Anda di halaman 1dari 18

PERTUMBUHAN DAN

PERKEMBANGAN
TANAMAN (Lanjutan)
PEMBENTUKAN BIJI
•Tanaman yang berbiji biasanya membentuk
biji setelah memasuki fase generatif.
•Setelah terbentuk bunga, periode antesis
merupakan tahapan yang sangat kritis selama
perkembangan reproduktif.
•Fase ini membutuhkan kondisi lingkungan
yang mendukung pembentukan biji.
PEMBENTUKAN BIJI
• Beberpa tanaman tropik menyerbuk sendiri misalnya sorgum,
kacang tunggak, kedelai,kacang tanah dan tembakau sangat
peka terhadap pengaruh lingkungan, terutama lingkungan
iklim.
• Faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan
biji, yaitu panjanghari, intensitas cahaya, suhu dan
kelembaban.
• Demikian juga dengan tanaman yang menyerbuk silang
seperti jagung dan padi-padian juga sangat terpengaruh oleh
faktor lingkungan, yang meliputi iklim, khususnya cahaya
pada saat antesis dan pembungaan.
PEMBENTUKAN BIJI
• Penentuan jumlah biji merupakan fenomena yang sangat kompleks
yang sampai saat ini belum bisa dipahami secara jelas.
• Akan tetapi beberapa bukti menggambarkan bahwa jumlah biji yang
terbentuk sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan,
persaingan memperoleh fotosintat dan ketersediaan fotosintat secara
keseluruhan.
• Misalnya saja pada tanaman kedelai biji yang terbentuk maksimal
empat karena sifat genetiknya seperti itu.
• Akan tetapi kenyataannya bisa saja hanya 1, 2 atau 3 karena suplai
fotosintat yang tidak cukup sehingga terjadi persaingan antar biji
untuk memperoleh fotosintat.
PEMBENTUKAN BIJI
•Biji yang tidak memperoleh suplai fotosintat
yang cukup biasanya gagal membentuk buah
yang baik.
•Kalaupun terbentuk maka kondisinya tidak
normal biasanya keriput atau tidak normal
ukurannya, misalnya kecil dan bentuknya tidak
normal.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BIJI
• Pertumbuhan dan perkembangan biji yang terbuahi dapat dibagi
dalam tiga fase seperti pada tanaman jagung tropik (Gardner,
1991). Adapun fase tersebut yaitu:
1) Fase lambat: dimana pertumbuhan pada saat itu berlangsung
lebih lambat dan pertumbuhan pada fase lambat menanggung
kira-kira 10% pertumbuhan biji.
2) Fase pertumbuhan linear: Pada fase pertumbuhan ini biji
tumbuh lebih cepat dan menanggung 10-90% berat kering
akhir dari suatu biji.
3) Fase akhir: Fase ini termasuk fase lambat karena pada fase ini
laju pertumbuhan biji berjalan lambat seperti halnya pada fase
awal pertumbuhan biji.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
1. Tanaman Tipe Determinat
• Tanaman yang bersifat determinat mengakhiri
pertumbuhan vegetatifnya dengan terbentuknya organ
generatifnya misalnya padi, jagung, pisang, gandum.
• Pada saat terbentuk bunga maka tidak terbentuk lagi
daun-daun baru sehingga aliran fotosintat sebagian
besar dialirkan untuk pembentukan dan
penyempurnaan organ generatif.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
1. Tanaman Tipe Determinat
• Sumber asimilat sebagian besar berat kering dalam biji padi-
padian dan tanaman lainnya berasal dari asimilat yang
dihasilkan setelah pembungaan.
• Oleh karena itu hasil biji bergantung pada ukuran dan
efisiensi pemanfaatan asimilat yang ada setelah pembungaan.
• Bahagian kering yang dihasilkan dan yang disimpan dalam
biji, dan lamanya periode berlangsungnya proses tersebut.
Oleh karena itu asimilat untuk produksi biji sebagian besar
berasal dari fotosintat setelah pembungaan.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
2. Tanaman Tipe Indeterminat
• Sifat pertumbuhan tanaman yang bersifat indeterminat yaitu
pertumbuhan vegetatif tetap berlangsung walaupun telah memasuki
fase generatif. Misalnya kelapa, tetap terjadi pertumbuhan daun yang
pesat walaupun telah berbuah.
• Pada tanaman indeterminat termasuk beberapa jenis legum dan
beberapa tanaman kapas sebagian fotosintat yang dihasilkan setelah
pembungaan lebih condong digunakan untuk membentuk daun-daun
baru daripada untuk pemanfaatan pada bagian reproduktif.
• Terdapat persaingan antara bagian vegetatif dan bagian generatif
dalam memperoleh fotosintat.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
2. Tanaman Tipe Indeterminat
• Sebagian besar asimilat-asimilat dalam biji kebanyakan
tanaman legum berasal dari daun yang terdapat dalam
buku yang sama.
• Kontribusi karbohidrat dari suatu daun yang jauh
terhadap organ generatif relatif sangat kecil
dibandingkan dengan daun yang lebih dekat, walaupun
tidak semua kebutuhannya dipenuhi dari daun yang
lebih dekat.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
2. Tanaman Tipe Indeterminat
• Selain itu diperoleh juga informasi bahwa daun yang berada
dalam cabang yang sama ternyata memasok fotosintat pada
cabang yang sama.
• Walaupun demikian, jika daun yang dekat dengan daerah sink
(buah, biji, dll) dihilangkan, maka daun yang jauh dapat
menggantikan daun yang hilang tadi untuk mensuplai fotosintat.
• Ada bukti bahwa pada tanaman sorgum, kacang tunggak, kacang
keker, dan tanaman kapas tandan bunga secara nyata
menyumbang fotosintat untuk perkembangan biji maupun buah.
BEBERAPA TIPE PERTUMBUHAN TANAMAN
3. Tanaman Tipe Semi Determinat
• Tanaman yang bersifat semi determinat sesungguhnya
merupakan sifat antara determinat dengan indeterminat.
• Tanaman yang memiliki sifat seperti ini walaupun telah memasuki
fase generatif, akan tetapi masih terjadi pertumbuhan vegetatif,
walaupun pertumbuhan vegetatifnya lebih kecil.
• Contohnya beberapa varietas tanaman tomat, beberapa varietas
tanaman kedelai, misalnya varietas Orba.
• Demikian juga tanaman semangka, melom, timun, gambas dan
beberapa jenis tanaman lainnya termasuk semi determinat.
RETRANSLOKASI FOTOSINTAT
• Ada bukti bahwa beberapa tanaman jagung tropik dan
sorgum di Afrika Barat ternyata dapat
mentranslokasikan fotosintat yang tertimbun pada
batang ataupun bagian lain diluar biji pada saat
pengisian biji.
• Oleh karena itu dapat terjadi kehilangan berat kering
pada batang atau bagian lain di luar biji selama
pengisian biji.
• Pada keadaan seperti ini dapat terjadi laju
pertumbuhan biji melebihi laju pertumbuhan tanaman.
RETRANSLOKASI FOTOSINTAT
• Pola pertumbuhan dan distribusi fotosintat pada jagung dan
sorgum memperlihatkan bahwa kapasitas sink dari tanaman
tersebut sangat menentukan hasil akhir dari tanaman
tersebut.
• Beberapa peneliti menemukan bahwa jika sink terbatas maka
fotosintat lebih banyak ditimbun pada batang atau bagian
tanaman lainnya di luar biji.
• Kapasitas sink pada tanaman jagung sangat bergantung pada
jumlah biji, oleh karena itu apabila biji yang terbentuk sedikit,
maka sebagian besar fotosintat akan tertimbun di batang.
RETRANSLOKASI FOTOSINTAT
• Pada varietas unggul menghasilkan biji yang lebih banyak
dengan pola pertumbuhan yang berbeda dengan varietas
yang tidak unggul.
• Pada varietas unggul, memiliki pertumbuhan biji yang lebih
cepat dan memiliki kemampuan untuk memasukkan lebih
banyak fotosintat dalam biji.
• Selain itu, varietas unggul dapat mempertahankan laju
pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi untuk waktu yang
lebih lama, sampai jauh ke dalam pertumbuhan biji dan
akhirnya fotosintat yang tertimbun di bagian batang dan di
luar biji dapat diretranslokasikan ke dalam biji.
PENUAAN (SENESEN)
• Penuaan pada dasarnya merupakan proses degradasi klorofil,
menurunnya metabolisme, perubahan respirasi, dan perubahan
anatomi yang dapat dilihat.
• Di lain pihak dapat diartikan bahwa penuaan merupakan
pengahancuran diri daun tanaman dengan melepaskan karbon dan
nitrogennya melalui retranslokasi untuk perkembangan benih.
• Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa pelepasan unsur hara dari
daun merupakan proses utama dalam penuaan.
• Proses penuaan dapat saja dipicu untuk berjalan lebih cepat akibat
terjadinya defisiensi unsur hara, khususnya unsur hara bersifat mobil
dalam tanaman.
PENUAAN (SENESEN)
• Sesungguhnya kalau berbicara tentang penuaan, maka kita
tidak dapat bisa hanya terbatas pada perubahan anatomi
yang dapat dilihat, akan tetapi harus lebih luas lagi yaitu
termasuk perubahan-perubahan yang hanya dapat diamati
secara mikroskopik.
• Penuaan merupakan proses kolektif yang terjadi dalam
metabolisme tanaman pada organ fotosintetik.
• Sesungguhnya penuaan ini dimaksudkan untuk menghasilkan
nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan biji agar
diperoleh generasi baru yang lebih baik pertumbuhannya.
PROSES FISIOLOGI SENESEN
• Dugaan bahwa fitokrom merupakan pemicu terjadinya senesen. Menurut
Van Doom dan Van Lieburg (1993) bahwa kuningnya daun tanaman
Alstromeria palegrina L. Dikendalikan oleh fitokrom.
• Kloroplas merupakan organel pertama yang mengalami kerusakan pada
tanaman ketika terjadi senesen. Oleh Atkin dan Sahai Srivastava (1970)
menemukan senesen pada daun barley (Hardeum vulgare L.) dimulai
dengan terjadinya pembusukan kloroplas.
• Pada tanaman sawi (Brassica oleraceae L. gemmifera) yang mengalami
senesen, maka organel yang pertama kali mengalami kerusakan adalah
kloroplas.
• Diduga bahwa rusaknya kloroplas disebabkan oleh terjadinya gangguan
membran kloroplas, adanya serangan patogen dan terjadinya kerusakan
enzim pada klorofil.