Anda di halaman 1dari 16

Bab 9

Analisis Bisnis dan Studi


Kelayakan Usaha

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu :


1. Memahami tentang pentingnya studi kelayakan usaha
2. Melakukan studi kelayakan usaha untuk perintisan usaha baru
3. Melakukan evaluasi terhadap bisnis yang akan dirintis
4. Mengambil berbagai keputusan penting dalam berusaha
9.1. Pentingnya Studi Kelayakan Usaha
 Studi kelayakan usaha adalah suatu penelitian tentang layak
tidaknya suatu usaha dilakukan dengan menguntungkan
secara terus-menerus.
 Ada 2 studi analisis yang dapat digunakan, yaitu studi
kelayakan usaha dan analisis SWOT (strenght, weakness,
opportunity, dan threat)
 Pada dasarnya membahas konsep dasar tentang keputusan
dan proses pemilihan proyek bisnis agar memberikan
manfaat ekonomi dan sosial sepanjang waktu
 Studi kelayakan usaha penting untuk merintis usaha baru,
pengembangan usaha, dan pemilohan proyek usaha yang
paling memberikan manfaat ekonomis
9.2. Proses dan Tahap Studi Kelayakan
Tahap
Tahap dimana wirausaha Penemuan
memiliki Ide atau
ide untuk Penemuan
merintis Gagasan Ide tersebut kemudian
usaha barunya.
dirumuskan dan diidentifikasi

Tahap Memformulasikan Tujuan


Tahap perumusan visi dan misi bisnis, yang merupakan tujuan berbisnis .

Tahap
Proses sistematis yang dilakukan untuk Analisis
membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut
layak/tidak. Aspek yang perlu diamati pada tahap ini adalah aspek pasar, aspek teknik produksi,
aspek manajemen, dan aspek keuangan

Tahap Keputusan

Tahap ini merupakan tahap pengambilan keputusan apakah bisnis tersebut dilaksanakan atau tidak .
9.3. Analisis Kelayakan Bisnis
ANALISIS ASPEK PEMASARAN
Untuk aspek pemasaran, diperlukan penelitian pemasaran apakah bisnis yang akan
dijalani memiliki peluang pasar atau tidak. Beberapa komponen yang perlu dicermati
adalah kebutuhan dan keinginan konsumen, segmentasi pasar, target, persaingan dan
strategi pesaing, laba kotor, dan pertumbuhan pasar.
ANALISIS ASPEK PRODUKSI
Beberapa unsur yang harus dianalisis adalah lokasi produksi, mesin dan peralatan, tenaga
kerja, bahan baku dan bahan penolong, dan volume produksi.
ANALISIS ASPEK MANAJEMEN
Beberapa aspek manajemen yang harus dianalisis meliputi aspek kepemilikan, organisasi,
tim manajemen, dan karyawan
ANALISIS ASPEK KEUANGAN
Analisis aspek keuangan meliputi komponen kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca,
proyeksi laba rugi, proyeksi aliran kas (cash flow)
9.4 Kriteria Investasi
 Untuk mengetahui layak tidaknya suatu
investasi yang dilakukan dan menguntungkan
secara ekonomis dipergunakan empat kriteria
yaitu:
- Payback Period
- Net Present Value
- Internal Rate of Return
- Probalility Index
Payback Period (PBP)
 adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali
pengeluaran investasi.
 Semakin cepat payback period maka semakin baik bisnis
tersebut. Untuk menghitung waktu pengembalian investasi di
gunakan rumus
Nilai Investasi
X 1 Tahun
Payback Period = Kas Masuk Bersih

Jika payback period lebih pendek waktunya daripada


maximum payback period, maka usulan investasi diterima.
Net Present Value
Nilai uang sebagai manfaat ekonomi dari usaha
yang diperkirakan akan diterima dimasa akan datang
tidak sama dengan nilai uang yang diterima pada
saat sekarang, karena adanya faktor interest rate
yang besarnya tertentu dan besarnya biaya analisa
sepanjang waktu. Oleh karena itu, dalam studi
kelayakan usaha, unsur waktu dan interest rate
diperhitungkan.
Kriteria penilaian :
NPV > 0 proyek diterima (layak)
NPV < 0 prpyek ditolak (tidak layak)
NPV (i) = ∑( )-{ ∑( )}

NPV (i) = ∑PF t (Bt) - ∑PFt (Ct) dimana t = 1, 2, 3,…, n

 Sedangkan PFt = (1+i)-t adalah faktor nilai sekarang

Dimana,
NPV= Nilai bersih sekarang
Bt = Benefit (aliran kas masuk pada periode t
i = interest (tingkat bunga bank yang berlaku)
t = Periode waktu
(1+i)-t = Discount factor atau faktor nilai sekarang atau (PFt)
Kriteria Rasio Manfaat-Biaya (Benefit Cost
Ratio)

BCR (i) = ∑ (Bt/(1+i)t)

(Co + ∑(Ct/(1+i)t)

Manfaat ekonomis diperoleh apabila BCR>1


Kriteria Internal Rate of Return
(IRR)
 Adalah suatu interest rate (i) yang membuat nilai net
present value (NPV) menjadi nol atau disebut juga
indeks keuntungan
 Kriteria IRR:
Bila IRR > MARR, maka bisnis layak secara ekonomis
Bila IRR < MARR, maka bisnis tidak layak secara
ekonomis
dimana:
MARR=Minimum Atractive Rate of Return
9.5. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis
 Setelah menganalisis aspek bisnis dan hasilnya secara ekonomis dinyatakan
layak, maka selanjutnya menyusun laporan studi kelayaka. Sistematika
laporan studi kelayakan pada umumnya sebagai berikut :

RINGKASAN PROYEK
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Dasar Gagasan Membuka Bisnis Baru / Pengembangan Bisnis
1.2. Nama dan Alamat Perusahaan
1.3. Bidang Usaha
1.4. Bentuk Perusahaan
1.5. Gambaran Perkembangan Perusahaan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN DEWASA INI (untuk perusahaan yang sudah ada)
2.1. Gambaran Umum Perusahaan
2.2. Perizinan
2.3. Aspek Teknis Produksi / Operasi
2.4. Aspek Pemasaran
2.5. Aspek Manajemen
2.6. Aspek Keuangan
BAB III PROYEK YANG DIUSULKAN h. Ukuran Pasar dan pertumbuhannya
3.1. Proyek yang Diusulkan
a. Sifat Investasi i. Pangsa Pasar
b. Jenis Produk j. Gross Profit Margin
3.2. Aspek Teknis 3.4.Aspek Manajemen
a. Sifat Proyek a. Kepemilikan
b. Jenis dan Jumlah Produksi b. Struktur Organisasi
c. Lokasi c. Tim Manajemen
d. Bangunan d. Tenaga Kerja
e. Mesin dan Peralatan 3.5. Aspek Keuangan
f. Layout Proses a. Kebutuhan Dana
g. Proses Produksi b. Sumber Dana
h. Kapasitas Produksi c. Prediksi Pendapatan
i. Bahan Baku dan Bahan Penolong d. Prediksi Biaya
j. Tenaga Kerja e. Prediksi Laba Rugi
3.3. Aspek Pemasaran f. Kriteria Investasi
a. Peluang Pasar
b. Daerah Pemasaran
c. Pasar Sasaran BAB IV KESIMPULAN
d. Volume dan Harga Penjualan LAMPIRAN
e. Masa Hidup Produk
f. Struktur Pasar
g. Persaingan dan Strategi Bersaing
9.6. Evaluasi Dan Persiapan Bisnis Baru
 Sebelum suatu usaha baru dimulai terlebih dahulu harus
disiapkan suatu evaluasi. Suatu rencana usaha yang baik
berisi komponen sebagai berikut :
 Ringkasan pelaksanaan usaha
 Deskripsi usaha
 Produk dan pelayanan yang disajikan
 Analisis industri
 Analisis pasar
 Strategi pemasaran
 Pengelolaan
 Operasi usaha
 Proyeksi keuangan
 Sedangkan agar kita yakin bahwa suatu usaha siap dimulai,
maka hal-hal yang perlu dievaluasi adalah sbb :
1. Evaluasi Ringkasan Pelaksanaan. Berisi gambaran rancangan
singkat tentang jenis usaha maupun produk yang dihasilkan
2. Evaluasi Misi Bisnis. Evaluasi ini mengenai tujuan bisnis,
produk dan jasa yang disediakan, serta filosofi manajemen
bisnis
3. Evaluasi Lingkungan Bisnis. Merupakan identifikasi tentang
kondisi yang dapat mempengaruhi bisnis yang akan didirikan.
4. Evaluasi Produk dan Jasa.
5. Evaluasi Pesaing. Identifikasi nama pesaing bisnis, dan
perbandingan kekuatan&kelemahan bisnis yang dimiliki
dengan pesaing
6. Evaluasi Harga
7. Evaluasi Keunggulan Pesaing. Identifikasi keunggulan bisnis
yang dimiliki dan bagaimana menggunakan keunggulan tsb
untuk bersaing
8. Evaluasi Pasar dan Pemasaran. Identifikasi segmen bisnis, dan
manajemen pemasaran
9. Evaluasi Manajemen dan Personel. Identifikasi tentang
pemilik dan karyawan perusahaan, serta struktur organisasi
10. Evaluasi Mesin dan Peralatan
11. Evaluasi Biaya Awal
12. Evaluasi Pendanaan
13. Evaluasi Break-Even Point
14. Evaluasi Resiko yang Tidak Terkontrol, misalnya teknologi
baru, cuaca, keadaan ekonomi, selera konsumen, pesaing baru,
perang harga
15. Evaluasi Kesimpulan, mengenai layak atau tidak layak suatu
bisnis.
SEKIAN. TERIMA KASIH.