Anda di halaman 1dari 20

m  m m 

Õ  
 
~  
    

6 
§ Kejadian ruptur uterus pada
seorang ibu hamil atau sedang
bersalin masih merupakan suatu
bahaya besar yang mengancam
jiwa ibu hamil dan janin yang
berada dalam kandungannya.

§ Kematian ibu dan anak akibat


ruptur uterus masih tergolong
tinggi.

§ Insidens dan angka kematian


yang tinggi dapat kita jumpai di
negara-negara yang sedang
berkembang, seperti Afrika dan
Asia.
m

G muptur uterus adalah •  pada •,


dapat meluas ke seluruh dinding uterus dan isi
uterus tumpah ke seluruh rongga abdomen
(komplet), atau dapat pula ruptur hanya meluas
ke endometrium dan miometrium, tetapi
peritoneum di sekitar uterus tetap utuh
(inkomplet).
(Stright, 2004:288)
º 



G      


Gm • •
•
•
Gm • •
• •

G    
G •  •

Gm

G•
•

G  •


  •

 
G        
G  
G  

G   ! 
Gm • •
 
Gm • •



G   !    


Gm • •



Gm • •
•

(Mochtar, 1998:288-290)
" " # 
G    ! $ % &
G partus berlangsung lama,
G pasien gelisah, ketakutan, disertai
perasaan nyeri diperut,
G pada setiap datangnya kontraksi,
pasien memegang perutnya dan
mengerang kesakitan bahkan
meminta supaya anaknya
secepatnya dikeluarkan,
G mm dan denyut nadi lebih cepat dari
biasa,
G mulut kering, lidah kering dan
haus, demam,
'
G his lebih lama, lebih kuat, lebih sering dan
terus menerus,
G ligamentum rotundum teraba seperti
kawat listrik yang tegang, tebal dan
keras,
G pada waktu datang his, korpus uteri
teraba keras sedangkan SBm teraba tipis
dan nyeri kalau ditekan,
G diantara korpus dan SBm tampak
lingkaran Bandl,
G perasaan sering ingin berkemih,
G DJJ tidak teratur,
G terdapat tanda-tanda dari obstruksi
(Mochtar, 1998:292)
G    !   
G kontraksi persalinan menurun atau berhenti
mendadak,
G berhentinya DJJ,

G peningkatan tekanan akibat arah janin,

G gejala rangsangan peritoneal,

G keadaan syok peritoneal,

G perdarahan eksternal

G perdarahan internal
 

G 6enyebab kejadian ruptur uterus, yakni:


§ tindakan obstetri,
§ ketidakseimbangan fetopelvik,
§ letak lintang yang diabaikan (kasep),
§ kelebihan dosis obat bagi nyeri
persalinan atau induksi persalinan,
§ jaringan parut pada uterus,
§ kecelakaan.
  

m 

•
 • • •


m    
dengan keterangan, yakni:
G m = muptur
G H = His Kuat (tenaga)
G O = Obstruksi (halangan)
  

G Komplikasi yang dapat timbul dari ruptur uterus


sendiri yakni perdarahan, syok, infeksi, trauma
kandung kemih atau ureter, tromboflebitis,
koagulasi intravascular diseminata, hipofungsi
hipofisis ataupun kematian.
G Jika pasien masih hidup, dapat terjadi
infertilitas atau sterilitas. (Benson, 2008:351)
 
m
 

G ~  
      
G          


  
G    
§ pada suatu his yang kuat sekali, pasien merasa kesakitan yang luar
biasa, menjerit seolah-olah perutnya sedang dirobek. 6asien
kemudian menjadi gelisah, takut, pucat, keringat dingin, bahkan
bisa kolaps,
§ pernafasan menjadi dangkal dan cepat,
§ haus,
§ muntah-muntah,
§ syok, nadi kecil dan cepat, TD menurun bahkan menjadi tidak
teratur,
§ perdarahan pervaginam,
§ terkadang timbul perasaan nyeri yang menjalar ke tungkai bawah
dan bahu,
§ kontraksi uterus biasanya hilang,
§ perut kembung dan paralisis usus.
G 
§ teraba krepitasi pada kulit perut,
§ bila janin sudah keluar dari kavum uteri
(berada di rongga perut), maka teraba bagian-
bagian janin langsung dibawah kulit perut,
dan disampingnya terkadang teraba uterus
sebagai suatu bola keras dengan ukuran
sebesar kelapa,
§ nyeri tekan pada perut, terutama pada bagian
yang robek.

G 
§ DJJ tidak terdengar beberapa menit setelah
ruptur.
G   
G Kepala janin yang tadinya sudah jauh turun ke
bawah, dengan mudah dapat didorong keatas,
dan ini disertai keluarnya darah pervaginam
yang agak banyak.
G Jika rongga rahim sudah kosong dapat diraba
robekan pada dinding rahim, bahkan dapat
diraba pula usus, omentum, dan bagian-bagian
janin. Jika jari tangan yang berada di dalam
ditemukan dengan jari luar, maka terasa
seperti dipisahkan oleh bagian yang tipis
sekali dari dinding perut. Fundus uteri juga
dapat diraba.
Õ  m

§ yeri akut berhubungan dengan agen cedera biologik


ditandai dengan klien mengeluh dan merintih kesakitan.
§ Kekurangan volume cairan berhubungan dengan
kehilangan volume cairan aktif ditandai dengan klien
haus, TD menurun, dan nadi meningkat.
§ Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
robeknya dinding rahim ditandai dengan adanya
perdarahan pervaginam.
§ Ketakutan berhubungan dengan efek perdarahan pada
kehamilan dan bayi atau kemungkinan komplikasi
kehamilan lebih lanjut.
§ Berduka berhubungan dengan antisipasi kehilangan
kehamilan dan kehilangan anak yang diharapkan.
§ mesti cedera janin berhubungan dengan robeknya dinding
rahim ibu
§ mesiko harga diri rendah situasional berhubungan dengan
adanya ruptur uterus.
m m

G •
 •      •


 

  
   
•

 


G ~
§ Observasi tanda-tanda vital (TTV) klien;
§ Observasi skala dan keparahan nyeri klien;
§ Berikan pengetahuan terkait dengan nyeri yang
dialami klien;
§ Ajarkan teknik napas dalam pada klien untuk
mengurangi nyeri;
§ Berikan dan pertahankan kenyamanan klien.
§ Lakukan manajemen nyeri pada klien;
§ Kolaborasi dengan dokter terkait dengan program
pengobatan (analgesik).
G •   
• •   

   
• 
 

  

  •  

 

G ~  
G 6antau asupan, pastikan sedikitnya 1500ml cairan per oral
setiap 24 jam;
G 6antau haluaran, pastikan sedikitnya 1000-1500 ml/ 24 jam;
G 6antau kadar elektrolit darah, nitrogen urea darah,
osmolalitas urine, dan serum kreatinin, hematokrit dan
hemoglobin;
G 6ertimbangkan kehilangan cairan tambahan yang
berhubungan dengan muntah, diare, demam, slang, dan drein;
G Berikan terapi cairan melalui infus serta transfusi darah pada
klien;
G Kolaborasi dengan dokter terkait dengan tindakan
pengobatan.
ÿ
"(
•
 m • 


§