Anda di halaman 1dari 38

.

Husnah Tul Khatimah


1905113515
.
Sistematika Tumbuhan Tinggi
Ordo :

01 02 03
Ordo Rosales Ordo Ordo
Myrtales Rhoedales/Brassic
ales

04 05 06
Ordo Ordo Ordo Malvales
Geraniales Guttiferales / /Columniferae
/Gruinales Clusiales
1. Ordo Rosales
• Tumbuhan terna, semak atau pohon
• Daun-daun tunggal atau majemuk
• Bunga banci
• Jumlah benang sari sama dengan jumlah daun mahkota
• Bakal buah sama dengan jumlah daun mahkota atau kurang, bebas
dapat berupa bakal buah beruang banyak dengan tembuni sentral.
• Dasar bunga berbentuk cakram, melebar atau cekung dengan
bagian-bagian bunga (mulai kelopak sampai benang sari) pada
tepinya.
• Bakal buah seringkali terdapat dalam cekungan dasar bunga dan
diselubungi dasar bunga, hingga letak bakal buah menjadi
tenggelam

• Suku : Rosaceae
Nama Ilmiah: Rubus Fruticosus
Deskripsi :
1. Morfologi Akar
● Akar serabut yang jumlah helainya tidak terlalu banyak. Semakin tua
tanaman, jumlah helai akar semakin banyak dan posturnya semakin
tebal.
● Akar tanaman blackberry berwarna putih baik akar yang masih muda
maupun yang sudah tua. Bahkan untuk akar yang sudah tua, warna
putihnya semakin kental seiring dengan kadar ketebalan yang
meningkat. fungsi akar adalah menyerap air dan hara tanah untuk
dijadikan sebagai nutrisi alami tanaman
2. Morfologi Batang
● Habitus : semak
● Batang tanaman blackberry memiliki duri yang teksturnya agak
lembek sehingga kadang tidak mampu menahan buah.
pertumbuhannya juga tidak terlalu besar hanya berkisar 2-3 meter
saja.
● Batang tanaman blackberry memiliki ruas-ruas yang renggang. Jarak
antar ruas 2-3 cm dengan ukuran yang hampir sama. Selain itu, jarak
batang mandiri dari tanah juga 2-3 cm karena setelah itu, batang akan
memunculkan cabang-cabang baru yang jumlahnya lebih banyak.
Nama Ilmiah: Rubus Fruticosus
3. Morfologi Daun
● Daun hampir sama dengan tanaman yang lain yaitu berwarna hijau
pucat untuk daun yang masih muda dan hijau gelap untuk daun yang
sudah tua. Sedangkan ukurannya tidak terlalu besar, hanya berdiameter
2-3 cm saja.
● Di bagian tepian daun terlihat bergerigi namun tidak tajam dengan posisi
ketajaman menghadap ke pucuk. Pertualangan daun juga menyesuaikan
dengan tekstur tersebut dengan jumlah sirip mencapai 8-10 lajur yang
saling berhadapan.
● Bentuk daun setengah bulat telur atau oval. Di bagian pangkal bulat
sedangkan semakin ke ujung akan semakin menyipit. Untuk jenis daun
adalah daun majemuk yang suka bergerombol dalam satu tangkai.
4. Morfologi Buah
● Buah tanaman blackberry sangat unik buah ini berupa butiran-butiran
kecil yang saling menyatu satu sama lain.
● Uniknya lagi buah blackberry memiliki tiga macam warna yang muncul
secara bersamaan. Jika buah masih muda biasanya berwarna hijau,
sedangkan yang setengah matang warnanya merah kadang kuning dan
buah yang masak berwarna hitam.
Nama Ilmiah: Rubus Fruticosus
5. Morfologi Bunga

● Bunga tanaman Blackberry memiliki kelopak


berjumlah 2 pasang yang saling bertolak belakang.
Sedangkan di bagian tengahnya terdapat putik yang
halus dengan ukuran 4-5 ml saja. Tekstur putik
sangat lemah sehingga mudah rontok.
● Warna putik bunga adalah hijau untuk bagian
batangnya sedangkan di ujungnya berwarna putih.
Warna yang kontras dengan kelopak bunga yang
berwarna putih pucat ketika sudah mekar.
Klasifikasi
● Kingdom : Plantae
● Divisi : Angiospermae
● Sub Divisi : Eudikotil
● Kelas : Rosidae
● Ordo : Rosales
● Famili : Rosaceae
● Genus : Rubus
● Spesies : Rubus Fruticosus

Distribusi geografisnya:
Sejatinya tanaman blackberry bukan tanaman khas
nusantara melainkan dari luar terutama dari Amerika
Selatan
MANFAAT

● Melancarkan pencernaan
● Baik untuk penderita diabetes
● Mengontrol kadar kolestero
● Membantu menurunkan berat badan
● Mencegah osteoporosis
● Menormalkan pembekuan darah
● Meningkatkan sistem imun tubuh
Dll

https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanam
an-blackberry
/
2. Ordo Myrtales
• Tumbuhan berkayu
• Mempunyai daun tunggal yang duduknya bersilang berhadapan
• Tanpa daun penumpu. Helaian daun sering mempunyai kelenjar kelenjar
minyak
• Dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota bunga, kadang-kadang
tanpam mahkota, aktonomorf atau zigomorf
• Benang sari sama banyaknya dengan jumlah daun mahkota
• Dasar bunga cekung sampai berbentuk mangkuk atau tabung, biasanya
menyelubungi bakal buah, hingga bakal buah menjadi tenggelam
• Cirri anatomi yang khas ialah terdapatnya floem dalam kayu (floem
intraxiler).

Suku : Myrtaceae
Nama ilmiah : Syzygium aromaticum
Deskripsi :
Habitus : pohon dengan tinggi mencapai 5-10 meter
1. AKAR (Radix)
● Sistem akarnya tunggang, akar ini merupakan akar pokok (berasal dari akar
lembaga) yang kemudian bercabang-cabang. Bentuk akar tunggangnya
termasuk berbentuk tombak (fusiformis) pada akar tumbuh cabang yang
kecil-kecil. Akar kuat sehingga bisa bertahan sampai puluhan bahkan ratusan
tahun. Akarnya biasanya mampu masuk cukup dalam ke tanah.
2. DAUN (folium)
● Daun cengkih daun tidak lengkap ( tangkai daun (petiolus), helaian daun
(lamina), namun tidak memiliki upih/pelepah daun (vagina). Daunnya
berbentuk lonjong dan berbunga pada bagian ujungnya. Termasuk daun
majemuk karena dalam satu ibu tangkai ada lebih dari satu daun.
● Bangun daunnya (circumscriptio) adalah lanset (lanceolatus), ujungnya (apex)
adalah runcing (acustus) pangkalnya (basis folii) adalah meruncing
(acuminatus), susunan tulang daunnya (nervatio) adalah menyirip
penninervis), tepi daunnya (margo) adalah rata (integer), dan daging daunnya
(intervenium) adalah seperti kertas, tipis tetapi cukup tegar (papyraceus).
Daun ini berwarna hijau. Ukuran daun cengkeh : Lebarnya  berkisar 2-3 cm,
Panjang daun kira-kira 7,5 -12,5 cm.
Nama ilmiah : Syzygium aromaticum
Deskripsi :
3. BATANG (Caulis)
● Batang dari pohon cengkeh biasanya memiliki panjang 10-15 m. Batang
berbentuk bulat (teres), permukaan batangnya kasar biasanya memiliki
cabang-cabang yang dipenuhi banyak ranting atau dapat dikatakan lebat
rantingnya. Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus) dan cara
percabangan dari rantingnya dapat dikatakan monopodial karena masih
dapat dibedakan antara batang pokok dan cabangnya. Lalu arah tumbuh
cabangnya adalah condong ke atas (patens). Tangkainya kira-kira1-2,5 cm
(Steenis 1975)

4. BIJI (Semen)
● Pohon cengkeh mampu menghasilkan biji setelah penanaman 5 tahun.
Bijinya terdiri dari kulit (spedodermis), tali pusar (funiculus), dan inti biji
(nukleus seminis)..
Nama ilmiah : Syzygium aromaticum
Deskripsi :
5. BUNGA (Flos)
● Bunga cengkeh muncul pada ujung ranting daun (flos terminalis)
dengan tangkai pendek dan bertandan . Bunga cengkeh termasuk bunga
majemuk yang berbatas karena ujung ibu tangkainya  selalu ditutup
bunga. Bunga terdiri dari tangkai (pedicellus), ibu tangkai (pedunculus),
dan dasar bunga (repectaculum). Bunga cengkeh adalah  bunga tunggal
(unisexualis) jadi masih dapat dibedakan menjadi bunga jantan (flos
masculus) dan betina (flos femineus). Dasar bunganya (repectaculum)
menjadi pendukung benang sari dan putik (andoginofor).
● Bunga cengkeh ini termasuk dalam setangkup tunggal maksudnya
hanya bisa dibagi oleh satu bidang simetri menjadi 2 bagian. Warna
bunganya akan berubah-ubah sesuai umur pohonnya. Saat masih muda
bunga cengkeh berwarna keungu-unguan , kemudian berubah menjadi
kuning kehijau-hijauan dan jika sudah tua menjadi merah muda.
6. BUAH (Fructus)
● Cengkeh memiliki tangkai buah yang pada masa awal berwarna hijau
dan saat sudah mekar berwarna merah. Buahnya termasuk buah semu
karena ada bagian bunga yang ikut ambil bagian dalam pembentukan
buah.
Klasifikasi:
● Kingdom : Plantae
● Divisi : Spermatophyta
● Subdivisi : Angiospermae
● Kelas : Dicotyledonae
● Bangsa : Myrtales
● Suku : Myrtaceae
● Marga : Syzygium
● Jenis : Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry

Distribusi Geografinya:
Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perry) merupakan tanaman
tropis asli Indonesia dan dapat tumbuh di berbagai daerah di Indonesia,
baik di dataran rendah, dekat pantai maupun daerah pegunungan di
ketinggian 900 mdpl. 
Manfaat :
● Menurunkan Kadar Gula Darah
● Sebagai Obat Nyamuk Alami
● Memperlancar Pencernaan
● Meningkatkan Fungsi Hati
● Menurunkan Kadar Kolesterol
● Mengurangi Nyeri Gigi
● Menangani Batuk Berdahak
● Meredam Nyeri Sendi
● Mengatasi Nyeri Tenggorokan
● Meredakan Stres
● Menghilangkan Jerawat
Dll
https://nilasanty.wordpress.com/2010/10/06/morfologi-cengkeh/
https://
generasibiologi.com/2018/04/klasifikasi-ciri-deskripsi-kandungan-manf
aat-cengkeh-cengkih.html
3. Ordo
Rhoedales/Brassicales
• Bangsa ini meliputi tumbuhan yang sebagian besar berupa terna dengan
daun-daun yang duduknya tersebar tanpa dun penumpu.
• Bunga umumnya banci, aktinomorf, hiasan bunga berupa kelopak dan
mahkota yang berdaun lepas, berbilangan 2 – 4, kadang-kadang 3 – 5
• Benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak.
• Bakal buah biasanya menumpang dengan 2 tembuni atau lebih yang terdapat
pada dinding buah, kadang-kadang menjadi beruang banyak karena adanya
pembentukan sekat-sekat.
• Dari segi anatomi ada sifat-sifat yang karakteristik yaitu adanya buluh-buluh
getah dan sel-sel yang mengandung mirosin. 

Suku : Brassicaceae
Nama Ilmiah :Nasturtium officinale
Deskripsi : Tanaman berupa herba aquatik menjalar atau tegak
1. Daun
Rata-rata panjang daun adalah berkisar antara 2,3 – 4,0 cm. Rata-rata
lebar daun yang diperoleh berkisar antara 2,2 – 3,8 cm. Tipe pertulangan
daunnya menjari (palminervis) karena pada ujung tangkainya keluar 3
tulang yang memencar. Tekstur permukaan daunnya licin mengkilat
(nitidus). Tipe daunnya adalah daun majemuk menyirip (pinnatus).
Daun majemuk adalah daun yang memiliki lebih dari satu helaian daun
pada setiap tangkainya. Daun majemuk menyirip (pinnatus) adalah daun
majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun
Daging daunnya bertekstur tipis lunak (herbaceus), daunnya berseling
atau radikaslis, dan tidak ada stipula.
2. Batang
Jenis batangnya adalah batang basah (herbaceus), yaitu batang yang
lunak dan berair. Bentuk batangnya segi tiga (triangularis) dan tipe
percabangannya monopodial karena batang pokok tampak jelas, lebih
besar dan lebih panjang daripada cabang-cabangnya. Permukaan batang
adalah licin (laevis). Ada atau tidaknya antosianin pada batang terlihat
jelas dengan adanya warna ungu pada batang
Nama Ilmiah :Nasturtium officinale
Deskripsi :
3. Akar
Tipe akar serabut kecil-kecil berbentuk benang. Selada air (Nasturtium
spp.) adalah tumbuhan dikotil tetapi akarnya berupa akar serabut karena
perkembangbiakannya secara vegetatif.

4. Bunga
Bunga biseksual, bersimetri banyak. Sepala dan petala empat. Stamen
enam, berkelompok menjadi 4 stamen panjang dan 2 stamen pendek,
dalam dua lingkaran yang berbeda, seringkali ditemukan kelenjar
dipangkalnya. Ovarium superior tampak seperti mempunyai 2 karpela
dan 2 lokuli karena adanya sekat palsu. Ovula beberapa sampai banyak
terletak pada panetal plasenta. Buah dengan 2 katub silikan atau silikel.
Biji tanpa endosperm. Mempunyai banyak bunga kecil yang kelopaknya
berwarna putih.
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Division : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Brassicales
Family : Brassicaceae
Genus : Nasturtium
Species : Nasturtium officinale
(Suhono, 2010)

Distribusi Geografinya:
Selada air merupakan tumbuhan asli Eropa, Asia Barat, dan Ethiophia.
Sekarang selada air ditanam atau tumbuh di serata dunia, terutama di
kawasan beriklim sederhana dan di tanah tinggi kawasan iklim tropika,
termasuk Asia tenggara.
Manfaat :
• Memperkuat Sistem Imun.
• Membantu Menurunkan Tekanan Darah.
• Mengurangi Potensi Serangan Jantung.
• Menurunkan Kadar Kolesterol.
• Mencegah Munculnya Kanker.
• Menjaga Kesehatan Mata.
• Mencegah Osteoporosis dan Menjaga Kesehatan
Tulang.
• Memenuhi Asupan Gizi yang Dibutuhkan Ibu
Hamil.
Dll

Sumber
http://
eprints.umm.ac.id/35364/3/jiptummpp-gdl-riskinurfi-
49769-3-babii.pdf
https://
scienceandri.blogspot.com/2014/06/klasifikasi-dan-de
skripsi-selada-air.html
4. Geraniales /Gruinales
• Kebanyakan berupa terna atau semak-semak kecil
• Jarang perdu atau pohon, dengan daun tunggal atau majemuk
• Bung berbilang 5, mahkota dan kelopak bebas, stamen 2 kali atau sama
• banyak dengan sepal dalam dua lingkaran, lingkaran luar berhadapan
dengan
• mahkota. 32
• Bakal buah beruang 3-5 dengan 1-beberapa bakal biji di sudut-sudut ruang.

Suku : Oxalidaceae
Nama Ilmiah : Averrhoa bilimbi
Deskripsi :
1. Daun
● Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan jenis daun
bercabang banyak atau majemuk yang tangkainya bercabang dan
biasanya memiliki lebih dari 20 anak daun dalam satu tangkai
ranting. Permukaan daun belimbing wuluh memiliki warna hijau tua,
namun bagian bawahnya memiliki warna hijau muda dan memiliki
serabut-serabut rambut halus serta bagian atas yang licin. Daun
belmbing wuluh merupakan daun tidak lengkap yang tidak memiliki
susunan lengkap pada daunnya. Susunan tulang daun belimbing
wuluh menyirip, tepi daunnya rata, memiliki ujung daun yang
runcing, pangkal daun yang bulat dengan struktur tipis namun
daging daun tebal.
2. Batang
● Batang pada belimbing wuluh adalah jenis batang berkambium yang
memiliki pembuluh kayu dan batang utamanya berbentuk pendek
dengan bagian-bagian batang yang memiliki tonjolan kecil-kecil.
Permukaan batang dapat bertekstur rata ataupun bergelombang
dengan ketinggian tanaman tidak lebih dari 12 m.
Nama Ilmiah : Averrhoa bilimbi
Deskripsi :
3. Akar
● Jenis akar belimbing wuluh adalah akar tunggang dengan
warna hitam atau kecokelatan.

4. Bunga
● Bunga belimbing wuluh memiliki 5 mahkota berbentuk elips
dengan panjang tidak lebih dari 23 mm yang menggantung
di ranting. Bunganya kecil-kecil, berkelompok, jenis malai
seperti tanaman padi, dan tangkai bercabang. Bunga
memiliki serabut halus dengan benang sari yang subur,
berwarna ungu, panjang kelopak bunga tidak lebih dari 10
mm dan bagian pangkal bunga berwarna ungu pucat.
Nama Ilmiah : Averrhoa bilimbi
Deskripsi :
5. Buah
• Buah belimbing wuluh berbentuk lonjong dengan beberapa
bagian yang berbentuk seperti jangkar .Kulitnya berwarna
hijau dengan tekstur kulit mengkilap dikarenakan ada zat
malam afau lilin yang melapisi kulit dan tipis. Apabila
matang, buah belimbing akan berubah warna menjadi
oranye, kuning, atau kuning pucat dengan rasa daging buah
yang bervariasi, antara masam atau pahit. Buahnya memiliki
kelompok yang bergerombol dan tumbuh langsung pada
batang tanaman.
6. Biji
● Buah belimbing wuluh memiliki bentuk biji lonjong pipih,
kecil, dilapisi lendir, berwarna cokelat, dan berkelompok.
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Geraniales
Famili : Oxalidaceae
Genus : Averrhoa
Spesies : Averrhoa bilimbi
 (Anonimus, 2012)

Distribusi Geografisnya:
Diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan
serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan
Malaysia.
Manfaat :

● mengatasi radang penyakit tenggorokan


● mengatasi sariawan
● mengatasi diabetes
● menyembuhkan penyakit kulit
● mengurangi penyakit hipertensi
● menyembuhkan penyakit sesak nafas.
Dll

Anonimus. 2012. Situs dunia tumbuhan. Tersedia


di: http://www.plantamor.com.
5. Ordo Guttiferales
/Clusiales
• Daun tunggal berhadapan dengan atau tanpa daun penumpu.
• Bunga hampir selalu banci, dengan kelopak dan daun- daun mahkota
yang bebas, kebanyakan berbilangan 5.
• Benang sari sama banyaknya dengan jumlah daun mahkota, jika lebih
Berbekas.

Suku : Theacheae
Nama Ilmiah : Camellia sinensis
Deskripsi:
Habitus :
● Tanaman ini berbentuk pohon yang memiliki tinggi 10 - 15 meter di
alam bebas dan tinggi 0,6 - 1,5 meter jika dibudayakan sendir.
● Batang pohon the tumbuh dengan lurus dan banyak, kan tetapi
batangnya mempunyai ukuran yang lebih kecil
1. Daun
● Daun dari tanaman ini berwarna hijau muda dengan panjang 5 - 30 cm
dan lebar sekitar 4 cm
 Daun dari tanaman ini berwarna hijau muda dengan panjang 5 - 30 cm
dan lebar sekitar 4 cm.
 Daun teh merupakan daun tunggal. Helai daun berbentuk lanset
dengan ujung meruncing dan bertulang menyirip.
 Tepi daun lancip atau bergerigi.
 Daun tua licin di kedua permukaannya sedangkan pada daun muda
bagian bawahnya terdapat bulu tua licin di kedua permukaannnya
sedangkan pada daun muda bagian bawahnya terdapat bulu halus
Nama Ilmiah : Camellia sinensis
Deskripsi:
3. Akar
 Mempunyai akar tunggang yang panjang, akar tunggang tersebut
masuk kedalam lapisan tanah yang dalam.
 Percabangan akarnya pun banyak.
 Selain berfungsi sebagai penyerap air dan hara, akar tanaman teh juga
berfungsi sebagai organ penyimpan cadangan makanan.
 Perakaran pohon ini akan menjadi baik jika mempunyai gerakan yang
leluasa, yaitu dapat menembus tanah dengan mudah dan juga bergerak
menyamping.
 Semua itu akan dapat dipenuhi jika mempunyai susunan dan fisik
tanah yang baik

4. Bunga
● Bunga nya berwarna putih dengan diameter 2,5 - 4 cm dan biasanya
berdiri sendiri atau saling berpasangan dua-dua
Nama Ilmiah : Camellia sinensis
Deskripsi:
5. Buah
 Buahnya berbentuk pipih, bulat, dan terdapat satu biji dalam masing-
masing buah dengan ukuran sebesar kacang
 Buah teh mengandung 3 biji dan berwarna putih. Semakin tua
warnanya akan berubah coklat. Buah teh ini berbentuk bulat dan dan
bergaris tengah 1,2 sampai 1,5 cm.
Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Sub Kelas : Dialypetalae
Ordo : Guttiferales (Clusiales)
Family : Theacheae
Genus : Camellia
Spesies : Camellia sinensis
(Tuminah, 2004)

Distribusi geografisnya :
Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah pegunungan Himalaya dan
pegunungan yang berbatasan dengan RRC, India, dan Burma. Tanaman ini dapat
tumbuh subur di daerah tanaman tropik dan subtropik dengan menuntut cukup
sinar matahari dan curah hujan sepanjang tahun. Di Indonesia sendiri tanaman teh
pertama dibawa dan dikembangkan oleh penjajah Belanda hingga dapat diekspor
ke negeri kincir tersebut. Sejak itu teh terus dikembangkan dan diperluas
penanamannya. Hingga pada masa kemerdekaan usaha perkebunan dan industri
Teh diambil alih dan diperbaiki oleh pemerintah RI.
Manfaat :
Sejarah dari teh hijau ini berawal dari Negara Cina, yang telah
menggunakan teh hijau sebagai pendukung pengobatan sejak 4.000
tahun yang lalu. Dan saat ini para peneliti nutrisi telah menemukan
bahwa teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tahun 1994, bahkan
sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli kangker
menyebutkan bahwa teh hijau yang dikunsumsi masyarakat Cina telah
membuat mereka terhindar dari kangker. Belakangan ini, bukti baru
telah ditemukan bahwa minum teh secara rutin bisa menurunkan kadar
kolesterol darah, dan menyeimbangkan kadar tersebut. Sejarah bangsa
Cina menyebutkan teh hijau mulai digunakan sebagai minuman sejak
2700 tahun sebelum Masehi pada dinasti Kaisar Shen Nung, namun
tercatat dalam kamus kuno pada 350 tahun sebelum Masehi. Sekitar 200
tahun sebelum Masehi dalam buku tanaman obat Cina disebutkan daun
teh berkhasiat menghilangkan racun dalam tubuh

● 08620011 Bab 2.pdf (uin-malang.ac.id)


● BAB_II_hal_3-23.pdf (undip.ac.id)
● Taksonomi
dan Morfologi Tanaman Teh | Tentang Pangan (pangan-itp.blogspot.com)
6. Ordo Malvales
/Columniferae
Warga bangsa Malvales disebut juga Columniferae, mempunyai
ciri khas, yaitu terdapat “columna”, yaitu bagian bunganya terdiri
atas perlekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan
yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan
dengan pangkal daun-daun mahkota, sehingga bila mahkota
bunga ditarik keseluruhannya maka akan terlepas dari bunga
bersama-sama dengan benang-benang sari dengan meninggalkan
kelopak dan bakal buah saja.

Suku : Elaeocarpaceae
Nama Ilmiah: Elaeocarpus ganitrus
1. Daun
Daunnya nya panjang 20-30 cm dan lebar 7-10 cm. Daun Ganitri
mempunyai ujung agak runcing, bergerigi, tangkai daun sekitar 0.5 cm
lebar daun sekitar 4 cm dan panjang hingga 16 cm, berwarna hijau ketika
masih segar dan secara bertahap akan berubah menjadi hijau kemerahan
hingga merah seluruhnya setelah daun menjadi tua dan kemudian
gugur.

2. Bunga
Bunga ganitri berwarna putih dan berbentuk runduk menghadap tanah /
menjuntai. Bunga Ganitri bunga majemuk, bentuk malai, di ketiak daun,
mempunyai tangkai 0,5 cm, daun kelopak bulat telur memanjang, agak
runcing, warna hijau pucat atau kemerahan, dari luar berambut, daun
mahkota warna kuning atau putih kehijauan.
Nama Ilmiah: Elaeocarpus ganitrus

3. Buah
Buah Ganitri pada umumnya mempunyai bentuk bulat bola, kulit buah
halus warna hijau ketika masih muda dan biru tua ketika buah sudah
tua. Besar kecilnya buah bervariasi, dengan diameter buah antara 0,5 cm
hingga 2 cm.Pohon jentiri dewasa menghasilkan antara 1.000 dan 2.000
buah setiap tahun. Buah jentiri ditutupi dengan kulit buah berwarna biru
ketika sudah matang.

4. Benih
Gantiri memiliki antara 1-21 garis (mukhi), namun baru-baru ini
ditemukan yang memiliki 27 garis di Nepal. Umumnya benih jentiri
memiliki 4-6 garis, dan yang paling jarang adalah yang memiliki satu
garis. Benih jentiri dari Nepal dan Indonesia berukuran antara 25-30 mm.
Buah jentiri sendiri memiliki banyak varian warna selain biru, seperti
putih, merah, coklat (paling umum), kuning, dan hitam, itu tergantung
dari spesiesnya.
Nama Ilmiah: Elaeocarpus ganitrus

5. Batang
Pohon, tinggi 25-30 m. Tegak, berkayu, bulat, percabangan
simpodial,kasar, coklat. Jentiri adalah pohon yang selalu hijau yang
tumbuh dengan cepat. Pohon ini mulai berbuah setelah ditanam 3-4
tahun dari bibitnya. Pohon jentiri dapat tumbuh hingga 60ketinggian 20-
25 meter dan mudah ditemukan di dataran Gangetic di kaki pegunungan
Himalaya. Tumbuh baik mulai dari di daerah berketinggian 350 meter
dpl hingga 1200 meter dari permukaan laut. Pohon ganitri dapat tumbuh
pada berbagai jenis tanah, dari dataran rendah hingga lereng perbukitan.
Pohon Ganitri yang tumbuh di tanah yang subur akan tumbuh dengan
cepat dengan cabang dan daun yang rimbun.
Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Elaeocarpaceae
Genus : Elaeocarpus
Spesies : Elaeocarpus ganitrus

Distribusi Geografisnya:
Pohon Ganitri (Elaeocarpus ganitrus) adalah tumbuhan tropis Asia
yang tumbuh tersebar mulai dari India, Nepal, Srilanka, Myanmar,
Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia tersebar di pulau Sumatera,
Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara.
Tumbuh baik mulai dari di daerah berketinggian 350 meter dpl
hingga 1200 meter dari permukaan laut. Pohon ganitri dapat
tumbuh pada berbagai jenis tanah, dari dataran rendah hingga
lereng perbukitan. Pohon Ganitri yang tumbuh di tanah yang subur
akan tumbuh dengan cepat dengan cabang dan daun yang rimbun.
Manfaat :
● Menurunkan tingkat pencemaran atau pengisap polutan Pohon
pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang. (Eka Budianta).
● Tanaman penghijauan hutan kota.
● Sumber makanan bermacam-macam binatang.
● Daun, kulit batang dan buah jenitri mengandung polifenol,
● Daun dan kulit batangnya mengandung saponin
● Menghilangkan stres\
● Mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh
(Penelitiannya di Amerika) biji ganitri mengirimkan sinyal secara
beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung.
● Melindungi paru-paru (anti bakteri) karena mengandung glikosida,
steroid, alkaloid, dan flavonoid.
● menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada
tikus terinjeksi.
● Mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental,
epilepsi, asma, meredam hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati

https://
www.ciriciripohon.com/2020/01/ciri-ciri-pohon-jentiri-di-alam-liar.html
Terima Kasih