Anda di halaman 1dari 17

MENGAMBIL KEPUTUSAN KLINIS

DALAM KASUS KOMPLEKS


BY : SOFA QURRATA A’YUN.,SST.,M.Kes
Proses pengambilan keputusan
merupakan bagian dasar dan integral
dalam praktik suatu profesi dan
keberadaanya sangat penting karena akan
menentukan tindakan selanjutnya

Menurut George R.Terry, pengambilan


keputusan adalah memilih alternatif yang
ada
Ada 5 (lima) hal pokok dalam Pengambilan keputusan
• Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan
mudah terpengaruh
• Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis,
seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan
kemampuan mengambil keputusan terhadap suatu
kasus
• Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
• Wewenang lebih bersifat rutinitas
• Rasional, keputusan bersifat obyektif,
trasparan, konsisten
Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan
keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh
beberapa hal :

• Pelayanan one to one” : Bidan dan klien yang bersifat


sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
• Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan
berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan.
• Perawatan berfokus pada ibu(women centered care)
dan asuhan total( total care)
Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia
pada umumnya disebabkan oleh 3 keterlambatan
yaitu:

 Terlambat mengenali tanda –


tanda bahaya kehamilan
sehingga terlambat untuk
memulai pertolongan
 Terlambat tiba di fasilitas
pelayanan kesehatan
 Terlambat mendapat pelayanan
setelah tiba di tempat pelayanan
Faktor-Faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan
antara lain :

• Faktor fisik, didasarkan pada rasa yang dialami oleh tubuh


sepeti rasa sakit, tidak nyaman dan kenikmatan.
• Emosional, didasarkan pada perasaan atau sikap
• Rasional, didasarkan pada pengetahuan
• Praktik, didasarkan pada keterampilan individual dan
kemampuan dalam melaksanakanya.
• Interpersonal, didasarkan pada pengaruh jarigan sosial yang
ada
• Struktural, didasarkan pada lingkup sosial,ekonomi
dan politik
Menghadapi Masalah Etik Moral Dan
Dilema Dalam Praktek Kebidanan

Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikatakan


profesional bila dapat menerapkan etika dalam
menjalankan praktik. Bidan ada dalam posisi baik
yaitu memfasilitasi pilihan klien dan
membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang
etika untuk menetapkan dalam strategi praktik
kebidanan
1. Informed Choice

Informed choice adalah membuat pilihan setelah


mendapatkan penjelasan tentang alternatif asuhan
yang akan dialaminya
Menurut kode etik kebidanan
internasionl (1993) bidan harus
menghormati hak informed choice ibu
dan meningkatkan penerimaan ibu
tentang pilihan dalam asuhan dan
tanggung jawabnya terhadap hasil
dari pilihannya
Definisi informasi dalam
konteks ini meliputi :
informasi yang sudah
lengkap diberikan dan
dipahami ibu, tentang
pemahaman resiko,
manfaat, keuntungan dan
kemungkinan hasil dari
tiap pilihannya.
Pilihan (choice) berbeda dengan persetujuan
(consent) :

• Persetujuan atau consent penting dari sudut pandang


bidan karena berkaitan dengan aspek hukum yang
memberikan otoritas untuk semua prosedur yang
akan dilakukan bidan
• Pilihan atau choice penting dari sudut pandang klien
sebagai penerima jasa asuhan kebidanan, yang
memberikan gambaran pemahaman masalah yang
sesungguhnya dan menerapkan aspek otonomi pribadi
menentukan “ pilihannya” sendiri.
2. Bagaimana Pilihan Dapat Diperluas dan
Menghindari Konflik

Memberi informai yang lengkap pada ibu, informasi yang


jujur, tidak bias dan dapat dipahami oleh ibu, menggunakan
alternatif media ataupun yang lain, sebaiknya tatap muka
Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar
untuk membantu ibu menggunakan haknya dan menerima
tanggungjawab keputusan yang diambil. Hal ini dapat diterima
secara etika dan menjamin bahwa tenaga kesehatan sudah
memberikan asuhan yang terbaik dan memastikan ibu sudah
diberikan informsi yang lengkap tentang dampak dari
keputusan mereka
Untuk pemegang kebijakan pelayanan kesehatan
perlu merencanakan, mengembangkan sumber daya,
memonitor perkembangan protokol dan petunjuk
teknis baik di tingkat daerah, propinsi untuk
semua kelompok tenaga pemberi pelayanan bagi ibu.
Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based,
diharapkan konflik dapat ditekan serendah mungkin
Tidak perlu takut akan konflik tetapi
mengganggapnya sebagai sutu kesempatan untuk
saling memberi dan mungkin suatu penilaian ulang
yang obyektif bermitra dengan wanita dari sistem
asuhan dan tekanan positif pada perubahan
3. Beberapa Jenis Pelayanan Yang Dapat Dipilih
Klien
 Bentuk pemeriksaan ANC dan skrening laboratorium
ANC
Tempat melahirkan
Masuk ke kamar bersalin pada tahap awal persalinan.
Di dampingi waktu melahirkan
Metode monitor djj
Augmentasi, stimulasi, induksi
Mobilisasi atau posisi saat persalinan
Pemakaian analgesia
Episiotomi
Pemecahan ketuban
Penolong persalinan
Keterlibatan suami pada waktu melahirkan
Teknik pemberian minuman pada bayi
Metode kontrasepsi

Anda mungkin juga menyukai