Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN

PENDAHULUAN DAN
ASUHAN
KEPERAWATAN
INTOLERANSI
AKTIFITAS PADA
PASIEN ANEMIA
HERE WE GO FRENNDSS:))!!
DEFINISI

Anemia ialah keadaan dimana massa eritrosit dan/atau massa hemoglobin yang beredar
tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh.
Secara laboratorik dijabarkan sebagai penurunan di bawah normal kadar hemoglobin,
hitung eritrosit
dan hematocrit (packed red cell)
(Hematologi Klinik Ringkas : 2006).
DEFINISI
KRITERIA ANEMIA
Laki-laki dewasa : hemoglobin < 13 g/dl
Perempuan dewasa tak hamil : hemoglobin < 12 g/dl
Perempuan hamil : hemoglobin < 11 g/dl
Anak umur 6-14 tahun : hemoglobin < 12 g/dl
Anak umur 6 bulan – 6 tahun : hemoglobin < 11 g/dl
KRITERIA KLINIK
Hemoglobin < 10 g/dl
Hematocrit < 30%
Eritrosit < 2,8 juta/mm3
DERAJAT ANEMIA
Ringan sekaliHb 10 g/dl – cut off point
Ringan Hb 8 g/dl – 9,9 g/dl
Sedang Hb 6 g/dl – 7,9 g/dl
Berat Hb < 6 g/dl
ANEMIA
ETIOLOGI 01 DEFISIENSI BESI

ANEMIA APLASTIC
02
ANEMIA
03 HEMOLITIK

ANEMIA SEL SABIT


04
MANIFEST
ASI KLINIS
Manifestasi klinis anemia besi adalah pusing, cepat lelah, takikardi,
sakit kepala, edema mata kaki dan dispnea waktu bekerja.
(Gasche C., 1997:126).

• Sistem kardiovaskuler : lesu, cepat lelah, palpitasi,


takikardi, sesak waktu kerja, angina pectoris, dan
gagal jantung
• Sistem saraf : sakit kepala, pusing, telinga
mendenging, mata berkunang-kunang, kelemahan
otot, iritabel, lesu, perasaan dingin pada
ekstremitas.
• Sistem urogenital : gangguan haid dan libido
menurun
• Epitel : warna pucat pada kulit dan mukosa,
elastisitas kulit menurun, rambut tipis dan halus.
PATOFISIOLOG
I
karena gangguan homeostasis zat besi dalam tubuh.
Homeostasis zat besi dalam tubuh diatur oleh absropsi besi
yang dipengaruhi asupan besi dan hilangnya zat besi/iron
loss. Kurangnya asupan zat besi/iron intake, penurunan
absropsi, dan peningkatan hilangnya zat besi dapat
menyebabkan ketidakseimbangan zat besi dalam tubuh
sehingga menimbulkan anemia karena defisiensi besi.
PEMERIKSAAN
OurPENUNJANG
Center

Berbagai uji hematologis dilakukan untuk


menentukan jenis dan penyebab anemia. Uji
tersebut meliputi kadar hemoglobin dan
hematikrit, indeks sel darah merah. Kadar Hb
<10g/dl.
PENATALAKSANAA
N
MEDIS
● Medika mentosa : obat pertama sesuai penyebabnya
Sulfat 3x1 tablet, anemia berat dan akut Hb rendah
(< 7 gr%) sebaiknya diberi tranfusi darah.
● Anemia pasca perdarahan : transfusi darah. Pilihan
kedua: plasma ekspander atau plasma substitute.
Pada keadaan darurat bisa diberikan infus IV apa
saja.
● Anemia defisiensi : makanan adekuat, diberikan SF
3x10mg/kg BB/hari. Transfusi darah hanya diberikan
pada Hb <5 gr/dl.
● Anemia aplastik : prednison dan testosteron,
transfusi darah, pengobatan infeksi sekunder,
makanan dan istirahat.
.
PENATALAKSANAA
N
KEPERAWATAN
● Istirahat
● Diet disesuaikan dengan penyebabnya bila tidak
diketahui diberi saja makanan bergizi dan
mengandung cukup Fe/lek strak hepar.
.
KONSEP
DASAR ASUHAN
KEPERAWA
TAN
INTOLERANSI AKTIFITAS PADA PX ANAK
DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI
Our Center
PENGKAJIAN
data fokus yang didapatkan dari pasien
penderita anemia/keluarga seperti pasien
mengatakan lemah, letih dan lesu, pasien
mengatakan nafsu makan menurun, mual
dan sering haus. Sementara data objektif
akan ditemukan pasien tampak lemah,
berat badan menurun, pasien tidak mau
makan/tidak dapat menghabiskan porsi
makan, pasien tampak mual dan muntah,
bibir tampak kering dan pucat,
konjungtiva anemis serta anak rewel.
DIAGNOSA KEPERAWATAN - PATHWAY
ANEMIA

Mercury Venus Mars


Mercury is the closest Venus has a beautiful Despite being red, Mars is
planet to the Sun name, but it’s hot a cold place

Jupiter Saturn Neptune


It’s the biggest planet in Saturn is a gas giant and It’s the farthest planet from
the Solar System has rings the Sun
“Intervensi keperawatan adalah panduan untuk
perilaku spesifik yang diharapkan dari klien, dan
atau/atau tindakan yang harus dilakukan oleh
perawat. Intervensi dilakukan untuk membantuk klien
mencapai hasil yang diharapkan..”

—(Deswani, 2009)
INTERVENSI
NO TGL/ DX KEP TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
JAM DAN KRITERIA HASIL
1. 23/04/ SDKI SLKI SIKI
2021 Intoleransi Toleransi Aktifitas (L.05047) Manajemen energi (I.05178)
aktifitas
(D.0056) Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24 jam pasien • Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
dapat melakukan aktivitas sehari-hari • monitor kelelahan fisik dan emosional
dengan kriteria hasil sebagai berikut: • monitor pola dan jam tidur
• monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Kriteria Hasil : Terapeutik
 saturasi oksigen meningkat • Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus
 k/u px meningkat • lakukan latihan rentang gerak pasif dan atau aktif
 warnakulit normal • berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
 frekwensi napas dalam rentang • fasilitasi duduk di sisi tempat tidur jika tidak dapat berpindah atau
normal berjalan
Edukasi
• Anjurkan tirah baring
• anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
• anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang
• ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
Kolaborasi
• Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan
makanan
NO TGL/ DX KEP TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
JAM DAN KRITERIA HASIL
2. 23/04/ SDKI SLKI SIKI
2021 Perfusi perifer perfusi perifer (L.02013) Pemberian obat intravena (I.03119)
tidak efektif  
(D.0009 setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24 jam aliran • Identifikasi kemungkinan alergi interaksi dan kontraindikasi obat
darah pembuluh darah berangsur • verifikasi order obat sesuai dengan indikasi
angsur bersifat adekuat dengan kriteria • periksa tanggal kadaluarsa obat
hasil sebagai berikut: • monitor tanda vital dan nilai laboratorium sebelum pemberian obat
• monitor efek terapetik obat
Kriteria Hasil : • monitor efek samping toksisitas dan interaksi obat
• turgor kulit membaik Terapeutik
• Lakukan prinsip 6 benar
• pastikan ketepatan dan kepatenan karakteristik
• campuran obat ke dalam kantung botol atau Buret sesuai
kebutuhan
• berikan obat IV dengan kecepatan yang tepat
• tempelkan label keterangan nama obat dan dosis
pada wadah cairan IV
• gunakan mesin pompa untuk pemberian obat secara kontinu, jika
perlu
Edukasi
• Jelaskan jenis obat alasan pemberian tindakan yang diharapkan
dan efek samping sebelum pemberian
• Jelaskan faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan
efektivitas obat
NO TGL/ DX KEP TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
JAM DAN KRITERIA HASIL

3. 23/04/ SDKI SLKI SIKI


2021 Ansietas Tingkat Ansietas (L.09093) Terapi seni (I.09329)
(D.0080)  
setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24 jam kondisi • Identifikasi bentuk kegiatan berbasis seni
emosi anak yg dipengaruhi oleh • identifikasi media seni yang akan digunakan
ansietas membaik dengan kriteria hasil • identifikasi tema karya seni
sebagai berikut: • identifikasi konsep diri melalui gambar manusia
• monitor keterlibatan selama proses pembuatan karya seni
Kriteria Hasil : termasuk perilaku verbal dan nonverbal
•keluhan pusing berkurang Terapeutik
•frekwensi pernapasan dalam rentang • Sediakan alat perlengkapan seni sesuai tingkat perkembangan dan
normal tujuan terapi
•frekwensi nadi dalam rentang normal • sediakan lingkungan tenang bebas distraksi
•Px tidak pucat • batasi Waktu penyelesaian
•kontak mata baik • catat interpretasi pasien terhadap gambar atau ciptaan artistik
•orientasi meningkat • salin atau dokumentasikan karya seni untuk arsip sesuai
kebutuhan
• diskusikan makna karya seni yang dibuat
• gabungkan penilaian pasien dengan literatur
• diskusikan kemajuan sesuai tingkat perkembangan
• hindari mendiskusikan makna karya seni sebelum Selesai dibuat
Edukasi
• Anjurkan menggambar realistik atau artistik
• anjurkan mendeskripsikan proses dan hasil pembuatan karya seni
• anjurkan menggunakan lukisan atau gambar sebagai media
menceritakan akibat stressor
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan
rencana keperawatan oleh perawat dan pasien

—(Riyadi, 2010).
Evaluasi keperawatan adalah kegiatan yang terus
menerus dilakukan untuk menentukan apakah rencana
keperawatan efektif dan bagaimana rencana keperawatan
dilanjutkan, merevisi rencana atau menghentikan
rencana keperawatan

—(Manurung, 2011)
DAFTAR PUSTAKA
PPNI 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik,
Edisi 1.Jakarta: DPP PPNI.

PPNI 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan TindakanKeperawatan,


Edisi 1.Jakarta: DPP PPNI.

PPNI 2018. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil
Keperawatan, Edisi 1.Jakarta: DPP PPNI.
PENGKAJIAN DATA
● No. Reg : 250xxxx
● Tanggal masuk : 23-04-2021 RIWAYAT PENYAKIT
● Ruang : sakura Keluhan Utama :
ibu klien mengatakan anaknya terlihat pucat sejak 21 April 2021,
mengeluh sakit dan memegangi kepala sampai sering menangis terlebih
setelah bermain anak B terlihat selalu lemas
Riwayat Penyakit Sekarang :
Ibu klien mengatakan awalnya anak terlihat lemas setelah bermain
seharian, kemudian mulai tanggal 21 April 2021 mengeluh pusing, dan
IDENTITAS PASIEN terlihat pucat.
Nama Pasien : An.B Riwayat Penyakit Masa Lalu :
Jenis Kelamin : Perempuan Keluarga klien mengatakan Nn.A tidak pernah mengalami kejadian seperti
Umur : 10 th ini, dan tidak mempunyai riwayat penyakit menular seperti TB paru,
Agama : Islam hepatitis, dll, atau penyakit menurun seperti hipertensi, asma,
Bangsa /suku : Jawa – Indonesia diabetesmillitus, dll.
Bahasa yang dipakai : Jawa- Indonesia Riwayat Penyakit Keluarga :
Status anak : Kandung Ibu klien mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang memiliki
Tanggal lahir :07 April 2017 riwayat penyakit turunan seperti diabetes maupun hipertensi.
Anak ke berapa :1 Riwayat Imunisasi :
HPV, Hepatitis A, dengue, polio, BCG, DPT.dll
ANALISIS DATA INTERPRETASIDATA MASALAH
Ds : Defisien B12, Asam folat dan zat besi Intoleransi
Ibu klien mengatakan anaknya mengalami kelelahan karna ↓ Aktifitas
bermain,sakit dan menangis, juga tampak lemah Penurunan SDM
  ↓
Do : Hb ↓
K/u : lemah ↓
Klien tampak lemas Anemia
Tanda-tanda vital ↓
S : 37,1 oC Penurunan transport O2 kejaringan
N : 120x/menit (mekanisme Anaerob ↑)
RR : 25x/menit ↓
ATP berkurang (Kelelahan)

Intoleransi Aktifitas

Ds : Defisien B12, Asam folat dan zat besi Perfusi perifer


Ibu klien mengatakan anaknya pucat dari 2 hari yang lalu, ↓ tidak efektif
selalu tampak lemas, serta sering meegangi kepala sambil Penurunan SDM
mengeluh sakit. ↓
Do : Hb ↓
K/u lemah ↓
Klien tampak pucat Anemia
Mata cowong ↓
Akral dingin Perfusi Perifer ↓
TTV : ↓
N :120x/menit Suplai O2 dan nutrisi je jaringan ↓
RR : 25x/menit ↓
Perfusi perifer tidak efektif
DIAGNOSA KEP
MUNCUL
23/042021

INTOLERANSI PERFUSI PERIFER


AKTIFITAS TIDAK EFEKTIF
Ketidakcukupan energi Penurunan sirkulasi darah
untuk melakukan pada level kapiler yang dapat
aktivitas sehari-hari mengganggu metabolisme
tubuh

TERATASI
25/042021
INTERVENSI
NO TGL/ DX KEP TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
JAM DAN KRITERIA HASIL
1. 23/04/ SDKI SLKI SIKI
2021 Intoleransi Toleransi Aktifitas (L.05047) Manajemen energi (I.05178)
aktifitas
(D.0056) Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24 jam pasien • Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
dapat melakukan aktivitas sehari-hari • monitor kelelahan fisik dan emosional
dengan kriteria hasil sebagai berikut: • monitor pola dan jam tidur
• monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Kriteria Hasil : Terapeutik
 saturasi oksigen meningkat • Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus
 k/u px meningkat • lakukan latihan rentang gerak pasif dan atau aktif
 warnakulit normal • berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
 frekwensi napas dalam rentang • fasilitasi duduk di sisi tempat tidur jika tidak dapat berpindah atau
normal berjalan
Edukasi
• Anjurkan tirah baring
• anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
• anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang
• ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
Kolaborasi
• Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan
makanan
NO TGL/ DX KEP TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
JAM DAN KRITERIA HASIL
2. 23/04/ SDKI SLKI SIKI
2021 Perfusi perifer perfusi perifer (L.02013) Pemberian obat intravena (I.03119)
tidak efektif  
(D.0009 setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24 jam aliran • Identifikasi kemungkinan alergi interaksi dan kontraindikasi obat
darah pembuluh darah berangsur • verifikasi order obat sesuai dengan indikasi
angsur bersifat adekuat dengan kriteria • periksa tanggal kadaluarsa obat
hasil sebagai berikut: • monitor tanda vital dan nilai laboratorium sebelum pemberian obat
• monitor efek terapetik obat
Kriteria Hasil : • monitor efek samping toksisitas dan interaksi obat
• turgor kulit membaik Terapeutik
• Lakukan prinsip 6 benar
• pastikan ketepatan dan kepatenan karakteristik
• campuran obat ke dalam kantung botol atau Buret sesuai
kebutuhan
• berikan obat IV dengan kecepatan yang tepat
• tempelkan label keterangan nama obat dan dosis
pada wadah cairan IV
• gunakan mesin pompa untuk pemberian obat secara kontinu, jika
perlu
Edukasi
• Jelaskan jenis obat alasan pemberian tindakan yang diharapkan
dan efek samping sebelum pemberian
• Jelaskan faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan
efektivitas obat
IMPLEMENTASI
NO TGL/ TINDAKAN T
JAM T
1. 23- Observasi
25/04/ • Mengidentifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
2021 • Memonitor kelelahan fisik dan emosional
• Memonitor pola dan jam tidur (Px tidur 5-6 jam)
• Mengidentifikasi kemungkinan alergi interaksi dan kontraindikasi obat (Setelah dilakukan skin test, Px tidak memiliki alergi)
• Memonitor tanda vital dan nilai laboratorium sebelum pemberian obat
TTV :
Suhu : 37,1°C
Nadi : 120x/mnt
RR : 25x/mnt
Memonitor efek terapetik obat
Terapeutik
• Menyediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus
• Memberikan obat IV dengan kecepatan yang tepat
Edukasi
• Menganjurkan tirah baring
• Keluarga px tampak kooperatif
• Mengajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
• Keluarga px tampak kooperatif
• Menjelaskan jenis obat alasan pemberian tindakan yang diharapkan dan efek samping sebelum pemberian
• Keluarga px tampak kooperatif
• Menjelaskan faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan efektivitas obat
• Keluarga px tampak kooperatif
Kolaborasi
Mengkolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan
EVALUASI
NO.DX TANGGAL TANGGAL TANGGAL
KEP 23 APRIL 2021 24 APRIL 2021 25 APRIL 2021
1. S: S: S:
Ibu klien mengatakan anaknya Ibu klien mengatakan anaknya mengalami Ibu klien mengatakan anaknya mengalami
mengalami kelelahan karna kelelahan juga berangsur angsur membaik, sudah tidak rewel, tak ada keluhan
bermain,sakit dan menangis, juga dan tidak lagi rewel  
tampak lemah  
 
O: O: O:
K/u : lemah K/u : cukup K/u : baik
Klien tampak lemas TTV Klien tampak bugar
TTV S : 37,1 oC TTV
S : 37,1 oC N : 122x/menit S : 37,1 oC
N : 120x/menit RR : 24x/menit N : 124x/menit
RR : 25x/menit   RR : 24x/menit
   
A: A: A:
Masalah belum teratasi Masalah teratasi sebagian Masalah teratasi
     
P: P: P:
Intervensi dilanjutkan Intervensi dilanjutkan Intervensi dihentikan
NO.DX TANGGAL TANGGAL TANGGAL
KEP 23 APRIL 2021 24 APRIL 2021 25 APRIL 2021

2. S: S: S:
Ibu klien mengatakan anaknya pucat Ibu klien mengatakan keadaan membaik, Px tidak lagi memegangi kepala, Tidak
dari 2 hari yang lalu, selalu tampak jarang menangis, berangsur angsur pulih ada keluhan
lemas, serta sering meegangi kepala setelah diberi obat  
sambil mengeluh sakit.
 
O: O: O:
K/u lemah K/u cukup K/u baik
Klien tampak pucat Mata cowong ↓ TTV :
Mata cowong Akral dingin S : 37,1 oC
Klien tampak lemas TTV : N :124x/menit
Akral dingin S : 37,1 oC RR : 24x/menit
TTV : N :122x/menit  
S : 37,1 oC RR : 24x/menit
N :120x/menit  
RR : 25x/menit
 
A: A: A:
Masalah belum teratasi Masalah teratasi sebagian Masalah teratasi
     
P: P: P:
Intervensi dilanjutkan Intervensi dilanjutkan Intervensi dihentikan
Our Team
ISTIVANIYATUS SA’ADAH ( 192303102123 )

RAHMATUL LAILI ( 192303102090 )

EKA PUTRI RAMADHANI ( 192303102178 )

ACH. AINURROHMAN ( 192303102089 )

sekian
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai