Anda di halaman 1dari 15

Tn.

AB yang secara rutin minum obat atenolol untuk


hipertensinya, harus menjalani operasi di RS. XY

Dokter bedah menghentikan atenololnya karena kuatir terjadi


hipotensi perioperative, tapi dokter tidak mencatatnya dalam
rekam medik.

Pada hari ketiga post op, pasien dipulangkan dengan resep


pulang, tetapi atenolol tidak termasuk yang diresepkan.

Pasien ragu apakah atenolol diteruskan atau tidak.


Ny. YZ, 70 th, dengan riwayat DM tipe 2, masuk UGD karena
jatuh dan menurun kesadarannya. Pasien juga didiagnosis
Pneumonia dan harus dirawat di RS. Saat di UGD pasien
antara lain mendapatkan ceftriaxon inj. dan ranitidin inj

Keesokan harinya pasien dipindahkan ke ruang rawat, dokter


di ruang rawat meresepkan levofloxacin drip, omeprazol inj.
Tanpa melihat obat-obat yang digunakan pasien dari UGD.
 Proses membandingkan obat pasien yang akan
diresepkan dengan semua obat yang sedang
pasien gunakan sebelum masuk rumah sakit
 Mencegah kesalahan obat: omission, duplikasi,

salah dosis, interaksi obat, kontraindikasi.


 Mendapatkan dan memelihara informasi
yang akurat dan lengkap tentang obat
pasien, dan menggunakan informasi tersebut
sepanjang pasien mendapatkan perawatan
untuk menjamin penggunaan obat yang
aman dan efektif
Standar
Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO) KARS
Standar 4:
 EP 5: Rekam medis pasien memuat daftar obat yang sedang

dipakai sebelum dirawat inap dan informasi ini tersedia di farmasi


dan para praktisi pelayanan kesehatan
 EP 6: Resep pertama obat dibandingkan dengan daftar obat

sebelum masuk rawat inap, sesuai prosedur yang ditetapkan


rumah sakit

Standar 4.3:
 EP 3: Informasi obat disimpan dalam rekam medis pasien atau

diselipkan kedalam status pasien saat pemulangan atau


dipindahkan
Rekonsiliasi Obat

Ruang
Perawatan Klinik

ICU
Medication Safety  Patient Safety
 Rekonsiliasi obat saat admisi
 Rekonsiliasi obat saat transfer
 Rekonsiliasi obat saat pasien akan pulang
JENIS DISKREPANSI
 Disengaja, tapi tidak dicatat:
◦ Contoh: Dokter memang bermaksud
menambah/mengganti/ menghentikan obat,
tetapi maksudnya ini tidak dicatat secara jelas.

 Tidak disengaja , salah dalam pencatatan


◦ Contoh: Dokter secara tidak sengaja mencatat
secara salah
 Menelusuri riwayat penggunaan obat pasien sebelum
masuk RS
 Tindaklanjut terapi obat: teruskan, hentikan, tambahkan,
modifikasi regimen obat
 Monitoring terapi (efektivitas dan ESO)
Hal yang perlu diperhatikan:
• Diisi sesuai laporan pasien/keluarga, apakah menggunakan obat atau tidak
menggunakan obat sebelum admisi
• Tabel rekonsiliasi obat BUKAN diisi dengan daftar obat yang diresepkan
(daftar terapi dalam KIO)
• Pengisian formulir rekonsiliasi HARUS lengkap  pilihan menggunakan
obat sebelum admisi, waktu pemberian terakhir dan tindak lanjut belum diisi.
Tabel Rekonsiliasi Obat
yang harus diisi dokter
dalam waktu 1 X 24
jam setelah pasien
dinyatakan rawat inap
 Memastikan informasi yang akurat
tentang obat-obat yang digunakan
 Mengidentifikasi adanya diskrepansi
baik yang disengaja maupun tidak
disengaja
 Mengatasi diskrepansi :
KOMUNIKASI !