanganan
untuk memenuhi pernah ke skala 3:kadang- h.Edukasi klien mengenai tindakan untuk
tujuan kesehatan kadang)
spesifik.
mengontrol/meminimalkan gejala
Diagnosis NOC NIC
Keperawatan
Domain 1: Promosi Perilaku patuh :Aktivitas yang Peningkatan latihan (0200)
kesehatan disarankan (1632) Definisi:
Kelas 2: Manajemen Indikator: Memfasilitasi aktivitas fisik secara teratur untuk
Kesehatan • Membahas aktivitas meningkatkan atau mempertahankan kesehatan dan
Kode Diagnosis: rekomendasi dengan tingkat kebugaran
Ketidakefektifan profesional kesehatan (dari Altivitas:
manajemen skala 1:tidak pernah ke skala • Hargai keyakinan individu terkait latihan fisik
kesehatan (00078) 3:kadang-kadang) • Gali pengalaman individu sebelumnya mengenai
Definisi: • Mengidentifikasi manfaat yang latihan fisik
Pola pengaturan dan diharapkan dari aktivitas fisik • Pertimbangkan motivasi individu untuk memulai atau
pengintegrasian (dari skala 1 ke skala 3) melanjutkan progres latihan
kedalam kebiasaan • Mengidentifikasi hambatan • Gali hambatan dalam melakukan latihan
terapeutik hidup untuk melaksanakan aktivitas • Dukung untuk memulai dan melanjutkan latihan
sehari-hari untuk fisik yang ditentukan (dari skala • Dampingi dalam melaksanakan program latihan
tindakan terapeutik 1 ke skala 3) • Lakukan latihan bersama klien, jika memungkinkan
terhadap penyakit • Memodifikasi aktivitas fisik • Libatkan keluara/orang yang memberi perawatan
dan sekuelnya yang seperti yang diarahkan oleh dalam merencanakan dan meningkatkan program
tidak memuaskan profesional kesehatan (dari latihan
untuk memenuhi skala 1 ke skala 3) • Instruksikan terkait frekuensi, durasi dan intensitas
tujuan kesehatan • Melaporkan gejala yang dialami program latihan
spesifik. selama aktivitas kepada • Monitor kepatuhan individu terhadap program latihan
profesional kesehatan (dari
Implementasi &
Evaluasi
Latihan Fisik 01 Definisi
Latihan fisik adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana,
Pada Lansia terstruktur, dan berkesinambungan dengan gerakan tubuh yang
berulang-ulang serta ditujukan untuk meningkatan kebugarn
jasmani. Contoh: Peregangan, Senam, jalan cepat, jogging,
bersepeda, berenang, dll

02 Manfaat
• Meningkatkan kelenturan dan keseimbangan tubuh sehingga
dapat mengurangi risiko terjadinya jatuh dan cedera
• Memperkuat massa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada
pinggang, punggung dan lutut serta mencegah osteoporosis
• Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mempertahankan berat
badan ideal dan mencegah kegemukan
• Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru serta pembuluh
darah
Penjelasan 01 Kaidah-kaidah
• Latihan fisik dilakukan bertahap sesuai dengan tingkat
Prosedur aktivitas fisik, kondisi kesehatan dan kebugaran jasmani
sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
• Latihan fisik yang terukur dilakukan dengan :
- Mengukur denyut nadi latihan (DNL) mencapai 60-70%
dari denyut nadi maksimal yaitu 96-112 kali permenit.
- Tes bicara: Jika saat melakukan latihan kata-kata
diucapkan dengan terengah-engah maka latihan sudah
melebihi intensitas yang dianjurkan.
• Latihan fisik yang teratur dilakukan secara bertahap dengan
frekuensi 3-5 kali dalam seminggu selang 1 hari istirahat.
• Lanjut usia dengan gangguan kesehatan sebaiknya latihan
fisik dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Alur Pelaksanaan
Implementasi

Kien
Memberikan Memberikan Bersama Membuat RTL
melakukan
penjelasan contoh sama klien atau
latihan fisik
terkait latihan gerakan melakukan penjadwalan
yang telah
fisik latihan fisik latihan fisik kegiatan
dicontohkan
EVALUASI

Kemampuan
psikomotorik pasien
Perasaan pasien,
dalam
setelah melakukan
mendemonsrasikan
latihan fisik
latihan fisik yang telah
diajarkan
Terima Kasih
Referensi

• Bulechek, G.M., Butcher, H. K., Dochterman, J.M., & Wagner,


C.M. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC) 6th
Indonesian Edition. Mosby: Elsevier, Inc
• Herdman, T. H., & Kamisturu, S. (2018). NANDA international
nursing diagnoses: definition and classification, 2018-2020 11th
edition. Canada: Thieme Publishers
• Morhead, S., Jhonson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (2016).
Nursing Outcomes Classification (NOC) 5th Indonesian Edition.
Mosby: Elsevier, Inc
LAMPIRAN MEDIA EDUKASI
Lembar Balik
Poster