Anda di halaman 1dari 12

Bed Side Teaching

Kelompok 1 :
Jumardianti (B.20.03.007)
Sriwahyuni (B.20.03.015)
Ramlah (B.17.09.020)
Herawati (B.17.09.010)
Ade Wahyuni (B.17.09.001)
St Fatimah (B.17.09.029)
Definisi
Bed side teaching adalah
pembelajaran yang dilakukan
langsung didepan pasien
dimana pembelajaran
mengaplikasikan kemampuan
kognitif, psikomotor dan afektif
secara integrasi. Bed side
teaching merupakan metode
mengajar kepada peserta didik,
yang aktifitasnya dilakukan
disamping tempat tidur klien
dan meliputi kegiatan
mempelajari kondisi klien dan
asuhan kebidanan yang
dibutuhkan klien
( Nursalam, 2007)
Peran Pembimbing

PowerPoint
Peran pembimbing dalam bed
Presentation
side theaching sebagai fasilitator dan
mitra pembelajaran yang memberikan
bimbingan dan umpan balik kepada
peserta didik
Prosedur Pelaksanaan
Prinsip pelaksanaan Bedside Teaching antara lain menurut Ramani, S
(2003) dalam Dunn (2013) :

1.Sikap fisik maupun psikologis dari pembimbing klinik, peserta didik, dan
klien

2.Jumlah peserta didik dibatasi, yakni 5-6 orang

3.Diskusi pada awal dan pasca demonstrasi didepan klien dilakukan


seminimal mungkin lanjutkan dengan demonstrasi ulang

4.Evaluasi pemahaman peserta didik sesegera mungkin terhadap apa


yang didapatkan saat itu

5.kegiatan yang didemonstrasikan adalah sesuatu yang belum pernah


diperoleh peserta didik sebelumnya
Kelebihan Bed Side Teaching
Dalam penilitian williams k (tufts univ, maret 2006) di hasilkan kesimpulan bahwa bed side
teanching sangat baik digunakan untuk mempelajari keterampilan klinik.
Beberapa keuntungan bedside teaching antara lain:

01 Content Here Your Text Here


Observasi langsung

02 Content Here Your Text Here


Menggunakan seluruh pikiran

03 Content Here Your Text Here


Klarifikasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik

04 Content Here Your Text Here


Kesempatan untuk membentuk
keterampilan klinik mahasiswa
Your Text Here
05 Content Here
Memperagakan fungsi perawatan dan
keterampilan interaktif
Kekurangan Bed Side Teaching

Beberapa kelemahan bed side teaching menurut ( Nursalam, 2006) adalah :

Your Text Here


01 Content Here Dosen pembimbing klinik dan
mahasiswa yang kurang persispan fisik,
psikologis akan menimbulkan rasa tidak
percaya dalam diri klien.

Your Text Here


02 Content Here
Dosen pembimbing klinik dan
mahasiswa yang tidak menguasai bahan
akan mengurangi efektifitas
pembelajaran .
Hambatan Bedside Teaching
dalam pelaksanaa bedside teaching ada beberapa hambatan yang
mungkin timbul dalam pelaksanaan bedside teaching:

1 2 3
Gangguan Waktu rawat Ruangan yang
(misalnya inap yang kecil sehingga
panggilan telepon) singkat padat dan sesak.

4 5 6

Tidak ada papan Tidak dapat Pelajar lelah


tulis mengacu pada
buku.
Hamabatan dari pasien

1. Pasien merasa tidak nyaman


2. Meyakiti pasien, terutama pada
pasien yang kondisi fisiknya tidak
satbil
3. Pasien tidak ada tempat
4. Pasien salah pengertian dalam
diskusi
5. Pasien tidak terbuka
6. Pasien tidak kooperatif atau marah
STUDI KASUS
BED SIDE TEACHING

Sekelompok mahasiswi datang bersama ci institusinya ke sebuah


puskesmas untuk melakukan praktek pembelajaran klinik. Setelah memberikan
tangung jawabnya kepada ci lahan, ci institusi segera kembali ke kampus
karena ada jadwal lain. Sementara di puskesmas mahasiswi dan ci lahan mulai
diskusi tentang apa saja target prakteknya, hinga membuat kesepakatan cara
menegur mahasiswi di depan pasien apabila melakukan kesalahan. Beberapa
jam kemudian seorang ibu hamil datang untuk memeriksakan kehamilannya, ci
lahan memberikan demonstrasi kepada mahasiswi pada hari itu.
Keesokan harinya, seorang ibu hamil datang untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan, ci lahan mencoba melakukan observasi dengan
membiarkan mahasiswi melakukan pemeriksaan secara langsung, namun ibu
menolak karena tidak nyaman dan kurang percaya dengan mahasiswi. Jadi,ci
lahan mengambil alih tindakan dan tidak memberikan kesempatan kepada
mahasiwi untuk kedepannya dan hanya mebiarkan mahasiswi untuk observasi
saja.
Dari kasus diatas dapat kita lihat pentingnya persiapan bed side teaching
dan juga kurangnya ketreampilan ci lahan dalam membimbing mahasiswi untuk
melakukan praktek secara langsung sehingga pasien menjadi tidak nyaman dan
menolak untuk ditangani oleh mahasiswi.
Reference
1. Affandi M. (2008) Bedside Teaching and
Clinical Tutoril. (repository.umy.ac.id)
2. Anindita, G.,Nilpsari, R. & Kharisma, Y.
2014. Persepsi peserta didik dan pasien
tentang pelaksanaan Bed Side Teaching
dalam pendidikan klinik.
3. https://www.scribd.com/doc/154291198/
Makalah-Metode-Pembelajaran-Klinik
Kesimpulan

Bedside teaching memberikan kesempatan


kepada peserta didik untuk dapat berhadapan
langsung dengan klien. Oleh karena itu,
peserta didik dapat berlatih dan mengasah
keterampilan klinik seperti anamnesa,
pemeriksaan fisik dan bahkan keterampilan
melakukan tindakan medis sederhana kepada
klien.
THANK YOU
Insert the Subtitle of Your Presentation