Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

ASDIANTI
A. ANNISA AMALYA AZZAHRA
NURMIATI
I GUSTI MADE SURYADANA
AWALUDDIN
FISIOLOGI TUMBUHAN
“HORMON GIBERELIN”
A. PENGERTIAN HORMON
senyawa organik yang dihasilkan oleh tanaman sendiri,

Hormon tanaman didefinisikan sebagai senyawa organik


bukan nutrisi yang aktif dalam jumlah kecil yang harus dapat ditraslokasikan
disintesiskan pada bagian tertentu dari tanaman dan pada
umumnya diangkut ke bagian lain tanaman dimana zat
tersebut menimbulkan tanggapan secara biokimia, fisiologis
dan morfologis tempat sintesis dan kerja berbeda

Menurut definisi tersebut hormon tanaman harus memenuhi


beberapa syarat berikut, yaitu :
.
aktif dalam konsentrasi rendah
B. PENGERTIAN HORMON GIBERELIN

• Dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan  hormon merupakan factor internal yang berpengaruh
dalam kelangsungan hidup suatu tumbuhan. giberelin merupakan turunan ent-giberelin.Giberelin (GA)
merupakan hormon yang dapat ditemukan pada hampir semua seluruh siklus hidup tanaman. Hormon ini
mempengaruhi perkecambahan biji, batang perpanjangan, induksi bunga, pengembangan anter,
perkembangan biji dan pertumbuhan pericarp. Selain itu, hormon ini juga berperan dalam respon
menanggapi rangsang dari melalui regulasi fisiologis berkaitan dengan mekanisme biosntesis GA.
• Giberelin pada tumbuhan dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan
giberelin nonaktif.
C. SEJARAH PENEMUAN HORMON GIBERELIN

Giberelin pertama kali ditemukan pada tahun 1926 oleh seorang ahli penyakit tanaman dari jepang bernama E.
Kurosawa. Hormon ini diisolasi dari jamur Gibberella fujikuroi yang merupakan parasit dari tanaman padi. Tanaman
tersebut sering tak mampu menopang dirinya sendiri dan akhirnya mati karena kelemahan ini dan kerusakan oleh parasit.
Sejak Tanya penyakit tahun 1890-an orang Jepang menyebutnya penyakit bakanae (kecambah tolol). Pada tahun 1926,
beberapa ahli patologi tumbuhan mendapatkan bahwa ekstrak cendawan tersebut yang disemprotkan ke tanaman padi
menimbulkan gejala yang sama dengan endawan itu sendir. Hal itu menunjukkan bahwa bahan kimia tertentu
menimbulkan penyakit tersebut .
Pada tahun 1930-an, T yabuta dan T hayasi memisahkan satu senyawa aktif dari cendawan tersebut, yang mereka
namakan giberelin. Hingga tahun 1990 telah ditemukan 84 jenis giberelin pada berbagai jenis cendawan dan tumbuhan.
dari jumlah itu, 73 jenis berasal dari tumbuhan tingkat tinggi, 25 jenis daricendawan giberella dan 14 dari keduannya.
Hormon giberelin secara alami terdapat pada bagian tertentu tumbuhan yaitu pada buah dan biji saat berkecambah.
Giberelin pertama kali ditemukan pada tumbuhan sejenis jamur Giberella fujikuroi (Fusarium moniliformae) oleh
F.Kurusawa, seorang berkebangsaan Jepang di tahun 1930-an. Ketika itu, ia sedang mengamati penyakit Banane pada
tumbuhan padi. Padi yang terserang oleh sejenis jamur memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga batangnya mudah
patah. Jamur ini kemudian diberi nama Gibberella fujikuroi yang menyekresikanzat kimia bernama giberelin.
Giberelin ini kemudian diteliti lebih lanjut dan diketahui banyak berperan dalam pembentukan bunga, buah, serta
pemanjangan sel tumbuhan. Kubis yang diberi hormon giberelin dengan konsentrasi tinggi, akan mengalami pemanjangan
batang yang mencolok.
D. KARAKTERISTIK KIMIA GIBERELIN

Giberelin termasuk senyawa isoprenoid


dan merupakan diterpen yang disintesis
dari unit-unit asetat yang berasal dari
asetil-KoA melalui jalur asam mevalonat
senyawa isoprene  memiliki 5 atom
karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat
bergabung menghasilkan monoterpene
(C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene
(C-20), dan triterpene (C-30). 

Giberelin merupakan hormon yang berfungsi


sinergis (bekerja sama) dengan hormon auksin.
Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan
Gambar. Struktur GA3 dan perkecambahan embrio. Giberelin akan
Semua molekul giberelin mengandung ‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat merangsang pembentukan enzim amilase. Enzim
dikelompokkan mejadi dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu tersebut berperan memecah senyawa amilum yang
yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C. Sedangkan berdasarkan terdapat pada endosperm (cadangan makanan)
posisi gugus hidroksil dapat dibedakan menjadi gugus hidroksil yang berada menjadi senyawa glukosa.Glukosa merupakan
di atom C nomor 3 dan nomor 13. Penelitian lebih lanjut juga menemukan sumber energi pertumbuhan. Apabila giberelin
beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi seperti giberelin tetapi tidak diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan
memiliki ‘Gibban Skeleton’. Semua giberelin dengan 19 atom adalah asam tumbuh normal kembali.
monokarbosiklik yang mengandung grup COOH pada posisi 7 dan
mempunyai sebuah laktonering. 
E. PERANAN HORMON GIBERELIN
Pembungaan Stimulasi aktivitas kambium dan xylem
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah Beberapa penelitian membuktikan bahwa aplikasi
dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya penelitian giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan xylem.
yang dilakukan oleh Henny (1981), pemberian GA3 pada Pemberian giberelin memicu terjadinya differensiasi
tanaman Spathiphyllum mauna. Ternyata pemberian xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi pemberian
GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik
minggu perlakuan. pada xylem. sedangkan pemberian auksin saja tidak
Genetik Dwarsfism memberikan pengaruh pada xylem.
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil yang 01 Dormansi
disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyemprotan Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa istirahan
giberelin pada tanaman yang kerdil bisa mengubah pada tanaman. Proses dormansi merupakan proses
tanaman kerdil menjadi tinggi. Sel-sel pada tanaman yang komplek dan dipengaruhi banyak faktor. Penelitian
keril mengalami perpanjangan (elongation) karena yang dilakukan oleh Warner menunjukkan bahwa
pengaruh giberelin. Giberelin mendukung 05 02 aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease,
perkembangan dinding sel menjadi memanjang. amulase, dan proteasi pada endosperm biji. Fase akhir
dormansi adalah fase perkecambahan, giberelin
Pematangan Buah
perperan dalam fase perkecambahan ini seperti yang
Proses pematangan ditandai dengan perubahan tektur,
telah dijelaskan di atas.
warna, rasadan aroma. Pemberian giberelin dapat
memperlambat pematangan buah. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa aplikasi giberelin pada buah tomat
dapat memperlambat pematangan buah.
Perkecambahan 04 03
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan endosperm. Di
dalam endoperm terdapat pati yang dikelilingi oleh
lapisan yang dinamakan ‘aleuron’. Pertumbuhan embrio
tergantung pada ketersediaan nutrisi untuk tumbuh.
Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim
amilase yang akan merubah pati menjadi gula sehingga
dapat dimanfaatkan oleh embrio.
F. PENGARUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

Fungsi hormon giberelin dapat Fungsi hormon giberelin dapat


dirangkum sebagai berikut: dirangkum sebagai berikut: Pengaruh Giberelin pada Pertumbuhan
•Menyebabkan tanaman berbunga •Menyebabkan tanaman berbunga Batang. Giberelin seperti halnya auksin
sebelum waktunya. memegang peranan penting dalam
sebelum waktunya. pertumbuhan batang, namun dapat
•Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi. •Menyebabkan tanaman tumbuh
menyebabkan pertumbuhan batang menjadi
•Memacu aktivitas cambium. tinggi. terlalu panjang. Sebaris tanaman jagung
•Menghasilkan buah yang tidak berbiji. •Memacu aktivitas cambium. kerdil yang dapatdibuatsupayatumbuh
•Membantu perkecambahan biji. •Menghasilkan buah yang tidak seperti jagung biasa dengan memberinya
berbiji. giberelin berkali-kali. Anehnya, pertumbuhan
•Membantu perkecambahan biji. jagung biasa tidak dapat ditingkatkan
dengan giberelin.
G. BIOSINTESIS HORMON GIBERELIN

Giberelin adalah senyawa organik yang sangat penting dalam


proses perkecambahan suatu biji karena bersifat pengontrol
perkecambahan.Giberelin dibutuhkan untuk pembebasan α-
amilase yang menghasilkan hidrolisis tepung dan
perkecambahan. Adapun respon positif terhadap giberelin terjadi
dalam kisaran konsentrasi yang luas, bahkan kandungan
giberelin yang tinggi tidak bersifat racun. Penggunaan giberelin
dapat mempengaruhi besarnya organ tanaman melalui proses
pembelahan dan pembesaran sel. Keutamaan sintesis goberelin
pada tanaman tingkat tinggi adalah meristematik daun,akar dan
perkecambahan. Giberelin sebagai zat pengatur tumbuh pada
tanaman sangat perbengaruh sifat genetik, perkecambahan dan
aspek fisiologis lainnya. Selain itu giberelin mempunyai peranan
dalam mendukung pembentukan RNA baru serta sintesa protein.

Giberelin aktif untuk merangsang perkembangan


sel serta dapat meningkatkan hasil
tanaman. Perendaman giberelin selain
menambah tinggi tanaman juga menambah luas
daun yang berarti terdapat peninggatan aktivitas
fotosintesa. Biosintesis Giberelin Acid terutama
berlangsung dalam tunas, daun dan akar.
H. METABOLISME GIBERELIN
Giberelin adalah senyawa isoprenoid,khususnya berupa di terpen yang di sintesis dari
unit asetad asetil Koenzim A melalui lintasan  asam mevalonat yaitu senyawa 20-
karbon,bertindak sebagai donor bagi semua atom karbon  pada giberelin. Senyawa itu di
ubah menjadi kapalilpiro fosfat   yang memiliki system 2 cincin.dan  senyawa terahir
tersebut kemudian di ubah menjadi kauren yang mempunyai system Empat
cincin.perubahan kauren lebih lanjut di sepanjang lintasan meliputi oksidasi yang terjadi
di retikulum endosplasma,menghasilkan senyawa antara kaurenol(jenis alkohol),kaurenal
(jenis aldehid)dan asam kaurenoadsetiap senyawa teroksidasi lebih lanjut.

Bagian tumbuhan yang menghasilakan giberelin


adalah organ tempat ditemukannya giberelin
tapi bisa jadi giberelin tersebut dipindahkan dari
organ lain. Organ tumbuhan yang paling tinggi
adalah biji. Ekstrak-eksrak bebas sel dari biji
beberapa spesies dapat mensintesis giberelin.
Hasil giberelin biji yang paling banyak
didapatkan dari hasil biosintesis.
I. PEMACUAN PERTUMBUHAN TUMBUHAN UTUH
OLEH GIBERELIN 

 Diantara hormon tumbuhan yang di kenal giberelin mempunyai kemampuan kemammpuan khusus memecu
pertumbuhan tumbuhan utuh pada banyak spesies,terutama tumbuhan kerdil atau tumbuhan dwitahunan yang
berada dalam fase roseta.giberelin biasanya lebih banyak mendorong pemanjangan batang utuh dari pada
potongan batang sehingga efeknya berlawanan dengan  efek auksin.

 Demontrasi pemanjangan yang di sebabkan pertubuhan oleh suatu bahan larut dalam eter yang di ekstrak  dari
biji kacang kacangan,yang di lakukan petama kali oleh Jhon W Mitchell, dan beberapa kawan nya(1957)  mereka
tidak begitu yakin tentang apa yang menyebabakan pemacuan pertumbuhan yang tidak lazim tersebut,namun
berhasil menunjukkan bahwa IAA buksnlah dengan penyebabanya,sekarang kita mengetahui bahwa biji kacang
kacangan terdapat banyak Giberelin.

 Sebagian besar tumbuhan dikotil dan beberapa monokotil memberikan respons dengan cara tumbuh lebih cepat
ketika di beri perlkuan giberelin,namun beberapa spesies,dari suku pinaceae memperhatikan sedikit respons
pertumbuhan terhadap GA3atau tidak tidakada respon sama sekali,sebaliknya tumbuhan tersebut menunjukkan
respons yang baik terhadap camputan GA4 dan GA7.
J. MACAM-MACAM GIBERELIN

Semua giberelin yang ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok


terpinoid terbentuk dari unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene
ini dapat bergabung menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15),
diterpene (C-20)dan triterpene (C-30). Asam diterpenoid disintesis melalui jalur terpenoid
dan dimodifikasi di dalam retikulum endoplasma dan sitosol sampai menjadi senyawa
yang aktif.
Semua molekul giberelin mengandung ‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat
dikelompokkan mejadi dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang
mengandung 19 atom C dan 20 atom C. Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil
dapat dibedakan menjadi gugu hidroksil yang berada di atom C nomor 3 dan nomor 13.
Penelitian lebih lanjut juga menemukan beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi
seperti giberelin tetapi tidak memiliki ‘Gibban Skeleton’.
K. EFEK SAMPING BURUK GIBERELIN

Secara teori giberelin berfungsi untuk merangsang perpanjangan dan pembelahan


sel-sel tanaman. Dari kedua fungsi tersebut giberelin akan mempunyai respon pada
tanaman menunda pematangan buah alias memperlama proses pematangan
sehingga buah tidak cepat rontok. Fungsi tidak cepat merontokkan ini yang akan kita
gunakan untuk memperlama bunga jantan pada tanaman padi bertahan pada
malainya. Semakin lama tepung sari dan putik bisa bertahan pada malai secara
otomatis proses perkawinan tanaman (pembungaan) akan semakin lama.
 
01
KESIMPULAN
80%

Zat pengatur tumbuh tanaman yang dihasilkan


oleh tanaman disebut fitohormon, sedangkan
yang sintetik disebut zat pengatur tumbuh
tanaman sintetik. Giberelin (GA) merupakan 
hormon yang dapat ditemukan pada hampir 02
semua seluruh siklus hidup tanaman. Hormon
ini mempengaruhi perkecambahan biji, batang
perpanjangan, induksi bunga, pengembangan 60%
anter, perkembangan biji dan pertumbuhan
pericarp. Fungsi giberelin pada tanaman
sangat banyak dan tergantung pada jenis
giberelin yang ada di dalam tanaman tersebut.

03

40%
THANK YOU FOR YOUR ATTENTION