Anda di halaman 1dari 31

Clinical Sciense Sessions

Perdarahan Uterus Abnormal


Preseptor
dr. Roza Sri Yanti, Sp.OG(K)

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


RSUP Dr. M. Djamil Padang
2019
Bab 1
Pendahuluan
Pendahuluan
Perdarahan uterus abnormal merupakan kondisi yang sering
01 menyebabkan seorang perempuan datan berobat ke dokter
atau tempat pertolongan pertama.
Federation Internationale de Gynecologie et d'sistem
Obstetrique onkologi (FIGO) membuat klasifikasi praktis yang
02 dapat diterima secara universal dan membantu dokter dalam
melakukan penelitian, pengobatan, dan prediksi terjadinya
kanker ginekologi.

PALM-COEIN: polip, adenomiosis, leiomioma, keganasan


03 dan hiperplasia, koagulopati, gangguan ovulasi,
endometrium, iatrogenik, dan tidak diklasifikasikan.
Batasan Masalah

Batasan penulisan ini membahas mengenai definisi,


klasifikasi, diagnosis, dan penatalaksanaan berbagai
kasus perdarahan uterus abnormal.
Tujuan Penulisan

Menambah pengetahuan mengenai perdarahan uterus


abnormal.
Metode Penulisan

Makalah ini disusun dengan metode tinjauan kepustakaan


yang merujuk pada berbagai literatur.
Bab 2
Tinjauan Pustaka
Definisi
Perdarahan uterus abnormal (PUA) meliputi semua kelainan
haid baik dalam hal jumlah maupun lamanya. Manifestasi
klinis dapat berupa perdarahan banyak, sedikit, siklus haid
yang memanjang atau tidak beraturan
Terminologi Pola Perdarahan Uterus
Terminologi Lain
1. Perdarahan uterus abnormal akut
Perdarahan haid yang banyak sehingga perlu dilakukan penanganan yang cepat untuk mencegah
kehilangan darah. Perdarahan uterus abnormal akut dapat terjadi pada kondisi PUA kronik atau tanpa
riwayat sebelumnya.

2. Perdarahan uterus abnormal kronik

Merupakan terminologi untuk perdarahan uterus abnormal yang telah terjadi lebih dari 3 bulan.
Kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan yang cepat dibandingkan PUA akut.1

3. Perdarahan tengah (intermenstrual bleeding)


Perdarahan haid yang terjadi di antara 2 siklus haid yang teratur. Perdarahan dapat terjadi kapan saja
atau dapat juga terjadi di waktu yang sama setiap siklus. Istilah ini ditujukan untuk menggantikan
terminologi metroragia
Klasifikasi

Berdasarkan International Federation of Gynecology and


Obstetrics (FIGO), terdapat sembilan kategori utama yang
disusun sesuai dengan akronim “PALM-COEIN” yakni;
polip, adenomiosis, leiomioma, malignancy and hyperplasia,
coagulopathy, ovulatory dysfunction, endometrial, iatrogenik
dan not yet classified
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Umum
a. Pemeriksaan fisik pertama kali dilakukan untuk menilai stabilitas
keadaan hemodinamik.
b. Pastikan bahwa perdarahan berasal dari kanalis servikalis dan tidak
berhubungan dengan kehamilan.
c. Pemeriksaan indeks massa tubuh, tanda tanda hiperandrogen,
pembesaran kelenjar tiroid atau manifestasi hipotiroid/hipertiroid,
galaktorea (hiperprolaktinemia), gangguan lapang pandang (adenoma
hipofisis), purpura dan ekimosis wajib diperiksa
Pemeriksaan Ginekologi
a. Pemeriksaan ginekologi yang teliti perlu dilakukan termasuk
pemeriksaan pap smear.
b. Harus disingkirkan pula kemungkinan adanya mioma uteri,
polip, hiperplasia endometrium atau keganasan.
c. Penilaian ovulasi
d. Penilaian Endometrium
e. Penilaian Kavum Uteri
f. Penilaian Miometrium
Alur Diagnosis dan Tatalaksana PUA
Tatalaksana PUA
Panduan investigasi PUA akut dan banyak
Panduan Investigasi Perdarahan Uterus Abnormal Kronik
Bab 3
Laporan Kasus
IDENTITAS
Nama : Nn. AR
No. MR : 01043668
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Alamat : Koto Tangah, Padang
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 18 Maret 2019
ANAMNESIS
Seorang pasien wanita usia 23 tahun datang ke IGD PONEK RSUP M. Djamil
Padang rujukan dari RS swasta tanggal 18 Maret 2019 dengan
Keluhan Utama
Keluar darah yang banyak dari kemaluan sejak 1 minggu yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
• Keluar darah yang banyak dari kemaluan sejak 1 minggu yang lalu, ganti
pembalut >5x/hari
• Nyeri perut tidak ada
• Riwayat haid: menarche usia 13 tahun, tidak teratur, ganti pembalut 2x/hari,
tidak ada nyeri saat haid
Riwayat Penyakit Dahulu
 Pasien tidak memiliki riwayat DM, hipertensi dan penyakit jantung
Riwayat Penyakit Keluarga
 Tidak ada keluarga yang menderita penyakit keturunan, menular
atau kejiwaan
Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi, Kejiwaan & Kebiasaan
 Pasien belum menikah
 Pasien tidak bekerja
 Pasien tidak pernah merokok, tidak mengonsumsi alcohol dan
NAPZA
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Berat
Kesadaran : sopor
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 65 kg
BMI : 25,4 kg/m2
Tekanan Darah : 80/50 mmHg
Nadi : 100 x/menit
Nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,7 ºC
Sianosis : tidak ada
Edema : (-/-)
Anemis : (+/+)
Ikterik : (-/-)
Status Generalisata
Kulit : tidak tampak kelainan
KGB : tidak teraba pembesaran KGB
Kepala : normochepal
Rambut : hitam, tidak mudah rontok
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Telinga : tidak tampak kelainan
Hidung : tidak tampak kelainan
Tenggorokan : tidak tampak kelainan
Gigi dan Mulut : tidak ada Caries dentis dan tidak ada periodontitis
Leher : pembesaran kelenjar tiroid tidak ada, JVP 5-2 cmH 20
Dada
Paru:
Inspeksi : simetris kiri dan kanan saat statis dan dinamis
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor kanan dan kiri
Auskultasi : vesikuler normal, rhonki-/-, wheezing -/-
Jantung:
Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : iktus kordis tidak teraba
Perkusi : batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : S1-S2 reguler, bising tidak ada, gallop tidak ada
Abdomen:
Inspeksi : distensi tidak ada
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), nyeri lepas (-)
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal
Punggung : tidak tampak kelainan
Genitalia : V/U tenang, perdarahan pervaginam (+)
Anus : RT tidak dilakukan
Ekstremitas : udem (-/-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Hb : 2,5 g/dL
Leukosit : 21.240/mm3
Trombosit : 205.000/mm3
Hematokrit : 8%

USG: kesan hiperplasia endometrium


DIAGNOSIS
Syok hipovolemik ec PUA ec hiperplasia
endometrium + anemia berat
TATALAKSANA
 Perbaikan KU, kontrol VS
 IVFD 2 line
o RL 28 tpm
o HES 16 tpm, lanjut PRC 2 kantong
 Inj transamin 3x500 mg
 Inj vit K 3x500
 Vit C 3x50
 Inj Ceftriaxon 2x1 gr
 Cek labor post transfusi
FOLLOW UP
19-3-2019
S/ Perdarahan sudah berkurang
O/ KU: sedang Konjungtiva: anemis +/+
Kes: CMC Abdomen: NT (-), NL (-)
TD: 100/60 mmHg Genitalia: V/U tenang, PV (+) sedikit
Nadi: 88x/menit
Nf: 18x/menit
Suhu: 37 C
A/ Syok hipovolemik dalam perbaikan ec PUA ec hyperplasia endometrium + anemia berat dalam
perbaikan
P/ Perbaiki KU, kontrol VS
IVFD 2 line (RL 20 tpm, HES stop)
Inj transamin 3x500 mg
Inj vit K 3x500
Vit C 3x50
Inj Ceftriaxon 2x1 gr
Terima Kasih