Anda di halaman 1dari 31

Atrial Fibrilasi

DEFINISI

Atrial fibrilasi (AF) adalah


suatu aritmia yang
ditandai oleh disorganisasi
dari depolarisasi atrium
sehingga berakibat pada
gangguan fungsi mekanik
atrium.
EPIDEMIOLOGI

Persentase populasi usia lanjut di Indonesia yaitu 7,74%


(pada tahun 2000-2005) menjadi 28,68% (estimasi WHO
tahun 2045-2050)

Di Amerika Serikat diperkirakan 2,3


juta penduduk mengalami Atrial
Fibrilasi dengan >10% berusia
diatas 50 tahun dan diperkirakan
akan terus bertambah menjadi
4,78 juta pada tahun 2035
ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

Berbagai jenis penyakit


jantung struktural dapat
memicu remodelling
KLASIFIKASI

• Berdasarkan waktu presentasi dan durasinya.


KLASIFIKASI
• Kategori FA tambahan menurut ciri-ciri dari pasien.
– FA sorangan (lone)
– FA Valvular
– FA Sekunder

• Berdasarkan kecepatan laju respon ventrikel.


– FA dengan respon ventrikel cepat: Laju ventrikel >100x/
menit
– FA dengan respon ventrikel normal: Laju ventrikel 60-
100x/menit
– FA dengan respon ventrikel lambat: Laju ventrikel <60x/
menit
FA dengan respon ventrikel normal: Laju ventrikel 60- 100x/menit
• FA

FA dengan respon ventrikel cepat: Laju ventrikel >100x/ menit


FA dengan respon ventrikel lambat: Laju ventrikel <60x/ menit
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
POINT PENTING
TATALAKSANA
STRATIFIKASI RISIKO
TATALAKSANA
Alur Penggunaan dan Pemilihan Antitrombotik
TATALAKSANA

Pada fase akut, target laju jantung


FASE AKUT adalah 80-100 kpm dengan
rekomendasi obat intravena yang
dapat digunakan pada kondisi
akut.

Kendali irama dilakukan pada


pasien yang masih simptomatik
walaupun kendali laju telah
optimal.
Farmakoterapi Kendali Laju

Kendali Irama

AMIODARONE
Obat intravena untuk
kardioversi farmakologis
yang tersedia di Indonesia
adalah amiodaron.
Tatalaksana Jangka Panjang

Kendali laju dipertimbangkan


sebagai terapi awal pada
pasien usia tua dan keluhan
minimal (skor EHRA 1). Kendali
irama direkomendasikan pada
pasien yang masih simtomatik
(skor EHRA ≥2) meskipun telah
dilakukan kendali laju optimal.
KENDALI LAJU JANGKA PANJANG

Pada kendali laju longgar, target HR


adalah <110 kpm saat istirahat. Apabila
masih ada keluhan maka ditingkatkan
menjadi <80 kpm
KENDALI IRAMA JANGKA PANJANG

• Strategi ini dipilih pada pasien yang masih mengalami


simptom meskipun terapi kendali laju telah dilakukan secara
optimal. Pilihan pertama untuk terapi dengan kendali irama
adalah memakai obat antiaritmia. Obat antiaritmia yang ada
di Indonesia untuk kardioversi farmakologis adalah
amiodaron dan propafenon.
• Namun amiodaron dalam penggunaan jangka panjang
mempunyai efek toksik.
• Propafenon tidak boleh diberikan pada pasien dengan
penyakit jantung koroner atau gagal jantung sistolik.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN ANAMNESIS

Nama : Ny. H
Umur : 80 tahun RPD: DM (+), HT (+), PJK (+)
Jenis Kelamin : Perempuan
No. CM : 133769
Alamat : Mulyosari
Tgl. Masuk RS : 5 Maret 2019 RPO:
Tgl. Pemeriksaan : 5 Maret 2019 Aspilet 1 x 80 mg
Amlodipine 1 x 5 mg
Bisoprolol 1 x 2,5 mg
ANAMNESIS Valsartan 2 x 80 mg
Nitrogliserin 1 x 2,5 mg
Keluhan Utama: Berdebar-debar

RPS:
Pasien datang dengan berdebar-debar yang RPK:
dialami sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit.
Tidak ada anggota keluarga pasien yang
Awalnya pasien sedang melakukan aktivitas
menyapu rumah, kemudian tiba-tiba merasa mengalami keluhan yang sama dengan
jantungnya berdetak lebih kencang. Pasien juga pasien.
mengeluh saat ini merasa pusing, sedikit sesak
dan mudah lelah jika beraktivitas berat. Tidak ada
keluhan sakit kepala, nyeri dada, mual dan 21
muntah. Keluhan pandangan kabur dan
berkunang-kunang disangkal, keluhan bengkak di
seluruh tubuh ataupun bengkak di kaki disangkal.
TANDA VITAL
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : normocephali
Mata : konjungtiva palpebral inferior pucat (-/-), sklera
ikterik (-/-)
Telinga : normotia, serumen (-/-)
Hidung : NCH (-), sekret (-)
Mulut : sianosis (-), mukosa bibir lembab (+)
Leher : pembesaran KGB (-), JVP R-2 cmH2O

Thorax anterior
Inspeksi : Simetris, retraksi (-), deformitas (-)
Palpasi : SF kanan = SF kiri
Perkusi : Sonor (+/+)
Auskultasi : Ves (+/+), rh (+/+), wh(-/-)

Thorax posterior
Inspeksi :Simetris, deformitas (-)
Palpasi :SF kanan = SF kiri
Perkusi :Sonor (+/+)
Auskultasi :Ves (+/+), rh (+/+), wh(-/-)
Inspeksi:
Ictus cordis tak
tampak
Palpasi:
Ictus teraba di ICS V 4
jari lateral midclavikula
Batas jantung atas ICS sinistra
III linea midclavikula
sinistra

Batas jantung kiri di ICS


V midclavikula sinistra
Auskultasi:
Bunyi jantung I>II,
Batas jantung kanan di irregular (+), bising (-)
ICS IV linea
parasternalis dekstra
Abdomen
Inspeksi : simetris, distensi (-)
Auskultasi: peristaltik (+), Normal
Palpasi : soepel, nyeri tekan (-), hepar/lien/renal tidak teraba
Perkusi : timpani

Ekstremitas:
Ekstremitas superior : sianosis (-/-), edema (-/-), pucat (-/-),
akral dingin (-/-), parese (-/-), CRT < 2 detik
Ekstremitas inferior : sianosis(-/-), edema (-/-), pucat (-/-),
akral dingin (-/-), parese (-/-), CRT < 2 detik
EKG 5 MARET 2019
EKG
Rithme : Bukan Sinus
Rate : 120 Kali/Menit, Ireguler
Axis : Normoaxsis
AV-Block : Tidak ada
P Wave : Tidak ada
Hipertrofi : Tidak ada
Infark/Iskemik : Tidak ada
LAB DAN FOTO THORAX

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal


Darah rutin:
6.800 UL 3.500-10.000
Leukosit
13,7 g/dl 11-16,5
Hemoglobin
43,7 % 35-50
Hematokrit
278.000 UL 150.000-390.000
Trombosit
19 mm 0-20
LED
Fungsi Ginjal:
19,5 mg/dl 10-50
Urea
0,68 mg/dl P: 0,5-1,0
Creatinin
Fungsi Hati:
13,2 mg/dl P: <36
SGOT
16,1 mg/dl P: < 52
SGPT
Elektrolit:
149,3 mmol/L 133-153
Natrium
4,25 mmol/L 3,4-5,3
Kalium
107,26 mmol/L 98-113
Klorida
9,49 mmol/L 8,8-10,4
Calsium

LAB Tanggal 06/03//19 THORAX 5/3/19


1. Atrial Fibrilasi Rapid Ventrikular Respone EHRA-II
2. CHF Fc NYHA I/II ec dd/
DIAGNOSA
- CAD
- FA
- Cardiomiopati

TATALAKSANA

Terapi :
O2 Nasal canul 2-4 L/i
IVFD RL 7 tpm
Inj. Furosemid 1 amp
Inj. Amiodarone 150 mg dalam NaCl 0,9 % 100 cc habis dalam 1 jam
Lanjut Inj. Amiodarone 300 mg dalam NaCl 0,9 % 50 cc habis dalam 6 jam

Monitoring : Keadaan umum, kesadaran, tanda vital, urine output.


EVALUASI

EKG pasien 1 jam setelah drip amiodarone


EVALUASI

EKG pasien Tanggal 7 Maret 2019


TERIMAKASIH