Anda di halaman 1dari 26

“PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN”

OLEH KELOMPOK 6

P E N G E M B A N G A N P E N G A J A R A N M AT E M AT I K A
KELOMPOK 6
• ARNETA SEKAR ARUM .C (185059)
• YOVINKA AMALIA M. (185071)
• MULYA HANUM WIJAYA (185074)
• AULIA MAHFUDHOH (185076)

 
A. KONSEP DASAR PENILAIAN BERBASIS KELAS
1. Pengertian Penilaian Kelas

Penilaian berbasis kelas (PBK) adalah penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan mengajar. Yang
dimaksud dengan “berbasis kelas ’ adalah penilaian yang dilaksanakan dalam suatu kelas dan tidak dapat dibandingkan
dengan kelas yang lain.

2. Manfaat Penilaian Kelas

• Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut:

• Untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran
berlangsung.

• Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya
dalam proses pencapaian kompetensi.sehingga termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki
proses dan hasil belajarnya. Pengumpulan informasi kemajuan belajar diadakan dalam suasana yang
menyenangkan dan memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan
apa yang dipahami dan nianipu dikerjakannya
3. Fungsi Penilaian Kelas

• Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:

• Menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.

• Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami
dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program,
pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).

4. Prinsip – Prinsip Penilaian Kelas

• Valid

• Reliable

• Menyeluruh

• Berkesinambungan

• Objektif
5. Rambu-Rambu Penilaian Kelas

• Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya meperhatikan hal-hal berikut.

• Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.

• Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai


cermin diri.

• Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk


menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.

• Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.

• Mengembangkan dan menyediakan system pencatatan yang bervariasi dalam


pengamatan kegiatan belajar peserta didik.
B. INSTRUMEN PENILAIAN
1. Pengertian Instrumen Penilaian

Secara umum yang dimaksud instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan
sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel.

2. Jenis – Jenis Instrumen Penelitian

Instrumen tersebut terdapat dua bagian, yaitu; tes dan nontes. Yang termasuk kelompok tes adalah tes prestasi belajar, tes
intelegensi, tes bakat, dan tes kemampuan akademik. Sedangkan yang termasuk dalam kelompok non-tes adalah skala sikap, skala
penilaian, pedoman observasi, pedoman wawancara, angket, pemeriksaan dokumen dan sebagainya. Instrumen yang berbentuk tes
bersifat performansi maksimum sedang instrumen non-tes bersifat performansi tipikal.

a. Tes sebagai instrumen penilaian

Tes sebagai instrumen penilaian adalah pertanyaan – pertanyaan yang diberikan pada peserta didik untuk mendapat jawaban dari
siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulis (tes tulis), dan dalam bentuk perbuatan (tes tindakan)

1. Tes Uraian (Tes Subjektif)

Tes uraian ini adalah pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan,
mendiskusikan, membandingkan. Tes uraian terbagi menjadi :
• Uraian Bebas (Extended Respons Items)
• Uraian Terbatas (Restricted Respons Items)
• Uraian Berstruktur
2. Tes objektif
Tes objektif sering juga disebut tes dikotomi (dichotomously scored item) karena jawabannya antara benar atau
salah dan skornya antara 1 atau 0. Tes objektif terdiri dari beberapa bentuk, antara lain:
• Pilihan Ganda(Multiple Choice)
• Benar-Salah(True-False, or Yes-No)
• Menjodohkan(Matching)
• Melengkapi(Completion)
• Tes Lisan
• Tes Perbuatan
b. Non-tes sebagai instrumen penilaian
Instrumen non-tes sangat penting dalam mengevaluasi peserta didik pada ranah afektif dan psikomotor, berbeda dengan
instrumen tes yang lebih menekankan aspek kognitif. Ada macam- macam non tes penilaian instrumen penilaian yaitu :
1. Observasi
Observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional
mengenai berbagai fenomena untuk mencapai tujuan tertentu. Observasi dibagi menjadi 3 yaitu :
A. Observasi Langsung
B. Obsevasi Tidak Langsung
C. Observasi Partisipasi
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu bentuk instrumen evaluasi jenis non-tes yang dilakukan melalui
percakapan dan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Angket
Angket adalah instrumen penilaian hasil belajar yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring
informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang keluarga peserta didik, kesehatan peserta didik.
4. Daftar Cek
Daftar cek adalah deretan pertanyaan singkat dimana responden yang dievaluasi tinggal membubukan
tanda centang (√) pada aspek yang diamati sesuai dengan hasil penilaiannya.
5. Studi Kasus
Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seorang individu yang dipandang mengalami kasus
tertentu.
6. Portofolio
(portfolio) adalah kumpulan hasil tugas/tes atau hasil karya peserta didik yang dikaitkan dengan standar
atau kriteria yang telah ditentukan
c. Syarat instrument penilaian yang baik

Penilaian adalah membandingkan objek yang di nilai dengan instrumen nilainya, kemudian
mencatat angka kepada objek yang di nilai menurut aturan tertentu. Selain itu, syarat instrumen
penilaian yang baik memiliki ciri-ciri dan harus memenuhi beberapa kaidah berikut ini:

• Validitas

• Reliabilitas

• Objektivitas

• Praktikabilitas

• Ekonomis

• Taraf Kesukaran

• Daya Pembeda
d. Langkah-Langkah Menyusun Instrumen Penilaian

• Untuk menyusun instrumen penilaian tersebut, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
• Pemilihan ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang ingin dinilai oleh guru, misalnya sikap dan minat terhadap suatu materi
pelajaran.
• Penentuan indikator apa yang sekiranya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat peserta didik terhadap suatu
materi pelajaran.
• Beberapa contoh indikator yang misalnya dapat digunakan untukmengetahui bagaimana sikap dan minat peserta didik terhadap suatu
materi pelajaran, yaitu: (1) persentase kehadiran atau ketidakhadiran di kelas, (2) aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran
berlangsung, misalnya apakah suka bertanya, terlibat aktif dalam diskusi, aktif memperhatikan penjelasan guru, dsb. (3) penyelesaian
tugas-tugas belajar yang diberikan, seperti ketepatan waktu mengumpul PR atau tugas lainnya, (4) kerapian buku catatan dan
kelengkapan bahan belajar lainnya terkait materi pelajaran tersebut.
• Penentuan jenis skala yang digunakan, misalnya jika menggunakan
• skala Likert, berarti ada 5 rentang skala, yaitu: (1) tidak berminat; (2) kurang berminat; (3) netral; (4) berminat; dan (5) sangat berminat.
• Penulisan draft instrumen penilaian afektif (misalnya dalam bentuk kuisioner) berdasarkan indikator dan skala yang telah ditentukan.
• Penelaahan dan meminta masukan teman sejawat (guru lain) mengenai draft instrumen penilaian ranah kognitif, afektif, dan atau
psikomotorik yang telah dibuat.
• Revisi instrumen penilaian berdasarkan hasil telaah dan masukan rekan sejawat, bila memang diperlukan.
• Persiapan kuisioner untuk disebarkan kepada peserta didik beserta inventori laporan diri yang diberikan siswa berdasarkan hasil
kuisioner (angket) tersebut.
• Pemberian  skor inventori kepada peserta didik.
• Analisis hasil inventori minat peserta didik terhadap materi pelajaran
C. PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN
Penetapan alat teknik penilaian yang akan digunakan tergantung dari indikator yang akan dicapai. Untuk itu
teknik penilaian tergantung dari; (1) kelompok mata pelajaran, dan (2) ranah yang akan dicapai. Yang tidak
boleh ditinggalkan adalah perlunya penggunaan prinsip-prinsip penilaian.
1. Penilaian Hasil Belajar Masing-masing Kelompok Mata Pelajaran
2. Ranah Penilaian di dalamnya memuat kompetensi secara utuh yang merefleksikan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran.
3. Teknik Penilaian untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat
dilakukan dengan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.
4. Macam-macam Alat Penilaian
Macam – macam alat penilaian terdiri dari :
a. Pengembangan Penilaian Tertulis
• Pengertian penilaian tertulis
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan
jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan.
• Contoh Penilaian Tertulis 
Kompetensi : Mengaplikasikan konsep fungsi
Sub kompetensi : Menerapkan fungsi Program
Keahlian : Akuntasi Dalam hal ini x adalah jumlah barang
yang diproduksi.  
Biaya yang dipergunakan untuk memproduksi tiap unit barang dinamakan biaya
variabel dan biaya yang selalu dikeluarkan perusahaan walaupun perusahaan tidak berproduksi
dinamakan biaya tetap. Jumlah kedua biaya itu dinamakan biaya total (total cost =TC). Bila harga
per unit barang adalah p = x + 6 dan biaya tetapnya adalah 5, maka gambarlah grafik untuk
menyatakan biaya total barang tersebut. Tentukan biaya total minimumnya.

• Pedoman Penskoran Tes Tertulis:


• Menuliskan yang diketahui (skor maksimum 1)
• Merumuskan fungsi dari biaya variable (skor maksimum 2)
• Merumuskan fungsi biaya (skor maksimum 2)
• Menggambar grafik fungsi dengan langkah-langkah yang tepat (skor maksumum 3)
• Menentuka biaya total dengan cara yang benar (skor maksimum 2).
• Total skor maksimum adalah 10.
b.Penilaian Unjuk Kerja (Performence Assessment)
• Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan
peserta didik dalam melakukan sesuatu.
• Tujuan proses dalam pembelajaran matematika dievaluasi dengan menggunakan berbagai
macam teknik. Tes dan teknik teknik penilaian hanya diperlukan untuk menunjukkan
bagaimana siswa mengerjakan tugas-tugas yang sebenarnya
• Penilaian unjuk kerja digunakan guru untuk melihat apakah siswa mendapatpemahaman yang
nyata tentang apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat nıereka kerjakan.
CO
N
Tingkatan (Level) Kriteria umum kriteria khusus RU TOH
PEN BRIK
4 • Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep-konsep   SKO
Superior
• Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
UM RAN
 


Komputasinya benar
Tulisan penjelasaannya patut dicontoh UM
• Diagram/tabel/grafik tepat (sesuai dengan penempatannya)
• Melebihi permintaan masalah yang diinginkan
 

3 • Menunjukkan pemahaman terhadap konsep-konsep  


• Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
Memuaskan dengan sedikit • Komputasinya sebagian bsarbenar
kekurangan • Tulisan penjelasaannya efektif
• Diagram/tabel/grafik sebagian besar tepat
• Memenuhi semua permintaan masalah yang diinginkan
 

2 • Menunjukkan pemahamanterhadap sebagian besar konsep-konsep  


• Tidak Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
Cukup memuaskan dengan • Komputasinya sebagian besar benar
banyak kekurangan • Tulisan penjelasaannya memuaskan
• Diagram/tabel/grafik sebagian besar tepat
• Memenuhi sebagian besar permintaan masalah yang diinginkan
 

1 • Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman terhadap konsep-konsep  


• Tidak Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
Tidak memuaskan • Komputasinya tidak benar
• Tulisan penjelasaannya efektif
• Diagram/tabel/grafik tidak tepat (tidak sesuai)
• Tidak Memenuhi semua permintaan masalah yang diinginkan
 
Kartu Penilaian

No Standar Unjuk Kerja Penilaian

1 2 3 4

1. Menunjukkan pemaharnan terhadap konsep-konsep.        

2. Menggunakan strategi-strategi yang sesuai.        

3. Komputasinyabenar        

4. Tulisan penjelasannya patutdicontoh.        

5 Diagram/tabel/grafik tepat (sesuai        


C. Pengembangan Penilaian Produk
1. Tahap pengembangan Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu
diadakan penilaian melalui langkah berikut.
• Tahap persiapan
• Tahap pembuatan produk (proses)
• Tahap penilaian produk (appraisal)

2. Teknik Penilaian Produk


Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistic atau analitik.
• Cara holistic, yatu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap
appraisal.
• Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria
yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
 
• Contoh Penilaian Produk
d. Pengembangan Penilaian Projek
• Pengertian
Penilaian ini nıerupakan salah satu cara guru untuk nıendeteksi kemajuan belajar siswa.
Dengan terdeteksinya kemajuan belajar siswa, dapat terdeteksi pula perlu tidaknya bantuan yang
diberikan pada siswa berdasarkan bukti yang cukup akurat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian proyekdan investigasi
adalah:
• ide proyek, hendaknya berasal dari guru
• pelaksanaan proyek tidak pada awal pembelajaran
• proyek pertama yang diberikan pada siswa bersifat sederhana
• proyek pertama hendaknya membuat siswa tidak bekerja pada masalah rutin.
• masalah yang diberikan menantang beipikir siswa.
• proyek diberikan sebagai tugas yang harus diselesaikan secara berkelompok.

• Tujuan
Tujuan utama dari tugas penilaian proyek dan investigasi dalam pembelajaran matematika
adalah untuk mengembangkan kemampuan matematika siswa.
• Penilaian
Dalam penilaian tugas proyek dan investigasi, evaluasi terhadap hasil kreja proyek dibandingkan
dengan kriteria-kriteria hasil pencapaian proyek. Adapun langkah langkah kerja proyek yang dapat dievaluasi oleh
guru adalah:
• Menulis deskripsi dari proyek
• Mengidentifikasi prosedur yang akan dikerjakan
• Membuat catatan kerja yang telah dilakukan siswa
• Menyatakan hasil yang diperoleh.
CO
NT
OH
Tingkatan (Level) Kriteria Khusus Catatan

4 • Menunjukkan pemahaman dari permasalahan penyajian dan ukuran tendensi sentral  


• Data yang terkumpul sesuai dengan kesepakatan kelompok
Superior • Cara penyajian data data semuanya sesuai dan bervariasi
  • Membuat rangkuman
• Menyajikan kuartil atas dan bawah serta jangkauan
• Ukuran tendensi sentral sesuai
• Selalu menggunakan tabel untuk memudahkan memperoleh data
• Bekerja sistematis dan akurat
• Selalu bekerjasama
• Pameran mendukung terhadap pemahaman konsep matematika
• Terampil menggunakan alat untuk menyajikan data

3 • Menunjukkan pemahaman dari permasalahan penyajian dan ukuran tendensi sentral  


• Data yang terkumpul sesuai dengan kesepakatan kelompok
Memuaskan dengan sedikit kekurangan • Cara penyajian data data semuanya sesuai
• Ukuran tendensi sentral sesuai
• Selalu menggunakan tabel untuk memudahkan memperoleh data
• Bekerja sistematis dan akurat
• Selalu bekerjasama
• Pameran mendukung terhadap pemahaman konsep matematika
• Terampil menggunakan alat untuk menyajikan data

2 • Menunjukkan pemahaman dari permasalahan penyajian dan ukuran tendensi sentral  


• Data yang terkumpul sesuai dengan kesepakatan kelompok
Cukup memuaskan dengan banyak kekurangan • Cara penyajian data sebagian sesuai
• Ukuran tendensi sentral yang digunakan ada yang sesuai
• Kadang-kadang menggunakan tabel untuk memudahkan memperoleh data
• Bekerja sistematis dan kadang-kadang tak akurat
• Tidak dapat bekerjasama
• Pameran sebagian mendukung terhadap pemahaman konsep matematika
• Kurang Terampil menggunakan alat untuk menyajikan data
 

1 • Menunjukkan pemahaman yang rendah atau tidak sama sekali, dari pertanyaan-pertanyaan dan konsep yang dipelajari  
• Data yang terkumpul tak sesuai dengan kesepakatan kelompok
Tidak memuaskan • Cara penyajian data tidak sesuai
• Ukuran tendensi sentral yang digunakan tidak sesuai
• Tidak menggunakan tabel untuk memudahkan memperoleh data
• Bekerja tidak sistematis
• Tidak dapat bekerjasama
• Pameran tidak mendukung terhadap pemahaman konsep matematika
• Tidak Terampil menggunakan alat untuk menyajikan data
 
 
e. Pengembangan Penilaian Sikap
• Pengertian

Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan
seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sukap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau
pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku
atau tindakan yang diinginkan. Sikap terdiri dari tiga omponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif.
• Teknik Penilaian Sikap

Penilaian sikap dapat dilakukan dengan bebrapa cara atau teknik. Tenik-teknik tersebut
antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut
secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.
Observasi Perilaku
Perilaku seseorang pada umunya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal.
Misalnya orang yang bisa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang
kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya.
Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
CO
NT
OH
f. Pengembangan Penilaian Portofolio
• Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.
Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh
peserta didik.
Contoh-contoh topik yang layak untuk dimasukkan dalam portofolio matematika siswa adalah
sebagai berikut.
• Suatu pemecahan masalah sulit dan tidak rxitin yang menunjukkan hasil pemikiran siswa
sendiri.
• Laporan tertulis dari proyek (penugasan) individu atau investigasi.
• Respon respon dari pertanyaan open-ended (terbuka) atau masalah-masalah pekerjaan
rumah yang menantang.
• Karya seni yang berhubungan dengan matematika.
• Foto atau sketsa model fisik atau manipulasi untuk mengilustrasikan ide-ide matematika.
• Autobiografi matematika siswa.
• Aplikasi penggunaan matematika pada bidang lain
CO
N TO
H
TERIMAKASIH
WASALAMUALAIKUM