Anda di halaman 1dari 58

FITO HORMON

HORMON PADA TUMBUHAN


• Fitohormon  Kumpulan zat yang membatu pertumbuhan
 Zat-Penumbuh  Hormon Pertumbuhan.
• Hormon dapat memberikan efek pada sel yang memproduksi
mereka dan setelah ditranspor, sel target dan jaringan.

• Senyawa organik bukan nutrisi yang disintesis pada bagian


tumbuhan, diangkut ke bagian lain dari tumbuhan, aktif dlm
konsentrasi rendah (10-6 – 10-5mM)
Fitohormon mengatur aktivitas gen
• Hormon mempengaruhi represor dgn
berfungsi sbg efektor
• Hormon melonggarkan ikatan antara histon
yg berfungsi sbg represor dgn DNA
sehingga proses transkripsi DNA dpt terjadi
• Messenger ke II (hormon mesenger I)
Fitohormon dalam pengendalian
aktivitas gen
• Pengaktifan gen karena adanya transkripsi
berulang dari DNA menjadi m RNA
• Diikuti translasi m RNA menjadi protein
• Protein penyusun enzim
• Aktifitas katalisasi enzim yang tinggi dlm
konsentrasi rendah
Hormones & environmental signals
involve signal transduction pathways
Internal and external signals
Plant hormones & growth

(abscisic acid)
Fitohormon/Zat Pengatur Tumbuh
Zat pengatur tumbuh
utama:
• Auxin
•sitokinin
• Etilen
•Asam Absisat
•Giberelin
Auxins

tryptophan
AUKSIN / IAA
• F.W. Went (1928) 
Menemukan “Auksin” pada
koleoptil Kecambah gandum
(Avena sativa).
IAA (Indol Acetic Acid)
• Urine (Hewan & Manusia )
juga mengandung hetero-
auksin  Yaitu IAA (Indol
Acetic Acid).
• Produksi : tunas dan Biji yang
sedang berkembang
AUXIN
Pertama kali ditemukan di ujung
 Auxin-a koleoptil tanaman Avena sativa oleh
F.W. Went
 Auxin-b
 Asam Indol Asetat (Indole Acetic Acid / IAA) 
ditemukan pada urine manusia & hewan.
 Auxin dari luar tubuh tumbuhan ;
- Asam Indol-butirat
- Asam naftalit asetat (alpha & beta)
- Asam β-naftoksiasetat
- Asam 2,4-diklorofenoksiasetat
Indole Acetid Acid (IAA)

• Pembentukan IAA

Zn Asam Indole piruvat

Asam Amino
Triptopan Indole Acetaldehida IAA

Triptamin
Auxin
Auxin and inisiasi promordial daun
Response auxin

• Apical dominance
Evidence for the role of auxin
in apical dominance

High auxin
concentration

Low auxin
concentration

Drawings depicting Coleus (Lamiaceae family)


Plant b has apical bud removed so
axillary buds grow
Dimana “Auksin” Disintesis ??
 Ujung koleoptil dan Pucuk Tumbuhan Mempunyai Enzim 
Mengubah “Triptofan” menjadi IAA
 Maka Auksin banyak disintersis pada : Jariingan Meristem
(Pucuk) tumbuhan  Tunas, Kuncup bunga, Kuncup Daun,
dan ujung akar.
 Aukasin dibuat pada bagian pucuk dan kuncup 
Didistribusikan ke daerah lain ke seluruh bagian tumbuhan.
 Tidak semua bagian tumbuhan mendapat distribusi yang sama
Fungsi Auxin
• Merangsang pertumbuhan meristematik apical dan pertunasan.
• Pembesaran batang & cabang
• Merangsang pertumbuhan akar lateral tetapi menghambat
perpanjangan akar tunggang.
• Mendorong terjadinya partenocarpy
• Merangsang pembuahan (walau tanpa penyerbukan), sehingga
dihasilkan buah tanpa biji.
• Menghambat terjadinya keguguran pada daun dan buah
• Pada konsentrasi yang tinggi dapat digunakan sebagai herbisida
 2,4 diklorofenoksiasetat (2,4 D)
AUKSIN DAN PENGEMBANGAN SEL
• Fungsi utama “auksin” adalah 
Pengembangan sel di daerah
“belakang Meristem”
• Peran auksin Lain :
Pemanjangan sel
Pengembangan dinding sel
Ctt : Tumbuhan yang ditempatkan
pada daerah yang kurang cahaya 
Mengalami pertumbuhan cepat 
PERAN AUKSIN DOMINAN
GIBERELLIN
Grapes on the right treated with
gibberellins
GIBERALIN
Pertamakali ditemukan pada jamur yang hidup parasit pada
tanaman padi  Gigerella fujikuroi

Khasiat Gibberalin ;
1) Merangsang pembungaan walaupun belum pd waktunya.
2) Merangsang pembuahan walau tdk diserbuki menjadi buah
yang besar-besar & tidak berbiji.
3) Merangsang pertumbuhan tanaman yang kerdil dalam
waktu singkat.
4) Menyebabkan lekas tumbuhnya biji dan tunas.
5) Mempercepat waktu panen (sampai 50%) pada jenis sayur-
sayuran.
Gibberellins

Promotes:
• Germination
• Stem elongation
• Flowering
• Fruit development
Gibberellins
• Breaking dormancy
– Seed germination
Gibberellins

• Promotes cell
division &
elongation
Penelitian tentang giberellin
Without GA With GA

Larger fruits that are easier to clean are attractive in markets

Thompson seedless grapes (Vitis (Vitaceae family)


SITOKININ – pembelahan sel dan
differensiasi
SITOKININ

1) KINETIN  terdapat pd batang tembakau,


2) ZEATIN  terdapat di dalam air kelapa, ragi, air
tomat, biji jagung muda, dan kecambah.

Khasiat  hormon yang merangsang pembelahan


sel (cytokinesis). Pengaruhnya sangat jelas sekali
pd proses pertumbuhan tunas dan perpanjangan
akar
sitokinin & kultur sel
From callus to somatic embryos
Etilen
Produksi
• Kebanyakan pada jaringan tumbuhan

fungsi
• Pemasakan Buah
• Absisi daun dan buah (yang mengontrol pemisahan
tanaman dari bagian utama tumbuhan
Ethylene (CH2=CH2)

 Fruit ripening (promotes)


 Flowering (inhibits)
 Abscission (promotes)
 Sex expression in monoecious species
(ratio of ♀ to ♂)
 Thigmomorphogenesis (reduced stem
elongation in some environments)
Penelitian dengan respon tanaman pada respon
etilen.

Mutated ethylene receptor Normal ethylene


receptor levels

Both are 100 days after picking

Lycopersicon (Solanaceae family)


Penelitian dengan respon tanaman pada keberadaan
etilen.

Mutated ethylene receptor Normal ethylene


receptor levels

8 days after pollination

Petunia (Solanaceae family)


Asam Absisat (ABA)
Produksi
• Daun dewasa, terutama dibawah stress
• Akar, Kemudian ditranspor pada batang

Beberapa Aksi
• Respon stress
• Merangsang penutupan stomata
• Menghambat penyerbukan prematur dari biji
• Embriogenesis
• Pertahanan dormansi biji
Abscisic acid
• Inhibits growth
• Promotes dormancy
• Closes stomata
ABA and stomatal closure
ABA induces stomatal closure
a simplified diagram

Solutes (e.g. potassium and chloride ABA is one signal that causes guard
ions) accumulate in guard cells cells to release solutes and thus
causing water to accumulate in release water, making them flaccid and
guard cells, making them turgid closing the stoma (pore) between them

Guard cell response to ABA is one topic of research in the Outlaw lab at FSU
The triple response to an obstacle
induces ethylene production
Phototropism
Phototropism
Phototropin (NPH1) and
phototropism
-initiates a signal
transduction pathway
-nph1 mutants non-
phototropic
Gravitropism
Thigmotropism
Flowering signal (florigen)
HORMON TUMBUHAN LAINNYA
2. Asam Traumatat (terdapat Pada Jaringan Tumbuhan 
Ditemukan oleh Bonner (1939).
Fungsi : “Peneymbuhan Luka” melalui pembentukan “kalus”
4. Kaumarin  Mempergiat pengembangan Sel dan Lembaran
Daun.
5. Asam Suksinan  Mempercepat Pertumbuhan Tunas Ketiak
 Tetapi Menghambat pertumbuhan batang
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH