Anda di halaman 1dari 17

Hukum, Perundang-

undangan Kesehatan dan


Dasar Hukum Pengobatan
Terapi Komplementer
Aturan hukum

Praktik keperawatan Komplementer


dapat dilakukan oleh perawat secara
mandiri dengan sertifikasi dan
kompetensi khusus yang secara resmi
diakui organisasi profesi atau lembaga lain
yang berkompeten
UUD 45
• Pasal 28 H (1); setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal
dan medapatkan lingkungan hidup yang
baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan
• Pasal 34 : negara bertanggung jawab atas
penyedian fasilitas pelayanan kesehatan
dan fasilitas pelayanan umum yang layak
UU no. 36/2009 tentang kesehatan
Pasal 48
(1) Upaya Kesahatan
terdiri dari 17 jenis Pelayanan
(2) Pelayanan Kesehatan tradisional

Di Puskesmas (Promotif dan Preventif)

Di Rumah Sakit ( Kuratif, Rehabilitatif, dan


Paliatif)
Kementrian Kesehatan
• Peraturan Menteri Kesehatan
No. HK. 02.02/MENKES/148/2010,
tentang izin dan Penyelanggaraan Praktik
Perawat pada pasal 8 ayat 3
1. pelaksanaan asuhan keperawatan
2. pelaksanaan upaya: promotif, preventif,
rehabilitatif dan pemberdayaan
masyarakat
3. pelaksanaan tindakan keperawatan
komplementer
• Keputusan Menteri Kesehatan RI

Nomor 908/ MENKES/SK/VII/2010 tentang


pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Keperawatan Keluarga. Pada ruang
Lingkup Pelayanan Keperawatan
Keluarga melalui UKP dan UKM
• Peraturan Menteri Kesehatan RI
nomor 1109/MENKES/PER/IX/2007 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-
Alternatif difasilitas pelayanan Kesehatan pasal
12 ayat 1
“penyelenggaraan pengobatan komplementer-
alternatif difasilitasi kesehatan pelayanan
kesehatan, jenis pengobatan tenaga pelaksana
termasuk tenaga asing”
Jenis – Jenis Terapi
Komplementer “Indonesia”

1. Komplementer Medik (medis)


 Berdasarkan pada ilmu biomedik
yg telah diterima o/ pengobatan
konvensional.
 Dokter berperan sebagai leader
 Jenis tindakan : akupuntur medik,
terapi hiperbarik, herbal medik.
2. Komplementer Tradisonal Alternative
 Pengobatan non konvensional yang
tetapi blm diterima o/ kedokteran
konvensional
 Shg pelaksanaanya harus bersinergi
dgn pengobatan konvensional
 Jenisnya:
- intervensi tubuh dan pikiran
(hipnoterapi, meditasi, spiritual, doa,
dan yoga)
Lanjutan……………
 Jenisnya:
- intervensi tubuh dan pikiran (hipnoterapi,
meditasi, spiritual, doa, dan yoga)
- sistm pelayanan pengobatan alternatif:
akupuntur, akupresure, homeopati,
aromaterapi,bekam
- cara penyembuhan manual: shiatsu, osteopati,
pijat urut
- pengobatan farmakologi dan biologi: jamu,
herbal, gurah
- diet dan nutrisi: diet makro dan mikro nutrien
- cara lain dalam diagnosa dan pengobatan :
terapi ozon
diet dan nutrisi: diet makro dan mikro
nutrien

cara lain dalam diagnosa dan pengobatan :


terapi ozon
3. Komplementer Keperawatan
 dapat dilakukan oleh perawat secara
mandiri dengan sertifikasi dan
kompetensi khusus, serta diakui oleh
organisasi profesi lain
 lingkup pelpelayanan keperawatan:
- promosi kesehatan
- pencegahan penyakit
- intervensi keperawatan
- pemulihan kesehatan
Jenis Tindakan komplementer
Keperawatan

1. Terapi sentuhan : massage


2. Terapi pikiran tubuh : relaksasi , berdoa,
terapi musik, terapi humor, hipnosis
3. Aromaterapi
4. Terapi Herbal
SEKIAN
• Tugas kelompok
• Kelompok 1 terapi pikiran tubuh
• Kelompok 2 aromaterapi
• Kelompok 3 terapi berbasis biologi
• Kelompok 4 terapi pijat