Anda di halaman 1dari 20

FILSAFAT PENDIDIKAN

DASAR-DASAR ILMU

Oleh Kelompok 5 :
 Amalia Ilmi Rosidi (185040)
 Ade Ajeng Junita Sari (185068)
DASAR-DASAR ILMU

Filsafat bukanlah ilmu yang terisolasi dari disiplin ilmu yang lain. Menjadi filosof tidaklah semata-mata merenungkan segala
sesuatu di suatu tempat. Filosof juga beorientasi kepada kenyataan-kenyataan yang realistis, fenomena yang ada didalam
kesemestaan hidup manusia. Filsafat bukanlah sesuatu yang steril, sesuatu yang suci dari persoalan-persoalan dalam arena
kehidupan.

Filsafat justru mencari jawaban atas rahasia-rahasia yang ada didalam kehidupan manusia. Tujuannya untuk menemukan
kebenaran yang memuaskan tuntutan rohaniah manusia. Karena berfilsafat adalah aktivitas pikir murni, jadi merupakan fungsi
rohaniah. Bagi manusia pada perkembangan dan tingkat kematangan tertentu, kecenderungan berfilsafat akan nampak. Dan
dorongan ini tak terlepas dari keseluruhan anta aksi social didalam kehidupan manusia.
A. Hubungan Ilmu Dengan Filsafat
Ketiga hal ini merupakan landasan
Ketiga hal ini merupakan landasan
Dasar manusia mencari dan bagi filsafat dalam membedah
Dasar manusia mencari dan bagi filsafat dalam membedah
menggali ilmu pengetahuan Ketiga pertanyaan tersebut yakni : setiap jawaban dan seterusnya
menggali ilmu pengetahuan Ketiga pertanyaan tersebut yakni : setiap jawaban dan seterusnya
bersumber pada tiga Apa yang ingin kita ketahui? membawa kepada hakikat buah
bersumber pada tiga Apa yang ingin kita ketahui? membawa kepada hakikat buah
pertanyaan. Sedangkan filsafat bagaimana cara kita memperoleh pemikiran tersebut. Hal ini juga
pertanyaan. Sedangkan filsafat bagaimana cara kita memperoleh pemikiran tersebut. Hal ini juga
mempelajari masalah ini pengetahuan? apakah nilai atau berlaku untuk ilmu pengetahuan,
mempelajari masalah ini pengetahuan? apakah nilai atau berlaku untuk ilmu pengetahuan,
sedalam-dalamnya dan hasil manfaat dari pengetahuan tersebut kita mempelajari ilmu ditinjau dari
sedalam-dalamnya dan hasil manfaat dari pengetahuan tersebut kita mempelajari ilmu ditinjau dari
pengkajianya merupakan dasar bagi kita?. titik tolak yang sama untuk
pengkajianya merupakan dasar bagi kita?. titik tolak yang sama untuk
bagi eksistensi ilmu. mendapatkan gambaran yang
bagi eksistensi ilmu. mendapatkan gambaran yang
sedalam dalamnya
sedalam dalamnya

Filsafat ilmu merupakan pemikiran reflektif, radikal, kritis, dan mendasar atas berbagai
persoalan mengenai ilmu pengetahuan.
B. Pengertian dan Jenis-jenis Dasar-dasar Keilmuan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988), ilmu memiliki dua
pengertian, yaitu:
1. Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun
secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk
menerapkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) tersebut, seperti ilmu
hukum, ilmu pendidikan, ilmu ekonomi dan sebagainya.

2. Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat,
lahir, bathin, dan sebagainya, seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu bathin, ilmu
sihir, dan sebagainya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan


pengetahuan yang disusun secara sistematis, dengan menggunakan metode-metode
tertentu.
ciri-ciri ilmu, yaitu:

1. Bersifat rasional, karena hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal (rasio).
2. Bersifat empiris, karena ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh panca indera.
3. Bersifat umum, hasil ilmu dapat dipergunakan oleh manusia tanpa terkecuali.
4. Bersifat akumulatif, hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek
penelitian selanjutnya.
Berdasarkan tujuan ilmu dapat dibedakan menjadi dua kelompok
Berdasarkan tujuan ilmu dapat dibedakan menjadi dua kelompok
besar, yaitu:
besar, yaitu:

1. Ilmu-ilmu teoritis
yang penyelidikannya bertujuan memperoleh pengetahuan tentang kenyataan.

2. Ilmu-ilmu praktis atau produktif


yang penyelidikannya bertujuan menjelaskan perbuatan yang berdasarkan pada pengetahuan
Filsafat Terdiri Atas Tiga Cabang Besar Yang Membentuk Suatu Dasar-dasar
Filsafat Terdiri Atas Tiga Cabang Besar Yang Membentuk Suatu Dasar-dasar
Keilmuan
Keilmuan

1. Ontologi
membicarakan hakikat, yaitu berupa pengetahuan tentang segala sesuatu yang
meliputi: logika, metafisika, kosmologi, teologi, antropologi, etika, estetika,
filsafat pendidikan, filsafat hukum, dan lain-lain.

2. Epistimologi
merupakan cara untuk memperoleh pengetahuan itu

3. Aksiologi
membicarakan tentang nilai atau guna dari pengetahuan itu.
C. Aliran-aliran Filsafat Ilmu

2. DUALISME
2. DUALISME 3. EMPIRISME
1. MATERIALISME 3. EMPIRISME
1. MATERIALISME adalah ajaran atau faham yang
adalah ajaran
memandang atau
alam inifaham
terdiriyang
atas dua Empirisme adalah aliran yang
Materialisme merupakan faham memandang
Materialisme macam hakikatalamyaituini terdirimateri
hakikat atas dua Empirisme pengalaman
menjadikan adalah aliran yang
atau aliran yangmerupakan
menganggap faham
macam hakikat yaitu hakikat materi menjadikan
atau aliran yang dan hakikat ruhani, Kedua macam sebagai sumberpengalaman
pengetahuan,
bahwa di dunia inimenganggap
tidak ada dan hakikat ruhani, Keduabebasmacam sebagai sumber pengetahuan,
bahwa di dunia ini tidak(alam)
ada hakikat itu masing-masing aliran ini beranggapan bahwa
selain materi atau nature hakikatsendiri
itu masing-masing
selain materi berdiri samadengan bebas asasi aliran ini beranggapan bahwa
pengetahuan diperoleh melalui
dan dunia fisik.atau nature (alam)
dan dunia fisik. dan abadi, perhubungan antaraasasi
berdiri sendiri samadengan pengetahuan
pengalaman diperoleh
dengan cara melalui
dan abadi,
keduanya itu perhubungan antara
menciptakan kehidupan pengalaman
observasi dengan cara
penginderaan
keduanya
dalam alam.itu menciptakan kehidupan observasi penginderaan
dalam alam.
4. RASIONALISME 5. KRITISISME 6. IDEALISME

adalah faham atau aliran merupakan bagian dari Idealisme adalah suatu aliran
yang berdasar rasio, ide-ide filsafat modern. Secara garis yang mengajarkan bahwa
yang masuk akal, selain itu, besar kritisisme merupakan hakikat dunia fisik hanya
tidak ada sumber kebenaran teori yang dihasilkan dari dapat dipahami kaitannya
yang hakiki. sintesis antara rasionalisme dengan jiwa dan ruh, istilah
dan empirisme. Aliran ini idealisme diambil dari kata
berpendapat bahwa idea, yakni seseuatu yang
kebenaran itu tidak perlu hadir dalam jiwa
diuji sebab sudah memiliki
batasan-batasan tersendiri
antara  rasionalisme dan
empirisme.
7. RENAISSANCE
Renaissance sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti kebangkitan kembali oleh
sejarawan istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan berbagai periode kebangkitan intelektual

8. EKSISTENSIALISME
Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi dari kata dasar exist. Kata exist itu sendiri berasal dari
bahasa ex keluar dan sister berdiri jadi, eksistensi berdiri dengan keluar dari diri sendiri

9. FENOMENOLOGI
fenomenologi atau fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa
fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran, seorang fenomenalisme suka
melihat gejala
10. INTUISIONALISME
Intuisionalisme adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi
(naluri/perasaan) adalah sumber pengetahuan dan pembenaran, intuisi termasuk salah satu
kegiatan berpikir yang tidak didasarkan pada penalaran

11. TOMISME
Nama aliran ini disandarkan kepada thomas Aquinas, salah seorang tokoh intelektual termasyur
skolastik Barat. teologi dan filsafat adalah dua hal yang banyak dikaji dan ditelaahnya. Bagi
Thomas, kedua disiplin ilmu tersebut tidak bisa dipisah malah saling berkait dan mempengaruhi.

12. PRAGMATISME
Istilah pragmatisme berasal dari kata Yunani “pragma” yang artinya perbuatan atau
tindakan, “Isme” di sini sama artinya dengan isme-isme yang lainnya, yaitu aliran atau ajaran
atau paham dengan demikian, pragmatisme berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu
menuruti tindakan, kriteria kebenarannya adalah “faedah” atau “manfaat”, suatu teori atau
hipotesis dianggap oleh pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil
13. FILSAFAT ANALITIK
14. STRUKTURALISME
Dalam berfilsafat aliran ini berprinsip bahwa
jangan katakan jika hal itu tidak dapat
dikatakan, “Batas-batas bahasaku adalah
Strukturalisme adalah teori yang menyatakan
batas-batas duniaku”, soal-soal falsafi
bahwa seluruh organisasi manusia
seyogyanya dipecahkan melalui analisis
ditentukan secara luas oleh struktur sosial atau
bahasa, untuk mendapatkan atau tidak
psikologi yang mempunyai logika independen
mendapatkan makna di balik bahasa yang
yang menarik, berkaitan dengan maksud,
digunakan, hanya dalam ilmu pengetahuan
keinginan, maupun tujuan manusia
alam pernyataan memiliki makna, karena
pernyataan itu bersifat factual,
15. POST-STRUKTURALISME

Istilah post-strukturalisme sebenarnya jarang digunakan, post-


strukturalisme sebenarnya lebih ditujukan pada munculnya
pemikiran-pemikiran yang mengembangkan strukturalisme
lebih jauh
16. DEKONSTRUKSIONISME

Jacques Derrida menolak permaknaan


tentang pemaknaan tanda yang
dianggap sebagai proses murni dan
sederhana. Derrida menawarkan
suatu proses pemaknaan dengan
cara membongkar (to dismantle)
dan menganalisis secara kritis.
STUDY TENTANG FENOMENA SOSIAL

1. Kebebasan
2. Egalitarianisme
3. Keadilan Social
4. Individualisme
5. Komunitas
6. Moralitas
7. Strategi Kebudayaan
8. Hak Asasi Manusia
1. KEBEBASAN

Kebebasan adalah konsep yang muncul dari filsafat politik dan


mengidentifikasi kondisi di mana individu mempunyai hak untuk
bertindak menurut ke hendaknya. Kaum individualis dan kaum liberal
klasik biasanya mengkonsepsikan kebebasan itu dalam hubungannya
dengan bebasnya individu dari campur tangan atau paksaan pihak luar.

2. EGALITARIANISME

Dalam pengertian doktrin Egalitas ini mempertahankan bahwa pada


hakikatnya semua orang manusia adalah sama dalam status nilai atau
moral secara fundamental.
3. KEADILAN SOCIAL

Sebelum membahas keadilan sosial lebih lanjut, mari kita bahas pengertian
keadilan. Keadilan yang memiliki kata dasar “adil” memiliki arti tidak berat
sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, sepatutnya, tidak
sewenang-wenang.
Dalam kehidupan bermasyarakat dikenal tiga jenis keadilan yaitu keadilan
komutatif, keadilan distributif, dan keadilan legalis.

4. INDIVIDUALISME

individualisme merupakan satu filsafat yang memiliki pandangan moral,


politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta
kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri.
5. KOMUNITAS
6. MORALITAS
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial
dari beberapa organisme yang berbagi Moralitas berasal dari kata dasar “moral”
lingkungan, umumnya memiliki berasal dari kata “mos” yang berarti
ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam kebiasaan. Kata “mores” yang berarti
komunitas manusia, individu-individu di kesusilaan, dari “mos”, “mores”. Moral
dalamnya dapat memiliki maksud, adalah ajaran tentang baik buruk yang
kepercayaan, sumber daya, preferensi, diterima umum mengenai perbuatan,
kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak
kondisi lain yang serupa. budi pekerti; dan susila.
Strategi Kebudayaan
Strategi kebudayaan menurut C A Van Peursen adalah upaya manusia untuk
belajar dan merancang kebudayaannya. Strategi Kebudayaan tidak hanya
menyangkut masalah kebijakan pemerintah tentang kebudayaan, tapi lebih luas
dari itu. Strategi Kebudayaan berakar dari pertanyaan dalam diri manusia yang
diperjuangkan oleh semua kalangan. Pertanyaan itu seperti misalnya: bagaimana
manusia dapat memberikan jawaban tepat mengenai pertanyaan-pertanyaan
besar yang menyangkut tujuan hidupnya, makna kehidupan ini, norma-norma
yang mengatur kontak antar manusia dan perkembangan masyarakat secara tepat
dan lain-lain.
Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia (disingkat HAM, bahasa Inggris: human rights,
bahasa Prancis: droits de l'homme) adalah sebuah konsep hukum dan
normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat
pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak asasi manusia
berlaku kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, sehingga sifatnya
universal. HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut.
TERIMAKASIH