Anda di halaman 1dari 21

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

• Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan berat kering


dari suatu tanaman atau bagian tanaman.
• Pertumbuhan yang dibatasi sebagai pertambahan berat kering sangat
bermanfaat penerapannya dalam fisiologi tanaman.
• Pembelahan sel menghasilkan sel baru, yang ukurannya lebih besar dan lebih
kompleks. Sel mengalami perubahan dngan cara yang berbeda-beda,
menghasilkan tumbuhan dewasa yang tersusun dari berbagai jenis sel. Proses
spesialisasi sel ini disebut diferensiasi, dan pertumbuhan serta diferensiasi sel
menjadi jaringan, organ, dan organisme sering disebut perkembangan atau
morfogenesis (morpho: bentuk dan genesis: asal).
• Melalui perkembangan (morfogenesis) tumbuhan mengubah bentuk dirinya
dari sebuah telur yang dibuahi menjadi sebatang pohon yang kokoh.
• Produksi tanaman biasanya lebih akurat dinyatakan dengan ukuran bahan
kering daripada dengan ukuran berat segar, di mana berat segar bersifat tidak
stabil.
PERTUMBUHAN
• Pertumbuhan yang didasari pada pertambahan berat kering
memiliki kelemahan, jika diterapkan pada perkecambahan,
karena biji yang sedang berkecambah berat keringnya tidak
bertambah bahkan mulai berkurang.
• Demikian juga jika pertumbuah didasarkan pada pertambahan
ukuran morfologi tanaman, karena tanaman yang mengalami
etiolasi dapat saja bertambah ukuran morfologinya akan tetapi
berat keringnya tidak bertambah.
• Berdasarkan hal tersebut di atas, maka pengukuran
pertambahan biasanya digunakan gabungan antara berat
kering dengan pertumbuhan morfologi.
PERTUMBUHAN
• Menurut Gardner et al. (1991), pertumbuhan berlangsung
secara terus menerus selama daur hidup tumbuhan dan
bergantung pada:
 Tersedianya meristem
 Tersedianya fotosintat
 Tersedianya hormon dan substansi pertumbuhan lainnya
 Faktor lingkungan mendukung
PERTUMBUHAN
• Secara empiris, pertumbuhan-pertumbuhan tanaman
dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi dari interaksi
genotipe dengan lingkungan. Jika dirumuskan diperoleh
sebagai berikut: Pertumbuhan = f (Faktor pertumbuhan
internal X faktor pertumbuhan eksternal).
• Ada ciri-ciri tertentu dimana pertumbuhan ditentukan
oleh faktor genetik, sedangkan ada ciri tertentu pula
dimana pertumbuhan ditentukan oleh lingkungan.
Adapun tingkat pengaruh masing-masing bergantung
pada ciri-ciri tersebut.
• Ahli tanaman pada umumnya mendefinisikan pertumbuhan
dengan pertambahan berat kering dari suatu tumbuhan. Hal
ini disebabkan karena pertumbuhan pada dasarnya meliputi
proses diferinsiasi, yang memberikan kontribusi yang nyata
terhadap penimbunan bahan kering.
• Penimbunan bahan kering umunya digunakan sebagai
petunjuk yang memberikan ciri pertumbuhan karena
biasanya mempunyai kepentingan ekonomi yang besar.
• Sejumlah petunjuk lain yang juga berhubungan dengan itu
seperti, tinggi tanaman, volume dan luas daun juga dapat
digunakan.
PERTUMBUHAN
• Sampai saat ini, ahli ilmu tanaman memberikan
beberapa cara untuk mengukur suatu
pertumbuhan pada tanaman. Pertumbuhan dapat
diukur dari aspek morfologi dan aspek fisiologi.
• Aspek morfologi yang dapat diukur yaitu: tinggi
tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah
cabang, luas daun, jumlah bungan, jumlah biji,
volume akar, panjang akar, diameter batang dan
lain-lain.
PERTUMBUHAN TINGKAT TANAMAN
• Peristiwa yang terjadi pada sistem tanaman dapat
dimulai dari perkembangan bagian tanaman lain seperti
setek, setelah bagian tanaman ditanam, maka substrat
yang terdapat di dalamnya (karbohidrat, lemak dan
protein) akan mengalami perombakan secara enzimatik
untuk mendukung aktivitas embrio atau tunas
membentuk bakal tanaman yang kemudian
membentuk organ utama tanaman, seperti batang,
daun dan akar.
PERTUMBUHAN TINGKAT TANAMAN
• Setelah substrat pada biji/setek habis digunakan,
penyediaan substrat selanjutnya sangat bergantung
pada kemampuan tanaman untuk menghasilkan
fotosintat dari proses fotosintesis.
• Untuk mencapai hasil fotosintesis maksimum, maka
diperlukan dukungan unsur hara yang sebagian besar
diserap oleh tanaman melalui akar. Dalam keadaan
seperti di atas, maka tanaman memiliki kemampuan
untuk mengatur sintesis dan perombakan bahan untuk
mempertahankan kehidupan yang lebih baik.
LOKASI PERTUMBUAHAN
• Pertumbuhan dapat terjadi baik pada tingkat sel, jaringan,
organ maupun organisme. Pada tingkat sel pertambahan
materi hidup mengakibatkan pertumbahan ukuran sel
selanjutnya akan mengalami pembelahan. Namun demikian,
pembesaran dan pembelahan sel tidak selamanya terjadi
pada semua makhluk hidup.
• Pada tanaman, pembelahan dan pembesaran sel terjadi pada
embryonik, yaitu pada titik tumbuh.
• Pola pertumbuhan antar tanaman yang bertipe determinat
dengan tanaman indeterminat sesungguhnya relatif berbeda
dalam pola pertumbuhannya.
• Pola pertumbuhan pada suatu generasi secara khas dicirikan
oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut kurva sigmoid.
Jangka waktunya mungin bervariasi hanya beberapa hari
sampai beberapa tahun, tergantung pada organismenya atau
organ tanaman itu sendiri.
• Namun demikian, pola sigmoid merupakan pola umum
pertumbuhan untuk seluruh organisme, organ, jaringan dan
bahkan penyusun sel. Apabila biomassa tumbuhan (berat
kering), volume, luas daun, tinggi atau besarnya penimbunan
fotosintat digambarkan terhadap waktu.
• Pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman tergantung pada jenis
tanaman dan interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan tempat
tumbuh.
• Pada tanaman determinat memiliki pola pertumbuhan dan
perkembangan yang berbeda dengan tanaman yang bersifat
indeterminat. Dalam menelaah pola pertumbuhan dan perkembangan
tanaman maka ada 2 aspek yang harus dikaji, yaitu: (1) aspek morfologi
dan anatomi dan (2) aspek fisiologi dan biokimia.
• Pada aspek morfologi dan anatomi, dapat dikaji perubahan-perubahan
struktur yang terjadi dan terlihat selama proses pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Sedangakan proses fisiologi dan biokimia
sangat menentukan perubahan morfologi suatu organisme sehingga
aspek fisiologi dan biokimia merupakan aspek yang sangat penting
dalam memahami pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
• Pola aspek morfologi dan anatomi, dapat dikaji
perubahan-perubahan struktur yang terjadi dan terlihat
selama proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Sedangkan proses fisiologi dan biokimia
sangat menentukan perubahan morfologi suatu
organisme sehingga suatu aspek fisiologi dan biokimia
merupakan aspek yang sangat penting dalam
memahami pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Gambar 1. Kinetika Pertumbuhan Tanaman Semusim
Gambar 1. Kinetika Pertumbuhan Tanaman Tahunan
• Pertumbuhan tanaman dapat terjadi pada 3 fase, yaitu fase
lambat, fase cepat dan fase lambat yang cenderung menurun.
Setiap jenis tanaman mengalami ketiga fase tersebut secara
bervariasi terutama interkasinya dengan lingkungan tempat
tumbuh.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman yaitu: (1) Faktor internal yaitu suatu
faktor genetik yang dimiliki oleh tanaman dan faktor tersebut
mampu mengontrol pertumbuhan dan perkembangan
tanaman; (2) faktor eskternal yaitu faktor luar yang mampu
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Faktor ini bisa
berasal dari tanah, iklim, maupun biologi maupun
pengelolaan tanaman.
• Pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada dasarnya
merupakan pengaruh interaksi antara faktor genetik dengan
faktor lingkungan.
• Potensi genetik suatu tanaman tidak akan optimal selama
tidak memperoleh lingkungan yang kondusif. Sebaliknya
lingkungan tidak memberikan pengaruh yang nyata jika
potensi genetik tidak dimiliki oleh tanaman tersebut.
• Contoh tanaman kedelai yang diintroduksi dari negara lain,
setelah sampai di Indonesia memberikan hasil yang lebih
rendah dibandingkan dengan negara asalnya. Hal ini
disebabkan oleh faktor lingkungan di Indonesia, khsusunya
iklim tidak sesuai dengan kebutuhan optimum tanaman
sehingga hasilnya rendah walaupun potensi genetiknya tinggi.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FASE VEGETATIF
• Pertumbuhan vegetatif misalnya daun, batang dan tunas
sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fotosintat dari
tanaman itu sendiri. Walaupun demikian, biji baru
tumbuh, membutuhkan energi dari hasil respiasi biji untuk
mendukung pertumbuhan daun, batang maupun tunas
sebelum daun dapat mensuplai kebutuhannya melalui
fotosintesis.
• Jika daun telah berkembang sempurna, hasil fotosintesis
sudah dapat memenuhi kebutuhan tanaman muda, maka
perana endosperm atau kotiledon sudah berakhir.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FASE GENERATIF
Pembungaan
• Pembungaan pada tanaman budidaya dan peristiwa
reproduktif yang mengikutinya sampai selesai
pertumbuhan biji dan masaknya butir biji harus terjadi
pada waktu-waktu yang tepat selama musim
pertumbuhan.
• Hal ini dapat tercapai karena melakukan penyesuaian-
penyesuaian termasuk dormansi, vernalisasi, dan respon
terhadap panjang hari.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FASE GENERATIF
• Pada beberapa tanaman memiliki fase juvenil yang
mana tanaman selalu muda untuk berbunga dan
oleh karena itu tak peka terhadap kondisi lingkungan
yang kelak akan merangsang pembungaan.
• Pada tanaman yang memiliki fase juvenil biasanya
terkait pada pembentukan buku minimum dan
sebelum jumlah ini tercapai atau terlampaui
tanaman tetap tak peka terhadap vernalisasi dan
fotopriode.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FASE GENERATIF

• Banyak tanaman terutama yang ditanam di


daerah iklim sedang mensyaratkan suatu
periode keterbukaan terhadap suhu dingin
sebelum mereka siap berbunga.
• Karena alasan ini padi-padian musim dingin dan
tanaman-tanaman lain yang mensyaratkan
periode vernalisasi ini tidak dapat ditanam di
daerah sub tropis maupun daerah tropis.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FASE GENERATIF
• Suhu dan panjang hari merupakan faktor lingkungan
yang paling banyak mengendalikan induksi bunga.
• Kedelai dan kacang tanah merupakan contoh
tanaman yang mensyaratkan hari-hari panjang dan
hari pendek untuk perkembangan bunga dan inisiasi
bunga.