Anda di halaman 1dari 28

MINI PROJECT

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT


MENGENAI PROTOKOL KESEHATAN COVID-19

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETAWANG


MINI PROJECT
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT
MENGENAI PROTOKOL KESEHATAN COVID-
19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
KETAWANG

OLEH
dr. Fitri Nikmatul Hikmah
Pembimbing
dr. Yulia Rahmawati

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS KETAWANG
KABUPATEN MALANG
2020
1
2 COVID-
3 19
EXPLAINED
4 FOR MIDDLE
SCHOOL
Here is where your presentation
begins
5
1 BAB-1
PENDAHULUAN
2
3
4
5
BAB-1
PENDAHULUAN
1
2 Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit disebebakan oleh virus corona yang memiliki tanda dan gejala
gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan
pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office
melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020,

3
Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (coronavirus disease,
COVID-19). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan
Dunia/ Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). (WHO,2020)
Upaya preventif sejauh ini merupakan praktik terbaik untuk mengurangi dampak pandemi COVID19 yang dilakukan adalah

4 dengan menghindari paparan virus dengan didasarkan pada PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
Pengetahuan dan tindakan yang nyata dari pemerintah dan masyarakat terkait PHBS akan senantiasa mampu menurunkan
jumlah kasus COVID-19, sehingga masa pandemi COVID-19 dapat berakhir dengan cepat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran Pengetahuan masyarakat tentang virus corona dan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19,

5 khususnya pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ketawang.


BAB-1
PENDAHULUAN
1
2
Bagaimana Pengetahuan
3 masyarakat mengenai Protokol
Kesehatan COVID-19 di wilayah
kerja Puskesmas Ketawang?
4
5
BAB-1
PENDAHULUAN
1
Tujuan Umum Tujuan Khusus

2 Mini project ini bertujuan


untuk mengetahui

3 Pengetahuan masyarakat Mendeskripsikan Pengetahuan


mengenai protokol kesehatan
mengenai protokol Kesehatan
COVID-19 di wilayah kerja
COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Ketawang
Puskesmas Ketawang,

4 Kecamatan Gondanglegi, Kota


Malang

5
BAB-1
PENDAHULUAN
1
2 Manfaat Bagi Puskesmas Manfaat Bagi Masyarakat

Hasil mini project yang didapatkan

3 diharapkan dapat memberikan


informasi bagi Puskesmas sehingga
membantu untuk meningkatkan
Dari data yang didapatkan
diharapkan dapat memberikan
upaya yang dapat dilakukan dalam
informasi bagi masyarakat untuk

4
menurunkan angka kasus COVID-
memperbaiki protokol kesehatan
19. Menjadi dasar tindakan program
agar terhindar dari COVID-19
promosi kesehatan dan usaha
preventif masalah COVID-19 di
wilayah kerja Puskesmas Ketawang.

5
1
2 BAB-2
3 TINJAUAN PUSTAKA

4
5
Pengetahuan
1
2 • Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu
seseorang terhadap suatu objek melalui indra yang dimilikinya
sehingga menghasilkan pengetahuan.
• Penginderaan terjadi melalui indera pendengaran, penglihatan,
3 penciuman, perasaan dan perabaan dan pendengaran.
• Setiap orang memiliki pengetahuan, dan setiap orang memiliki tingkat
pengetahuan yang berbeda-beda.

4 • Banyak cara untuk memperoleh pengetahuan, salah satunya melalui


kegiatan belajar.
• Dampaknya, bagi orang yang berwawasan yaitu, perubahan perilaku,

5
hal ini berarti semakin baik pengetahuan seseorang maka prilakunya
pun semakin baik
Pengetahuan
1
2 1.Tahu (know) 1)Usia
2.Memahami (Comprehensif) 2)Status ekonomi
3.Aplikasi (Aplication) 3)Tingkat Pendidikan
3 4.Analisis (Analysis)
5.Sintesis (synthesis)
4)Informasi

6.Evaluasi

4 Tingkatan aktor – Faktor Yang


Pengetahuan Mempengaruhi
Pengetahuan
5
Pengetahuan
1
Menurut Budiman dan Riyanto (2013)

2 Pengukuran Pengetahuan • 1) Bobot I : tahap tahu dan pemahaman.


• 2) Bobot II : tahap tahu, pemahaman, aplikasi dan analisis
• 3) Bobot III : tahap tahu, pemahaman, aplikasi, analisis sintesis dan
evaluasi

3 Menurut Arikunto (2006)

• Tingkat Pengetahuan kategori Baik jika nilainya ≥ 75%.

4
• 2) Tingkat pengetahuan kategori Cukup jika nilainya 56 – 74%
• 3) Tingkat pengetahuan kategori Kurang jika nilainya < 55%

Menurut Budiman dan Riyanto (2013)

5 • 1) Tingkat pengetahuan kategori Baik nilainya > 50%


• 2) Tingkat pengetahuan kategori Kurang Baik nilainya ≤ 50%
Pengetahuan
1
Menurut Budiman dan Riyanto (2013)

2 Pengukuran Pengetahuan • 1) Bobot I : tahap tahu dan pemahaman.


• 2) Bobot II : tahap tahu, pemahaman, aplikasi dan analisis
• 3) Bobot III : tahap tahu, pemahaman, aplikasi, analisis sintesis dan
evaluasi

3 Menurut Arikunto (2006)

• Tingkat Pengetahuan kategori Baik jika nilainya ≥ 75%.

4
• 2) Tingkat pengetahuan kategori Cukup jika nilainya 56 – 74%
• 3) Tingkat pengetahuan kategori Kurang jika nilainya < 55%

Menurut Budiman dan Riyanto (2013)

5 • 1) Tingkat pengetahuan kategori Baik nilainya > 50%


• 2) Tingkat pengetahuan kategori Kurang Baik nilainya ≤ 50%
1
2
3 BAB-3
METODE
4 PENELITIAN

5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN Rancangan, Waktu dan Tempat

2
Rancangan

• Mini project ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan


penelitian cross-sectional untuk melihat Gambaran
pengetahuan Masyarakat tentang Corona virus 2019 di
3 wilayah kerja Puskesmas Ketawang

Waktu dan Tempat

4 • Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ketawang


saat pelayanan di Poli Umum dan kegiatan UKM . Penelitian
berlangsung selama dua minggu dimulai dari tanggal 11
November 2020 sampai dengan 21 November 2020.

5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN Populasi dan SAmpel

Populasi

2 • Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ketawang

Sampel

• Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ketawang
yang datang ke Puskesmas dan kegiatan UKM dari tangggal 11 November 2020 sampai dengan

3 21 Novebember 2020 berjumlah 200 orang dengan kriteria – kriteria sebagai berikut : Kriteria
inklusi, yaitu karakteristik umum dari subyek penelitian pada populasi target dan populasi
terjangkau yang akan diteliti. Adapun yang termasuk kriteria inklusi meliputi:
1.Semua orang yang datang ke Puskesmas Ketawang dan kegiatan UKM saat penelitian
dilakukan.
2.Masyarakat yang dapat berkomunikasi dengan baik.

4 3.Masyarakat yang bisa membaca dan menulis.


4.Masyarakat yang berusia >18 tahun.
5.Bersedia untuk mengisi kuisioner dan menjadi responden dalam penelitian ini.
a.Kriteria eksklusi, adalah kriteria untuk menghilangkan/ mengeluarkan subyek yang tidak
memenuhi kriteria inklusi karena berbagai sebab. Adapun yang termasuk kriteria
eksklusiadalah:

5
1.Yang tidak bersedia membantu penelitian ini.
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN

2
Teknik Pengambilan Sampel

• Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini


adalah probability sampling dengan cara stratifiled

3
random sampling

Variabel Penelitian

4 • Variabel dalam penelitian ini adalah variabel


tunggal, yaitu gambaran
pengetahuan masyarakat terntang pandemic corona

5
virus 2019 di wilayah kerja Puskesmas Ketawang.
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN
Alat

2
a. Kuesioner.
1)Kuesioner bagian pertama berisi informed consent, identitas diri responden, yang
meliputi nama, tingkat pendidikan, dan usia dan pekerjaan.
2)Kuesioner bagian kedua digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat
tentang Pandemi corona virus 2019. Indikator tingkat pengetahuan menurut Suharsimi
Arikunto (2006)

3 a)Pengetahuan baik jika: 76-100% jawaban benar


b)Pengetahuan cukup jika 56-75% jawaban benar
c) Pengetahuan kurang jika <56% jawaban benar
a. Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat, kuesioner yang digunakan adalah
kuesioner yang berisi 15 pernyataan dengan pilihan jawaban benar dan salah. Benar

4 Bahan
diberikan skor 1 dan salah skor 0

5
• Data primer yang artinya data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan
menggunakan alat pengambilan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi
yang dicari.
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN
Variabel Definisi Operasional Alat Hasil Ukur Skala
Ukur

2 1) Baik: Apabila 76 %-100 %


2) Cukup: Apabila 56%-75 %
3) Kurang: Apabila <56 %

3
 
Skor dari 15 peryataan
Pengetahuan Pengetahuan yang dimaksud Jawaban “BENAR”
dalam penelitian ini adalah
masyarakat kemampuan responden diberi nilai 1
tentang Kuisioner Jawaban “SALAH” Ordinal
pandemic covid untuk menjawab sejumlah diberi nilai 0
pertanyaan tentang
19

4
kehamilan risiko. Sehingga jika seluruh
jawaban tepat sesuai kunci
jabawan total nilai 15 skor.
 
 

5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN Analisis Data

2
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif

kategori tingkat pengetahuan sebagai berikut:

3 1. Tingkat pengetahuan kategori baik jika


nilainya ≥ 75 %
2. Tingkat pengetahuan kategori cukup jika

4 nilainya 56 - 74 %
3. Tingkat pengetahuan kategori kurang jika
nilainya ≤ 55 %

5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 METODE PENELITIAN Kerangka Kerja Penelitian

Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ketawang

2
3
4
5
1
2
3 BAB-4
HASIL PENELITIAN DAN
4 PEMBAHASAN

5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden

2
3
4
5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

NO Pertanyaan
Hasil Kuesioner Pengetahuan Masyarakat Mengenai
Pandemi Covid 19

f
Benar
% f
Salah
%
COVID-19 adalah penyakit yang tidak berbahaya dan sama seperti flu
1 biasa 112 56 88 44

2
Virus korona dapat ditularkan dari menyentuh benda atau tubuh
manusia yang dipermukaannya terdapat virus, kemudian menyentuh
2 mulut hidung atau mata sebelum mencuci tangan 169 85 31 15,5

Virus korona dapat menular pada saat berbicara tidak menggunakan


3 masker 170 85 30 15

4 Orang yang bisa menularkan COVID-19 hanyalah yang memiliki gejala 90 45 110 55
5 Orang yang sehat tidak perlu memakai masker saat keluar rumah 136 68 64 32

3
Jika terdapat Gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan seharusnya
6 karantina mandiri di rumah 168 84 32 16
Risiko kematian pasien COVID-19 lebih tinggi pada penderita penyakit
7 kronis 144 72 56 28
Anak-anak tidak termasuk kelompok yang berisiko karena jarang
8 terinfeksi Covid- 19 113 57 87 43,5
New normal artinya adalah kembali kepada kebiasaan semula sebelum
9 munculnya wabah korona 72 36 128 64

4
Isolasi mandiri pada orang yang terinfeksi COVID- 19 diperlukan bagi
10 yang tidak memiliki gejala 126 63 74 37

11 Saat batuk kita tidak perlu menutup mulut dan cuci tangan 154 77 46 23
Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan
menggunakan air dan sabun, tidak menyentuh warea wajah, tidak
12 meludah sembarangan dapat mencegah terinfeksi covid 19 180 90 20 10

13 Isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan selama 2 minggu 176 88 24 12

5
14 Masker kain tidak perlu di cuci sehari sekali dengan air panas 134 67 66 33
15 Tidak perlu melakukan disinfeksi pada benda benda yang sering dipakai 151 76 49 24,5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Hasil Kategori Pengetahun Masyarakat Mengenai
Pandemi COVID-19

2 baik sebanyak 33 orang (16%),


cukup sebanyak 136 orang (68%),
kategori kurang 33 orang (16%)

3
4
5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2
3
4
5
1
2
3
4 BAB-5
KESIMPULAN
5
BAB - 1 BAB - 2 BAB - 3 BAB - 4 BAB - 5

1 PENUTUP

2 6.1 Kesimpulan

• Tingkat Perilaku Masyarakat mengenai Protokol Kesehatan COVID-19 masuk dalam


kategori cukup
• Setelah pemberian materi mengenai Penyakit COVID-19 dan Protokol Kesehatan COVID-
19, tingkat kesadaran responden diharapkan semakin meningka

3 6.2 Saran

• Tingkat Perilaku Masyarakat mengenai Protokol Kesehatan COVID-19 masuk dalam


kategori cukup sehingga perlu dilakukan peningkatan upaya promosi Kesehatan serta

4
peninjauan langsung ke masyarakat. Upaya promosi Kesehatan diharapkan memiliki
sasaran semua umur, karena penyakit COVID-19 dapat menyerang siapapun tanpa melihat
usia dan semua orang berisko untuk terjangkit penyakit ini. Apabila petugas Kesehatan
dapat mengoptimalkan peran masyarakat dalam usaha preventif, maka diharapkan dapat
menurunkan kasus positif COVID-19. Usaha preventif berupa promosi Kesehatan dapat
dilakukan pada acara-acara non formal yang melibatkan masyarakat sehingga dapat

5
diselingi dengan pemberian informasi tentang penyakit COVID-19 dan protokol Kesehatan.