Anda di halaman 1dari 4

Aspek Keperilakuan pada Pengakumulasian

dan Pengendalian Biaya

Nanik Ermawati,S.E.,M.Si.
Sistem Biaya Tradisional vs Biaya Standar

1. Sistem Biaya Tradisional


Sistem biaya tradisional atau historis terutama fokus pada identifikasi dan
akumulasi biaya per unit produk atau jasa. Sistem tersebut digunakan untuk
menghitung nilai persediaan dan data beban pokok penjualan atau jasa yang
diberikan bagi pelaporan keuangan eksternal. Namun, sistem biaya tradisional
tidak sesuai untuk pengendalian manajemen yang efektif karena akumulasi
data biaya historis semata-mata tanpa perbandingan sasaran biaya yang telah
ditentukan sebelumnya tidak sesuai dengan konsep pengendalian
kontemporer.
2. Sistem Biaya Standar
Sistem biaya standar menunjukkan kombinasi yang berpotensi efektif
dari akuntansi dengan konsep pengendalian dari teori organisasi modern.
Biaya standar adalah sasaran biaya per unit produk atau jasa yang ditentukan
sebelumnya secara ilmiah yang dikembangkan melalui studi teknik dan
akuntansi. Biaya standar mencerminkan estimasi terperinci dan canggih
terkait besarnya biaya untuk melakukan suatu tugas tertentu atau
menghasilkan suatu produk tertentu.
Aspek Keperilakuan dari Langkah Akuntansi
Biaya yang Dipilih
Penetapan Standar
Elemen yang paling berpengaruh dan menentukan keberhasilan atau kegagalan
sistem biaya adalah standar yang digunakan sebagai kriteria kinerja. Terdapat 4
elemen prasyarat utama bagi sistem pengendalian yang unggul secara
keperilakuan.
1. Standar harus ditetapkan dalam cara yang sedemikian rupa, sehingga orang
menerimanaya sebagai sesuatu yang realistis dan bukannya arbitrer.
2. Orang-orang harus merasa bahwa mereka memiliki pengaruh dalam menetapkan
tujuannya sendiri.
3. Orang-orang harus yakin bahwa mereka tidak akan dihukum secara tidak adil
untuk variasi normal yang terjadi secara kebetulan dalam kinerjanya.
4. Umpan balik atas kinerja harus bertujuan untuk memperbaiki maupun
mengevaluasi.