Anda di halaman 1dari 23

FILSAFAT

DEFINISI
Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas obyek
(riil dan gaib) atau fakta.
Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan yang
benar disusun dengan sistem dan metode untuk
mencapai tujuan yang berlaku universal dan dapat
diuji/diverifikasi kebenarannya
Ilmu Pengetahuan :
bukan satu, melainkan banyak (plural)
bersifat terbuka (dapat dikritik)
berkaitan dalam memecahkan masalah
Pengetahuan
 Pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan
atau menjalin sebuah pemikiran dengan kenyataan atau
dengan pikiran lain berdasarkan pengalaman yang
berulang-ulang tanpa pemahaman mengenai kausalitas
(sebab akibat) yang hakiki dan universal.
 Mengetahui berarti mampu menghubungkan antara fakta-
fakta dengan pemikirannya, tanpa mempedulikan
mengapa fakta itu terjadi demikian
Cara mendapatkan Pengetahuan
 Secara Aktif
 artinya upaya yang dilakukan melalui penalaran pikiran dan perasaan
 orang tidak harus yakin atau percaya terlebih dahulu
 Secara Pasif
 yaitu upaya melalui suatu keyakinan atau kepercayaan terhadap
kebenaran dari sesuatu yang diwartakan
 dibutuhkan keyakinan dan kepercayaan yang tinggi terhadap sesuatu
kebenaran
 Baik secara aktif maupun pasif, suatu keyakinan tetap
memegang peranan penting untuk menyatakan dan menerima
suatu kebenaran (kesimpulan tersebut).
Lanjutan . . .

Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau


hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional

Filsafat Ilmu Pengetahuan :


Cabang filsafat yang mempelajari teori
pembagian ilmu, metode yang digunakan
dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis
keterangan yang berkaitan dengan kebenaran
ilmu tertentu.
MEMBANGUN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
“TERTENTU”

Jika Ilmu Pengetahuan Tertentu dikaji dari ketiga aspek


(ontologi, epistemologi dan aksiologi), maka perlu
mempelajari esensi atau hakikat yaitu inti atau hal yang
pokok atau intisari atau dasar atau kenyataan yang benar
dari ilmu tersebut.
Contohnya :
Membangun Filsafat Ilmu perlu menelusuri dari aspek :
Ontologi  eksistensi (keberadaan) dan essensi
(keberartian) ilmu-ilmu.
Epistemologi  metode yang digunakan untuk
membuktikan kebenaran ilmu-ilmu
Aksiologi  manfaat dari ilmu-ilmu.
ASPEK ONTOLOGI

Aspek ontologi dari ilmu pengetahuan tertentu hendaknya diuraikan


secara :
a. Metodis; Menggunakan cara ilmiah
b. Sistematis; Saling berkaitan satu sama lain secara teratur
dalam suatu keseluruhan
c. Koheren; Unsur-unsurnya tidak boleh mengandung uraian yang
bertentangan
d. Rasional; Harus berdasar pada kaidah berfikir yang benar
(logis)
e. Komprehensif; Melihat obyek tidak hanya dari satu sisi/sudut
pandang, melainkan secara multidimensional – atau secara
keseluruhan (holistik)
f. Radikal; Diuraikan sampai akar persoalannya, atau esensinya
g. Universal; Muatan kebenarannya sampai tingkat umum yang
berlaku di mana saja.
ASPEK EPISTEMOLOGI

Epistemologi juga disebut teori pengetahuan atau kajian tentang


justifikasi kebenaran pengetahuan atau kepercayaan.
Untuk menemukan kebenaran dilakukan sebagai berikut [AR
Lacey] :
1. Menemukan kebenaran dari masalah
2. Pengamatan dan teori untuk menemukan kebenaran
3. Pengamatan dan eksperimen untuk menemukan kebenaran
4. Falsification atau operasionalism (experimental operation,
operation research)
5. Konfirmasi kemungkinan untuk menemukan kebenaran
6. Metode hipotetico – deduktif
7. Induksi dan presupposisi/teori untuk menemukan kebenaran
fakta
Lanjutan . . .

Untuk memperoleh kebenaran, perlu dipelajari teori-teori


kebenaran. Beberapa alat/tools untuk memperoleh atau mengukur
kebenaran ilmu pengetahuan adalah sbb. :
Rationalism; Penalaran manusia yang merupakan alat utama
untuk mencari kebenaran
Empirism; alat untuk mencari kebenaran dengan mengandalkan
pengalaman indera sebagai pemegang peranan utama
Logical Positivism; Menggunakan logika untuk menumbuhkan
kesimpulan yang positif benar
Pragmatism; Nilai akhir dari suatu ide atau kebenaran yang
disepakati adalah kegunaannya untuk menyelesaikan masalah-
masalah praktis.
Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dinamis,
tersusun sebagai teori-teori yang saling mengeritik,
mendukung dan bertumpu untuk mendekati kebenaran
Teori
Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup penjelasan
mengenai suatu sektor tertentu dari suatu disiplin ilmu, dan
dianggap benar
Teori biasanya terdiri dari hukum-hukum, yaitu : pernyataan
(statement) yang menjelaskan hubungan kausal antara dua
variabel atau lebih
Teori memerlukan tingkat keumuman yang tinggi, yaitu bersifat
universal supaya lebih berfungsi sebagai teori ilmiah

Tiga syarat utama teori ilmiah :


1. Harus konsisten dengan teori sebelumnya
2. Harus cocok dengan fakta-fakta empiris
3. Dapat mengganti teori lama yang tidak cocok dengan
pengujian empiris dan fakta
Beberapa istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi ilmu
pengetahuan :

Axioma
pernyataan yang diterima tanpa pembuktian karena telah
terlihat kebenarannya
Postulat
suatu pernyataan yang diterima “benar” semata-mata untuk
keperluan berkomunikasi
Presumsi
suatu pernyataan yang disokong oleh bukti atau percobaan-
percobaan, meskipun tidak konklusif dianggap sebagai benar
walaupun kemungkinannya tinggi bahwa pernyataan itu
benar
Asumsi
suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya maupun
kemungkinan benar tidak tinggi
Filsafat Ilmu Pengetahuan selalu memperhatikan :
dinamika ilmu, metode ilmiah, dan ciri ilmu
pengetahuan.

1. Dinamis : dengan aktivitas/perkembangan


pengetahuan sistematik dan rasional yang benar sesuai
fakta
dengan prediksi dan hasil
ada aplikasi ilmu dan teknologi, dinamika
perkembangan karena ilmu pengetahuan
bersimbiose dengan teknologi

2. Metode Ilmiah : dengan berbagai ukuran riset yang


disesuaikan.

3. Ciri Ilmu : perlu memperhatikan dua aspek, yaitu :


sifat ilmu dan klasifikasi ilmu
Lanjutan . . .
Sistematik
Konsisten (antara teori satu dengan
yang lain tak bertentangan)
Sifat Ilmu Eksplisit (disepakati dapat secara
universal, bukan hanya
dikalangan kecil)
Ilmiah, benar (pembuktian dengan
metode ilmiah

Klasifikasi Ilmu :
Ilmu Alam (Natural Wissenschaft)
Ilmu Alam / Eksakta
Ilmu
Pengetahuan
Ilmu Sosial
Ilmu Moral
Ilmu Humaniora
ASPEK AKSIOLOGI

Tujuan dasarnya :
Menemukan kebenaran atas fakta “yang ada” atau
sedapat mungkin ada kepastian kebenaran ilmiah

Contohnya :
Pada Ilmu Alam, bahwa Udara dikatakan punya kadar air.
Setelah dilakukan pengujian laboratorium dengan simulasi
berbagai variasi kadar Udara ternyata terbukti bahwa
teori tersebut benar.
Ilmu (SCIENCE)
 Akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas
(hubungan sebab akibat) dari suatu objek menurut
metode-metode tertentu yag merupakan suatu kesatuan
yang sistematis.
 Ilmu dapat juga dimaknai sebagai sekelompok
pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang
diperoleh melalui pengamatan dan dapat diuji
kebenarannya secara umum melalui metode-metode
tertentu
 Ilmu dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang ilmiah
(scientific knowlegde). Disebut demikian karena
pengetahuan Ilmiah hanya dapat diperoleh melalui
prosedur tertentu yang disebut sebagai metode ilmiah.
 Karena ilmu adalah pengetahuan ilmiah tentang sesuatu
hal (fakta/ fenomena alami) maka disebut sebagai ilmu
pengetahuan.
Ilmu menunjuk pada 3 hal:
 Pengetahuan
 ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang sistematis atau
semua pengetahuan yang dihimpun melalui suatu metode
ilmiah
 Aktivitas dan
 ilmu diperoleh melalui suatu rangkaian proses yang
dilakukan oleh manusia
 Metode
 dari aktivitas itu manusia dapat melangkah lebih lanjut
untuk sampai pada metode untuk aktivitas tersebut
AKTIVITAS

ILMU

METODE PENGETAHUAN
Bentuk Ilmu Pengetahuan
 Ilmu Murni (pure science):
 Ilmu yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan praktis
umat manusia.
 Ilmu ini tidak dapat memengaruhi secara langsung kehidupan
manusia, kecuali dalam cara yang tidak langsung, baik untuk
kebaikan maupun kejahatan

 Ilmu Terapan (applied science):


 Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang berguna dan praktis.
 Ilmu dalam bentuk inilah yang memiliki peran besar dalam
kehidupan manusia baik untuk kemajuan maupun kehancuran umat
manusia.
 Contoh yang jelas dari bentuk ilmu ini adalah produk senjata untuk
berperang.
Sifat Ilmu Pengetahuan
 Empiris:
 suatu ilmu itu diperoleh berdasarkan fakta-fakta yang ada di
lapangan
 Logis:
 suatu pengetahuan dapat menjadi ilmu kalau dapat diterima
akal sehat
 Sistematis:
 ilmu itu tersusun dalam suatu keteraturan tertentu
Lanjutan…
 Objektif:
 suatu itu harus bebas dari prasangka perseorangan dan
kesukaan pribadi (personal bias).
 Analitis:
 suatu ilmu dapat dianalisis kandungannya. Suatu ilmu berusaha
membedakan pokok soal ke dalam bagian-bagian yang rinci
untuk memahami berbagai sifat, hubungan dan peranan dari
bagian-bagian tersebut
 Verifikatif:
 kebenaran yang dikemukakan oleh suatu ilmu harus dapat diuji
kembali
Syarat Ilmu Pengetahuan
 Ilmu harus memiliki suatu objek materia.
 Ilmu harus memiliki suatu metode tertentu.
 Ilmu harus tersusun secara sistematis
 Ilmu harus bersifat universal
Tujuan Ilmu
 Pengetahuan (knowledge)
 Kebenaran (truth)
 Pemahaman (understanding, comprehension, insight)
 Penjelasan (explanation)
 Peramalan (prediction)
 Pengendalian (controlling)
 Penerapan (application, invention, production)